Selasa, 3 Nov 2026
Gensa Media Indonesia » Hukum » MK Batasi Pasal 14 Tipikor, Pelanggaran Sektoral Tak Otomatis Korupsi

MK Batasi Pasal 14 Tipikor, Pelanggaran Sektoral Tak Otomatis Korupsi

  • account_circle Firman Ugm
  • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nasional – Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan uji materi Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) terkait perkara yang melibatkan Adelin Lis.

Dalam putusannya, MK menegaskan bahwa Pasal 14 UU Tipikor tidak dapat diterapkan secara luas tanpa batas, sehingga pelanggaran dalam undang-undang sektoral tidak serta-merta dapat dikualifikasikan sebagai tindak pidana korupsi.

Putusan tersebut menjadi penegasan penting dalam praktik penegakan hukum korupsi di Indonesia.

MK menilai Pasal 14 selama ini berfungsi sebagai “pasal jembatan” yang menghubungkan ketentuan pidana dalam UU Tipikor dengan norma pidana di berbagai undang-undang sektoral.

Namun, fungsi tersebut dinilai rentan disalahgunakan jika tidak disertai batasan yang jelas.

Dalam pertimbangan hukumnya, MK menyatakan bahwa Pasal 14 bukanlah norma yang berdiri sendiri, melainkan klausul penghubung yang harus ditafsirkan secara hati-hati.

Tanpa pembatasan yang tegas, penerapan pasal tersebut berpotensi menimbulkan multitafsir dan ketidakpastian hukum, terutama bagi pihak yang berhadapan dengan proses pidana.

MK menekankan, tidak semua pelanggaran hukum di sektor tertentu, seperti kehutanan, lingkungan, atau perizinan secara otomatis memenuhi unsur tindak pidana korupsi.

Untuk dapat dijerat sebagai korupsi, suatu perbuatan tetap harus memenuhi unsur utama, yakni adanya tindakan memperkaya diri sendiri atau orang lain serta menimbulkan kerugian keuangan negara.

Putusan ini muncul dalam konteks perkara yang melibatkan Adelin Lis, seorang pengusaha di sektor kehutanan yang sebelumnya terjerat kasus hukum terkait dugaan penyalahgunaan izin dan pengelolaan hutan.

Dalam praktiknya, Pasal 14 kerap digunakan oleh aparat penegak hukum untuk menarik pelanggaran administratif atau sektoral ke dalam rezim tindak pidana korupsi.

MK menilai praktik tersebut tidak sepenuhnya keliru, tetapi harus dilakukan secara proporsional dan berbasis pembuktian yang kuat.

Baca juga :  Sidang PK Kasus Fadilah Azmi: Kuasa Hukum Ungkap Dugaan Kekeliruan Hakim

Tanpa itu, penggunaan Pasal 14 berpotensi melampaui tujuan awal pembentukannya dan justru menciptakan ketidakpastian hukum.

Lebih lanjut, MK mengingatkan bahwa prinsip negara hukum mengharuskan setiap norma pidana dirumuskan secara jelas dan tidak menimbulkan tafsir ganda.

Dalam konteks ini, perlu ada kehati-hatian ekstra dalam mengaitkan pelanggaran sektoral dengan tindak pidana korupsi.

Implikasi bagi Penegakan Hukum

Putusan MK ini diperkirakan membawa dampak signifikan terhadap pola penegakan hukum korupsi ke depan, khususnya bagi lembaga seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kepolisian, dan kejaksaan.

Aparat penegak hukum dituntut untuk lebih selektif dan cermat dalam menerapkan Pasal 14, agar tidak terjadi perluasan tafsir yang berlebihan.

Para penegak hukum kini harus memastikan bahwa setiap perkara yang ditarik ke dalam kategori korupsi benar-benar memenuhi unsur delik korupsi, bukan sekadar pelanggaran administratif yang dipaksakan menjadi tindak pidana korupsi.

Dengan kata lain, pembuktian unsur “memperkaya diri” dan “merugikan keuangan negara” menjadi krusial dan tidak dapat diabaikan.

Di sisi lain, putusan ini juga memberikan perlindungan terhadap hak-hak tersangka atau terdakwa agar tidak terjerat secara sewenang-wenang akibat penafsiran yang terlalu luas.

Kepastian hukum menjadi aspek yang diperkuat melalui putusan ini, sejalan dengan prinsip due process of law.

Meski demikian, MK tidak mengurangi semangat pemberantasan korupsi.

Putusan ini justru menegaskan bahwa upaya tersebut harus tetap berjalan dalam koridor hukum yang jelas, terukur, dan akuntabel.

Penindakan korupsi tidak boleh mengorbankan prinsip keadilan dan kepastian hukum.

Dengan demikian, putusan MK ini menjadi rujukan penting dalam menyeimbangkan antara efektivitas pemberantasan korupsi dan perlindungan hak asasi manusia.

Ke depan, implementasi putusan ini akan sangat bergantung pada konsistensi aparat penegak hukum dalam menerjemahkan batasan yang telah ditegaskan oleh MK.

Baca juga :  Pemerintah Blokir DigitalOcean, Langkah Tegas Berantas Judi Online

Putusan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa dalam sistem hukum pidana, setiap norma harus diterapkan secara hati-hati dan tidak melampaui batas kewenangannya, demi menjaga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di Indonesia.**/frm

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Firman Ugm adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Interesting

  • Cara Membangun Bisnis Digital Dari Nol Hingga Sukses

    Cara Membangun Bisnis Digital Dari Nol Hingga Sukses

    • calendar_month Senin, 9 Jan 2023
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    Untuk membangun bisnis digital dari nol dan menjadikannya sukses, ada beberapa langkah yang dapat Anda ikuti: Tentukan ide bisnis Anda.  Pastikan ide tersebut sesuai dengan minat dan keahlian Anda, serta memiliki potensi pasar yang cukup besar. Benar, tentukan ide bisnis yang sesuai dengan minat dan keahlian Anda agar Anda bisa menjalankan bisnis dengan lebih mudah […]

  • Danlanud Sultan Hasanuddin Tegaskan Profesionalisme dan Regenerasi Lewat Rakor UKP

    Danlanud Sultan Hasanuddin Tegaskan Profesionalisme dan Regenerasi Lewat Rakor UKP

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Makassar, 12 November 2025 — Suasana serius namun penuh semangat tampak di Ruang Rapat Mako Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, saat Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto, M.Han. memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) Usulan Kenaikan Pangkat (UKP) serta Tour of Area/Tour of Duty (TOA/TOD) bagi personel periode April 2026. Rapat ini menjadi momen […]

  • Koramil Pulogadung dan Warga Intensifkan Patroli Malam Minggu, Tekan Potensi Gangguan Kamtibmas

    Koramil Pulogadung dan Warga Intensifkan Patroli Malam Minggu, Tekan Potensi Gangguan Kamtibmas

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta Timur, 16 Mei 2026 – Koramil 04/Pulogadung bersama aparat keamanan dan warga menggelar patroli malam Minggu guna memastikan situasi wilayah tetap aman dan terkendali. Kegiatan berlangsung di Kelurahan Jati, Kecamatan Pulogadung, dengan fokus pada titik rawan yang berpotensi memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Petugas menyisir Jalan Layur RT 02 RW 07 serta Jalan […]

  • TNI Bangun Tower Repeater untuk Perkuat Komunikasi di Puncak Jaya

    TNI Bangun Tower Repeater untuk Perkuat Komunikasi di Puncak Jaya

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Mulia, 21 Desember 2025 – Untuk meningkatkan kualitas komunikasi di wilayah terpencil, Kodim 1714/Puncak Jaya melakukan pemasangan tower repeater di Wuyuneri, Distrik Mulia. Upaya ini bertujuan untuk mengatasi hambatan sinyal akibat perbukitan dan memastikan koordinasi yang lebih baik antara lapangan dan Pusat Komando. Letkol Inf Bagus Kurniawan M.Han., Dandim 1714/Puncak Jaya, mengungkapkan bahwa pemasangan repeater […]

  • Danlanal Bintan Hadiri Rapat Persiapan HUT Kemerdekaan RI Ke-80

    Danlanal Bintan Hadiri Rapat Persiapan HUT Kemerdekaan RI Ke-80

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Bintan,- Jelang HUT Kemerdekaan RI Ke-80, Komandan Lanal Bintan menghadiri Rapat Persiapan Hari Ulang Tahun Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia Tingkat Kabupaten Bintan, Kamis (07/08/2025). Rapat yang dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta instansi vertikal terkait, dan dipimpin oleh Sekertaris Daerah Bintan Roni Kartika, yang juga dihadiri oleh Ketua Umum […]

  • Danlanud Sultan Hasanuddin Hadiri Sertijab Danlanud Haluoleo

    Danlanud Sultan Hasanuddin Hadiri Sertijab Danlanud Haluoleo

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Makasar – Ada momen hangat dan penuh semangat di Gedung Serba Guna Suryadi Suryadarma, Markas Koopsud II, Makassar, Senin kemarin. Para prajurit TNI AU, keluarga, dan jajaran pejabat berkumpul dalam suasana penuh hormat menyaksikan serah terima jabatan (Sertijab) Komandan Lanud Haluoleo. Komandan Lanud Sultan Hasanuddin, Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto, hadir langsung bersama istri tercinta, […]

expand_less