Selasa, 29 Sep 2026
Beranda » EKONOMI » DTSEN: Apa Itu, Cara Cek Data, Desil dan Cara Memperbaruinya

DTSEN: Apa Itu, Cara Cek Data, Desil dan Cara Memperbaruinya

  • account_circle Tama
  • calendar_month 53 menit yang lalu
  • print Cetak

Ekonomi – Masyarakat yang ingin mengetahui posisi data sosial ekonominya kini perlu memahami DTSEN atau Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional, terutama karena data tersebut digunakan pemerintah sebagai rujukan dalam perencanaan, penetapan sasaran, dan evaluasi berbagai program.

DTSEN bukan sekadar daftar penerima bantuan sosial.

Data ini merupakan basis data sosial dan ekonomi yang mengintegrasikan berbagai sumber informasi dan terus dimutakhirkan untuk menggambarkan kondisi masyarakat.

Karena itu, mengetahui apa itu DTSEN, arti desil, cara mengecek data, serta mekanisme memperbaiki informasi yang tidak sesuai menjadi penting bagi masyarakat.

Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan bahwa DTSEN kini menjadi rujukan bersama pemerintah.

Pemanfaatannya mencakup berbagai program, sementara BPS bertugas menyusun dan mengelola DTSEN.

Kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah memiliki peran sesuai kewenangannya, termasuk sebagai penyedia sumber data dan pendukung pemutakhiran.

Apa Itu DTSEN?

DTSEN adalah Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional, yaitu basis data terintegrasi yang digunakan pemerintah sebagai rujukan untuk berbagai kebutuhan kebijakan sosial dan ekonomi.

DTSEN dibangun melalui integrasi sejumlah sumber data pemerintah.

Pada tahap awal, BPS menjelaskan bahwa DTSEN dibangun dengan mengintegrasikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE), dan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), kemudian dipadukan dengan data administrasi dan sumber lainnya.

Peran DTSEN tidak berhenti pada penggabungan data.

Data tersebut juga terus dimutakhirkan melalui berbagai sumber, termasuk data administrasi, sensus dan survei, pemutakhiran kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, pengecekan lapangan, serta informasi yang disampaikan masyarakat.

Artinya, DTSEN bukan data yang sekali dibuat kemudian tidak berubah.

Kondisi sosial ekonomi masyarakat dapat berubah sehingga data juga perlu diperbarui agar semakin mencerminkan keadaan sebenarnya.

Mengapa DTSEN Digunakan Pemerintah?

Salah satu persoalan penting dalam kebijakan sosial adalah memastikan program pemerintah diarahkan kepada kelompok masyarakat yang menjadi sasaran.

Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 menempatkan DTSEN sebagai sumber data utama dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kebijakan sosial dan ekonomi.

Dengan menggunakan satu rujukan data, pemerintah berupaya mengurangi perbedaan basis data antarinstansi.

Bagi masyarakat, perubahan ini penting karena data sosial ekonomi tidak hanya berkaitan dengan satu program bantuan.

DTSEN dapat digunakan dalam penentuan sasaran berbagai intervensi pemerintah sesuai kebijakan dan ketentuan program masing-masing.

Karena itu, keberadaan seseorang dalam DTSEN tidak dengan sendirinya berarti orang tersebut pasti menerima seluruh program bantuan pemerintah.

Sebaliknya, tidak menerima suatu bantuan juga tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa seseorang tidak tercatat dalam DTSEN.

Kelayakan penerima tetap bergantung pada ketentuan program yang bersangkutan.

Apa Hubungan DTSEN dengan Bansos?

Hubungan DTSEN dengan bantuan sosial cukup erat karena DTSEN digunakan sebagai salah satu basis penentuan sasaran program.

Kementerian Sosial melalui laman resmi Cek Bansos menyatakan sumber data pencarian penerima manfaat saat ini adalah DTSEN.

Masyarakat dapat melakukan pencarian menggunakan NIK 16 digit sesuai KTP melalui kanal resmi Cek Bansos.

Hasil pencarian juga dapat menampilkan informasi mengenai desil kesejahteraan.

Namun, masyarakat perlu membedakan antara tercatat dalam DTSEN, memiliki desil tertentu, dan ditetapkan sebagai penerima bantuan tertentu.

Pilihan Editor :  MOU Kelestarian Alam Rajawali Purna Abadi Dengan FSB KIKES

Ketiganya tidak selalu memiliki arti yang sama.

Laman resmi Cek Bansos menjelaskan bahwa desil digunakan untuk penentuan sasaran bantuan sosial.

Untuk PKH dan Sembako, misalnya, desil 1 sampai 4 atau 40 persen terbawah dapat diusulkan sebagai penerima sesuai ketentuan program.

Desil 5 dapat diusulkan sebagai peserta PBI-JK.

Ketentuan program tetap menjadi faktor penting sehingga posisi desil tidak boleh dipahami sebagai jaminan otomatis memperoleh bantuan.

Apa Itu Desil DTSEN?

Desil adalah pengelompokan keluarga berdasarkan posisi relatif kesejahteraan sosial ekonominya.

Dalam DTSEN terdapat 10 desil.

Setiap desil merepresentasikan sekitar 10 persen keluarga dalam pengelompokan nasional berdasarkan metode dan data yang digunakan.

Desil 1 menunjukkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah, sedangkan desil 10 menunjukkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi.

Desil 1

Desil 1 merupakan kelompok 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah dalam pemeringkatan DTSEN.

Kelompok ini berada pada posisi paling bawah dalam distribusi kesejahteraan yang digunakan dalam pengelompokan.

Desil 2–4

Desil 2 sampai 4 berada pada kelompok 40 persen terbawah.

Kelompok ini menjadi salah satu sasaran penting dalam kebijakan bantuan sosial tertentu.

Namun, posisi dalam desil tetap bukan berarti seseorang otomatis menerima setiap program bantuan.

Desil 5

Desil 5 berada pada posisi tengah dalam pengelompokan 10 desil.

Laman resmi Cek Bansos menyebut desil 5 dapat diusulkan sebagai peserta PBI-JK sesuai ketentuan yang berlaku.

Desil 6–10

Desil 6 sampai 10 merupakan kelompok dengan posisi kesejahteraan relatif lebih tinggi dibanding kelompok desil 1 sampai 5.

Semakin tinggi nomor desil, semakin tinggi posisi relatif keluarga dalam pemeringkatan kesejahteraan DTSEN.

Namun, angka tersebut tidak boleh diterjemahkan secara sederhana sebagai jumlah pendapatan keluarga.

Apakah Desil Sama dengan Pendapatan?

Tidak.

Desil bukan sekadar pembagian berdasarkan besar kecilnya gaji atau pendapatan seseorang.

BPS menjelaskan bahwa pengelompokan kesejahteraan DTSEN mempertimbangkan berbagai karakteristik sosial ekonomi secara bersama-sama.

Informasi yang digunakan antara lain berkaitan dengan individu, pekerjaan, pendidikan, kondisi perumahan, daya listrik, serta kepemilikan aset.

Karena menggunakan sejumlah karakteristik, perubahan satu kondisi tidak otomatis mengubah posisi desil.

Misalnya, perubahan pada satu informasi ekonomi keluarga tidak dapat langsung dianggap akan membuat desil turun atau naik.

BPS menegaskan bahwa posisi desil ditentukan melalui proses pemeringkatan berdasarkan berbagai karakteristik yang dipertimbangkan secara bersama-sama.

Dengan demikian, desil lebih tepat dipahami sebagai posisi relatif kesejahteraan keluarga dalam sistem pemeringkatan DTSEN, bukan sebagai label pendapatan.

Cara Memeriksa dan Memperbarui Data DTSEN

Masyarakat dapat menggunakan kanal resmi yang disediakan pemerintah.

Untuk mengecek data penerima manfaat dan informasi desil, salah satu kanal yang tersedia adalah Cek Bansos Kemensos.

Pencarian dilakukan menggunakan NIK 16 digit sesuai KTP dan kode verifikasi yang ditampilkan pada halaman.

Sementara itu, BPS juga menyediakan kanal Cek DTSEN untuk memperbarui informasi kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Selain kanal digital, pembaruan juga dapat disampaikan melalui mekanisme di tingkat desa atau kelurahan serta dinas sosial sesuai mekanisme yang tersedia.

BPS menyebut pemutakhiran DTSEN menggunakan berbagai sumber, termasuk pembaruan yang disampaikan masyarakat.

Pilihan Editor :  Pemkab Sumedang Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Program Starbak: Buruh Tani Didorong Bangkit dan Mandiri

Dalam proses tertentu, data juga dapat diverifikasi melalui pengecekan lapangan.

Karena itu, masyarakat yang menemukan informasi tidak sesuai sebaiknya menyampaikan kondisi sebenarnya melalui kanal resmi, bukan melalui pihak yang menawarkan perubahan data dengan imbalan tertentu.

Data DTSEN Tidak Sesuai, Apa yang Harus Dilakukan?

Jika data tidak menggambarkan kondisi keluarga saat ini, masyarakat dapat mengajukan pembaruan melalui kanal resmi.

Informasi yang disampaikan harus sesuai dengan keadaan sebenarnya dan dapat dipertanggungjawabkan.

Perubahan kondisi seperti pekerjaan, komposisi keluarga, kondisi tempat tinggal, maupun karakteristik sosial ekonomi lainnya perlu disampaikan melalui mekanisme yang disediakan apabila memang mengalami perubahan dan relevan dengan pendataan.

Masyarakat juga perlu memastikan data administrasi kependudukan tetap benar.

NIK, nama, dan informasi keluarga yang tidak sesuai dapat menghambat proses pencocokan data.

Dalam proses pemutakhiran DTSEN, BPS bersama kementerian/lembaga dan pemerintah daerah juga melakukan validasi serta pengecekan terhadap data dari berbagai sumber.

Artinya, pembaruan bukan hanya bergantung pada satu formulir yang diisi masyarakat.

Apakah Mengajukan Perubahan Otomatis Mengubah Desil?

Tidak otomatis.

Ini merupakan bagian yang penting dipahami masyarakat.

Mengajukan pembaruan data bukan berarti desil akan langsung berubah setelah permohonan dikirim.

BPS menjelaskan bahwa informasi yang disampaikan masyarakat menjadi bagian dari proses pemutakhiran dan penghitungan kembali.

Posisi desil kemudian ditentukan berdasarkan data dan metode yang berlaku.

Dengan demikian, seseorang tidak dapat memastikan sendiri bahwa setelah memperbarui satu informasi, desilnya pasti turun dari misalnya desil 7 menjadi desil 3.

Perubahan posisi hanya dapat terjadi setelah data diproses melalui mekanisme pemutakhiran dan penghitungan yang berlaku.

BPS juga menegaskan bahwa perubahan satu indikator tidak otomatis menyebabkan perubahan desil karena berbagai karakteristik sosial ekonomi diperhitungkan secara bersama-sama.

Mengapa Data DTSEN Perlu Terus Diperbarui?

Kondisi sosial ekonomi keluarga bersifat dinamis.

Seseorang dapat kehilangan pekerjaan, mengalami perubahan jumlah anggota keluarga, berpindah tempat tinggal, mengalami perubahan kondisi perumahan, atau mengalami perubahan kondisi ekonomi lainnya.

Jika perubahan tersebut tidak tercermin dalam data, informasi yang digunakan pemerintah dapat tertinggal dari kondisi sebenarnya.

Karena itu, pemutakhiran DTSEN bukan hanya pekerjaan pemerintah.

Masyarakat juga memiliki peran dengan memastikan informasi mengenai dirinya dan keluarganya sesuai keadaan nyata.

BPS pada 2026 terus melakukan pemutakhiran DTSEN.

Dalam DTSEN versi 2 tahun 2026, BPS mencatat sekitar 95,3 juta keluarga dan 289,3 juta individu.

Pada versi 3 tahun 2026, cakupan kembali diperbarui menjadi sekitar 95,98 juta keluarga dan 290,13 juta individu per 10 Juli 2026.

Angka tersebut menunjukkan bahwa DTSEN merupakan basis data berskala nasional yang terus mengalami pembaruan, bukan daftar penerima bansos yang bersifat tetap.

Bagi masyarakat, hal terpenting bukan sekadar mengetahui nomor desil.

Yang lebih penting adalah memastikan data sosial ekonomi yang menjadi dasar pemeringkatan benar dan sesuai kondisi aktual.

Jika ditemukan ketidaksesuaian, gunakan kanal resmi untuk mengajukan pembaruan dan pahami bahwa hasil akhir tetap bergantung pada proses validasi serta penghitungan DTSEN.

Catatan Gensa: DTSEN merupakan basis data pemerintah yang terus dimutakhirkan.

Pilihan Editor :  Senam Bersama, Wujud Semangat Sehat Karyawan BRI BO Kebon Jeruk

Status desil bukan jaminan otomatis seseorang menerima atau tidak menerima seluruh bantuan pemerintah.

Ketentuan penerima tetap mengikuti persyaratan masing-masing program dan hasil pemutakhiran data yang berlaku.

FAQ DTSEN

Apa itu DTSEN?

DTSEN adalah Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional, yaitu basis data terintegrasi yang digunakan pemerintah sebagai rujukan untuk berbagai kebutuhan kebijakan sosial dan ekonomi. DTSEN dibangun melalui integrasi sejumlah sumber data pemerintah dan terus dimutakhirkan agar semakin mencerminkan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Apa fungsi DTSEN bagi pemerintah?

DTSEN digunakan sebagai rujukan bersama pemerintah untuk mendukung perencanaan, penetapan sasaran, dan evaluasi berbagai program. Pemanfaatannya mencakup berbagai program pemerintah sesuai kebijakan dan ketentuan masing-masing program.

Apa hubungan DTSEN dengan bansos?

DTSEN digunakan sebagai salah satu basis penentuan sasaran program bantuan sosial. Laman resmi Cek Bansos Kemensos menyatakan sumber data pencarian penerima manfaat adalah DTSEN. Namun, tercatat dalam DTSEN atau memiliki desil tertentu tidak berarti seseorang otomatis menerima seluruh program bantuan pemerintah karena setiap program memiliki ketentuan penerima masing-masing.

Apa itu desil DTSEN?

Desil adalah pengelompokan keluarga berdasarkan posisi relatif tingkat kesejahteraannya. Dalam DTSEN terdapat 10 desil, dengan masing-masing kelompok mencakup sekitar 10 persen keluarga. Desil 1 menunjukkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah, sedangkan desil 10 menunjukkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi.

Apakah desil DTSEN sama dengan pendapatan?

Tidak. Desil bukan ukuran tunggal pendapatan atau kekayaan keluarga. Penentuan posisi desil mempertimbangkan berbagai karakteristik sosial ekonomi secara bersama-sama, sehingga keluarga dalam desil yang sama tidak selalu memiliki pendapatan, pengeluaran, atau kondisi sosial ekonomi yang sama.

Bagaimana cara cek DTSEN?

Masyarakat dapat menggunakan kanal resmi pemerintah yang tersedia. Untuk mengecek data penerima manfaat dan informasi desil, masyarakat dapat menggunakan laman Cek Bansos Kemensos dengan memasukkan NIK 16 digit sesuai KTP. BPS juga menyediakan kanal Cek DTSEN untuk pembaruan informasi kondisi sosial ekonomi.

Bagaimana cara memperbarui data DTSEN?

Jika informasi dalam DTSEN tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, masyarakat dapat menyampaikan pembaruan melalui mekanisme resmi yang tersedia, antara lain Cek Bansos atau aplikasinya, SIKS-NG melalui operator desa atau kelurahan, serta Cek DTSEN BPS. Pembaruan harus disampaikan sesuai kondisi nyata dan dapat menjadi bagian dari proses pemutakhiran data.

Apakah mengajukan perubahan data DTSEN otomatis mengubah desil?

Tidak. Pengajuan pembaruan data tidak berarti posisi desil berubah secara otomatis. Informasi yang disampaikan menjadi bagian dari proses pemutakhiran dan penghitungan kembali. Posisi desil tetap ditentukan berdasarkan data dan metode yang berlaku.

Mengapa desil DTSEN bisa berubah?

Posisi desil dapat berubah seiring perubahan kondisi sosial ekonomi keluarga dan perubahan posisi relatifnya dibandingkan keluarga lainnya. Karena itu, DTSEN perlu terus dimutakhirkan agar data semakin mencerminkan kondisi masyarakat terkini.

Apakah perubahan satu kondisi langsung mengubah desil DTSEN?

Tidak. Perubahan pada satu indikator tidak otomatis menyebabkan perubahan desil karena penentuan posisi mempertimbangkan berbagai karakteristik sosial ekonomi secara bersama-sama dalam proses pemeringkatan.

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Tama adalah jurnalis Gensa Media Indonesia yang menjalankan tugas peliputan dan pemberitaan secara profesional, independen, berimbang, serta mengedepankan akurasi, verifikasi fakta, dan Kode Etik Jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Menarik Dibaca

  • Lantamal I Ikuti Konferensi Pers Penangkapan Benih Lobster Ilegal

    Lantamal I Ikuti Konferensi Pers Penangkapan Benih Lobster Ilegal

    • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Belawan – 16 Juni 2025, Dalam upaya mendukung pemberantasan penyelundupan dan menjaga kekayaan laut Indonesia, Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) I turut ambil bagian pada konferensi pers penggagalan penyelundupan benih bening lobster (BBL) yang digelar secara vicon di Ruang Rekreasi Mako Lantamal I, Senin (16/6/2025). Penggagalan upaya penyelundupan 51.223 ekor benih bening lobster, senilai […]

  • Pasmar 3 Tunjukkan Soliditas Lewat Olahraga Bersama Ribuan Prajurit

    Pasmar 3 Tunjukkan Soliditas Lewat Olahraga Bersama Ribuan Prajurit

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Dispen Kormar Sorong — Pagi yang cerah di Kesatrian Marinir Agoes Soebekti, Mako Pasmar 3, Sorong, Papua Barat Daya, Senin (22/9/2025), menjadi saksi semangat kebersamaan ribuan prajurit Korps Marinir Pasmar 3. Mereka tumpah ruah di lapangan untuk mengikuti olahraga bersama yang sarat energi, kekompakan, dan kebanggaan korps. Dipimpin langsung oleh Komandan Pasmar 3 Brigjen TNI […]

  • Mengukir Kesuksesan Bersama 10 Tips Bisnis Pemula

    Mengukir Kesuksesan Bersama 10 Tips Bisnis Pemula

    • calendar_month Minggu, 23 Apr 2023
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Properti of Gensa Bisnis dapat menjadi pilihan karier yang menarik bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang ingin memiliki kemandirian finansial. Namun, memulai bisnis tidaklah mudah, apalagi untuk pemula yang baru memulai langkah. Tapi jangan khawatir, dalam artikel ini akan dibahas 10 tips sukses untuk bisnis pemula. I. Menentukan Tujuan dan Visi Bisnis Langkah pertama […]

  • Dumai 26 Tahun: Dari Mimpi Jadi Kota Idaman, Danlanal Turut Rayakan Semangat Baru

    Dumai 26 Tahun: Dari Mimpi Jadi Kota Idaman, Danlanal Turut Rayakan Semangat Baru

    • calendar_month Minggu, 27 Apr 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Dumai – Langit Taman Bukit Gelanggang hari ini terasa beda. Ada semangat yang mengalir di udara, ada mimpi besar yang dipeluk erat oleh ribuan hati. Kota Dumai, yang dulu cuma secuil harapan di peta Riau, kini resmi menginjak usia 26 tahun — dan semua warganya, termasuk TNI AL, merayakannya dengan penuh rasa bangga. Komandan Pangkalan […]

  • Koramil 09/Serpong Utara Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Perkuat Silaturahmi dengan Masyarakat

    Koramil 09/Serpong Utara Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Perkuat Silaturahmi dengan Masyarakat

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Kota Tangerang Selatan, 4 Juli 2026 – Koramil 09/Serpong Utara, Kodim 0506/Tangerang, menggelar nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 sebagai upaya mempererat hubungan dengan masyarakat di wilayah binaannya. Kegiatan berlangsung di Kantor Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tangerang Selatan pada Sabtu, 4 Juli 2026, pukul 05.00 hingga 07.00 WIB. Nobar mempertemukan personel TNI, anggota […]

  • Koops Habema Salurkan Dua Ton Bantuan untuk Warga Papua

    Koops Habema Salurkan Dua Ton Bantuan untuk Warga Papua

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Puncak Jaya, Papua – Koops TNI Habema menyalurkan dua ton bantuan kemanusiaan kepada warga Distrik Agandugume, Oneri, dan Lambewi, Kabupaten Puncak Jaya, Jumat (31/7/2026). Bantuan tersebut menjawab krisis pangan akibat cuaca ekstrem yang memicu kekeringan dan gagal panen. Operasi kemanusiaan itu menyasar masyarakat yang mengalami keterbatasan bahan pangan, terutama bayi dan anak-anak yang menghadapi risiko […]

expand_less