Proyek Jalan Tambun Cimuning Rp1,48 Miliar Dimulai, Warga Minta Pengawasan Ketat
- account_circle Risdiyanto
- calendar_month 56 menit yang lalu
- print Cetak

BEKASI – Proyek rekonstruksi Jalan Tambun-Cimuning, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, mulai dikerjakan dengan nilai kontrak Rp1,483 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Bekasi Tahun Anggaran 2026.
Berdasarkan papan informasi proyek Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kabupaten Bekasi, pekerjaan tersebut memiliki nilai kontrak Rp1.483.195.127.
Proyek dikerjakan CV Buana Patria Mandiri dengan masa pelaksanaan 90 hari kalender, terhitung sejak 14 September hingga 12 Desember 2026.
Pantauan di Jalan Raya Setia Darma 2, Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Senin (28/9/2026) sekitar pukul 11.18 WIB, menunjukkan aktivitas pekerjaan berupa cut and fill serta pemadatan tanah dasar.
Sejumlah alat berat digunakan dalam pekerjaan tersebut, di antaranya excavator SANY SY75C dan vibratory roller merek SAKAI.
Rekonstruksi jalan tersebut mendapat perhatian warga karena ruas Tambun-Cimuning menjadi salah satu akses yang digunakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.
Warga berharap pekerjaan tidak hanya mengejar penyelesaian proyek, tetapi juga memperhatikan mutu pekerjaan agar hasil rekonstruksi dapat bertahan sesuai perencanaan teknis.
“Kami senang jalan diperbaiki, tapi tolong diawasi kualitasnya. Jangan baru tiga bulan sudah retak lagi,” ujar seorang warga.
Perhatian warga terutama menyangkut proses pemadatan serta kualitas konstruksi jalan yang nantinya dikerjakan.
Mereka meminta pengawasan dilakukan secara konsisten sejak tahap pekerjaan awal hingga penyelesaian proyek.
Debu Jadi Keluhan Pengguna Jalan
Selain kualitas pekerjaan, kondisi selama proses konstruksi juga menjadi perhatian pengguna jalan.
Dari pantauan di lokasi, aktivitas pekerjaan menimbulkan debu yang beterbangan ketika kendaraan melintas di sekitar area pekerjaan.
Kondisi tersebut dirasakan terutama oleh pengendara sepeda motor yang melintas saat cuaca panas.
Warga berharap pihak pelaksana melakukan pengendalian debu secara rutin serta memastikan aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan tetap diperhatikan selama pekerjaan berlangsung.
Saat dikonfirmasi di lokasi, Aldo selaku pelaksana lapangan mengatakan pihaknya akan melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan pekerjaan hingga proyek selesai.
“Ya, kami akan pantau terus sampai selesai sesuai spek dan RAB,” kata Aldo.
Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan tersebut menggunakan dana APBD Kabupaten Bekasi Tahun Anggaran 2026.
Nomor kontrak tercantum 000.3.3/249/SPMK/PJL-DSDABMBK/2026.
Nilai kontrak pekerjaan sebesar Rp1.483.195.127 dengan masa pelaksanaan 90 hari kalender.
Warga berharap proyek dapat diselesaikan sesuai jadwal dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam dokumen kontrak.
Mereka juga meminta pengawasan terhadap pekerjaan dilakukan secara terbuka agar pembangunan infrastruktur yang menggunakan anggaran daerah memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Dengan masa pelaksanaan yang berlangsung hingga 12 Desember 2026, kualitas pekerjaan dan pengendalian dampak selama proses konstruksi menjadi bagian yang akan menentukan hasil akhir rekonstruksi Jalan Tambun-Cimuning.
FAQ Proyek Jalan Tambun-Cimuning
Berapa nilai proyek rekonstruksi Jalan Tambun-Cimuning?
Berdasarkan papan informasi proyek yang dikutip dalam pemberitaan, nilai kontrak rekonstruksi Jalan Tambun-Cimuning sebesar Rp1.483.195.127 dan bersumber dari APBD Kabupaten Bekasi Tahun Anggaran 2026.
Siapa pelaksana proyek rekonstruksi Jalan Tambun-Cimuning?
Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh CV Buana Patria Mandiri berdasarkan informasi yang tercantum pada papan proyek.
Berapa lama waktu pelaksanaan proyek?
Masa pelaksanaan proyek tercantum selama 90 hari kalender, mulai 14 September hingga 12 Desember 2026.
Di mana lokasi proyek rekonstruksi Jalan Tambun-Cimuning?
Proyek berada di wilayah Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Pantauan pemberitaan dilakukan di Jalan Raya Setia Darma 2, Desa Lambangsari.
Pekerjaan apa yang sedang dilakukan di lokasi?
Pantauan pada 28 September 2026 menunjukkan aktivitas cut and fill serta pemadatan tanah dasar menggunakan alat berat.
Apa yang menjadi perhatian warga?
Warga berharap pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan rencana anggaran biaya serta mendapat pengawasan yang memadai. Warga juga mengeluhkan debu yang muncul selama pekerjaan berlangsung.
Apa tanggapan pelaksana lapangan?
Aldo selaku pelaksana lapangan mengatakan pihaknya akan terus memantau pekerjaan hingga selesai sesuai spesifikasi dan RAB.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Risdiyanto
Risdy adalah wartawan resmi Gensa Media Indonesia yang menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, independen, berimbang, dan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik.

