Selasa, 20 Okt 2026
Beranda » BERITA » Festival Etnik Religi Tolikara 2026 Satukan Budaya, Iman, dan Ekonomi Kreatif

Festival Etnik Religi Tolikara 2026 Satukan Budaya, Iman, dan Ekonomi Kreatif

  • account_circle Sapto Handoko
  • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tolikara – Festival Etnik Religi (FERT) Tolikara 2026 resmi dibuka di Lapangan Pendidikan, Karubaga, Papua Pegunungan, Rabu (12/8/2026).

Pembukaan FERT berlangsung aman dan tertib dengan melibatkan sekitar 450 peserta dari unsur pemerintah, agama, adat, pemuda, pelajar, dan masyarakat.

Bupati Tolikara Willem Wandik membuka festival bertema “Merawat Budaya, Menguatkan Iman, Membangun Tolikara” tersebut.

Pangkoops TNI Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga, Dansatgas Habema Brigjen TNI Persada Alam, dan Danrem 172/PWY Brigjen TNI Robby Suryadi turut hadir.

Jajaran TNI-Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, pelaku seni, serta pelaku UMKM juga mengikuti rangkaian pembukaan.

Festival dimulai dengan ibadah singkat dan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum panitia serta pejabat menyampaikan sambutan.

Dalam sambutannya, Willem menempatkan FERT sebagai ruang untuk mempertemukan identitas budaya, nilai keagamaan, persaudaraan, dan potensi ekonomi masyarakat.

“Iman memberikan arah, sementara budaya memberikan akar,” ujar Willem Wandik saat membuka festival.

Ia menegaskan, FERT tidak sekadar menghadirkan hiburan, tetapi juga mendorong masyarakat menjaga warisan budaya dan memperkuat kehidupan keagamaan.

Selain itu, Willem melihat festival sebagai peluang memperkenalkan potensi pariwisata serta ekonomi kreatif Kabupaten Tolikara.

Ia kemudian mengajak masyarakat menjaga keamanan, kebersihan, dan kenyamanan selama seluruh rangkaian festival berlangsung.

Menurutnya, keramahan masyarakat dan situasi yang aman dapat memperkuat citra Tolikara sebagai daerah terbuka bagi wisatawan.

Ratusan Pelajar Tampilkan Seni dan Tradisi Tolikara

Panitia menghadirkan sejumlah pertunjukan seni dan budaya untuk memperkuat pesan utama festival mengenai budaya dan kehidupan religi.

Sebanyak 150 pelajar SD, SMP, dan SMA tampil dalam pertunjukan kolosal ukulele pada pembukaan FERT.

Setelah itu, para peserta menyaksikan tarian kolosal yang mengangkat sejarah masuknya Injil di wilayah Tolikara.

Pilihan Editor :  Bakamla RI Kembali Raih Opini WTP dari BPK atas Laporan Keuangan 2024

Festival juga menampilkan Lendawai, tradisi ratapan masyarakat setempat yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Tolikara.

Rangkaian pertunjukan tersebut memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengenal sekaligus memperkenalkan seni dan tradisi daerah.

Keterlibatan pelajar juga memperlihatkan upaya penyelenggara menempatkan generasi muda sebagai bagian penting dalam pelestarian budaya lokal.

Selain seni dan tradisi, panitia menghadirkan pameran produk ekonomi kreatif dan UMKM masyarakat.

Pameran tersebut memberikan kesempatan kepada pelaku usaha memperkenalkan produk lokal sekaligus memperluas peluang pemasaran.

Dengan demikian, FERT menggabungkan kegiatan kebudayaan dan religi dengan ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Festival berlangsung selama dua hari, yakni Rabu (12/8/2026) hingga Kamis (13/8/2026).

Pada hari pertama, antusiasme masyarakat terlihat dari kehadiran warga yang mengikuti kegiatan hingga acara berakhir sekitar pukul 16.00 WIT.

TNI-Polri Jaga Kondusivitas Festival

Selain menampilkan budaya, FERT juga mendapat dukungan pengamanan dari unsur TNI-Polri bersama pemerintah daerah.

Pengamanan tersebut memastikan masyarakat dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan aman, tertib, dan nyaman.

Koordinasi antara aparat keamanan, pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, serta masyarakat turut menjaga situasi selama kegiatan.

Hingga pembukaan berakhir, tidak terdapat gangguan menonjol yang menghambat pelaksanaan FERT 2026.

Kondisi tersebut memungkinkan peserta menikmati pertunjukan budaya dan masyarakat mengunjungi stan ekonomi kreatif secara nyaman.

Sementara itu, pemerintah daerah mendorong seluruh pihak mempertahankan kebersihan kawasan selama festival berlangsung.

Upaya tersebut penting karena penyelenggara tidak hanya mengejar kemeriahan, tetapi juga ingin menciptakan pengalaman positif bagi pengunjung.

Di sisi lain, keamanan dan kenyamanan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap kegiatan publik di Tolikara.

Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan festival dan berbagai agenda budaya daerah.

Pilihan Editor :  Rehab Jembatan TMMD Capai 55 Persen, Percepat Akses Kampung Sesor

FERT 2026 kemudian berlanjut pada hari kedua dengan rangkaian kegiatan yang telah disiapkan panitia.

Pemerintah berharap festival tersebut mampu memperkuat persaudaraan sekaligus menjaga keberadaan seni dan tradisi masyarakat Tolikara.

Pada saat yang sama, keterlibatan pelajar membuka ruang regenerasi agar budaya lokal tetap tumbuh di tengah perubahan zaman.

Pameran UMKM juga memberikan kesempatan kepada masyarakat memperkenalkan potensi ekonomi lokal kepada peserta dan pengunjung.

Melalui FERT 2026, Tolikara memperlihatkan pertemuan antara budaya, iman, pendidikan, seni, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

Festival tersebut sekaligus menjadi ruang bersama bagi pemerintah dan masyarakat untuk merawat identitas daerah serta memperkuat kebersamaan.

Dengan dukungan seluruh unsur, pembukaan FERT 2026 berakhir aman dan kondusif tanpa gangguan menonjol.

Rangkaian kegiatan selanjutnya diharapkan terus menjaga semangat festival sebagai ruang pelestarian budaya sekaligus pengembangan potensi masyarakat Tolikara.

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Menarik Dibaca

  • Sumur Kering Lima Bulan, Warga Kertajati Girang Lihat Truk Tangki Datang

    Sumur Kering Lima Bulan, Warga Kertajati Girang Lihat Truk Tangki Datang

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Firman Ugm
    • 0Komentar

    MAJALENGKA – Lima bulan bukan waktu sebentar untuk menunggu air. Bagi warga Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, kemarau panjang membuat sumur yang biasanya jadi andalan perlahan ikut angkat tangan. Namun pada Kamis (17/9/2026), penantian itu sedikit terobati. Prajurit Yonif TP 338/Talaga Manggung (TM) bersama PDAM Kabupaten Majalengka menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan. […]

  • Lanud Sultan Hasanuddin Gelar Bazar Ramadan TNI

    Lanud Sultan Hasanuddin Gelar Bazar Ramadan TNI

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Makasar – Lanud Sultan Hasanuddin menggelar Bazar Ramadan TNI guna menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah bersama prajurit dan masyarakat sekitar, Jumat, 13/03/2026. Kegiatan berlangsung di Lapangan Angkasa pangkalan udara tersebut dan menjadi bagian dari bazar Ramadan TNI yang digelar serentak di seluruh Indonesia. Pusat kegiatan nasional berlangsung di GOR Ahmad Yani Mabes TNI yang menghubungkan […]

  • Pos TNI AL Selatpanjang Temukan Korban Terakhir Kapal Karam di Kepulauan Meranti

    Pos TNI AL Selatpanjang Temukan Korban Terakhir Kapal Karam di Kepulauan Meranti

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Kepulauan Meranti – Pos TNI AL (Posal) Selatpanjang bersama Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban terakhir kapal pompong yang tenggelam di Perairan Desa Mengkikip, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (6/8/2026). Penemuan tersebut mengakhiri operasi pencarian yang berlangsung selama empat hari sejak kapal pengangkut pekerja penebang sagu itu karam akibat cuaca buruk. Seluruh […]

  • Sumur Bor Pertama di Keakwa Akhiri Ketergantungan Air Hujan, Warga Nikmati Akses Air Bersih

    Sumur Bor Pertama di Keakwa Akhiri Ketergantungan Air Hujan, Warga Nikmati Akses Air Bersih

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Mimika, 23 Mei 2026 – Satgas TMMD Reguler ke-128 Kodim 1710/Mimika menghadirkan sumur bor pertama di Kampung Keakwa, Distrik Mimika Tengah, sebagai solusi krisis air bersih. Program tersebut menjawab kebutuhan mendesak masyarakat di wilayah pedalaman Kabupaten Mimika yang selama ini hanya mengandalkan air hujan. Selama bertahun-tahun, warga Kampung Keakwa menghadapi keterbatasan air bersih untuk kebutuhan […]

  • Lanal Sibolga Rayakan HUT Ke-80 TNI AL dengan Upacara dan Pemotongan Tumpeng

    Lanal Sibolga Rayakan HUT Ke-80 TNI AL dengan Upacara dan Pemotongan Tumpeng

    • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Sibolga – Semangat kebanggaan dan kekeluargaan terasa hangat di Lapangan Trisila Mako Lanal Sibolga, Rabu (10/9/2025). Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Sibolga menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 TNI Angkatan Laut dengan penuh khidmat, sekaligus melanjutkan perayaan dengan syukuran sederhana di Aula Zulkifli Tanjung. Prajurit dan Pegawai Negeri Sipil Lanal Sibolga hadir lengkap bersama […]

  • Jam Kiamat 2025: Dunia Semakin Dekat dengan Titik Kehancuran

    Jam Kiamat 2025: Dunia Semakin Dekat dengan Titik Kehancuran

    • calendar_month Rabu, 29 Jan 2025
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Tentang ancaman besar yang kita hadapi. Para pemimpin dunia harus memulai diskusi dan mengambil langkah nyata sebelum terlambat

expand_less