TNI Habema Amankan Kembali Senjata Caracal dan 17 Butir Amunisi di Maybrat
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Maybrat, Papua Barat Daya – Tim gabungan Koops TNI Habema mengamankan kembali satu pucuk senjata api laras panjang jenis Caracal beserta 17 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Jumat (16/10/2026).
Menurut keterangan Penerangan Koops TNI Habema, senjata tersebut sebelumnya dirampas kelompok bersenjata OPM Kodap IV/Sorong Raya saat menyerang personel Satgas Yonif 9 Marinir di wilayah Sory pada 22 Maret 2026.
Tim gabungan menemukan senjata itu setelah menindaklanjuti informasi dari proses pengamanan dan pendalaman terhadap sejumlah orang yang disebut memiliki informasi terkait keberadaannya.
Operasi tersebut melibatkan Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 9 Marinir, Denkul 4/Rajawali V dari Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad, serta Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 764/IB.
Koops TNI Habema menyatakan pengamanan kembali senjata tersebut merupakan bagian dari upaya mencegah penyalahgunaan senjata api yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat maupun aparat.
Pendalaman Informasi Mengarah pada Lokasi Senjata
Berdasarkan laporan satuan, pengungkapan keberadaan senjata berawal dari pendalaman informasi setelah aparat mengamankan Wapangkodap IV/Sorong Raya, Zakarias Fatem.
Laporan tersebut juga menyebut informasi dari Anton Fatem dan Yesias Fatem, yang menurut sumber sebelumnya lolos dari penyergapan di Sungai Kamundan sebelum akhirnya menyerah.
Namun, keterangan yang tersedia belum menjelaskan secara terperinci waktu penyerahan diri keduanya, lokasi penyerahan, maupun peran masing-masing dalam mengungkap keberadaan senjata.
Melalui komunikasi dan pendalaman informasi, tim gabungan memperoleh petunjuk mengenai lokasi senjata Caracal yang sebelumnya dirampas dalam serangan di wilayah Sory.
Personel kemudian menelusuri informasi tersebut hingga menemukan dan mengamankan senjata beserta 17 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter.
Meski demikian, laporan yang tersedia belum merinci titik penemuan, kondisi senjata, ataupun proses teknis yang mengantarkan tim ke lokasi penyimpanan.
Rincian tersebut penting untuk memberikan gambaran utuh mengenai proses pencarian sekaligus memperjelas rangkaian tindakan aparat dalam mengamankan barang bukti.
Pangkoops Tekankan Profesionalisme dan Ketentuan Hukum
Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto mengapresiasi kerja sama antarsatuan dalam proses pencarian dan pengamanan kembali senjata tersebut.
Ia menilai koordinasi, ketelitian dalam mengolah informasi, dan profesionalisme personel berperan penting dalam mendukung keberhasilan operasi.
“Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya sinergi antarsatuan, ketelitian informasi, dan profesionalisme prajurit,” ujar Riyanto dalam keterangan Penerangan Koops TNI Habema.
Menurutnya, pengamanan senjata tersebut bertujuan mengurangi risiko penyalahgunaan senjata api yang dapat membahayakan masyarakat maupun aparat keamanan.
“Pengamanan kembali senjata tersebut merupakan bagian dari upaya mencegah penyalahgunaan senjata api yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat maupun aparat,” katanya.
Riyanto juga menegaskan bahwa setiap tindakan aparat harus mengutamakan profesionalisme, ketepatan sasaran, dan kepatuhan terhadap hukum.
Ia menekankan pentingnya pendekatan yang terukur dengan tetap menghormati nilai-nilai kemanusiaan dalam pelaksanaan tugas di wilayah operasi.
Prinsip tersebut menjadi penting agar upaya pengamanan berjalan seiring dengan perlindungan masyarakat dan penghormatan terhadap ketentuan hukum yang berlaku.
Pencarian Senjata Lain Masih Berlanjut
Selain mengamankan senjata Caracal, Koops TNI Habema menyatakan masih mendalami informasi mengenai keberadaan satu pucuk senjata api jenis K3 Daewoo di wilayah Maybrat.
Berdasarkan informasi awal yang diterima satuan, senjata tersebut diduga masih tersimpan di wilayah tersebut.
Namun, keberadaan senjata K3 Daewoo itu belum terkonfirmasi melalui penemuan sebagaimana senjata Caracal yang diamankan pada Jumat.
Karena itu, proses pencarian dan pendalaman informasi masih diperlukan untuk memastikan lokasi serta status senjata tersebut.
Koops TNI Habema menyatakan akan menyampaikan perkembangan berikutnya berdasarkan hasil kegiatan dan informasi yang telah terverifikasi.
Di sisi lain, satuan tersebut menegaskan bahwa pengamanan wilayah perlu berjalan bersama pendekatan kemanusiaan agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman.
Koops TNI Habema juga menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan pelayanan publik dan membuka ruang bagi terciptanya situasi damai di Papua.
Pengamanan kembali senjata Caracal beserta amunisinya menjadi perkembangan dalam upaya penanganan keamanan di Maybrat, sedangkan pencarian senjata K3 Daewoo masih menunggu hasil pendalaman lebih lanjut.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

