Minggu, 27 Sep 2026
Beranda » POLITIK » THR PPPK Bekasi Tak Dianggarkan, Sorotan Tertuju pada Komitmen Wali Kota

THR PPPK Bekasi Tak Dianggarkan, Sorotan Tertuju pada Komitmen Wali Kota

  • account_circle Firman Ugm
  • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
  • print Cetak

Kota Bekasi – Kebijakan Pemerintah Kota Bekasi yang tidak menganggarkan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi 3.442 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu pada 2026 menuai sorotan.

Alasan keterlambatan regulasi dari pemerintah pusat dinilai belum sepenuhnya menjawab persoalan, bahkan memunculkan pertanyaan terkait prioritas kebijakan dan komitmen pemerintah daerah terhadap kesejahteraan pegawai non ASN.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyatakan bahwa THR bagi PPPK paruh waktu belum dapat dibayarkan karena aturan teknis dari pemerintah pusat belum terbit saat penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.

Ia menjelaskan, proses penyusunan anggaran dilakukan jauh hari sebelumnya, sehingga tidak tersedia ruang fiskal untuk mengakomodasi kebijakan yang muncul belakangan.

Menurut Tri, kondisi tersebut merupakan kendala administratif yang tidak dapat dihindari.

Namun, dalam perspektif kebijakan publik, alasan tersebut dinilai masih menyisakan ruang perdebatan, terutama ketika sejumlah daerah lain mampu mengantisipasi situasi serupa.

Di beberapa daerah seperti Purwakarta dan Bandung, pemerintah daerah dilaporkan tetap mengalokasikan THR bagi PPPK paruh waktu, bahkan setara satu bulan gaji.

Perbedaan pendekatan ini menimbulkan perbandingan yang cukup kontras dan memunculkan pertanyaan mengenai respons kebijakan di masing-masing daerah.

Secara teknokratis, APBD memang memiliki siklus perencanaan yang ketat dan terstruktur.

Namun demikian, pemerintah daerah pada dasarnya memiliki sejumlah instrumen penyesuaian anggaran, seperti perubahan APBD (APBD-P), realokasi belanja, hingga penggunaan pos belanja tidak terduga.

Ketiadaan langkah penyesuaian ini di Kota Bekasi dinilai mencerminkan pendekatan yang cenderung reaktif.

Sejumlah pihak menilai, kebijakan tersebut belum menunjukkan upaya maksimal dalam mengantisipasi kebutuhan pegawai, khususnya terkait momentum hari raya yang bersifat rutin dan dapat diprediksi.

Keluhan juga datang dari kalangan PPPK paruh waktu.

Pilihan Editor :  Di Setiap Pergelaran Pemilu, Politik Kebencian Selalu Merebak

Salah satu koordinator dari bidang tenaga pendidikan, Agil, mengaku kecewa dengan tidak dianggarkannya THR tahun ini.

Ia menilai, kebijakan tersebut menunjukkan ketidakkonsistenan, mengingat pada periode sebelumnya pemerintah daerah masih dapat memberikan insentif serupa, meskipun dengan nomenklatur berbeda.

“Dulu bisa diberikan dalam bentuk apresiasi, sekarang tidak ada. Ini yang membuat kami bertanya-tanya,” ujarnya.

Agil juga menyoroti ketimpangan besaran penghasilan antarpegawai PPPK paruh waktu, khususnya di sektor pendidikan.

Ia menyebutkan, tenaga pendidik dengan latar belakang sarjana (S1) yang berasal dari honor murni Dinas Pendidikan hanya menerima sekitar Rp1,85 juta per bulan, sementara tenaga kependidikan S1 sekitar Rp1,5 juta, dan di bawah S1 sekitar Rp1,4 juta.

Menurutnya, angka tersebut jauh di bawah pegawai lain dengan status serupa di instansi berbeda yang dapat menerima penghasilan di atas Rp2 juta.

Ia juga membandingkan dengan PPPK yang berasal dari tenaga kerja kontrak (TKK) yang menerima gaji di atas Rp4 juta.

“Padahal tugas dan fungsi kami sama, bahkan dalam banyak kasus beban kerja lebih tinggi. Tapi perhatian terhadap kami masih minim,” katanya.

Respons Dinilai Kurang Antisipatif

Kritik juga disampaikan oleh aktivis muda Bekasi, Ali, yang menilai alasan keterlambatan regulasi kerap dijadikan pembenaran administratif, tetapi tidak selalu mencerminkan keterbatasan mutlak.

Menurutnya, pemerintah daerah yang proaktif seharusnya mampu menyiapkan skenario anggaran cadangan sebagai langkah antisipatif, meskipun regulasi belum sepenuhnya final.

“Dalam banyak kasus, daerah yang adaptif biasanya sudah menyiapkan opsi cadangan, sehingga ketika aturan turun, mereka tinggal menyesuaikan,” ujar Ali, Rabu (17/3/2026).

Ia menilai, tidak adanya skema cadangan atau percepatan penyesuaian anggaran di Kota Bekasi memperkuat kesan bahwa isu THR bagi PPPK paruh waktu belum menjadi prioritas dalam kebijakan fiskal daerah.

Pilihan Editor :  Kampanye Damai 3 Pasang Cawalkot Kota Bekasi, Disaksikan Ribuan Pasang Mata

Di sisi lain, pengamat kebijakan publik mengingatkan bahwa setiap daerah memiliki kapasitas fiskal yang berbeda.

Namun demikian, argumen tersebut kembali dipertanyakan ketika daerah dengan karakteristik serupa justru mampu merealisasikan kebijakan pemberian THR.

Kondisi ini menempatkan Pemerintah Kota Bekasi dalam posisi dilematis, antara keterbatasan administratif yang dihadapi dan tuntutan publik untuk menunjukkan keberpihakan terhadap pegawai non-ASN.

Polemik ini pada akhirnya tidak hanya berkutat pada persoalan teknis anggaran atau keterlambatan regulasi, melainkan juga menyentuh aspek pilihan kebijakan.

Apakah pemerintah daerah akan bersikap pasif menunggu aturan, atau mengambil langkah aktif untuk mengantisipasi dan memenuhi kebutuhan pegawainya.

Sorotan kini mengarah pada kepemimpinan Wali Kota Bekasi dalam merespons situasi tersebut.

Publik menanti apakah kebijakan yang diambil ke depan akan tetap berorientasi pada prosedur administratif semata, atau mulai mengedepankan solusi yang lebih adaptif dan berpihak.**/frm

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Firman Ugm adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Menarik Dibaca

  • Pemerintah Blokir DigitalOcean, Langkah Tegas Berantas Judi Online

    Pemerintah Blokir DigitalOcean, Langkah Tegas Berantas Judi Online

    • calendar_month Sabtu, 8 Mar 2025
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Banyak korban judi online yang terjerat utang besar hingga kehilangan aset berharga akibat permainan yang merugikan ini

  • Momen Sukacita Natal, Dankodaeral X Pererat Kebersamaan Prajurit

    Momen Sukacita Natal, Dankodaeral X Pererat Kebersamaan Prajurit

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    TNI AL, Jayapura, 25 Desember 2025 — Dankodaeral X Mayjen TNI (Mar) Werijon bersama Ketua Daerah Kodaeral X Ny. Chici Werijon menggelar Open House Natal 2025 di kediaman Nirwana, Jayapura. Selanjutnya, seluruh personel Kodaeral X hadir dan langsung merayakan suasana sukacita, kebersamaan, serta kekeluargaan. Selain itu, Mayjen TNI (Mar) Werijon menyampaikan, “Selamat merayakan Natal 2025. […]

  • Brimob Patroli Dini Hari di Tangsel dan Tangerang Kota

    Brimob Patroli Dini Hari di Tangsel dan Tangerang Kota

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Tangerang Selatan – Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Metro Jaya menggelar patroli dini hari untuk mengantisipasi tawuran dan gangguan kamtibmas. Kegiatan berlangsung pada Senin (30/3/2026) dengan menyasar wilayah hukum Polres Tangerang Selatan dan Polres Metro Tangerang Kota. Personel bergerak cepat menyisir ruas strategis seperti Jalan RE Martadinata, Jalan Raya Serpong, serta kawasan Bintaro dan […]

  • Panglima TNI dan Ketum PEPABRI Perkuat Sinergi Lintas Generasi Prajurit

    Panglima TNI dan Ketum PEPABRI Perkuat Sinergi Lintas Generasi Prajurit

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta – Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti pertemuan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dengan Ketua Umum Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI-Polri (PEPABRI) Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, di Kantor Sekretariat DPP PEPABRI, Jalan Diponegoro No. 53, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (14/8/2025). Audiensi ini menjadi ajang penting mempererat ikatan antara prajurit aktif dan para […]

  • Warga dan Lanud Sultan Hasanuddin Gelar Bakti Teritorial Bersihkan Lingkungan

    Warga dan Lanud Sultan Hasanuddin Gelar Bakti Teritorial Bersihkan Lingkungan

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Makassar — Dalam rangka memperingati HUT ke-80 Tentara Nasional Indonesia dan meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, Lanud Sultan Hasanuddin menggelar kegiatan Bakti Teritorial Prima di Jalan Poros Borongloe, Desa Bontomatene, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Jumat (12/9/2025). Kegiatan ini melibatkan masyarakat setempat bersama prajurit Lanud Sultan Hasanuddin. Fokus utama bakti teritorial adalah membersihkan saluran air, mengangkut […]

  • Koramil Kokonao dan Timika Tebar Takjil Ramadan

    Koramil Kokonao dan Timika Tebar Takjil Ramadan

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Timika – Suasana Ramadan di Timika terasa hangat ketika prajurit Koramil 1710-01/Kokonao dan Koramil 1710-02/Timika turun langsung berbagi takjil di Jalan Yos Sudarso, Jumat, 06/03/2026. Sejak sore hari, para prajurit bersama Persit berdiri di tepi jalan sambil menyapa pengendara dan warga yang melintas. Mereka kemudian membagikan paket takjil kepada pengguna jalan yang tengah beraktivitas menjelang […]

expand_less