Puspsi TNI Berikan Trauma Healing bagi Relawan Penyintas Gempa NTT
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month Senin, 14 Sep 2026
- print Cetak

Ruteng – Pusat Psikologi TNI memberikan trauma healing kepada personel TNI dan Ibu Persit yang menjadi penyintas gempa bumi NTT.
Pendampingan berlangsung di Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Minggu (13/9/2026).
Para peserta sebelumnya bertugas sebagai relawan sekaligus menghadapi langsung dampak gempa yang mengguncang NTT pada 15 Agustus 2026.
Kondisi tersebut membuat pemulihan psikologis relawan menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan tugas kemanusiaan di wilayah terdampak.
Tim Trauma Healing Puspsi TNI memberikan pendampingan kepada personel TNI dan Ibu Persit Kodim 1612/Manggarai.
Pendampingan juga menyasar personel Yonif 834/WM yang turut menjadi penyintas bencana gempa bumi.
Relawan Juga Membutuhkan Pemulihan
Puspsi TNI menempatkan pendampingan psikologis sebagai bagian dari proses pemulihan setelah bencana.
Para relawan tidak hanya menghadapi tekanan akibat tugas, tetapi juga mengalami dampak gempa secara langsung.
Karena itu, tim memberikan asesmen dan intervensi psikologis sesuai kondisi masing-masing peserta.
Langkah tersebut bertujuan membantu mengurangi stres dan trauma setelah para peserta menghadapi bencana.
Pendampingan juga membantu memulihkan kondisi psikologis mereka setelah menjalankan tugas sebagai relawan di wilayah terdampak.
Dengan pendekatan tersebut, Puspsi TNI berupaya memastikan para relawan memperoleh dukungan psikologis selama proses pemulihan.
Menjaga Ketahanan Psikologis Relawan
Pemulihan pascabencana tidak hanya membutuhkan penanganan terhadap masyarakat yang terdampak langsung.
Para relawan yang berada di garis depan penanganan bencana juga menghadapi tekanan psikologis selama menjalankan tugas kemanusiaan.
Kondisi psikologis yang terjaga menjadi salah satu faktor pendukung agar mereka dapat kembali menjalankan aktivitas secara optimal.
Melalui trauma healing, Puspsi TNI memberikan ruang bagi para penyintas untuk mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhan psikologis mereka.
Upaya tersebut sekaligus mendukung keberlanjutan kontribusi personel TNI dan Persit dalam membantu masyarakat terdampak gempa.
Pendampingan psikologis menjadi bagian dari rehabilitasi pascabencana yang mencakup tidak hanya pemulihan fisik, tetapi juga kondisi batin.
Puspsi TNI berharap dukungan tersebut membantu para relawan menjaga kondisi psikologis setelah mengalami bencana dan menjalankan tugas kemanusiaan.
Dengan demikian, pemulihan relawan dapat berjalan seiring dengan upaya membantu masyarakat memulihkan kehidupan setelah gempa bumi NTT.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

