Ketum PBTI Richard Tampubolon Hadiri Pelepasan Kontingen Indonesia ke Asian Games 2026
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 4 menit yang lalu
- print Cetak

Jakarta – Ketum PBTI Letjen TNI Richard Tampubolon menghadiri pelepasan Kontingen Indonesia menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026 oleh Presiden Prabowo Subianto.
Pelepasan berlangsung di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (9/9/2026), menjelang keberangkatan kontingen ke Jepang.
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 akan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026.
Indonesia mengirim 432 atlet yang akan bertanding dalam 35 cabang olahraga pada ajang olahraga terbesar tingkat Asia tersebut.
Kontingen Indonesia membawa harapan besar untuk bersaing dengan atlet terbaik dari berbagai negara Asia.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa perjuangan untuk mencapai level atlet nasional hingga mewakili Indonesia di ajang Asia tidak mudah.
Menurut Prabowo, para atlet telah melewati latihan keras dan mengorbankan banyak waktu pribadi demi mencapai prestasi tersebut.
“Kunci utama untuk meraih prestasi tertinggi adalah konsistensi dalam berlatih dan semangat pantang menyerah,” tegas Prabowo.
Presiden berharap para atlet menunjukkan karakter bangsa Indonesia yang tangguh ketika menghadapi persaingan di Jepang.
Pesan tersebut menjadi dorongan bagi seluruh atlet untuk menjaga semangat, konsistensi, dan fokus selama menjalani pertandingan.
Taekwondo Bidik Kontribusi Maksimal
Sebagai bagian dari kontingen Indonesia, atlet Pelatnas Taekwondo membawa tanggung jawab untuk memberikan kontribusi terbaik bagi Merah Putih.
Ketum PBTI Letjen TNI Richard Tampubolon menyatakan keyakinannya terhadap kesiapan para atlet Taekwondo menghadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Richard berharap seluruh atlet Pelatnas Taekwondo Indonesia mampu menunjukkan kemampuan terbaik dan memenuhi target prestasi yang telah ditetapkan.
“Diharapkan seluruh atlet Pelatnas Taekwondo Indonesia dapat memberikan hasil terbaik pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 serta memenuhi target prestasi,” ujar Richard.
Menurutnya, persiapan dan evaluasi berkelanjutan menjadi bagian penting dalam menjaga kesiapan atlet sebelum menghadapi persaingan tingkat Asia.
Proses tersebut mencakup upaya meningkatkan kemampuan atlet agar mampu tampil maksimal ketika menghadapi lawan dari berbagai negara.
Richard optimistis atlet Taekwondo Indonesia dapat memberikan kontribusi maksimal untuk kejayaan Indonesia.
“Dengan persiapan dan evaluasi yang berkesinambungan, Ketum PBTI yakin para atlet Taekwondo dapat memberikan kontribusi maksimal untuk kejayaan Indonesia,” katanya.
Ujian Konsistensi Atlet Indonesia
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 menjadi panggung penting bagi atlet Indonesia untuk mengukur kemampuan menghadapi persaingan olahraga tingkat Asia.
Sebanyak 432 atlet akan membawa nama Indonesia dalam 35 cabang olahraga yang dipertandingkan.
Keikutsertaan tersebut menempatkan konsistensi latihan dan kesiapan mental sebagai modal penting menghadapi kompetisi.
Pesan Presiden Prabowo mengenai semangat pantang menyerah juga menjadi pengingat agar atlet tidak kehilangan fokus sepanjang pertandingan.
Bagi PBTI, persiapan berkelanjutan menjadi bagian dari strategi menjaga performa atlet Taekwondo menuju kompetisi tersebut.
Karena itu, evaluasi menjadi instrumen penting untuk mengidentifikasi perkembangan sekaligus memperbaiki kekurangan selama masa persiapan.
Richard berharap proses tersebut mampu mengantarkan atlet Taekwondo mencapai hasil terbaik sekaligus menyumbangkan prestasi bagi kontingen Indonesia.
Pada akhirnya, pelepasan kontingen di Istana Kepresidenan menjadi momentum bagi seluruh atlet untuk membawa semangat perjuangan Indonesia ke arena Asian Games.
Para atlet Indonesia akan menghadapi persaingan ketat dengan kekuatan olahraga dari berbagai negara Asia.
Melalui persiapan matang, konsistensi latihan, dan semangat pantang menyerah, kontingen Indonesia diharapkan mampu meraih prestasi terbaik.
PBTI juga terus mendorong atlet Taekwondo menjaga fokus agar dapat menjalankan tanggung jawab membawa nama Indonesia di Aichi-Nagoya.
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

