Minggu, 4 Okt 2026
Beranda » OPINI » Skena: Gaya Hidup Anak Muda yang Lagi Ngetren, Kamu Termasuk?

Skena: Gaya Hidup Anak Muda yang Lagi Ngetren, Kamu Termasuk?

  • account_circle Tama
  • calendar_month Minggu, 6 Apr 2025
  • print Cetak

Opini – Istilah “skena” kini semakin sering terdengar di media sosial, percakapan antar anak muda, hingga menjadi identitas gaya hidup yang khas. Namun, apa itu skena sebenarnya?

Secara sederhana, “skena” berasal dari kata scene dalam Bahasa Inggris, yang berarti suatu lingkungan atau komunitas yang memiliki minat atau ketertarikan yang sama, terutama dalam bidang musik, fashion, hingga gaya hidup.

Di Indonesia, istilah ini telah mengalami pergeseran makna dan menjadi bagian dari kultur urban anak muda, khususnya di kalangan milenial dan Gen Z.

Skena kini identik dengan komunitas yang memiliki gaya berpakaian khas, selera musik yang eklektik, dan kecenderungan untuk hadir dalam event-event indie atau alternatif.

Lebih dari sekadar gaya, gaya hidup skena juga mencerminkan nilai-nilai kebebasan berekspresi, keberagaman, dan solidaritas dalam komunitas.

Siapa Saja yang Termasuk dalam Gaya Hidup Skena?

Tidak ada aturan baku tentang siapa yang bisa menjadi bagian dari skena. Namun, sebagian besar pengikut gaya hidup ini adalah anak muda di rentang usia 17 hingga 30 tahun.

Mereka biasanya berasal dari lingkungan perkotaan dan memiliki akses pada budaya populer global serta lokal.

Menurut RF, seorang penggiat komunitas musik indie di Jakarta, “Anak-anak skena itu bukan soal penampilan aja. Mereka punya cara pandang sendiri terhadap kehidupan, musik, dan komunitas. Yang penting itu vibe-nya.”

Bagi generasi milenial dan Gen Z, bergabung dengan skena adalah bagian dari pencarian jati diri sekaligus bentuk eksistensi sosial.

Mereka ingin terlihat berbeda, unik, namun tetap menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar, yakni komunitas yang sefrekuensi.

Kapan dan Bagaimana Skena Tumbuh?

Fenomena skena di Indonesia mulai terlihat sejak awal 2000-an, seiring dengan berkembangnya musik indie dan munculnya berbagai komunitas kreatif di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya.

Pilihan Editor :  Cara Hidup Hemat Ala Miliarder: Inspirasi Sederhana yang Bisa Anda Terapkan

Pada masa itu, band-band alternatif seperti Efek Rumah Kaca, White Shoes & The Couples Company, dan Seringai mulai populer di kalangan anak muda yang mencari alternatif dari arus utama (mainstream).

Kehadiran media sosial juga mempercepat pertumbuhan skena dengan memungkinkan anak muda berbagi selera musik, fashion, dan kegiatan komunitas secara lebih luas.

Kini, skena tidak hanya berkembang di ruang fisik seperti gigs, pameran seni, atau bazar kreatif, tetapi juga menjelma menjadi gaya hidup digital.

Konten TikTok dan Instagram dengan tagar #anakSkena atau #skenascene semakin mengukuhkan identitas mereka di ruang publik.

Di Mana Gaya Hidup Skena Berkembang?

Gaya hidup skena paling kentara terlihat di wilayah perkotaan yang memiliki akses terhadap perkembangan budaya populer dan infrastruktur kreatif.

Kota seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Bali menjadi pusat perkembangan skena.

Beberapa titik kumpul favorit anak skena meliputi:

  • Kafe atau coffee shop berkonsep vintage atau industrial
  • Studio seni dan galeri independen
  • Ruang komunitas kreatif dan co-working space
  • Event seperti gigs, art market, dan festival film

Namun, dengan perkembangan digital, gaya hidup ini kini tak terbatas lokasi.

Banyak anak muda dari kota-kota kecil yang juga mengadopsi elemen-elemen skena melalui media sosial dan platform streaming musik.

Mengapa Gaya Hidup Skena Menarik?

Ada beberapa alasan mengapa gaya hidup skena menarik bagi anak muda:

  1. Kebebasan Ekspresi
    Skena memberikan ruang bagi individu untuk mengekspresikan diri secara otentik melalui fashion, musik, hingga ideologi.

  2. Komunitas yang Inklusif
    Komunitas skena cenderung terbuka dan inklusif, menerima perbedaan dan menghargai keberagaman.

  3. Anti-Mainstream
    Anak skena sering memposisikan diri sebagai bagian dari kultur tandingan, menawarkan alternatif dari budaya arus utama yang dianggap terlalu komersial.

  4. Identitas Sosial
    Bergabung dalam skena memberikan identitas sosial tertentu yang diakui dan dihargai oleh sesama anggota komunitas.

  5. Koneksi Emosional Lewat Musik
    Musik indie, punk, emo, shoegaze, hingga folk menjadi medium penting dalam menyampaikan emosi dan nilai-nilai dalam skena.
Pilihan Editor :  Satgas Pamtas Yonif 126/KC Bersama Puskesmas Kombut Hadirkan Layanan Kesehatan Keliling di Amuan

Bagaimana Ciri-Ciri Anak Skena?

Untuk mengenali anak skena, berikut beberapa ciri khas mereka:

1. Fashion yang Unik dan Nostalgik

  • Celana kargo, jeans baggy, atau celana wide-leg
  • Kaos band indie atau t-shirt thrift dengan desain vintage
  • Jaket denim atau oversize
  • Sepatu sneakers klasik seperti Converse, Vans, atau Dr. Martens
  • Aksesori seperti kacamata retro, tote bag, dan beanie

2. Selera Musik Alternatif

  • Band lokal seperti .Feast, Hindia, Reality Club, dan The Adams
  • Genre musik yang beragam seperti indie rock, dream pop, post-punk revival, hingga folk eksperimental

3. Aktif di Event Komunitas

  • Sering hadir di gigs, bazar kreatif, pemutaran film indie, atau diskusi publik

4. Kritik Sosial dan Kesadaran Kolektif

  • Tidak jarang anak skena memiliki kepedulian terhadap isu sosial seperti lingkungan, hak asasi, dan keadilan budaya.

Kesimpulan

Gaya hidup skena telah menjadi simbol pergerakan budaya anak muda yang menolak untuk diseragamkan.

Ia tumbuh dari komunitas-komunitas kecil, berkembang lewat musik dan fashion, dan kini menjadi bagian dari identitas urban milenial dan Gen Z.

Dengan karakter yang inklusif, dinamis, dan kreatif, skena menjadi ruang alternatif bagi anak muda untuk mengeksplorasi jati diri mereka sekaligus membangun koneksi sosial.

Jadi, apakah kamu merasa sefrekuensi dengan gaya hidup skena? Atau justru punya cerita sendiri tentang komunitas anak muda yang kamu ikuti?

***/

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Tama adalah jurnalis Gensa Media Indonesia yang menjalankan tugas peliputan dan pemberitaan secara profesional, independen, berimbang, serta mengedepankan akurasi, verifikasi fakta, dan Kode Etik Jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Menarik Dibaca

  • Momentum Hari Ibu, RHN Sampaikan Permohonan Resmi kepada Presiden Prabowo

    Momentum Hari Ibu, RHN Sampaikan Permohonan Resmi kepada Presiden Prabowo

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Kontributor
    • 0Komentar

    Hari ini kami mengetuk pintu negara dengan doa dan harapan agar Ibu Pertiwi yang terluka dapat segera dipulihkan. Negara diharapkan hadir

  • Dankodaeral IX Terima Courtesy Call Pelni Ambon

    Dankodaeral IX Terima Courtesy Call Pelni Ambon

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    TNI AL, Ambon — Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) IX, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., menerima Courtesy Call dari Kepala Kantor Cabang PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Ambon, Marthin Heryanto, di Lobby Mako Kodaeral IX, Kamis (13/11/2025). Kunjungan kehormatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan kelembagaan antara TNI AL dan Pelni, […]

  • Cara Menjadi Affiliator Banyak Duit Dengan Cepat

    Cara Menjadi Affiliator Banyak Duit Dengan Cepat

    • calendar_month Senin, 9 Jan 2023
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    Jika Anda ingin menjadi affiliator dan menghasilkan banyak uang dengan cepat, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan: Niche  Pilih niche atau topik yang populer dan memiliki kebutuhan yang tinggi. Misalnya, produk kecantikan, kebugaran, atau teknologi. Benar, memilih niche atau topik yang populer dan memiliki kebutuhan yang tinggi adalah salah satu cara untuk meningkatkan kemungkinan […]

  • Ratusan Peserta Ikuti Kemping ke Gunung Kota Bekasi Volume 9

    Ratusan Peserta Ikuti Kemping ke Gunung Kota Bekasi Volume 9

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle Ihwan Setiawan
    • 0Komentar

    gensa.club, BOGOR – Komunitas Kemping Ke Gunung Kota Bekasi menggelar kegiatan Volume 9 di Villa K’Boen Koe, Jalan Gunung Batu, Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 8-9 Agustus 2026. Kegiatan tersebut mempertemukan ratusan peserta dari berbagai usia dan latar belakang dalam agenda kebersamaan bersama keluarga di alam terbuka. Kegiatan yang mengusung tema […]

  • Pedagang Datangi DPRD Sumedang, Minta Pasar Parakan Muncang Direvitalisasi

    Pedagang Datangi DPRD Sumedang, Minta Pasar Parakan Muncang Direvitalisasi

    • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
    • account_circle Ujang Sunarya
    • 0Komentar

    Sumedang – Puluhan pedagang dari Pasar Parakan Muncang, Kecamatan Cimanggung, mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Sumedang pada Selasa (8/4) untuk menyuarakan keresahan mereka. Audiensi yang berlangsung di ruang rapat DPRD itu dipimpin langsung oleh Ketua DPRD H. Sidik Japar, S.E., dan didampingi oleh Ketua Komisi I Asep Kurnia, S.H., M.H., serta jajaran anggota Komisi I lainnya. […]

  • 13.130 Keluarga di Jatiasih Terima Bantuan Pangan untuk Tiga Bulan

    13.130 Keluarga di Jatiasih Terima Bantuan Pangan untuk Tiga Bulan

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle Ihwan Setiawan
    • 0Komentar

    BEKASI – Sebanyak 13.130 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, tercatat sebagai penerima bantuan pangan untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026. Penyaluran bantuan dilakukan melalui kantor kelurahan di masing-masing wilayah. Program tersebut mencakup enam kelurahan di Kecamatan Jatiasih. Pemerintah kecamatan menyatakan pengaturan penyaluran dilakukan di tingkat kelurahan untuk mendekatkan akses penerima […]

expand_less