Kamis, 29 Okt 2026
Gensa Media Indonesia » POLITIK » Kabinet Bayangan Resmi Dibentuk, Feri Amsari: Kami Bukan Makar

Kabinet Bayangan Resmi Dibentuk, Feri Amsari: Kami Bukan Makar

  • account_circle Redaktur
  • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Koalisi masyarakat sipil yang terdiri atas akademisi, peneliti, dan aktivis resmi mengumumkan pembentukan Kabinet Bayangan (shadow cabinet) sebagai mekanisme pengawasan independen terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Inisiatif tersebut digagas sebagai upaya menghadirkan alternatif kajian kebijakan publik sekaligus memperkuat fungsi kontrol yang dinilai melemah akibat minimnya kekuatan oposisi di parlemen.

Pembentukan Kabinet Bayangan mulai digagas sejak 27 Juli 2026.

Para penggagas menyatakan langkah tersebut bukan untuk menyaingi pemerintahan yang sah, melainkan menjadi ruang partisipasi publik dalam menguji, mengkritisi, dan menawarkan alternatif kebijakan berbasis data, kajian akademik, serta kepentingan masyarakat luas.

Pakar Hukum Tata Negara, Feri Amsari, yang dipercaya mengemban posisi Menteri Sekretaris Negara dalam Kabinet Bayangan, menegaskan bahwa keberadaan kabinet alternatif tersebut tidak dapat dimaknai sebagai tindakan makar ataupun manuver politik praktis.

Menurutnya, pembentukan Kabinet Bayangan merupakan bentuk partisipasi konstitusional masyarakat sipil dalam menjaga agar penyelenggaraan pemerintahan tetap berada pada koridor hukum, tata kelola pemerintahan yang baik, serta penggunaan anggaran negara yang rasional.

“Kami hadir bukan sebagai lawan tanding yang destruktif, melainkan kawan tanding demi perbaikan tata kelola negara. Ketika parlemen didominasi koalisi besar sehingga fungsi pengawasan dinilai melemah, masyarakat sipil perlu mengambil peran agar setiap kebijakan publik tetap diuji dan diperdebatkan secara terbuka,” kata Feri dalam dialog Bocor Alus Politik.

Ia menilai demokrasi tidak hanya bergantung pada mekanisme pengawasan formal melalui parlemen, tetapi juga membutuhkan ruang kontrol dari masyarakat sipil yang independen.

Menurutnya, kritik yang dibangun melalui argumentasi akademik justru menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas pemerintahan.

Berbeda dengan struktur Kabinet Merah Putih yang memiliki lebih dari seratus pejabat dan menteri, Kabinet Bayangan mengusung format yang jauh lebih ringkas dengan hanya terdiri atas 15 kementerian.

Baca juga :  Peluru Bukan Jalan Damai, Komnas HAM Soroti Penembakan Tiga ASN Jayawijaya

Konsep tersebut didasarkan pada kajian mengenai efektivitas sistem presidensial yang menilai jumlah kementerian ideal berkisar antara 15 hingga 21 lembaga.

Struktur yang lebih sederhana dinilai mampu meningkatkan efisiensi birokrasi, mempercepat pengambilan keputusan, sekaligus mengurangi potensi pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Selain mengedepankan efisiensi organisasi, Kabinet Bayangan juga menerapkan prinsip meritokrasi dalam penyusunan personel. Sekitar 40 persen posisi diisi perempuan yang dinilai memiliki kompetensi sesuai bidang keahliannya.

Sejumlah nama yang diperkenalkan antara lain Irma Handayani pada bidang kesehatan publik, Kuri Maharani di sektor pertahanan ekonomi (economic defense), Nabila pada bidang ketenagakerjaan, Ninis Chairunnisa Agustiati di bidang kepemiluan dan hak perempuan, serta Isnawati pada sektor ketahanan pangan.

Para penggagas menegaskan bahwa penunjukan tersebut didasarkan pada kapasitas profesional, rekam jejak akademik, dan pengalaman di bidang masing-masing.

Fokus Susun Alternatif Kebijakan Berbasis Bukti

Peneliti Centre of Economic and Law Studies (CELIOS), Media Wahyudi Askar, yang dipercaya sebagai Menteri Perekonomian Kabinet Bayangan, mengatakan pemerintah perlu mengubah pendekatan pembangunan ekonomi agar lebih berorientasi pada penciptaan lapangan kerja dan pemerataan kesejahteraan.

Menurut Media, kebijakan ekonomi nasional semestinya tidak berhenti pada narasi populisme atau retorika politik, tetapi harus menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah.

“Masyarakat tidak membutuhkan sekadar pidato nasionalis, tetapi membutuhkan kerja nyata dan kebijakan ekonomi yang berbasis bukti (evidence-based policy). Kami ingin merangkum aspirasi masyarakat dan menyusun rekomendasi alternatif agar kebijakan negara tidak hanya berpihak pada kepentingan kelompok ekonomi besar,” ujarnya.

Selain menyusun kritik terhadap kebijakan pemerintah, Kabinet Bayangan juga menyiapkan berbagai agenda kerja yang diklaim bersifat konstruktif.

Program tersebut meliputi forum kajian bersama pakar hak asasi manusia (HAM) dan antikorupsi, penyerapan aspirasi dari kalangan mahasiswa, hingga penyusunan rekomendasi atas sejumlah program prioritas pemerintah.

Baca juga :  GPBI Sumut Resmi Dibentuk: Tekad Perjuangkan Hak dan Kesejahteraan Buruh

Salah satu isu yang akan menjadi perhatian adalah penyusunan formulasi alternatif Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut penggagas, konsep yang mereka siapkan akan mengedepankan pemanfaatan bahan pangan lokal, prinsip transparansi pengelolaan, serta efisiensi penggunaan anggaran.

Untuk menjaga independensi organisasi, pengurus Kabinet Bayangan memastikan tidak menerima pendanaan dari partai politik, kelompok filantropi yang memiliki kepentingan tertentu, maupun pihak asing.

Seluruh operasional organisasi saat ini dijalankan secara swadaya dan berbasis kerja sukarela.

Ke depan, mereka berencana membuka mekanisme urun dana (crowdfunding) yang dilakukan secara transparan sebagai bentuk partisipasi publik sekaligus pendidikan politik kepada masyarakat.

Koalisi masyarakat sipil berharap keberadaan Kabinet Bayangan dapat memperluas ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat.

Mereka menilai kritik seharusnya dipandang sebagai bagian dari proses demokrasi, bukan ancaman terhadap pemerintahan.

Melalui inisiatif tersebut, para penggagas berharap tradisi perdebatan kebijakan yang berbasis data, riset, dan argumentasi akademik dapat kembali menguat di Indonesia.

Mereka juga mendorong akademisi, aktivis, mahasiswa, serta berbagai elemen masyarakat untuk tetap aktif mengawal jalannya pemerintahan, menjaga kebebasan berpendapat, serta memperkuat transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan negara sesuai prinsip demokrasi konstitusional.**/Red

Informasi selengkapnya mengenai dialog pembentukan Kabinet Bayangan masyarakat sipil ini dapat disaksikan langsung melalui tayangan resmi di kanal YouTube Tempo

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Redaktur Gensa Media Indonesia bertanggung jawab mengelola, menyunting, dan memastikan setiap berita memenuhi standar jurnalistik, akurasi, keberimbangan, independensi, serta Kode Etik Jurnalistik sebelum dipublikasikan kepada masyarakat.

Interesting

  • Lanal Dumai Panen Raya Ikan Patin Serentak

    Lanal Dumai Panen Raya Ikan Patin Serentak

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    TNI AL, Dumai — Suasana hangat terasa di Markas Komando Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Dumai, Jalan Yos Soedarso No. 01, saat Kolonel Laut (P) Abdul Haris, S.E., M.M.D.S., memimpin langsung Panen Raya Ikan Patin dari kolam ketahanan pangan Lanal Dumai, Rabu (29/10/2025). Didampingi Kepala Dinas Perikanan Provinsi Riau, Salman, S.Pi., M.Si., kegiatan ini menjadi […]

  • Prajurit Lanal Simeulue Hadiri Peringatan Nuzulul Qur’an 1446 H, Perkuat Kebersamaan dengan Masyarakat

    Prajurit Lanal Simeulue Hadiri Peringatan Nuzulul Qur’an 1446 H, Perkuat Kebersamaan dengan Masyarakat

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Kehadiran bapak-bapak TNI AL sangat berarti bagi kami. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak hanya bertugas menjaga keamanan

  • Kodim 0507/Bekasi Gelar Bakti Kesehatan Teritorial, 137 Warga Jatiasih Terima Layanan Pemeriksaan Gratis

    Kodim 0507/Bekasi Gelar Bakti Kesehatan Teritorial, 137 Warga Jatiasih Terima Layanan Pemeriksaan Gratis

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Kota Bekasi, 3 Juli 2026 – Kodim 0507/Bekasi melalui Koramil 04/Jatiasih menggelar Bakti Kesehatan Teritorial di Pendopo Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jumat (3/7/2026). Sebanyak 137 warga, yang didominasi lanjut usia (lansia), memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis sebagai bagian dari upaya TNI mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Kegiatan berlangsung dengan dukungan tenaga medis dari Puskesmas Jatiasih […]

  • Stasiun Bekasi Timur Kembali Beroperasi, Layanan KRL Bekasi-Cikarang Mulai Normal

    Stasiun Bekasi Timur Kembali Beroperasi, Layanan KRL Bekasi-Cikarang Mulai Normal

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Kontributor
    • 0Komentar

    Selain penanganan medis, KAI juga melakukan pendataan terhadap barang-barang milik korban yang ditemukan di lokasi kejadian

  • Transformasi Babek TNI Menjadi Balog TNI, Perkuat Sistem Logistik Pertahanan Negara

    Transformasi Babek TNI Menjadi Balog TNI, Perkuat Sistem Logistik Pertahanan Negara

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta – Tentara Nasional Indonesia (TNI) resmi memasuki babak baru dalam pengelolaan dukungan logistik dengan ditandatanganinya transformasi Badan Perbekalan (Babek) TNI menjadi Badan Logistik (Balog) TNI. Momentum bersejarah ini disahkan langsung oleh Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, pada acara di Aula Gatot Soebroto, Denma Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (25/8/2025). Sebagai tindak lanjut, […]

  • Polsek Kelapa Gading Tebar Kepedulian, Bantu Yayasan yang Rawat Pasien Gangguan Mental

    Polsek Kelapa Gading Tebar Kepedulian, Bantu Yayasan yang Rawat Pasien Gangguan Mental

    • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta Utara – Polsek Kelapa Gading kembali menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menggelar bakti sosial di Yayasan Nurul Alam Baitama (YANABI), sebuah lembaga yang merawat 30 pasien dengan gangguan mental di Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, pada Jumat (14/3/2025). Dipimpin langsung oleh Kapolsek Kelapa Gading, Kompol Seto Handoko Putra, S.IKom., S.IK., jajaran kepolisian turut menyalurkan bantuan […]

expand_less