Selasa, 27 Okt 2026
Gensa Media Indonesia » INVESTIGASI » Wartawan Diusir Saat Konfirmasi, PWI Bekasi Raya Desak Pemkab Bekasi Klarifikasi

Wartawan Diusir Saat Konfirmasi, PWI Bekasi Raya Desak Pemkab Bekasi Klarifikasi

  • account_circle Tama
  • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bekasi – Gensa Media Indonesia – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya mengecam dugaan pengusiran dan perkataan yang dinilai tidak patut terhadap seorang wartawan saat menjalankan tugas jurnalistik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Insiden tersebut disebut terjadi ketika wartawan hendak meminta konfirmasi kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Syafri Donny Sirait, terkait persoalan sewa alat berat di UPTD Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng pada Selasa (6/10/2026).

Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin, S.H., mengatakan permintaan konfirmasi merupakan bagian dari proses jurnalistik untuk memperoleh informasi yang akurat, berimbang, dan tidak sepihak.

“Kalau wartawan datang untuk konfirmasi, seharusnya dihargai. Konfirmasi bukan tindakan mengganggu pejabat, tetapi kewajiban profesional untuk memastikan berita tidak sepihak,” kata Ade.

Menurut dia, pejabat publik memiliki hak untuk memberikan atau tidak memberikan jawaban sesuai situasi dan ketentuan yang berlaku.

Namun, hak tersebut tidak semestinya diwujudkan dengan tindakan yang merendahkan wartawan yang sedang menjalankan tugas profesional.

“Pejabat boleh tidak menjawab, tetapi jangan sampai wartawan yang sedang bekerja justru diperlakukan secara tidak patut,” ujarnya.

Informasi yang diterima PWI Bekasi Raya menyebut wartawan tersebut tidak hanya diminta meninggalkan ruangan, tetapi juga diduga mendapat perkataan yang merendahkan kondisi fisiknya.

PWI Bekasi Raya menyatakan dugaan peristiwa tersebut perlu dilihat secara objektif berdasarkan bukti yang tersedia, termasuk rekaman video dan keterangan pihak-pihak yang berada di lokasi.

PWI Minta Pemkab Bekasi Klarifikasi

Ade meminta pejabat publik tidak menganggap pertanyaan media sebagai bentuk gangguan terhadap pemerintahan.

Menurutnya, konfirmasi justru menjadi ruang bagi pejabat untuk menjelaskan persoalan kepada masyarakat, terutama ketika isu yang ditanyakan berkaitan dengan penggunaan fasilitas, anggaran, maupun pelayanan publik.

Baca juga :  CSR Kota Bekasi 2019-2024 Dipertanyakan, LAKI Desak Kejagung Buka Status Laporan

“Kalau ada informasi yang keliru, jawab dan luruskan. Kalau ada tudingan yang tidak benar, bantah dengan data. Ruang konfirmasi adalah kesempatan bagi pejabat untuk menjelaskan kepada masyarakat, bukan dengan mengusir atau melontarkan kalimat yang merendahkan,” katanya.

Ade juga menekankan bahwa kewajiban menjaga etika tidak hanya berlaku bagi wartawan.

Menurutnya, narasumber, termasuk pejabat publik, juga perlu menghormati profesi jurnalistik selama proses peliputan berlangsung.

“Wartawan wajib menjaga etika, begitu pula pejabat publik. Jangan karena tidak nyaman dengan pertanyaan, lalu profesi atau pribadi wartawan direndahkan,” ujarnya.

PWI Bekasi Raya mengingatkan bahwa kemerdekaan pers merupakan bagian dari jaminan hukum di Indonesia.

Dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Pasal 4 ayat (3) menyatakan pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan serta informasi.

Sementara itu, Pasal 18 ayat (1) mengatur ketentuan pidana terhadap pihak yang secara melawan hukum dengan sengaja menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan dalam Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3).

Meski demikian, PWI Bekasi Raya menilai ada atau tidaknya unsur penghambatan tugas jurnalistik tetap harus ditentukan berdasarkan fakta dan proses penilaian yang objektif.

Rekaman video, keterangan saksi, kronologi kejadian, serta keterangan dari pihak yang terlibat dinilai penting untuk memastikan duduk perkara secara utuh.

PWI Bekasi Raya juga meminta Pemerintah Kabupaten Bekasi melakukan klarifikasi terhadap peristiwa tersebut agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik antara birokrasi dan insan pers.

“Kami meminta Pemkab Bekasi melakukan klarifikasi fakta dan evaluasi tegas jika ditemukan tindakan yang tidak patut. Hubungan pemerintah dan pers harus dibangun atas dasar profesionalisme dan saling menghormati,” kata Ade.

Di sisi lain, PWI Bekasi Raya mengimbau wartawan yang memiliki bukti rekaman agar menyimpan dokumentasi secara utuh dan tidak melakukan penyuntingan yang dapat menghilangkan konteks peristiwa.

Baca juga :  MBG di Pati Bikin Perut Demo, Ratusan Siswa dan Guru Diduga Keracunan

“Kami tidak sedang meminta pejabat takut kepada wartawan, melainkan meminta pejabat menghormati profesi pers sebagaimana wartawan menghormati narasumber,” ujarnya.

Ade menegaskan PWI Bekasi Raya akan mencermati perkembangan persoalan tersebut dengan tetap mengedepankan fakta, etika jurnalistik, profesionalisme, dan ketentuan hukum.

Jika dugaan pengusiran disertai perkataan yang merendahkan wartawan terbukti berdasarkan fakta dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan, PWI Bekasi Raya menyatakan tindakan tersebut patut mendapat perhatian serius.

(Rls/Red)

FAQ Dugaan Pengusiran Wartawan di DLH Kabupaten Bekasi

Apa yang terjadi dalam dugaan pengusiran wartawan di DLH Kabupaten Bekasi?

Seorang wartawan diduga diminta meninggalkan ruangan saat hendak meminta konfirmasi kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Syafri Donny Sirait, terkait persoalan sewa alat berat di UPTD TPA Burangkeng pada Selasa (6/10/2026).

Siapa yang mengecam dugaan pengusiran wartawan tersebut?

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya mengecam dugaan pengusiran dan perkataan yang dinilai tidak patut terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.

Mengapa wartawan datang ke DLH Kabupaten Bekasi?

Wartawan datang untuk meminta konfirmasi kepada Kepala DLH Kabupaten Bekasi terkait persoalan sewa alat berat di UPTD TPA Burangkeng sebagai bagian dari proses jurnalistik untuk memperoleh informasi yang akurat dan berimbang.

Apa yang disampaikan Ketua PWI Bekasi Raya terkait konfirmasi wartawan?

Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin, S.H., menegaskan bahwa konfirmasi merupakan bagian dari kewajiban profesional wartawan untuk memastikan berita tidak disusun secara sepihak.

Apakah dugaan perkataan yang merendahkan wartawan sudah terbukti?
Apa sikap PWI Bekasi Raya terhadap Pemerintah Kabupaten Bekasi?

PWI Bekasi Raya meminta Pemerintah Kabupaten Bekasi melakukan klarifikasi fakta dan melakukan evaluasi apabila ditemukan tindakan yang tidak patut terhadap wartawan.

Apa dasar hukum kemerdekaan pers yang disebut dalam pemberitaan?

Kemerdekaan pers di Indonesia antara lain dijamin melalui Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Pasal 4 ayat (3) menyatakan pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan serta informasi.

Apakah setiap penolakan terhadap permintaan konfirmasi wartawan merupakan tindak pidana?

Tidak dapat disimpulkan demikian. Ada atau tidaknya unsur penghambatan tugas jurnalistik harus dinilai berdasarkan fakta, bukti, kronologi, serta ketentuan hukum yang berlaku.

Apa yang diminta PWI Bekasi Raya terkait bukti rekaman peristiwa?

PWI Bekasi Raya mengimbau wartawan yang memiliki rekaman agar mengamankan dokumentasi secara utuh dan tidak melakukan penyuntingan yang dapat menghilangkan atau mengubah konteks peristiwa.

Apakah Kepala DLH Kabupaten Bekasi sudah memberikan tanggapan?

Dalam informasi yang menjadi dasar pemberitaan ini, tanggapan atau klarifikasi dari Kepala DLH Kabupaten Bekasi, Syafri Donny Sirait, belum tercantum.

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Tama adalah jurnalis Gensa Media Indonesia yang menjalankan tugas peliputan dan pemberitaan secara profesional, independen, berimbang, serta mengedepankan akurasi, verifikasi fakta, dan Kode Etik Jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Interesting

  • Babinsa Koramil Timika Ajak Warga Bersihkan Drainase di Kelurahan Inauga

    Babinsa Koramil Timika Ajak Warga Bersihkan Drainase di Kelurahan Inauga

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Timika — Meski cuaca kurang bersahabat, semangat kebersamaan tetap menyala di Jl. Busirih, Kelurahan Inauga, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Rabu (8/10/2025). Babinsa Koramil 1710-02/Timika, Kodim 1710/Mimika, Sertu Mathius Lipan, turun langsung bersama warga melakukan kerja bakti membersihkan saluran drainase yang mulai dipenuhi lumpur dan sampah. Dengan alat sederhana dan semangat gotong royong, warga bersama Babinsa […]

  • Tim Trauma Healing TNI AL Pulihkan Mental Anak-Anak Pengungsi di Bireuen

    Tim Trauma Healing TNI AL Pulihkan Mental Anak-Anak Pengungsi di Bireuen

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    TNI AL, Jakarta – Duka akibat bencana di Kabupaten Bireuen masih terasa kuat. Namun, harapan kembali tumbuh ketika Tim Dinas Psikologi TNI Angkatan Laut (Dispsial) hadir di lokasi pengungsian Peusangan, Selasa (30/12/2025). Mereka membawa misi mulia: memulihkan keceriaan anak-anak yang sempat tenggelam dalam trauma. Empat personel psikologi yang bertugas di KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat (RJW)-992 […]

  • Panglima TNI Tegaskan Jiwa Juang Pahlawan Hidup dalam Setiap Prajurit

    Panglima TNI Tegaskan Jiwa Juang Pahlawan Hidup dalam Setiap Prajurit

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta — Di balik ketegasan seorang prajurit, tersimpan ketulusan dan penghormatan yang mendalam terhadap sejarah bangsa. Hal ini terlihat jelas saat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menggelar acara bertajuk “Panglima TNI Menyambut Keluarga Pahlawan” dalam rangkaian kegiatan Silaturahmi Pahlawan Prima, yang berlangsung hangat di Wisma A. Yani, Jakarta Pusat, Rabu (25/6/2025). Dalam suasana penuh […]

  • Carrel Ticualu Soroti Konsekuensi Jika MK Nyatakan Gibran Tak Penuhi Syarat

    Carrel Ticualu Soroti Konsekuensi Jika MK Nyatakan Gibran Tak Penuhi Syarat

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta – Pakar hukum tata negara Carrel Ticualu mengingatkan konsekuensi terhadap jabatan Wakil Presiden harus mengikuti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) jika perkara syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka dikabulkan. Carrel menyampaikan pandangan tersebut di Jakarta, Senin (5/10/2026), saat membahas kemungkinan konsekuensi konstitusional dari perkara yang masih berjalan di MK. Ia menegaskan, pembahasan mengenai dampak terhadap kedudukan […]

  • Wakil Panglima TNI Bagikan Sembako dan Tinjau Kuali Merah Putih di Pandeglang

    Wakil Panglima TNI Bagikan Sembako dan Tinjau Kuali Merah Putih di Pandeglang

    • calendar_month Sabtu, 10 Okt 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Pandeglang – Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R meninjau kegiatan masak besar Kuali Merah Putih bersama kreator kuliner Bobon Santoso di Markas Yonif TP 842/Badak Sakti, Pandeglang, Banten, Jumat (9/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, Tandyo juga menyerahkan bantuan sosial berupa sembako kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap warga di sekitar lokasi kegiatan. Kegiatan […]

  • Warga Kayuringin Bekasi Dikepung Banjir, Minta Pemkot Segera Nyalakan Pompa

    Warga Kayuringin Bekasi Dikepung Banjir, Minta Pemkot Segera Nyalakan Pompa

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Warga berharap Pemkot Bekasi segera mengambil langkah cepat dalam menangani situasi ini agar banjir tidak semakin parah

expand_less