Senin, 19 Okt 2026
Beranda » POLITIK » THR PPPK Bekasi Tak Dianggarkan, Sorotan Tertuju pada Komitmen Wali Kota

THR PPPK Bekasi Tak Dianggarkan, Sorotan Tertuju pada Komitmen Wali Kota

  • account_circle Firman Ugm
  • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kota Bekasi – Kebijakan Pemerintah Kota Bekasi yang tidak menganggarkan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi 3.442 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu pada 2026 menuai sorotan.

Alasan keterlambatan regulasi dari pemerintah pusat dinilai belum sepenuhnya menjawab persoalan, bahkan memunculkan pertanyaan terkait prioritas kebijakan dan komitmen pemerintah daerah terhadap kesejahteraan pegawai non ASN.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyatakan bahwa THR bagi PPPK paruh waktu belum dapat dibayarkan karena aturan teknis dari pemerintah pusat belum terbit saat penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.

Ia menjelaskan, proses penyusunan anggaran dilakukan jauh hari sebelumnya, sehingga tidak tersedia ruang fiskal untuk mengakomodasi kebijakan yang muncul belakangan.

Menurut Tri, kondisi tersebut merupakan kendala administratif yang tidak dapat dihindari.

Namun, dalam perspektif kebijakan publik, alasan tersebut dinilai masih menyisakan ruang perdebatan, terutama ketika sejumlah daerah lain mampu mengantisipasi situasi serupa.

Di beberapa daerah seperti Purwakarta dan Bandung, pemerintah daerah dilaporkan tetap mengalokasikan THR bagi PPPK paruh waktu, bahkan setara satu bulan gaji.

Perbedaan pendekatan ini menimbulkan perbandingan yang cukup kontras dan memunculkan pertanyaan mengenai respons kebijakan di masing-masing daerah.

Secara teknokratis, APBD memang memiliki siklus perencanaan yang ketat dan terstruktur.

Namun demikian, pemerintah daerah pada dasarnya memiliki sejumlah instrumen penyesuaian anggaran, seperti perubahan APBD (APBD-P), realokasi belanja, hingga penggunaan pos belanja tidak terduga.

Ketiadaan langkah penyesuaian ini di Kota Bekasi dinilai mencerminkan pendekatan yang cenderung reaktif.

Sejumlah pihak menilai, kebijakan tersebut belum menunjukkan upaya maksimal dalam mengantisipasi kebutuhan pegawai, khususnya terkait momentum hari raya yang bersifat rutin dan dapat diprediksi.

Keluhan juga datang dari kalangan PPPK paruh waktu.

Pilihan Editor :  Pemkot Bekasi Siapkan Rp160 Miliar THR untuk 19.090 ASN

Salah satu koordinator dari bidang tenaga pendidikan, Agil, mengaku kecewa dengan tidak dianggarkannya THR tahun ini.

Ia menilai, kebijakan tersebut menunjukkan ketidakkonsistenan, mengingat pada periode sebelumnya pemerintah daerah masih dapat memberikan insentif serupa, meskipun dengan nomenklatur berbeda.

“Dulu bisa diberikan dalam bentuk apresiasi, sekarang tidak ada. Ini yang membuat kami bertanya-tanya,” ujarnya.

Agil juga menyoroti ketimpangan besaran penghasilan antarpegawai PPPK paruh waktu, khususnya di sektor pendidikan.

Ia menyebutkan, tenaga pendidik dengan latar belakang sarjana (S1) yang berasal dari honor murni Dinas Pendidikan hanya menerima sekitar Rp1,85 juta per bulan, sementara tenaga kependidikan S1 sekitar Rp1,5 juta, dan di bawah S1 sekitar Rp1,4 juta.

Menurutnya, angka tersebut jauh di bawah pegawai lain dengan status serupa di instansi berbeda yang dapat menerima penghasilan di atas Rp2 juta.

Ia juga membandingkan dengan PPPK yang berasal dari tenaga kerja kontrak (TKK) yang menerima gaji di atas Rp4 juta.

“Padahal tugas dan fungsi kami sama, bahkan dalam banyak kasus beban kerja lebih tinggi. Tapi perhatian terhadap kami masih minim,” katanya.

Respons Dinilai Kurang Antisipatif

Kritik juga disampaikan oleh aktivis muda Bekasi, Ali, yang menilai alasan keterlambatan regulasi kerap dijadikan pembenaran administratif, tetapi tidak selalu mencerminkan keterbatasan mutlak.

Menurutnya, pemerintah daerah yang proaktif seharusnya mampu menyiapkan skenario anggaran cadangan sebagai langkah antisipatif, meskipun regulasi belum sepenuhnya final.

“Dalam banyak kasus, daerah yang adaptif biasanya sudah menyiapkan opsi cadangan, sehingga ketika aturan turun, mereka tinggal menyesuaikan,” ujar Ali, Rabu (17/3/2026).

Ia menilai, tidak adanya skema cadangan atau percepatan penyesuaian anggaran di Kota Bekasi memperkuat kesan bahwa isu THR bagi PPPK paruh waktu belum menjadi prioritas dalam kebijakan fiskal daerah.

Pilihan Editor :  Golkar Kota Bekasi Rayakan HUT ke-61 dengan Pasar Murah

Di sisi lain, pengamat kebijakan publik mengingatkan bahwa setiap daerah memiliki kapasitas fiskal yang berbeda.

Namun demikian, argumen tersebut kembali dipertanyakan ketika daerah dengan karakteristik serupa justru mampu merealisasikan kebijakan pemberian THR.

Kondisi ini menempatkan Pemerintah Kota Bekasi dalam posisi dilematis, antara keterbatasan administratif yang dihadapi dan tuntutan publik untuk menunjukkan keberpihakan terhadap pegawai non-ASN.

Polemik ini pada akhirnya tidak hanya berkutat pada persoalan teknis anggaran atau keterlambatan regulasi, melainkan juga menyentuh aspek pilihan kebijakan.

Apakah pemerintah daerah akan bersikap pasif menunggu aturan, atau mengambil langkah aktif untuk mengantisipasi dan memenuhi kebutuhan pegawainya.

Sorotan kini mengarah pada kepemimpinan Wali Kota Bekasi dalam merespons situasi tersebut.

Publik menanti apakah kebijakan yang diambil ke depan akan tetap berorientasi pada prosedur administratif semata, atau mulai mengedepankan solusi yang lebih adaptif dan berpihak.**/frm

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Firman Ugm adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Menarik Dibaca

  • Satlinlamil 3 Gelar Latihan Selam Dasar, Asah Profesionalisme Prajurit Matra Laut

    Satlinlamil 3 Gelar Latihan Selam Dasar, Asah Profesionalisme Prajurit Matra Laut

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Makassar, 18 Juni 2026 – Satlinlamil 3 menggelar latihan selam dasar selama empat hari guna meningkatkan profesionalisme prajurit dalam mendukung tugas operasi laut. Latihan berlangsung pada 15 hingga 18 Juni 2026 di Mako Satlinlamil 3 dan Kolam Renang Tirto Sagoro 05 Kodaeral VI. Komandan Satlinlamil 3 Kolonel Laut (P) Sulthon M. Firdaus membuka langsung kegiatan […]

  • Warga Bekasi Kritik Penambalan Jalan Tak Tuntas

    Warga Bekasi Kritik Penambalan Jalan Tak Tuntas

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Kota Bekasi – Warga Kota Bekasi mengkritik penanganan jalan berlubang oleh Dinas Bina Marga melalui tim Unit Reaksi Cepat karena dinilai belum menyeluruh. Banyak lubang masih tersisa di jalan Raya Pekayon dengan kedalaman yang membahayakan keselamatan pengendara di sejumlah ruas jalan. Andre, 30 tahun, warga Jatisaih, menilai pekerjaan penambalan berlangsung setengah-setengah dan meleset dari target […]

  • Brimob Amankan Kalibata Usai Pengeroyokan Berujung Tewasnya Mata Elang

    Brimob Amankan Kalibata Usai Pengeroyokan Berujung Tewasnya Mata Elang

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta – Ketegangan sempat melanda kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, setelah seorang mata elang tewas dikeroyok pada Kamis sore. Insiden yang terjadi di sekitar Taman Makam Pahlawan Kalibata itu memicu reaksi spontan warga hingga memanasnya situasi dan munculnya aksi perusakan. Peristiwa bermula ketika dua petugas penagihan kendaraan diserang sekelompok orang tak dikenal. Satu korban meninggal di […]

  • Kapolsek Bogor Barat Pimpin Aksi Bersih-Bersih Bareng Ibu-Ibu, Warga Apresiasi

    Kapolsek Bogor Barat Pimpin Aksi Bersih-Bersih Bareng Ibu-Ibu, Warga Apresiasi

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle Ujang Sunarya
    • 0Komentar

    Bogor – Suasana Minggu pagi di wilayah Rawa Jaha RW 03, Kelurahan Situgede, Bogor Barat, tampak berbeda dari biasanya. Sejumlah warga, terutama para ibu-ibu, terlihat kompak memegang sapu, cangkul, dan karung sampah. Yang menarik, aksi bersih-bersih lingkungan ini langsung dipimpin oleh Kapolsek Bogor Barat, Kompol R. Ariani. Dengan mengenakan seragam lengkap namun tetap membaur, Kompol […]

  • Polsek Kelapa Gading Gandeng Ojol Lewat “Sabuk Kamtibmas”

    Polsek Kelapa Gading Gandeng Ojol Lewat “Sabuk Kamtibmas”

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta Utara, 24 April 2026 – Polsek Kelapa Gading menggandeng pengemudi ojek online dalam program Sabuk Kamtibmas untuk memperkuat sinergi dan deteksi dini gangguan keamanan. Kegiatan berlangsung di Mako Polsek Kelapa Gading, Jalan Raya Kelapa Nias, dengan melibatkan sekitar 40 pengemudi ojol sebagai perwakilan masyarakat. Kapolsek Kelapa Gading, Muhammad Esha, memimpin langsung kegiatan bersama jajaran […]

  • Bakamla RI Latihan Bareng di Sri Lanka: Belajar Bareng Jaga Lautan Dunia

    Bakamla RI Latihan Bareng di Sri Lanka: Belajar Bareng Jaga Lautan Dunia

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Kolombo — Laut bukan cuma soal ombak dan kapal, tapi juga tentang bagaimana kita menjaganya bersama. Kali ini, Bakamla RI ambil bagian dalam pelatihan internasional seru bertajuk Port Safety – Dangerous Goods Law Enforcement di Kolombo, Sri Lanka. Dua wakil dari Indonesia—Kapten Bakamla Ozzy Wibowo, S.H. dan Sertu Bakamla Angger Setya R.—bergabung dengan peserta dari […]

expand_less