Selasa, 20 Okt 2026
Beranda » KESEHATAN » 250 Butir Sekali Resep Psikiater, Pengawasan Obat Sedang ke Mana?

250 Butir Sekali Resep Psikiater, Pengawasan Obat Sedang ke Mana?

  • account_circle Firman Ugm
  • calendar_month 38 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KOTA BEKASI – Seorang pemilik apotek di Kota Bekasi mengungkap dugaan peresepan obat dalam jumlah besar yang dikaitkan dengan layanan psikiatri di Klinik Mentari, kawasan Grand Galaxy City, Bekasi Selatan.

Ia mengaku pernah melihat resep yang mencantumkan 200 hingga 250 butir untuk satu jenis obat dan mempertanyakan kesesuaian jumlah tersebut dengan kebutuhan pasien.

Pemilik apotek yang meminta identitasnya dirahasiakan itu menyampaikan bahwa sejumlah resep yang disebut berasal dari Klinik Mentari memuat empat hingga lima jenis obat antidepresan dalam satu lembar resep.

“Saya sering melihat resep dari Klinik Mentari dengan jumlah mencapai 200 hingga 250 butir untuk satu jenis obat, sedangkan satu resep bisa berisi empat sampai lima jenis obat antidepresan,” ujarnya kepada awak media, Selasa (20/10/2026).

Ia juga menyebut sejumlah nama obat lain yang menurut pengamatannya tercantum dalam resep, antara lain alprazolam, Riklona, Prohiper, dan tramadol.

Menurut pemilik apotek tersebut, jumlah obat yang dicantumkan dalam resep menjadi salah satu pertimbangan pihaknya ketika memutuskan untuk membatasi penebusan obat tertentu.

Ia mengaku pernah membatasi pembelian obat berdasarkan resep yang disebut berasal dari Apotek Mentari.

“Menurut saya, jumlah itu sudah berlebihan. Setahu saya, yang wajar itu 90 butir per bulan untuk satu jenis obat. Karena jenis obatnya juga bisa banyak, kami terkadang membatasi pembelian khusus resep dari Apotek Mentari,” katanya.

Namun, penilaian mengenai kewajaran jumlah obat tidak dapat hanya didasarkan pada banyaknya butir dalam resep.

Hal itu perlu mempertimbangkan jenis dan kekuatan obat, dosis harian, lama terapi, kondisi pasien, serta pertimbangan klinis dokter yang meresepkan.

Persyaratan Identitas dan Dugaan Penjualan Kembali

Selain jumlah obat, pemilik apotek itu menyoroti persyaratan identitas bagi pasien yang hendak menebus obat.

Pilihan Editor :  BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Peserta Tetap Bisa Menerima Bansos

Ia mengatakan pasien diwajibkan membawa kartu tanda penduduk (KTP).

Ia mengaku pernah melihat sejumlah pasien berusia muda yang diperkirakan baru satu hingga dua tahun lulus sekolah menengah atas (SMA).

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan baginya mengenai kebutuhan pengobatan dan jumlah obat yang diterima pasien.

“Kalau menebus obat, pasien memang harus membawa KTP. Sebenarnya tidak ada masalah, tetapi saya bertanya-tanya, anak seusia itu sakit apa sampai obatnya masing-masing 100 butir?” ungkapnya.

Pemilik apotek itu juga mengaku pernah mendengar percakapan sejumlah pasien yang membicarakan kemungkinan menjual kembali obat yang mereka peroleh.

Meski demikian, ia tidak memaparkan bukti transaksi, identitas pihak yang diduga terlibat, ataupun informasi lain yang dapat memastikan adanya praktik penjualan kembali obat tersebut.

“Saya pernah mendengar ada yang membicarakan obatnya akan dijual lagi. Mereka sering mengobrol dengan temannya soal itu. Mungkin karena pengaruh obat-obatan antidepresan, mereka berbicara dengan suara keras sampai terdengar ke dalam,” tuturnya.

Pernyataan mengenai dugaan penjualan kembali obat tersebut masih berupa keterangan narasumber dan belum disertai bukti independen yang dapat memverifikasi dugaan itu.

Penilaian harus didasarkan pada dokumen resep, indikasi medis, ketentuan peresepan, serta hasil pemeriksaan pihak berwenang.

Pemilik apotek tesebut berharap pihak terkait menelusuri informasi, termasuk memeriksa kesesuaian peresepan, jumlah obat yang diberikan, dan prosedur penyerahannya dengan ketentuan yang berlaku.

Hingga informasi terbit, upaya konfirmasi terus dilakukan namun belum mendapatkan tanggapan resmi dari pihak Klinik Mentari, psikiater yang dimaksud, maupun instansi berwenang mengenai dugaan tersebut.

Redaksi melayani ruang bagi Klinik Mentari, dokter yang bersangkutan, serta pihak terkait lainnya untuk memberikan klarifikasi atau hak jawab sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik.

FAQ: Dugaan Resep Obat dalam Jumlah Besar di Bekasi

Apa yang disoroti pemilik apotek di Bekasi?
Pilihan Editor :  Terima Audiensi PGIS-KB, Pj. Wali Kota Bekasi Siap Dukung Acara Kerohanian Umat Kristiani

Seorang pemilik apotek menyoroti dugaan peresepan obat dalam jumlah besar yang dikaitkan dengan layanan psikiatri di kawasan Grand Galaxy City, Bekasi Selatan. Menurut keterangannya, ia pernah melihat resep yang mencantumkan 200 hingga 250 butir untuk satu jenis obat.

Obat apa saja yang disebut dalam keterangan pemilik apotek?

Pemilik apotek menyebut sejumlah obat, antara lain obat antidepresan, alprazolam, Riklona, Prohiper, dan tramadol. Jenis serta golongan obat dalam setiap resep tetap perlu diverifikasi berdasarkan dokumen yang relevan.

Apakah resep hingga 250 butir otomatis melanggar aturan?

Tidak dapat disimpulkan hanya dari jumlah butirnya. Penilaian perlu mempertimbangkan jenis dan kekuatan obat, dosis, lama terapi, kondisi pasien, pertimbangan klinis dokter, serta ketentuan yang berlaku.

Mengapa pemilik apotek mengaku membatasi penebusan obat tertentu?

Menurut keterangannya, pembatasan dilakukan dengan mempertimbangkan jumlah obat yang tercantum dalam resep. Alasan dan penerapan pembatasan tersebut belum diverifikasi secara independen.

Apakah dugaan penjualan kembali obat sudah terbukti?

Belum. Pemilik apotek mengaku pernah mendengar percakapan pasien mengenai kemungkinan menjual kembali obat, tetapi tidak menyertakan bukti transaksi atau bukti independen yang memastikan dugaan tersebut.

Bagaimana tanggapan pihak Klinik Mentari dan instansi berwenang?

Dalam informasi yang menjadi dasar pemberitaan ini, belum terdapat keterangan dari pihak Klinik Mentari, dokter yang dimaksud, maupun instansi berwenang mengenai dugaan tersebut. Konfirmasi diperlukan untuk memperoleh penjelasan yang berimbang.

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Tags
Avatar photo

Ditulis oleh:

Firman Ugm adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Menarik Dibaca

  • Diberhentikan Sepihak, Pekerja Outsourcing di Mahkamah Agung Tuntut Hak Normatif

    Diberhentikan Sepihak, Pekerja Outsourcing di Mahkamah Agung Tuntut Hak Normatif

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Karena udah ada pengganti, ya kalau saya sih ya nuntut hak saya, ya uang kompensasi, dan uang sisa kontrak, dan hak normative lainnya,

  • Busung FC Juara Bupati Cup 2025, Turnamen Sepak Bola Meriah Digelar di Lanal Bintan

    Busung FC Juara Bupati Cup 2025, Turnamen Sepak Bola Meriah Digelar di Lanal Bintan

    • calendar_month Minggu, 15 Jun 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Bintan – 14 Juni 2025, Turnamen Sepak Bola Bupati Cup 2025 resmi ditutup pada Sabtu (14/6) di Lapangan Hang Tuah Lanal Bintan, Tanjung Uban. Penutupan turnamen bergengsi ini dihadiri langsung oleh Bupati Bintan Roby Kurniawan, S.P.W.K., Komandan Lanal Bintan Kolonel Laut (P) Dr. Eko Agus Susanto, S.E., M.M., beserta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) […]

  • Eksplorasi Keindahan Wisata Mandeh Pesisir Selatan Sumatera Barat

    Eksplorasi Keindahan Wisata Mandeh Pesisir Selatan Sumatera Barat

    • calendar_month Kamis, 24 Mar 2022
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    Gensa – Sumatera Barat adalah salah satu kota di Indonesia nan terkenal karena keajaiban alamnya, mulai dari pegunungan, sawah hijau, ngarai dalam, serta rumah-rumah besar dengan atap seperti tanduk kerbau. Dari banyaknya tempat wisata nan ada di Sumatera Barat, ada satu surga tersembunyi nan tersimpan cantik dengan sajian pesona alam nan mengagumkan. Jika di Papua terdapat […]

  • Acin Bantah Keras Tuduhan Suap dan Hilangnya Barang Bukti di Polsek Sandai

    Acin Bantah Keras Tuduhan Suap dan Hilangnya Barang Bukti di Polsek Sandai

    • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Ketapang, Kalbar – Acin, warga Desa Penjawaan, Dusun Harapan Baru, geram dengan pemberitaan yang menuding dirinya serta Polsek Sandai terkait dugaan hilangnya barang bukti dan pemberian uang kepada pihak kepolisian. Dalam konferensi pers di Mapolsek Sandai pada Kamis malam (13/3/2025), Acin menegaskan bahwa informasi yang beredar di media online tersebut tidak benar dan merugikan nama […]

  • TNI Gelar Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa dan Prajurit di Daerah Operasi

    TNI Gelar Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa dan Prajurit di Daerah Operasi

    • calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Timika, Papua Tengah — Dalam suasana penuh khidmat dan kebersamaan, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mendampingi Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin memimpin doa bersama bagi keselamatan bangsa dan prajurit TNI yang sedang bertugas di berbagai daerah operasi. Kegiatan ini berlangsung di Markas Yonif 754/Eme Neme Kangasi, Timika, Papua Tengah, Jumat (17/10/2025). Doa bersama tersebut […]

  • Hujan Tak Halangi Patroli Gabungan, TNI dan Warga Jaga Keamanan Wilayah Tangerang

    Hujan Tak Halangi Patroli Gabungan, TNI dan Warga Jaga Keamanan Wilayah Tangerang

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Tangerang, 4 Mei 2026 – Kodim 0506/Tangerang menggelar patroli gabungan bersama komponen masyarakat di tengah hujan, Senin malam. Kegiatan ini bertujuan menjaga keamanan wilayah sekaligus memperkuat pembinaan teritorial secara langsung di lapangan. Babinsa Koramil 04/Ciledug dan Koramil 08/Pamulang memimpin patroli bersama unsur Linmas, tokoh pemuda, dan masyarakat. Keterlibatan lintas elemen ini menunjukkan sinergi konkret dalam […]

expand_less