Minggu, 13 Sep 2026
Beranda » EKONOMI » Data Desil Dipersoalkan Warga, Kondisi Ekonomi Harus Diuji di Lapangan

Data Desil Dipersoalkan Warga, Kondisi Ekonomi Harus Diuji di Lapangan

  • account_circle Firman Ugm
  • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
  • print Cetak

BEKASI – Sejumlah warga Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, mempertanyakan ketidaksesuaian data desil dengan kondisi sosial ekonomi yang mereka alami.

Menanggapi keluhan tersebut, pihak kelurahan memastikan warga dapat mengajukan penyesuaian data melalui mekanisme verifikasi kondisi faktual di lapangan.

Lurah Bojong Rawalumbu Warjan mengatakan data desil yang menjadi acuan berasal dari pemerintah pusat melalui pendataan nasional.

Karena itu, pemerintah kelurahan tidak memiliki kewenangan untuk mengubah data tersebut secara langsung.

Menurut Warjan, keluhan warga yang merasa kondisi ekonominya tidak sesuai dengan data desil perlu ditindaklanjuti melalui proses verifikasi.

Pemeriksaan diperlukan agar pengajuan penyesuaian memiliki dasar berdasarkan kondisi warga yang sebenarnya.

“Datanya memang dari pusat, lewat BPS. Kadang ada warga yang datang karena merasa datanya tidak sesuai. Jadi memang perlu kita verifikasi dulu,” ujar Warjan, Selasa (1/9/2026).

Ia menjelaskan, warga yang merasa masuk dalam kelompok desil yang tidak sesuai dengan kondisi ekonominya dapat menyampaikan pengajuan kepada pemerintah kelurahan.

Pengajuan tersebut kemudian dilengkapi dengan hasil verifikasi sebelum diteruskan kepada Dinas Sosial.

“Prosesnya pengajuan dulu, dilampirkan dengan data hasil verifikasi. Nanti tim kelurahan yang melakukan verifikasi,” katanya.

Verifikasi dilakukan bersama unsur kewilayahan, termasuk pengurus RT.

Petugas akan melihat kondisi faktual warga dengan mempertimbangkan sejumlah indikator sosial ekonomi.

Pemeriksaan tersebut antara lain mencakup kondisi tempat tinggal serta keadaan kehidupan sehari-hari.

Data lapangan kemudian digunakan sebagai bahan dalam proses pengajuan penyesuaian data.

Warjan menjelaskan desil merupakan pengelompokan masyarakat berdasarkan kondisi sosial ekonomi.

Dalam penjelasannya, desil 1 merupakan kelompok sangat miskin, desil 2 kelompok miskin, sedangkan desil 3 termasuk kelompok rentan miskin.

“Dari poin-poin tersebut nanti secara spesifik dicek di lapangan, mulai dari keadaan rumah dan kondisi warga,” ujarnya.

Pilihan Editor :  Pemkot Bekasi Berangkatkan 1.458 Pemudik Gratis, Dishub Kerahkan 27 Bus

Persoalan ketidaksesuaian data desil menjadi penting karena pengelompokan sosial ekonomi dapat berkaitan dengan penentuan sasaran berbagai program pemerintah.

Karena itu, akurasi data menjadi salah satu faktor penting agar kebijakan dan bantuan dapat diarahkan kepada kelompok masyarakat yang sesuai dengan kriteria.

Kelurahan Tidak Bisa Mengubah Data Secara Langsung

Mekanisme yang dijelaskan Kelurahan Bojong Rawalumbu menunjukkan bahwa pengaduan warga tidak serta-merta membuat perubahan data terjadi di tingkat kelurahan.

Kelurahan berperan melakukan verifikasi terhadap kondisi warga dan menyiapkan hasil pemeriksaan sebagai bagian dari proses pengajuan. Selanjutnya, data tersebut diteruskan kepada instansi terkait untuk diproses sesuai mekanisme yang berlaku.

Dengan mekanisme tersebut, warga yang merasa memperoleh klasifikasi desil yang tidak sesuai perlu mengikuti tahapan pengajuan dan verifikasi. Pemeriksaan lapangan menjadi penting agar perubahan data tidak hanya didasarkan pada pengakuan atau persepsi warga, tetapi juga mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi yang dapat diverifikasi.

Di sisi lain, kelurahan juga menghadapi keterbatasan dalam memastikan berapa banyak warga yang telah mengajukan penyesuaian data desil. Warjan mengaku belum mengetahui secara pasti jumlah pengajuan yang telah masuk di wilayahnya.

“Untuk jumlah yang sudah mengajukan penyesuaian desil, kita belum tahu persis. Nanti datanya akan saya tanyakan lagi,” kata Warjan.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa data mengenai jumlah warga yang mengajukan penyesuaian belum tersedia secara pasti pada saat keterangan diberikan.

Kelurahan Bojong Rawalumbu selanjutnya mengimbau warga yang merasa data desilnya tidak mencerminkan kondisi sosial ekonomi sebenarnya agar menempuh mekanisme pengajuan yang tersedia.

Warga diminta menyampaikan keberatan melalui jalur yang telah disediakan agar pemerintah dapat melakukan verifikasi terhadap kondisi faktual di lapangan. Hasil verifikasi tersebut kemudian menjadi bagian dari proses pengajuan kepada Dinas Sosial.

Pilihan Editor :  UMK Jawa Barat 2025 Resmi Disahkan, Kota Bekasi Paling Tinggi

Bagi pemerintah, mekanisme tersebut menjadi penting untuk menjaga akurasi pendataan sekaligus memastikan setiap perubahan memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sementara bagi masyarakat, keterbukaan mengenai mekanisme pengajuan dan verifikasi menjadi hal penting agar warga mengetahui ke mana harus menyampaikan keberatan ketika menemukan data yang dinilai tidak sesuai.

Persoalan data sosial ekonomi pada akhirnya tidak hanya menyangkut angka atau klasifikasi administratif. Ketepatan data menentukan bagaimana pemerintah membaca kondisi masyarakat dan merancang intervensi kebijakan.

Karena itu, keluhan warga mengenai ketidaksesuaian data perlu ditangani secara terbuka, terukur, dan berdasarkan verifikasi. Dengan mekanisme tersebut, data yang digunakan pemerintah diharapkan semakin mencerminkan kondisi riil masyarakat di tingkat paling bawah.

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Tags
Avatar photo

Ditulis oleh:

Firman Ugm adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Berita Untuk Anda

  • RSUD Jatisampurna Edukasi Lansia tentang Osteoporosis dan Osteoarthritis

    RSUD Jatisampurna Edukasi Lansia tentang Osteoporosis dan Osteoarthritis

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Ihwan Setiawan
    • 0Komentar

    “Adanya edukasi kesehatan yang berkelanjutan, para lansia diharapkan tetap dapat menjalani kehidupan secara aktif, produktif, dan mandiri”

  • Panglima TNI Dampingi Prabowo Tinjau Pengungsian Korban Bencana di Bireuen

    Panglima TNI Dampingi Prabowo Tinjau Pengungsian Korban Bencana di Bireuen

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Aceh – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mendampingi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meninjau progres pembangunan Jembatan Bailey Teupin Mane di ruas strategis Bireuen-Takengon serta meninjau tenda pengungsian korban bencana di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, Minggu (7/12/2025). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kelancaran distribusi logistik, percepatan pemulihan infrastruktur, serta terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat yang […]

  • IMO-Indonesia Dukung Revisi UU Pers: Momentum Perbaikan Industri Media

    IMO-Indonesia Dukung Revisi UU Pers: Momentum Perbaikan Industri Media

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta – Ikatan Media Online (IMO) Indonesia menyatakan dukungan penuh terhadap wacana revisi Undang-Undang Pers, yang baru-baru ini diusulkan oleh Menteri Hukum Supratman Andi Agtas. IMO-Indonesia menilai langkah ini sebagai peluang emas untuk menyesuaikan regulasi dengan dinamika industri pers yang terus berkembang. Ketua Umum IMO-Indonesia, Yakub F. Ismail, dalam keterangannya pada Sabtu (15/3/2025), menegaskan bahwa […]

  • Kodaeral IX Latih Mahasiswa Kebidanan Tangani Persalinan di Atas Perahu Karet

    Kodaeral IX Latih Mahasiswa Kebidanan Tangani Persalinan di Atas Perahu Karet

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Ambon – Pemandangan tak biasa terlihat di Pantai Mako Kodaeral IX Ambon, Kamis (18/9). Puluhan mahasiswa kebidanan tampak sigap mengenakan pelampung, bersiap mempraktikkan pertolongan persalinan di atas perahu karet. Kegiatan unik ini merupakan bagian dari Pelatihan Evakuasi Medis Laut yang digelar Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IX Ambon bagi mahasiswa D3 Kebidanan Poltekkes Kemenkes Maluku. […]

  • Koramil 07/Cipayung Perkuat Keamanan Wilayah Lewat Patroli Siskamling Bersama TNI, Polri dan Warga

    Koramil 07/Cipayung Perkuat Keamanan Wilayah Lewat Patroli Siskamling Bersama TNI, Polri dan Warga

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta Timur, 6 Juli 2026 – Koramil 07/Cipayung, Kodim 0505/Jakarta Timur, menggelar patroli siskamling bersama unsur komunikasi pendukung (Komduk), Polri, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, dan warga di Kecamatan Cipayung, Senin malam (6/7/2026). Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat melalui sinergi lintas elemen. Patroli berlangsung di Jalan Pagelarang, RT 003/RW 001, Kelurahan […]

  • Wapang TNI Dorong Ekonomi Pesisir dan Pendidikan di Aceh Tamiang

    Wapang TNI Dorong Ekonomi Pesisir dan Pendidikan di Aceh Tamiang

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Aceh – Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R mengawali kunjungan kerja ke Aceh Tamiang untuk memastikan program TNI berjalan nyata dan tepat sasaran. Pertama, Wapang TNI meninjau langsung progres Satgas Kuala TNI–Jhonlin 2026 di Muara Kuala Penaga Lama, Kecamatan Seruway. Selanjutnya, Wapang TNI memastikan pengerukan sedimentasi muara berlangsung sesuai rencana dan menjawab kebutuhan […]

expand_less