Sabtu, 7 Nov 2026
Gensa Media Indonesia » Lingkungan » Soal Jalan Rusak, Dedi Mulyadi: Jangan Salahkan Gubernur untuk Urusan Bupati

Soal Jalan Rusak, Dedi Mulyadi: Jangan Salahkan Gubernur untuk Urusan Bupati

  • account_circle Firman Ugm
  • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

CIAMIS – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengingatkan masyarakat agar menyampaikan keluhan mengenai jalan rusak kepada pemerintah yang memiliki kewenangan.

Ia menegaskan, tanggung jawab perbaikan jalan terbagi antara pemerintah desa, kabupaten, provinsi, dan pemerintah pusat.

Pernyataan itu disampaikan Dedi saat menanggapi persoalan jalan rusak dan cara masyarakat menyampaikan aspirasi. Ia meminta warga memahami pembagian kewenangan agar kritik terhadap pemerintah tidak salah sasaran.

“Kalau marah sama bupati, ya sama bupati. Jangan marah sama bupati, terus ditimpakan ke gubernur,” tegas Dedi Mulyadi dalam pernyataannya, Sabtu (17/10/2026).

Dedi juga menyebut dirinya telah memulai aktivitas sejak pukul 07.00 WIB untuk menjalankan tugas pemerintahan dan menangani berbagai persoalan masyarakat, termasuk perbaikan infrastruktur jalan.

Menurutnya, masyarakat perlu membedakan status jalan sebelum meminta pertanggungjawaban pemerintah. Jalan desa menjadi kewenangan pemerintah desa, jalan kabupaten ditangani pemerintah kabupaten, jalan provinsi menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi, sedangkan jalan nasional berada di bawah kewenangan pemerintah pusat.

“Ada kewajibannya, ada jalan desa, ada jalan kabupaten, ada jalan provinsi, ada jalan nasional. Jadi, kalau kesal sama bupati, jangan ditimpakan kepada saya,” ujarnya.

Pembagian kewenangan tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam penanganan infrastruktur. Namun, status jalan perlu dipastikan agar laporan masyarakat dapat diteruskan kepada instansi yang tepat.

Kerusakan jalan bukan sekadar persoalan kenyamanan berkendara. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kecelakaan, menghambat mobilitas warga, serta mengganggu distribusi barang dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Di sisi lain, masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan kritik dan menuntut pelayanan publik yang baik. Keluhan mengenai jalan rusak juga perlu ditanggapi dengan informasi yang jelas mengenai status jalan, instansi penanggung jawab, dan rencana penanganannya.

Baca juga :  TNI Kerahkan Hercules dan Tiga Cassa untuk Operasi Modifikasi Cuaca di Kalimantan

Berita lainnya: Pekerja Bekasi Harus Terlindungi, Perusahaan Diminta Patuhi Kewajiban BPJS

Karena itu, penjelasan mengenai pembagian kewenangan perlu diikuti koordinasi antarpemerintah. Jika suatu ruas jalan bukan menjadi kewenangan pemerintah provinsi, laporan warga tetap perlu diarahkan kepada instansi yang berwenang tanpa mengabaikan urgensi kerusakannya.

Pemerintah daerah juga perlu memastikan bahwa laporan masyarakat ditindaklanjuti secara terukur, terutama pada ruas jalan yang membahayakan keselamatan pengguna.

Dengan demikian, persoalan jalan rusak tidak cukup diselesaikan dengan meminta masyarakat menyampaikan kritik kepada pihak yang tepat. Kejelasan tanggung jawab harus berjalan beriringan dengan transparansi, koordinasi, dan kepastian tindak lanjut agar kerusakan jalan tidak terus membebani masyarakat.

Apa yang disampaikan Dedi Mulyadi soal jalan rusak?

Dedi Mulyadi mengingatkan masyarakat agar menyampaikan keluhan jalan rusak kepada pemerintah sesuai kewenangannya dan tidak salah sasaran dalam menyampaikan kritik.

Mengapa Dedi Mulyadi meminta warga tidak salah sasaran saat mengkritik jalan rusak?

Menurut Dedi Mulyadi, tanggung jawab penanganan jalan terbagi antara pemerintah desa, kabupaten, provinsi, dan pemerintah pusat.

Siapa yang bertanggung jawab atas jalan desa, kabupaten, provinsi, dan nasional?

Jalan desa menjadi kewenangan pemerintah desa, jalan kabupaten ditangani pemerintah kabupaten, jalan provinsi menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi, sedangkan jalan nasional berada di bawah kewenangan pemerintah pusat.

Apa pernyataan Dedi Mulyadi kepada warga yang marah soal jalan rusak?

Dedi Mulyadi menyatakan, “Kalau marah sama bupati, ya sama bupati. Jangan marah sama bupati, terus ditimpakan ke gubernur.”

Apakah masyarakat tetap boleh mengkritik pemerintah terkait jalan rusak?

Masyarakat tetap memiliki hak untuk menyampaikan kritik dan keluhan mengenai pelayanan publik. Keluhan perlu ditujukan kepada instansi yang berwenang agar penanganannya dapat ditindaklanjuti.

Baca juga :  Teguran Tak Mempan? Sampah di Jakasetia Malah Dibakar Tiap Malam
Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Tags
Avatar photo

Ditulis oleh:

Firman Ugm adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Interesting

  • Polri Gandeng P2TP2A Berikan Penanganan Khusus Kepada Korban Pelecehan di Tangerang

    Polri Gandeng P2TP2A Berikan Penanganan Khusus Kepada Korban Pelecehan di Tangerang

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2024
    • account_circle Gensa Media Indonesia
    • 0Komentar

    JAKARTA – Polri telah berhasil menyelamatkan anak-anak Yayasan Panti Asuhan yang mengalami tindakan pelecehan seksual di Tangerang, Hal ini merupakan komitmen Polri dalam melayani masyarakat. “Ini merupakan bukti nyata komitmen dan konsistensi Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat khususnya kaum rentan, dalam hal ini anak-anak,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, […]

  • Lanal Sabang Terus Bergerak, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Wilayah Terdampak Banjir

    Lanal Sabang Terus Bergerak, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Wilayah Terdampak Banjir

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    TNI AL, Sabang – Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Sabang terus menggerakkan kekuatan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor. Melalui Pos TNI AL (Posal) Meulaboh, Lanal Sabang secara aktif menjangkau wilayah terdampak di Kecamatan Beutong Ateuh Benggala, Kabupaten Nagan Raya, Sabtu (10/1/2026), sekaligus menyalurkan bantuan kemanusiaan secara langsung kepada warga. Sejak […]

  • Yonmarhanlan III Jakarta Bawa Kue Ulang Tahun ke Polres Tanjung Priok di HUT Bhayangkara ke-79

    Yonmarhanlan III Jakarta Bawa Kue Ulang Tahun ke Polres Tanjung Priok di HUT Bhayangkara ke-79

    • calendar_month Rabu, 2 Jul 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta — Suasana penuh kehangatan dan kekompakan terasa di Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Selasa (1/7/2025), saat rombongan prajurit Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) III Jakarta datang membawa kado istimewa: kue ulang tahun untuk Polri di momen HUT Bhayangkara ke-79. Dipimpin langsung Pasi Intel Yonmarhanlan III Kapten Marinir Fadli Hidayat Panjaitan, S.E., kehadiran para prajurit TNI […]

  • PSU RW 26 Bojong Rawalumbu Disorot, UMKM Dapat Tempat, Sarana Basket Anak Dicopot?

    PSU RW 26 Bojong Rawalumbu Disorot, UMKM Dapat Tempat, Sarana Basket Anak Dicopot?

    • calendar_month Rabu, 28 Okt 2026
    • account_circle Firman Ugm
    • 0Komentar

    BEKASI – Dugaan hilangnya sarana olahraga basket yang sebelumnya digunakan anak-anak di lingkungan RW 26, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, memunculkan pertanyaan mengenai pemanfaatan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) di kawasan tersebut. Persoalan ini mencuat setelah area yang sebelumnya dimanfaatkan untuk aktivitas olahraga diduga digunakan untuk kegiatan usaha mikro, kecil, dan menengah […]

  • Pangkoopsud II Hadiri Bazaar Murah TNI di Makassar, Bantu Masyarakat Jelang Lebaran

    Pangkoopsud II Hadiri Bazaar Murah TNI di Makassar, Bantu Masyarakat Jelang Lebaran

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Makassar – Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 H/2025 M, TNI menggelar bazar murah serentak di seluruh Indonesia. Salah satu lokasi yang menjadi pusat kegiatan adalah Lapangan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, di mana Panglima Komando Operasi Udara II (Pangkoopsud II) Marsda TNI Deni Hasoloan S., bersama Ketua PIA Ardhya Garini Daerah II Koopsud II Ny. […]

  • Pedagang Online di Cakung Diduga Jual Produk Kedaluwarsa

    Pedagang Online di Cakung Diduga Jual Produk Kedaluwarsa

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Kalo saya udah ngaku ya pak, kalo itu barang saya, dapat darimana juga saya udah ngaku, kalo ada mau begitu ya nanti saya tinggal arahin

expand_less