Yudo Margono Buka Forum Jalasena, Bahas Strategi Maritim Indo-Pasifik
Jakarta, 8 Juni 2026 – Ketua Umum PPAL Laksamana TNI (Purn) Yudo Margono membuka Forum Jalasena Maritime Studies guna membahas kebijakan maritim negara Indo-Pasifik dan dampaknya bagi Indonesia. Kegiatan berlangsung...

Jakarta, 8 Juni 2026 – Ketua Umum PPAL Laksamana TNI (Purn) Yudo Margono membuka Forum Jalasena Maritime Studies guna membahas kebijakan maritim negara Indo-Pasifik dan dampaknya bagi Indonesia.
Kegiatan berlangsung di Kantor Pusat PPAL, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, dengan melibatkan purnawirawan TNI AL, akademisi, dan pemerhati maritim.
Forum ini bertujuan memperkuat pemahaman strategis terhadap dinamika geopolitik maritim kawasan yang terus berkembang.
Selain itu, forum ini juga menjadi wadah pertukaran gagasan lintas sektor dalam merumuskan respons kebijakan nasional.
Sejumlah perwira tinggi TNI AL aktif dan purnawirawan menghadiri forum tersebut. Kehadiran mereka memperkaya perspektif pembahasan.
Forum menghadirkan pemateri yang membahas kebijakan maritim Australia, India, dan Jepang.
Laksma TNI Yusliadi Ginting memaparkan strategi maritim Australia dalam sektor pertahanan.
Selanjutnya, Laksma TNI Ardiansyah Muqsit mengulas kebijakan maritim India serta pengaruhnya terhadap Indonesia.
Sementara itu, Laksma TNI Azwan Yusuf menjelaskan kebijakan maritim Jepang dan peluang kerja sama strategis.
Dinamika Kawasan dan Kepentingan Nasional
Peserta forum menyoroti meningkatnya kompleksitas geopolitik di kawasan Indo-Pasifik.
Mereka menilai kebijakan maritim negara besar memengaruhi stabilitas keamanan dan jalur perdagangan internasional.
Yudo Margono menegaskan pentingnya kajian komprehensif terhadap kebijakan negara-negara mitra.
“Kami mendorong pemikiran strategis agar Indonesia mampu merespons dinamika kawasan secara tepat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya forum sebagai ruang pengembangan wawasan maritim nasional.
“Forum ini menjadi sarana pertukaran gagasan untuk memperkuat kebijakan kemaritiman Indonesia,” katanya.
Selain itu, ia berharap hasil diskusi memberikan kontribusi konkret terhadap pengambilan kebijakan nasional.
Menurutnya, penguatan sektor maritim menjadi elemen kunci dalam menjaga kepentingan nasional.
Forum berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab antara peserta dan narasumber.
Peserta aktif menyampaikan pandangan mengenai tantangan dan peluang kebijakan maritim kawasan.
Diskusi tersebut memperluas perspektif terhadap arah kebijakan maritim Indo-Pasifik.
PPAL berkomitmen menyelenggarakan forum serupa secara berkelanjutan.
Langkah ini bertujuan mendukung pembangunan kekuatan maritim nasional secara berkesinambungan.
Selain itu, PPAL ingin memperkuat kontribusi purnawirawan TNI AL dalam pemikiran strategis nasional.
Forum ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara militer, akademisi, dan masyarakat.
Melalui sinergi tersebut, Indonesia dapat merumuskan kebijakan yang adaptif terhadap perubahan geopolitik.
Dengan demikian, Indonesia dapat menjaga kepentingan maritim secara optimal di tengah dinamika global.
Forum Jalasena Maritime Studies menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia di kawasan Indo-Pasifik.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan kebutuhan berkelanjutan terhadap forum diskusi strategis berbasis kajian ilmiah.









