Firman Ugama Klaim Jadi Orang Indonesia Pertama yang Kembangbiakkan African Rock Python
- account_circle Redaktur
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KOTA BEKASI – Firman Ugama, anggota Bekasi Cold Blooded Community (BCC) sekaligus humas Patrot Fauna, mengklaim dirinya sebagai orang Indonesia pertama yang berhasil mengembangbiakkan African Rock Python atau Afrock pada 2011.
Pencapaian tersebut menjadi bagian dari kiprahnya dalam dunia reptil, khususnya pengembangbiakan ular eksotis di Indonesia.
Firman menyampaikan pengalamannya tersebut pada Sabtu (17/10/2026). Ia berharap kiprahnya dapat menginspirasi generasi muda, terutama para penghobi reptil, untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuan hingga menghasilkan prestasi.
“Pencapaian ini menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan dunia reptil Tanah Air, khususnya bagi para penghobi dan penangkar ular eksotis. Keberhasilan mencetak Afrock bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi saya, tetapi juga membawa nama Indonesia dan Kota Bekasi,” ujar Firman.
Menurut Firman, keberhasilannya pada 2011 menjadi pengalaman penting dalam perjalanan menekuni dunia reptil.
Ia menilai ketekunan, pengetahuan, dan pengalaman merupakan bekal utama untuk mengembangkan kemampuan di bidang tersebut.
African Rock Python merupakan spesies ular piton yang berasal dari Afrika.
Ular ini dikenal memiliki ukuran tubuh besar sehingga pemeliharaan dan pengembangbiakannya memerlukan pengetahuan mengenai karakteristik spesies, kebutuhan lingkungan, serta prosedur penanganan yang tepat.
Bagi Firman, dunia reptil tidak semestinya berhenti sebagai hobi.
Ketertarikan terhadap satwa, menurutnya, dapat dikembangkan menjadi bidang yang menghasilkan pencapaian apabila disertai proses belajar, pengalaman, dan tanggung jawab.
Ia juga mendorong komunitas reptil untuk membuka ruang pembelajaran bagi generasi muda agar mereka tidak sekadar mengikuti tren memelihara satwa eksotis, tetapi turut memahami aspek pemeliharaan dan pengembangbiakan yang bertanggung jawab.
“Saya berharap ini menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya mereka yang memiliki ketertarikan terhadap reptil.
Anak-anak muda didorong untuk tidak berhenti pada tahap memelihara, tetapi terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan menghasilkan inovasi yang lebih baik,” katanya.
Firman menilai generasi muda memiliki peluang untuk menciptakan pencapaian baru di bidang reptil apabila dibekali pengetahuan, kreativitas, dan tanggung jawab.
Menurut dia, proses belajar yang berkelanjutan menjadi modal penting untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memberikan kontribusi bagi komunitas.
“Dengan bekal pengetahuan, kreativitas, dan tanggung jawab, bukan tidak mungkin akan lahir penangkar-penangkar muda yang mampu mencatatkan prestasi baru di dunia reptil Indonesia,” tuturnya.
Ia berharap pengalaman yang berawal dari Kota Bekasi tersebut dapat mendorong lebih banyak anak muda untuk mengembangkan minatnya secara serius dan menghasilkan karya yang bermanfaat.
“Saya berharap dari Kota Bekasi, pengalaman ini mampu memantik semangat generasi muda untuk terus belajar, berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan dunia reptil Tanah Air,” pungkasnya.
Kendati demikian, klaim sebagai orang Indonesia pertama yang berhasil mengembangbiakkan African Rock Python pada 2011 masih memerlukan verifikasi melalui dokumentasi penangkaran, catatan kelahiran, atau sumber independen.
Verifikasi tersebut penting untuk memastikan ketepatan klaim sejarah dan menempatkan pencapaian Firman dalam catatan perkembangan penangkaran reptil di Indonesia.
(Rls/Red)
FAQ: Firman Ugama dan African Rock Python
Siapa Firman Ugama?
Firman Ugama adalah anggota Bekasi Cold Blooded Community (BCC) sekaligus humas Patrot Fauna yang menekuni dunia reptil.
Apa pencapaian Firman Ugama dalam dunia reptil?
Firman Ugama mengklaim berhasil mengembangbiakkan African Rock Python atau Afrock pada 2011 dan menyebut pencapaian tersebut sebagai bagian penting dari kiprahnya di dunia reptil Indonesia. Klaim sebagai orang Indonesia pertama masih memerlukan verifikasi independen.
Apa itu African Rock Python?
African Rock Python adalah spesies ular piton yang berasal dari Afrika dan dikenal memiliki ukuran tubuh besar.
Mengapa pengembangbiakan African Rock Python membutuhkan pengetahuan khusus?
Pengembangbiakan African Rock Python memerlukan pengetahuan mengenai karakteristik spesies, kebutuhan lingkungan, pengalaman pemeliharaan, dan prosedur penanganan yang tepat.
Apa pesan Firman Ugama untuk generasi muda?
Firman Ugama mendorong generasi muda yang tertarik pada reptil untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, berinovasi, dan menjalankan pemeliharaan satwa secara bertanggung jawab.
Apakah klaim Firman Ugama sebagai penangkar pertama African Rock Python di Indonesia sudah terverifikasi?
Klaim tersebut masih memerlukan verifikasi melalui dokumentasi penangkaran, catatan kelahiran, atau sumber independen untuk memastikan ketepatan sejarahnya.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Redaktur
Redaktur Gensa Media Indonesia bertanggung jawab mengelola, menyunting, dan memastikan setiap berita memenuhi standar jurnalistik, akurasi, keberimbangan, independensi, serta Kode Etik Jurnalistik sebelum dipublikasikan kepada masyarakat.

