Senin, 12 Okt 2026
Beranda » EKONOMI » Data Desil Dipersoalkan Warga, Kondisi Ekonomi Harus Diuji di Lapangan

Data Desil Dipersoalkan Warga, Kondisi Ekonomi Harus Diuji di Lapangan

  • account_circle Firman Ugm
  • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BEKASI – Sejumlah warga Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, mempertanyakan ketidaksesuaian data desil dengan kondisi sosial ekonomi yang mereka alami.

Menanggapi keluhan tersebut, pihak kelurahan memastikan warga dapat mengajukan penyesuaian data melalui mekanisme verifikasi kondisi faktual di lapangan.

Lurah Bojong Rawalumbu Warjan mengatakan data desil yang menjadi acuan berasal dari pemerintah pusat melalui pendataan nasional.

Karena itu, pemerintah kelurahan tidak memiliki kewenangan untuk mengubah data tersebut secara langsung.

Menurut Warjan, keluhan warga yang merasa kondisi ekonominya tidak sesuai dengan data desil perlu ditindaklanjuti melalui proses verifikasi.

Pemeriksaan diperlukan agar pengajuan penyesuaian memiliki dasar berdasarkan kondisi warga yang sebenarnya.

“Datanya memang dari pusat, lewat BPS. Kadang ada warga yang datang karena merasa datanya tidak sesuai. Jadi memang perlu kita verifikasi dulu,” ujar Warjan, Selasa (1/9/2026).

Ia menjelaskan, warga yang merasa masuk dalam kelompok desil yang tidak sesuai dengan kondisi ekonominya dapat menyampaikan pengajuan kepada pemerintah kelurahan.

Pengajuan tersebut kemudian dilengkapi dengan hasil verifikasi sebelum diteruskan kepada Dinas Sosial.

“Prosesnya pengajuan dulu, dilampirkan dengan data hasil verifikasi. Nanti tim kelurahan yang melakukan verifikasi,” katanya.

Verifikasi dilakukan bersama unsur kewilayahan, termasuk pengurus RT.

Petugas akan melihat kondisi faktual warga dengan mempertimbangkan sejumlah indikator sosial ekonomi.

Pemeriksaan tersebut antara lain mencakup kondisi tempat tinggal serta keadaan kehidupan sehari-hari.

Data lapangan kemudian digunakan sebagai bahan dalam proses pengajuan penyesuaian data.

Warjan menjelaskan desil merupakan pengelompokan masyarakat berdasarkan kondisi sosial ekonomi.

Dalam penjelasannya, desil 1 merupakan kelompok sangat miskin, desil 2 kelompok miskin, sedangkan desil 3 termasuk kelompok rentan miskin.

“Dari poin-poin tersebut nanti secara spesifik dicek di lapangan, mulai dari keadaan rumah dan kondisi warga,” ujarnya.

Pilihan Editor :  Ramadan dan Inflasi: Fenomena Pemborosan yang Harus Diwaspadai

Persoalan ketidaksesuaian data desil menjadi penting karena pengelompokan sosial ekonomi dapat berkaitan dengan penentuan sasaran berbagai program pemerintah.

Karena itu, akurasi data menjadi salah satu faktor penting agar kebijakan dan bantuan dapat diarahkan kepada kelompok masyarakat yang sesuai dengan kriteria.

Kelurahan Tidak Bisa Mengubah Data Secara Langsung

Mekanisme yang dijelaskan Kelurahan Bojong Rawalumbu menunjukkan bahwa pengaduan warga tidak serta-merta membuat perubahan data terjadi di tingkat kelurahan.

Kelurahan berperan melakukan verifikasi terhadap kondisi warga dan menyiapkan hasil pemeriksaan sebagai bagian dari proses pengajuan. Selanjutnya, data tersebut diteruskan kepada instansi terkait untuk diproses sesuai mekanisme yang berlaku.

Dengan mekanisme tersebut, warga yang merasa memperoleh klasifikasi desil yang tidak sesuai perlu mengikuti tahapan pengajuan dan verifikasi. Pemeriksaan lapangan menjadi penting agar perubahan data tidak hanya didasarkan pada pengakuan atau persepsi warga, tetapi juga mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi yang dapat diverifikasi.

Di sisi lain, kelurahan juga menghadapi keterbatasan dalam memastikan berapa banyak warga yang telah mengajukan penyesuaian data desil. Warjan mengaku belum mengetahui secara pasti jumlah pengajuan yang telah masuk di wilayahnya.

“Untuk jumlah yang sudah mengajukan penyesuaian desil, kita belum tahu persis. Nanti datanya akan saya tanyakan lagi,” kata Warjan.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa data mengenai jumlah warga yang mengajukan penyesuaian belum tersedia secara pasti pada saat keterangan diberikan.

Kelurahan Bojong Rawalumbu selanjutnya mengimbau warga yang merasa data desilnya tidak mencerminkan kondisi sosial ekonomi sebenarnya agar menempuh mekanisme pengajuan yang tersedia.

Warga diminta menyampaikan keberatan melalui jalur yang telah disediakan agar pemerintah dapat melakukan verifikasi terhadap kondisi faktual di lapangan. Hasil verifikasi tersebut kemudian menjadi bagian dari proses pengajuan kepada Dinas Sosial.

Pilihan Editor :  Bagaimana Membuat Branding Bisnis yang Baik

Bagi pemerintah, mekanisme tersebut menjadi penting untuk menjaga akurasi pendataan sekaligus memastikan setiap perubahan memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sementara bagi masyarakat, keterbukaan mengenai mekanisme pengajuan dan verifikasi menjadi hal penting agar warga mengetahui ke mana harus menyampaikan keberatan ketika menemukan data yang dinilai tidak sesuai.

Persoalan data sosial ekonomi pada akhirnya tidak hanya menyangkut angka atau klasifikasi administratif. Ketepatan data menentukan bagaimana pemerintah membaca kondisi masyarakat dan merancang intervensi kebijakan.

Karena itu, keluhan warga mengenai ketidaksesuaian data perlu ditangani secara terbuka, terukur, dan berdasarkan verifikasi. Dengan mekanisme tersebut, data yang digunakan pemerintah diharapkan semakin mencerminkan kondisi riil masyarakat di tingkat paling bawah.

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Tags
Avatar photo

Ditulis oleh:

Firman Ugm adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Menarik Dibaca

  • Panglima TNI Hadiri Wayang Golek di Pangandaran, Dorong Sinergi dengan Warga

    Panglima TNI Hadiri Wayang Golek di Pangandaran, Dorong Sinergi dengan Warga

    • calendar_month 2 jam yang lalu
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Pangandaran – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menghadiri pagelaran wayang golek bersama Ki Dalang Anom Kiki Mardani di Lapangan Taruna Cijulang, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Minggu (11/10/2026). Kegiatan seni budaya tersebut menarik antusiasme masyarakat dan mempertemukan jajaran TNI, tokoh masyarakat, serta ribuan warga dalam satu acara kebudayaan. Kehadiran Panglima TNI juga menjadi […]

  • Sumedang Aman dan Damai, Masyarakat Tunjukkan Kedewasaan

    Sumedang Aman dan Damai, Masyarakat Tunjukkan Kedewasaan

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Ujang Sunarya
    • 0Komentar

    Sumedang – Kabupaten Sumedang tetap kondusif dan aman, meski sempat beredar kabar rencana aksi unjuk rasa, Senin (1/09/2025), Situasi ini menunjukkan kedewasaan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban daerah. Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menekankan bahwa menjaga keamanan bukan hanya tanggung jawab TNI, POLRI, dan pemerintah, tapi merupakan tanggung jawab seluruh warga. “Kondisi ini membuktikan […]

  • Israel-Hamas war live updates: Anti-U.S. opinion in Arab countries grows over support for Israel, leaders tell Blinken

    Israel-Hamas war live updates: Anti-U.S. opinion in Arab countries grows over support for Israel, leaders tell Blinken

    • calendar_month Jumat, 9 Feb 2024
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    President Joe Biden was visiting Mother Emanuel AME Church in Charleston, South Carolina, on a campaign stop today when a group of war protesters interrupted his speech. “If you really care about the lives lost here, then you should honor the lives lost and call for a ceasefire in Palestine,” one protester shouted during his […]

  • Upacara Bendera Perkuat Profesionalisme Prajurit Kodim 0506

    Upacara Bendera Perkuat Profesionalisme Prajurit Kodim 0506

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Tangerang, 27 Juli 2026 – Kodim 0506/Tangerang menggelar upacara bendera di Lapangan Apel Makodim 0506/Tangerang, Senin (27/7/2026), sebagai upaya memperkuat profesionalisme, disiplin, jiwa korsa, serta semangat pengabdian prajurit TNI Angkatan Darat. Danramil 04/Ciledug Mayor Inf Hendrik Sudrajat memimpin langsung upacara sebagai Inspektur Upacara. Seluruh personel jajaran Kodim 0506/Tangerang mengikuti rangkaian upacara dengan tertib dan penuh […]

  • Saka Dirgantara Meriahkan CFD di Lanud Sultan Hasanuddin

    Saka Dirgantara Meriahkan CFD di Lanud Sultan Hasanuddin

    • calendar_month Minggu, 18 Mei 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Makassar – Suasana pagi di Komplek Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, tampak berbeda pada Minggu (18/5/2025). Ratusan warga berkumpul memeriahkan Car Free Day (CFD) yang digelar oleh Lanud Sultan Hasanuddin, lengkap dengan aktivitas olahraga, hiburan rakyat, dan atraksi edukatif dari Saka Dirgantara. Sejak pukul 06.00 WITA, warga sekitar antusias mengikuti senam bersama, jalan santai, hingga berburu […]

  • Yonmarhanlan III Kawal Ketat Kunjungan Kapal Perang Jepang JS YAHAGI di Tanjung Priok

    Yonmarhanlan III Kawal Ketat Kunjungan Kapal Perang Jepang JS YAHAGI di Tanjung Priok

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta Utara – Suasana Dermaga 300 Tanjung Priok tampak berbeda, Senin (12/5). Sebuah kapal perang modern berbendera Jepang, JS YAHAGI (FFM-5), bersandar megah di pelabuhan. Kedatangan kapal milik Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) ini menjadi momen penting dalam upaya mempererat kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Jepang. Tak hanya sebagai kunjungan persahabatan, kehadiran kapal ini […]

expand_less