Senin, 26 Okt 2026
Gensa Media Indonesia » OPINI » Skena: Gaya Hidup Anak Muda yang Lagi Ngetren, Kamu Termasuk?

Skena: Gaya Hidup Anak Muda yang Lagi Ngetren, Kamu Termasuk?

  • account_circle Tama
  • calendar_month Minggu, 6 Apr 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Opini – Istilah “skena” kini semakin sering terdengar di media sosial, percakapan antar anak muda, hingga menjadi identitas gaya hidup yang khas. Namun, apa itu skena sebenarnya?

Secara sederhana, “skena” berasal dari kata scene dalam Bahasa Inggris, yang berarti suatu lingkungan atau komunitas yang memiliki minat atau ketertarikan yang sama, terutama dalam bidang musik, fashion, hingga gaya hidup.

Di Indonesia, istilah ini telah mengalami pergeseran makna dan menjadi bagian dari kultur urban anak muda, khususnya di kalangan milenial dan Gen Z.

Skena kini identik dengan komunitas yang memiliki gaya berpakaian khas, selera musik yang eklektik, dan kecenderungan untuk hadir dalam event-event indie atau alternatif.

Lebih dari sekadar gaya, gaya hidup skena juga mencerminkan nilai-nilai kebebasan berekspresi, keberagaman, dan solidaritas dalam komunitas.

Siapa Saja yang Termasuk dalam Gaya Hidup Skena?

Tidak ada aturan baku tentang siapa yang bisa menjadi bagian dari skena. Namun, sebagian besar pengikut gaya hidup ini adalah anak muda di rentang usia 17 hingga 30 tahun.

Mereka biasanya berasal dari lingkungan perkotaan dan memiliki akses pada budaya populer global serta lokal.

Menurut RF, seorang penggiat komunitas musik indie di Jakarta, “Anak-anak skena itu bukan soal penampilan aja. Mereka punya cara pandang sendiri terhadap kehidupan, musik, dan komunitas. Yang penting itu vibe-nya.”

Bagi generasi milenial dan Gen Z, bergabung dengan skena adalah bagian dari pencarian jati diri sekaligus bentuk eksistensi sosial.

Mereka ingin terlihat berbeda, unik, namun tetap menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar, yakni komunitas yang sefrekuensi.

Kapan dan Bagaimana Skena Tumbuh?

Fenomena skena di Indonesia mulai terlihat sejak awal 2000-an, seiring dengan berkembangnya musik indie dan munculnya berbagai komunitas kreatif di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya.

Baca juga :  Lebaran Usai, Ancaman Cicilan Kendaraan Macet Mengintai: Simak Solusinya

Pada masa itu, band-band alternatif seperti Efek Rumah Kaca, White Shoes & The Couples Company, dan Seringai mulai populer di kalangan anak muda yang mencari alternatif dari arus utama (mainstream).

Kehadiran media sosial juga mempercepat pertumbuhan skena dengan memungkinkan anak muda berbagi selera musik, fashion, dan kegiatan komunitas secara lebih luas.

Kini, skena tidak hanya berkembang di ruang fisik seperti gigs, pameran seni, atau bazar kreatif, tetapi juga menjelma menjadi gaya hidup digital.

Konten TikTok dan Instagram dengan tagar #anakSkena atau #skenascene semakin mengukuhkan identitas mereka di ruang publik.

Di Mana Gaya Hidup Skena Berkembang?

Gaya hidup skena paling kentara terlihat di wilayah perkotaan yang memiliki akses terhadap perkembangan budaya populer dan infrastruktur kreatif.

Kota seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Bali menjadi pusat perkembangan skena.

Beberapa titik kumpul favorit anak skena meliputi:

  • Kafe atau coffee shop berkonsep vintage atau industrial
  • Studio seni dan galeri independen
  • Ruang komunitas kreatif dan co-working space
  • Event seperti gigs, art market, dan festival film

Namun, dengan perkembangan digital, gaya hidup ini kini tak terbatas lokasi.

Banyak anak muda dari kota-kota kecil yang juga mengadopsi elemen-elemen skena melalui media sosial dan platform streaming musik.

Mengapa Gaya Hidup Skena Menarik?

Ada beberapa alasan mengapa gaya hidup skena menarik bagi anak muda:

  1. Kebebasan Ekspresi
    Skena memberikan ruang bagi individu untuk mengekspresikan diri secara otentik melalui fashion, musik, hingga ideologi.

  2. Komunitas yang Inklusif
    Komunitas skena cenderung terbuka dan inklusif, menerima perbedaan dan menghargai keberagaman.

  3. Anti-Mainstream
    Anak skena sering memposisikan diri sebagai bagian dari kultur tandingan, menawarkan alternatif dari budaya arus utama yang dianggap terlalu komersial.

  4. Identitas Sosial
    Bergabung dalam skena memberikan identitas sosial tertentu yang diakui dan dihargai oleh sesama anggota komunitas.

  5. Koneksi Emosional Lewat Musik
    Musik indie, punk, emo, shoegaze, hingga folk menjadi medium penting dalam menyampaikan emosi dan nilai-nilai dalam skena.
Baca juga :  Ketegasan Pemkot Bekasi Diuji dalam Kasus PPPK Pengguna Narkotika

Bagaimana Ciri-Ciri Anak Skena?

Untuk mengenali anak skena, berikut beberapa ciri khas mereka:

1. Fashion yang Unik dan Nostalgik

  • Celana kargo, jeans baggy, atau celana wide-leg
  • Kaos band indie atau t-shirt thrift dengan desain vintage
  • Jaket denim atau oversize
  • Sepatu sneakers klasik seperti Converse, Vans, atau Dr. Martens
  • Aksesori seperti kacamata retro, tote bag, dan beanie

2. Selera Musik Alternatif

  • Band lokal seperti .Feast, Hindia, Reality Club, dan The Adams
  • Genre musik yang beragam seperti indie rock, dream pop, post-punk revival, hingga folk eksperimental

3. Aktif di Event Komunitas

  • Sering hadir di gigs, bazar kreatif, pemutaran film indie, atau diskusi publik

4. Kritik Sosial dan Kesadaran Kolektif

  • Tidak jarang anak skena memiliki kepedulian terhadap isu sosial seperti lingkungan, hak asasi, dan keadilan budaya.

Kesimpulan

Gaya hidup skena telah menjadi simbol pergerakan budaya anak muda yang menolak untuk diseragamkan.

Ia tumbuh dari komunitas-komunitas kecil, berkembang lewat musik dan fashion, dan kini menjadi bagian dari identitas urban milenial dan Gen Z.

Dengan karakter yang inklusif, dinamis, dan kreatif, skena menjadi ruang alternatif bagi anak muda untuk mengeksplorasi jati diri mereka sekaligus membangun koneksi sosial.

Jadi, apakah kamu merasa sefrekuensi dengan gaya hidup skena? Atau justru punya cerita sendiri tentang komunitas anak muda yang kamu ikuti?

***/

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Tama adalah jurnalis Gensa Media Indonesia yang menjalankan tugas peliputan dan pemberitaan secara profesional, independen, berimbang, serta mengedepankan akurasi, verifikasi fakta, dan Kode Etik Jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Interesting

  • Satgas Pamtas RI-PNG Bongkar Empat Kebun Ganja Tersembunyi di Pegunungan Bintang, Papua

    Satgas Pamtas RI-PNG Bongkar Empat Kebun Ganja Tersembunyi di Pegunungan Bintang, Papua

    • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Pegunungan Bintang, Papua – Keberhasilan membanggakan dicatat Satgas Gabungan Pamtas RI–PNG dalam operasi pengamanan perbatasan. Pada Selasa (23/9/2025), Yonif 751/Vira Jaya Sakti (VJS) bersama Satgas Prayudha dan Satgas Ketapang berhasil menemukan empat kebun ganja tersembunyi di Kampung Aldom, Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang. Penemuan ini bermula dari hasil pemantauan drone Satgas Ketapang yang mendeteksi aktivitas […]

  • Pangdam Jaya Pimpin Sertijab Pejabat Kodam, Tekankan Regenerasi dan Penguatan Kinerja Organisasi

    Pangdam Jaya Pimpin Sertijab Pejabat Kodam, Tekankan Regenerasi dan Penguatan Kinerja Organisasi

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta Timur, 7 Juli 2026 – Panglima Kodam Jaya/Jayakarta Letjen TNI Deddy Suryadi memimpin Tradisi Korps dan Serah Terima Jabatan (Sertijab) sejumlah pejabat Kodam Jaya/Jayakarta di Aula Jenderal Sudirman, Makodam Jaya, Jakarta Timur, Selasa (7/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan organisasi dan personel TNI Angkatan Darat untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan […]

  • Wapang TNI Dampingi Menhan Sambut ITS Giuseppe Garibaldi

    Wapang TNI Dampingi Menhan Sambut ITS Giuseppe Garibaldi

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta, 18 September 2026 – Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita mendampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyambut kedatangan ITS Giuseppe Garibaldi. Penyambutan kapal induk ringan milik Pemerintah Italia itu berlangsung di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat. Tandyo bersama Menhan dan para Kepala Staf Angkatan menyambut kedatangan kapal tersebut sebagai bagian […]

  • Satgas TNI AD Percepat Rehab Musholla Al Huda di Mentawai

    Satgas TNI AD Percepat Rehab Musholla Al Huda di Mentawai

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Faisal Ryanggie Fermana
    • 0Komentar

    Mentawai – Personel Satgas Karya Bakti TNI AD untuk Rakyat Tahun Anggaran 2026 terus mempercepat pembangunan sasaran fisik di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Hingga Selasa (26/5/2026), rehabilitasi Musholla Al Huda di Bukit Pamewa, Kecamatan Sipora Utara, memasuki tahap pemasangan batu bata pada bagian dinding bangunan. Pekerjaan tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam proses […]

  • Lanal Tual Musnahkan 13.810 Liter Sopi Ilegal, Cegah Konflik Sosial di Maluku Tenggara

    Lanal Tual Musnahkan 13.810 Liter Sopi Ilegal, Cegah Konflik Sosial di Maluku Tenggara

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Ia mendorong agar selain Kota Tual yang sudah memiliki perda larangan sopi, Kabupaten Maluku Tenggara juga segera menetapkan

  • Komnas HAM Imbau Semua Pihak Hentikan Kekerasan di Papua

    Komnas HAM Imbau Semua Pihak Hentikan Kekerasan di Papua

    • calendar_month Jumat, 20 Des 2024
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    Kami menyerukan semua pihak untuk menghentikan kekerasan yang mengancam keselamatan warga, khususnya warga sipil

expand_less