TNI Perkuat Pembinaan Teritorial, 100 Personel Tiga Matra Ikuti Penataran 2026
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 3 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – TNI memperkuat kualitas pembinaan teritorial dengan meningkatkan kompetensi 100 tenaga pendidik dari tiga matra melalui Penataran Tenaga Pendidik Teritorial Tingkat Perwira Pertama Tahun Anggaran 2026.
Dirpuanter Ster TNI Brigjen TNI Jimmy Rihi Tugu menutup langsung kegiatan tersebut di Pusdikter Pusterad, Jumat (30/10/2026).
Penataran yang berlangsung sejak 19 Oktober 2026 itu menjadi bagian dari upaya TNI meningkatkan kemampuan tenaga pendidik dalam mengembangkan pembinaan teritorial (Binter).
Kegiatan lintas matra tersebut melibatkan 100 personel, terdiri atas 54 prajurit TNI Angkatan Darat, 30 prajurit TNI Angkatan Laut, dan 16 prajurit TNI Angkatan Udara.
Komposisi peserta dari tiga matra memperlihatkan keterlibatan unsur TNI AD, TNI AL, dan TNI AU dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia bidang teritorial.
Melalui penataran tersebut, TNI menargetkan tenaga pendidik memiliki pemahaman dan keterampilan lebih kuat untuk membimbing aparat kewilayahan.
Sebab, tenaga pendidik memegang peran penting dalam meningkatkan kualitas pembinaan teritorial, terutama dalam menyiapkan personel yang mampu menjalankan tugas kewilayahan secara profesional.
Selain itu, kemampuan tenaga pendidik turut menentukan efektivitas penyampaian pengetahuan dan keterampilan Binter kepada aparat di satuan masing-masing.
Dengan demikian, peningkatan kompetensi tenaga pendidik tidak hanya menyasar kemampuan individu, tetapi juga mendukung kualitas pelaksanaan pembinaan teritorial secara lebih luas.
Sinergi Tiga Matra dan Komponen Bangsa Jadi Penekanan
Dalam sambutan Kaster TNI yang disampaikan pada penutupan kegiatan, TNI menekankan pentingnya sinergi antarmatra serta keterlibatan seluruh komponen bangsa.
Penekanan tersebut berkaitan dengan upaya membangun Ruang, Alat, dan Kondisi Juang (RAK Juang) yang tangguh sebagai bagian dari pembinaan teritorial.
Menurut pesan Kaster TNI dalam sambutannya, pembinaan teritorial membutuhkan kerja sama lintas matra dan dukungan berbagai komponen bangsa.
Artinya, pelaksanaan Binter tidak cukup mengandalkan kemampuan satu unsur TNI, melainkan membutuhkan kesamaan pemahaman dan koordinasi antarmatra.
Oleh karena itu, tenaga pendidik memiliki tanggung jawab strategis untuk memperkuat pemahaman aparat kewilayahan mengenai materi dan pelaksanaan pembinaan teritorial.
Kaster TNI juga menekankan pentingnya profesionalisme peserta dalam menjalankan tugas setelah menyelesaikan penataran.
Selain profesionalisme, penguasaan materi teritorial menjadi perhatian utama agar para tenaga pendidik mampu menyampaikan pengetahuan secara tepat kepada personel di satuan masing-masing.
Penekanan lainnya menyangkut kemanunggalan TNI dengan rakyat yang menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pembinaan teritorial.
Aspek tersebut memiliki arti penting karena Binter berkaitan dengan hubungan TNI dan masyarakat dalam mendukung pembangunan serta kesejahteraan wilayah.
Karena itu, tenaga pendidik perlu mengembangkan kemampuan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga pemahaman terhadap tujuan pembinaan teritorial.
Hasil Penataran Diharapkan Memperkuat Ketahanan Wilayah
Penutupan penataran pada Jumat (30/10/2026) menandai berakhirnya rangkaian kegiatan yang berlangsung selama 12 hari di Pusdikter Pusterad.
Namun, keberhasilan kegiatan tersebut tidak semata-mata diukur dari penyelesaian seluruh tahapan penataran.
Lebih jauh, hasil pendidikan dan pelatihan perlu tercermin melalui kemampuan peserta menerapkan pengetahuan serta keterampilan dalam pelaksanaan tugas di satuan masing-masing.
TNI berharap para tenaga pendidik mampu mengimplementasikan materi yang mereka peroleh secara optimal, khususnya dalam membimbing aparat kewilayahan.
Dengan kemampuan tersebut, kualitas pembinaan teritorial diharapkan meningkat dan memberikan kontribusi terhadap penguatan ketahanan wilayah.
Selain itu, sinergi antarmatra diharapkan semakin solid dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI.
Keterlibatan 100 personel dari tiga matra juga menjadi bagian dari penguatan kapasitas tenaga pendidik agar pembinaan teritorial memiliki kesamaan pemahaman dan arah pelaksanaan.
Pada akhirnya, penguatan kompetensi tenaga pendidik harus berjalan seiring dengan peningkatan profesionalisme prajurit dan kemampuan membangun hubungan bersama masyarakat.
Melalui langkah tersebut, TNI menargetkan pembinaan teritorial semakin efektif dalam mendukung pembangunan, memperkuat ketahanan wilayah, serta menjaga kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Dengan demikian, penataran tenaga pendidik teritorial TA 2026 diharapkan menghasilkan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia TNI dalam menjalankan fungsi pembinaan teritorial.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

