Sabtu, 17 Okt 2026
Beranda » LINGKUNGAN » Soal Jalan Rusak, Dedi Mulyadi: Jangan Salahkan Gubernur untuk Urusan Bupati

Soal Jalan Rusak, Dedi Mulyadi: Jangan Salahkan Gubernur untuk Urusan Bupati

  • account_circle Firman Ugm
  • calendar_month 51 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

CIAMIS – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengingatkan masyarakat agar menyampaikan keluhan mengenai jalan rusak kepada pemerintah yang memiliki kewenangan.

Ia menegaskan, tanggung jawab perbaikan jalan terbagi antara pemerintah desa, kabupaten, provinsi, dan pemerintah pusat.

Pernyataan itu disampaikan Dedi saat menanggapi persoalan jalan rusak dan cara masyarakat menyampaikan aspirasi. Ia meminta warga memahami pembagian kewenangan agar kritik terhadap pemerintah tidak salah sasaran.

“Kalau marah sama bupati, ya sama bupati. Jangan marah sama bupati, terus ditimpakan ke gubernur,” tegas Dedi Mulyadi dalam pernyataannya, Sabtu (17/10/2026).

Dedi juga menyebut dirinya telah memulai aktivitas sejak pukul 07.00 WIB untuk menjalankan tugas pemerintahan dan menangani berbagai persoalan masyarakat, termasuk perbaikan infrastruktur jalan.

Menurutnya, masyarakat perlu membedakan status jalan sebelum meminta pertanggungjawaban pemerintah. Jalan desa menjadi kewenangan pemerintah desa, jalan kabupaten ditangani pemerintah kabupaten, jalan provinsi menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi, sedangkan jalan nasional berada di bawah kewenangan pemerintah pusat.

“Ada kewajibannya, ada jalan desa, ada jalan kabupaten, ada jalan provinsi, ada jalan nasional. Jadi, kalau kesal sama bupati, jangan ditimpakan kepada saya,” ujarnya.

Pembagian kewenangan tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam penanganan infrastruktur. Namun, status jalan perlu dipastikan agar laporan masyarakat dapat diteruskan kepada instansi yang tepat.

Kerusakan jalan bukan sekadar persoalan kenyamanan berkendara. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kecelakaan, menghambat mobilitas warga, serta mengganggu distribusi barang dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Di sisi lain, masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan kritik dan menuntut pelayanan publik yang baik. Keluhan mengenai jalan rusak juga perlu ditanggapi dengan informasi yang jelas mengenai status jalan, instansi penanggung jawab, dan rencana penanganannya.

Pilihan Editor :  Diduga Konsleting Listrik, Rumah Warga Ciulu Ludes Terbakar – Polisi Sigap Bantu Evakuasi

Karena itu, penjelasan mengenai pembagian kewenangan perlu diikuti koordinasi antarpemerintah. Jika suatu ruas jalan bukan menjadi kewenangan pemerintah provinsi, laporan warga tetap perlu diarahkan kepada instansi yang berwenang tanpa mengabaikan urgensi kerusakannya.

Pemerintah daerah juga perlu memastikan bahwa laporan masyarakat ditindaklanjuti secara terukur, terutama pada ruas jalan yang membahayakan keselamatan pengguna.

Dengan demikian, persoalan jalan rusak tidak cukup diselesaikan dengan meminta masyarakat menyampaikan kritik kepada pihak yang tepat. Kejelasan tanggung jawab harus berjalan beriringan dengan transparansi, koordinasi, dan kepastian tindak lanjut agar kerusakan jalan tidak terus membebani masyarakat.

Apa yang disampaikan Dedi Mulyadi soal jalan rusak?

Dedi Mulyadi mengingatkan masyarakat agar menyampaikan keluhan jalan rusak kepada pemerintah sesuai kewenangannya dan tidak salah sasaran dalam menyampaikan kritik.

Mengapa Dedi Mulyadi meminta warga tidak salah sasaran saat mengkritik jalan rusak?

Menurut Dedi Mulyadi, tanggung jawab penanganan jalan terbagi antara pemerintah desa, kabupaten, provinsi, dan pemerintah pusat.

Siapa yang bertanggung jawab atas jalan desa, kabupaten, provinsi, dan nasional?

Jalan desa menjadi kewenangan pemerintah desa, jalan kabupaten ditangani pemerintah kabupaten, jalan provinsi menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi, sedangkan jalan nasional berada di bawah kewenangan pemerintah pusat.

Apa pernyataan Dedi Mulyadi kepada warga yang marah soal jalan rusak?

Dedi Mulyadi menyatakan, “Kalau marah sama bupati, ya sama bupati. Jangan marah sama bupati, terus ditimpakan ke gubernur.”

Apakah masyarakat tetap boleh mengkritik pemerintah terkait jalan rusak?

Masyarakat tetap memiliki hak untuk menyampaikan kritik dan keluhan mengenai pelayanan publik. Keluhan perlu ditujukan kepada instansi yang berwenang agar penanganannya dapat ditindaklanjuti.

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Tags
Avatar photo

Ditulis oleh:

Firman Ugm adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Menarik Dibaca

  • Bawa Kabur Pacar Tanpa Izin, Pemuda di Cikarang Jadi Tersangka

    Bawa Kabur Pacar Tanpa Izin, Pemuda di Cikarang Jadi Tersangka

    • calendar_month Rabu, 4 Des 2024
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    Kami segera melakukan penyelidikan setelah menerima laporan dan berhasil menemukan korban bersama pelaku di sebuah kontrakan

  • Kolonel Laut (P) Sulthon Maula Firdaus Resmi Pimpin Satlinlamil 3

    Kolonel Laut (P) Sulthon Maula Firdaus Resmi Pimpin Satlinlamil 3

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta Utara, 30 Juli 2025 – Tongkat komando Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) 3 Kolinlamil resmi beralih kepemimpinan. Kolonel Laut (P) Sulthon Maula Firdaus, M.Tr.Opsla., kini mengemban amanah sebagai Komandan Satlinlamil 3 menggantikan Kolonel Laut (P) Nur Rochmad Ibrohim, S.T., M.Tr.Hanla., M.Si., M.M. Upacara serah terima jabatan digelar khidmat di Gedung Laut Nusantara Mako Kolinlamil, […]

  • Lanud Sjamsudin Noor Perkuat Dukungan OMC Tangani Karhutla Kalimantan

    Lanud Sjamsudin Noor Perkuat Dukungan OMC Tangani Karhutla Kalimantan

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Banjarbaru – Lanud Sjamsudin Noor memperkuat dukungan terhadap Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. Dukungan itu berlangsung di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (23/9/2026), saat pemerintah menghadapi gangguan kabut asap akibat karhutla. Kondisi kabut asap di Kalimantan Tengah memengaruhi jarak pandang dan menghambat pelaksanaan OMC dari Bandara Tjilik Riwut. […]

  • Danlanal Dumai Hadiri Pisah Sambut Danrem 031/Wira Bima

    Danlanal Dumai Hadiri Pisah Sambut Danrem 031/Wira Bima

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    TNI AL, Dumai – Danlanal Dumai Kolonel Laut (P) Abdul Haris menghadiri malam pisah sambut Danrem 031/Wira Bima di Pekanbaru, Senin malam. Ia hadir bersama Ketua Cabang 4 Daerah Kodaeral I Jalasenastri Gabungan Koarmada RI. Acara berlangsung di Hotel Grand Elite, Komplek Riau Business Centre, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru. Forum tersebut menandai peralihan kepemimpinan […]

  • Visitasi Kompolnas Award 2025, Kapolda Jabar Sambut Langsung Tim Kompolnas RI

    Visitasi Kompolnas Award 2025, Kapolda Jabar Sambut Langsung Tim Kompolnas RI

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Ujang Sunarya
    • 0Komentar

    Bandung – Mapolda Jawa Barat kedatangan tamu istimewa Tim Komisi Kepolisian Nasional Republik Indonesia (Kompolnas RI) hadir dalam rangka Visitasi Kompolnas Award 2025, sebuah ajang bergengsi yang menilai kinerja terbaik pelayanan publik di lingkungan Polri, Senin ( 23/06/2025) Kedatangan tim Kompolnas ini disambut langsung oleh Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., […]

  • Langit Papua Merah Putihku, Ketika Bendera Raksasa Jadi Simbol Cinta dari Bukit Zaitun

    Langit Papua Merah Putihku, Ketika Bendera Raksasa Jadi Simbol Cinta dari Bukit Zaitun

    • calendar_month Kamis, 1 Mei 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Puncak Jaya, 1 Mei 2025 – Di atas Bukit Zaitun yang hijau dan berselimut kabut tipis, Merah Putih terbentang megah. Bukan sembarang bendera—panjangnya luar biasa, warnanya mencolok di antara pepohonan Papua, dan yang lebih penting: dikibarkan bersama oleh rakyat dan aparat keamanan, satu suara, satu semangat. Momen ini bukan cuma perayaan tanggal. Ini adalah pernyataan: […]

expand_less