Kamis, 29 Okt 2026
Gensa Media Indonesia » INVESTIGASI » NCW Soroti Sikap DLH Bekasi terhadap Wartawan: Jangan Rendahkan Jurnalis

NCW Soroti Sikap DLH Bekasi terhadap Wartawan: Jangan Rendahkan Jurnalis

  • account_circle Tama
  • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BEKASI – Nasional Corruption Watch (NCW) DPD Bekasi Raya menyoroti dugaan perlakuan tidak patut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Syafri Donny Sirait, terhadap wartawan yang tengah meminta klarifikasi terkait persoalan sewa alat berat di UPTD TPA Burangkeng.

Sorotan tersebut muncul setelah beredar rekaman video dan pemberitaan mengenai proses konfirmasi wartawan dengan Kepala DLH Kabupaten Bekasi.

Dalam pemberitaan yang beredar, terdapat ucapan yang disebut ditujukan kepada wartawan, di antaranya “jelek muka mu” dan “bau”.

NCW menilai persoalan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan diterima atau tidaknya seorang wartawan oleh pejabat publik.

Menurut organisasi tersebut, persoalan yang lebih penting adalah sikap pejabat publik ketika menghadapi pertanyaan jurnalistik yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat dan penggunaan anggaran daerah.

Ketua NCW DPD Bekasi Raya, Herman Parulian Simaremare, S.Pd., mengatakan pejabat publik memiliki hak untuk memberikan klarifikasi melalui mekanisme dan waktu yang dianggap tepat.

Namun, menurut dia, hak tersebut tidak semestinya digunakan untuk merendahkan profesi maupun pribadi wartawan.

“Pejabat publik boleh menolak pertanyaan. Pejabat publik boleh membantah pemberitaan. Tetapi jangan merendahkan wartawan. Kalau pertanyaannya salah, bantah dengan data. Kalau beritanya keliru, gunakan hak jawab. Kalau keberatan, tempuh mekanisme yang tersedia. Jangan jawab pertanyaan publik dengan penghinaan,” tegas Herman.

Pertanyaan Wartawan Berkaitan dengan Temuan BPK

NCW menyebut proses konfirmasi wartawan tersebut berkaitan dengan persoalan sewa alat berat di TPA Burangkeng yang sebelumnya tercantum dalam pemeriksaan dan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Berdasarkan informasi dalam laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK yang dikutip NCW, terdapat 12 unit alat berat milik pemerintah daerah yang tercatat dalam kondisi baik dengan nilai sekitar Rp24,068 miliar.

Pada saat yang sama, terdapat belanja sewa alat berat dengan nilai pembayaran sekitar Rp24,56 miliar.

Baca juga :  Kejagung Geledah 6 Lokasi, Drama Migas Bekasi Masuk Babak Bongkar-Bongkar

Dalam pemeriksaannya, BPK juga mencatat sejumlah persoalan dalam proses pengadaan, antara lain tidak digunakannya fitur mini competition pada e-katalog serta tidak adanya pembandingan dengan penyedia lain.

BPK juga mencatat adanya hal yang perlu direkonsiliasi terkait waktu operasional alat dan waktu transaksi dengan dokumen kontrak, berita acara serah terima (BAST), logbook, serta bukti pembayaran.

Meski demikian, NCW menegaskan temuan pemeriksaan BPK tidak serta-merta membuktikan telah terjadi tindak pidana korupsi.

Temuan tersebut merupakan hasil pemeriksaan administrasi dan pengelolaan keuangan yang perlu dijelaskan oleh pihak terkait, terutama apabila menyangkut penggunaan anggaran publik.

“Ini uang publik. Kalau memang seluruh prosesnya benar, jelaskan. Kalau aset pemerintah memang tidak dapat digunakan secara optimal, tunjukkan dokumennya. Kalau sewa memang lebih efisien, buka perhitungannya. Kenapa harus alergi terhadap pertanyaan?” kata Herman.

Menurut NCW, klarifikasi terhadap persoalan tersebut penting agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh mengenai dasar kebijakan, penggunaan aset daerah, proses pengadaan, serta alasan pemerintah daerah menggunakan jasa sewa alat berat.

NCW Minta Dugaan Penghalangan Pers Diverifikasi

NCW meminta dugaan perlakuan terhadap wartawan tersebut tidak dinilai hanya berdasarkan potongan video atau informasi yang beredar di publik.

Organisasi tersebut meminta rekaman secara utuh, kronologi kejadian, serta keterangan dari wartawan dan pihak Pemerintah Kabupaten Bekasi diperiksa terlebih dahulu untuk memperoleh gambaran yang berimbang.

NCW juga menyatakan apabila setelah pemeriksaan ditemukan tindakan yang dengan sengaja dan melawan hukum menghambat atau menghalangi pelaksanaan kerja jurnalistik, maka pihak berwenang dapat menilai ada atau tidaknya unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Kami tidak sedang mengadili Donny Sirait. Kami sedang mempertanyakan sebuah perilaku dan sebuah tata kelola. Kalau semuanya benar, buktikan dengan dokumen. Kalau ada kesalahan, perbaiki. Kalau ditemukan unsur pidana, proses sesuai hukum,” ujar Herman.

Baca juga :  Dugaan Rokok Tanpa Cukai Muncul di Karang Salam, Dari Mana Barangnya?

NCW juga menyinggung informasi mengenai status hukum Syafri Donny Sirait dalam perkara lingkungan hidup yang berkaitan dengan TPA Burangkeng.

Namun, NCW mengingatkan bahwa status tersangka tidak sama dengan putusan bersalah.

Perkara tersebut juga harus dipisahkan dari persoalan sewa alat berat yang menjadi perhatian berdasarkan hasil pemeriksaan BPK.

NCW turut mencermati informasi yang beredar mengenai dugaan hubungan keluarga Syafri Donny Sirait dengan seorang pejabat yang berdinas di lingkungan Kejaksaan Agung.

Informasi tersebut, menurut NCW, belum diverifikasi secara independen.

Karena itu, informasi tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya perlindungan, intervensi, maupun konflik kepentingan dalam proses hukum.

“Kami tidak akan menuduh seseorang hanya karena hubungan keluarga. Kalau informasi itu benar, yang harus dipastikan adalah seluruh proses hukum tetap objektif, transparan dan berjalan sesuai kewenangan masing-masing. Ukurannya bukan siapa keluarganya, tetapi apakah proses hukumnya berjalan sebagaimana mestinya,” tegas Herman.

NCW: Jabatan Publik Bukan Tameng

NCW menilai pejabat publik tidak berkewajiban menyukai seluruh pertanyaan yang diajukan wartawan.

Namun, pejabat publik tetap memiliki tanggung jawab untuk memberikan penjelasan mengenai kebijakan dan penggunaan anggaran yang berada dalam kewenangannya.

“Jabatan adalah amanah, bukan tameng. Ruang kerja pemerintah bukan ruang bebas kritik. Ketika uang negara menjadi objek pertanyaan, masyarakat berhak meminta penjelasan,” kata Herman.

NCW meminta Pemerintah Kabupaten Bekasi memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut dan memastikan hubungan antara pejabat publik, masyarakat, serta insan pers tetap dibangun berdasarkan profesionalitas, keterbukaan, etika, dan penghormatan terhadap hukum.

“Kami tidak mencari musuh. Kami mencari jawaban. Kalau kerja pemerintah benar, kami hormati. Kalau ada yang perlu diperbaiki, kami soroti. Kalau ada dugaan pelanggaran hukum, kami dorong agar diperiksa melalui mekanisme yang berlaku,” pungkas Herman.

Baca juga :  Jam 2 Pagi Digerebek, Terduga Penggelap 20 Mobil Pilih Ngumpet di Kamar Mandi

Hingga berita ini disusun, pernyataan NCW tersebut merupakan sikap dan penilaian organisasi berdasarkan informasi serta rekaman yang beredar.

Klarifikasi dari Syafri Donny Sirait maupun Pemerintah Kabupaten Bekasi diperlukan untuk memperoleh perspektif pihak yang disorot dan memastikan pemberitaan berjalan secara berimbang.

Persoalan tersebut pada akhirnya bukan hanya mengenai hubungan antara wartawan dan pejabat publik.

Ketika pertanyaan menyangkut pengelolaan aset serta penggunaan uang negara, penjelasan yang terbuka dan berbasis dokumen menjadi bagian penting dari pertanggungjawaban kepada masyarakat.

(Rls/Red)

FAQ

Mengapa NCW menyoroti sikap Kepala DLH Kabupaten Bekasi terhadap wartawan?
NCW DPD Bekasi Raya menyoroti dugaan perlakuan tidak patut Kepala DLH Kabupaten Bekasi, Syafri Donny Sirait, terhadap wartawan yang meminta klarifikasi mengenai persoalan sewa alat berat di UPTD TPA Burangkeng.
Apa yang ditanyakan wartawan kepada Kepala DLH Kabupaten Bekasi?
Wartawan meminta klarifikasi mengenai persoalan sewa alat berat di UPTD TPA Burangkeng yang berkaitan dengan hasil pemeriksaan dan temuan BPK mengenai pengelolaan anggaran.
Apakah temuan BPK otomatis membuktikan adanya tindak pidana korupsi?
Tidak. Temuan pemeriksaan BPK tidak otomatis membuktikan telah terjadi tindak pidana korupsi. Temuan tersebut perlu dilihat berdasarkan dokumen, fakta pemeriksaan, dan proses hukum apabila terdapat dugaan pelanggaran.
Apa sikap NCW terhadap dugaan perlakuan Kepala DLH Kabupaten Bekasi kepada wartawan?
NCW meminta dugaan perlakuan tersebut diperiksa secara utuh berdasarkan rekaman lengkap, kronologi, dan keterangan para pihak agar persoalan dapat dinilai secara berimbang.
Apakah Kepala DLH Kabupaten Bekasi sudah memberikan klarifikasi?
Dalam berita ini, klarifikasi dari Syafri Donny Sirait maupun Pemerintah Kabupaten Bekasi masih diperlukan untuk memperoleh perspektif pihak yang disorot dan memastikan pemberitaan berjalan secara berimbang.

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Tama adalah jurnalis Gensa Media Indonesia yang menjalankan tugas peliputan dan pemberitaan secara profesional, independen, berimbang, serta mengedepankan akurasi, verifikasi fakta, dan Kode Etik Jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Interesting

  • Remaja Buncit 3 Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim Piatu

    Remaja Buncit 3 Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim Piatu

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Saya sangat senang dengan adanya kegiatan seperti ini. Selain menjadi ajang silaturahmi, acara ini juga sangat bermanfaat bagi anak yatim

  • Binrohtal Batalyon A Pelopor, Perkuat Iman dan Karakter Humanis Personel

    Binrohtal Batalyon A Pelopor, Perkuat Iman dan Karakter Humanis Personel

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta – Usai apel pagi, suasana penuh khidmat terasa di jajaran Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya. Seluruh personel melaksanakan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal), sebuah agenda rutin yang tidak hanya menguatkan iman, tetapi juga membentuk pribadi Polri yang humanis, berintegritas, dan profesional. Bagi personel beragama Islam, kegiatan digelar di Masjid At-Taubah Kwitang. Dipimpin […]

  • TNI AU Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Aceh dan Sumatera

    TNI AU Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Aceh dan Sumatera

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Bandung – Lanud Husein Sastranegara terus menunjukkan komitmen kemanusiaan. Kali ini, Lanud bersama masyarakat Kota Bandung menyalurkan bantuan bagi warga terdampak bencana alam di wilayah Aceh dan Sumatera. Selanjutnya, seluruh bantuan tersebut langsung diberangkatkan menggunakan pesawat TNI AU dari Lanud Husein Sastranegara, Rabu (24/12). Kemudian, masyarakat Kota Bandung turut berperan aktif melalui donasi berbagai kebutuhan […]

  • Upaya Cegah Tawuran, Bhabinkamtibmas Pengasinan Lakukan Penyuluhan di SMPN 33 Bekasi

    Upaya Cegah Tawuran, Bhabinkamtibmas Pengasinan Lakukan Penyuluhan di SMPN 33 Bekasi

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    KOTA BEKASI — Sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif, Aiptu Erik, Bhabinkamtibmas Kelurahan Pengasinan, melakukan penyuluhan di SMPN 33 Bekasi pada hari Rabu, (16/10/2024). Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai dan bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para pelajar tentang pentingnya menjaga ketertiban dan menghindari tawuran. Dalam penyuluhan […]

  • SDIT Mafatih Hangus Dilahap Api

    SDIT Mafatih Hangus Dilahap Api

    • calendar_month Senin, 7 Okt 2024
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    KOTA BEKASI – SDIT Mafatih yang terletak di jln Rawa Gede no 55, Kelurahan Jatimelati, Kecamatan Pondok Melati, Hangus dilahap oleh api. Senin (7/10/2024). Menurut Keterangan Warga sekitar, tiba tiba ada api besar di Roftof lantai 3 diduga akibat korsleting listrik pada lampu dan menyebabkan percikan api hingga menyambar tumpukan kayu dan terjadi kebakaran. Di […]

  • Dadang Rachmat Pimpin AMKI Pusat, Gantikan Tundra Meliala

    Dadang Rachmat Pimpin AMKI Pusat, Gantikan Tundra Meliala

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta – Dadang Rachmat resmi memimpin Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Pusat periode 2025-2030 melalui Rapat Anggota Luar Biasa (RALB). RALB berlangsung di Graha Cartic, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (19/8/2026) malam, dengan agenda utama memilih ketua umum baru. Dadang menggantikan Tundra Meliala yang mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum AMKI Pusat pada Minggu (9/8/2026). […]

expand_less