Kamis, 15 Okt 2026
Beranda » BERITA » TNI dan Pemerintah Perkuat Penanggulangan Karhutla Jelang Puncak 2026

TNI dan Pemerintah Perkuat Penanggulangan Karhutla Jelang Puncak 2026

  • account_circle Sapto Handoko
  • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – TNI dan pemerintah memperkuat koordinasi menghadapi puncak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2026 melalui rapat bersama pemegang HGU dan PBPH.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menghadiri rapat koordinasi tersebut di Graha Marinir, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2026).

Rapat membahas langkah penanggulangan dan penanganan Karhutla dengan melibatkan pemerintah, pemegang Hak Guna Usaha (HGU), serta pemegang PBPH.

Menko Polkam Djamari Chaniago membuka rapat sekaligus menegaskan bahwa penanggulangan Karhutla membutuhkan tanggung jawab seluruh pihak.

“Penanggulangan karhutla adalah tanggung jawab bersama. Di dalamnya ada tanggung jawab moral, tanggung jawab jabatan, dan tanggung jawab hukum,” tegas Djamari.

Penegasan tersebut menunjukkan pemerintah tidak lagi menempatkan Karhutla sekadar sebagai persoalan teknis penanganan kebakaran.

Sebaliknya, pemerintah mendorong seluruh pihak mengambil tanggung jawab sejak tahap pencegahan hingga penanganan ketika kebakaran terjadi.

Pemerintah Tegaskan Tanggung Jawab Pemegang HGU dan PBPH

Djamari menegaskan pengendalian Karhutla bukan lagi sebatas imbauan, tetapi kewajiban yang harus dijalankan secara bersama.

Pemerintah, pemegang HGU, pemegang PBPH, dan seluruh unsur terkait harus memperkuat peran masing-masing dalam pengendalian Karhutla.

Kebijakan tersebut sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2026 tentang Penguatan Penegakan Larangan Pembukaan Lahan dengan Cara Membakar.

Presiden menerbitkan instruksi tersebut pada 31 Agustus 2026 sebagai landasan penguatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

Karena itu, rapat koordinasi menjadi ruang untuk menyatukan langkah pemerintah dengan para pemegang izin usaha dan pemanfaatan hutan.

Koordinasi tersebut penting untuk memastikan setiap unsur memahami tanggung jawabnya dalam menghadapi potensi kebakaran selama periode puncak Karhutla.

Selain memperkuat pencegahan, pemerintah juga membutuhkan kesiapan seluruh pihak dalam merespons kebakaran secara cepat dan terpadu.

Pilihan Editor :  Cara Cek Obat yang Ditanggung BPJS Kini Semakin Mudah

Langkah tersebut menjadi semakin penting karena Karhutla dapat mengancam keselamatan masyarakat sekaligus merusak kelestarian lingkungan.

TNI Siapkan Dukungan Personel dan Sarana

TNI menyatakan komitmen mendukung pemerintah melalui pengerahan personel dan sarana prasarana yang dimiliki.

Dukungan tersebut mencakup langkah pencegahan dan penanganan Karhutla bersama seluruh unsur terkait.

Melalui sinergi lintas sektor, TNI membantu memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran di berbagai wilayah.

Selain itu, keterlibatan TNI menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun respons terpadu terhadap ancaman Karhutla.

Pengerahan personel dan sarana juga menunjukkan kesiapan TNI mendukung penanganan kondisi yang dapat mengganggu keselamatan masyarakat.

Pada sisi lain, pemerintah menempatkan pemegang HGU dan PBPH sebagai unsur penting dalam pengendalian kebakaran.

Tanggung jawab tersebut berjalan beriringan dengan kewajiban pemerintah dan aparat dalam mencegah serta menangani Karhutla.

Sinergi Jadi Kunci Pengendalian Karhutla

Rapat koordinasi di Graha Marinir menegaskan bahwa pengendalian Karhutla membutuhkan kerja bersama, bukan langkah sektoral.

Pemerintah, TNI, pemegang HGU, PBPH, dan unsur terkait perlu menjaga koordinasi agar pencegahan berjalan konsisten.

Dengan demikian, penanganan Karhutla tidak hanya mengandalkan pengerahan personel ketika kebakaran muncul.

Upaya pencegahan, kesiapsiagaan, koordinasi, dan respons cepat harus berjalan secara terpadu untuk mengurangi risiko terhadap masyarakat serta lingkungan.

TNI bersama pemerintah berkomitmen mempertahankan sinergi tersebut dalam menghadapi puncak Karhutla 2026.

Komitmen itu sekaligus menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap larangan pembukaan lahan dengan cara membakar.

Pada akhirnya, keberhasilan pengendalian Karhutla membutuhkan tanggung jawab bersama dari seluruh pihak yang memiliki peran dalam pengelolaan wilayah dan lingkungan.

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Menarik Dibaca

  • Prajurit Posal Berakit Bergerak Cepat Bersihkan Pantai Tercemar Minyak

    Prajurit Posal Berakit Bergerak Cepat Bersihkan Pantai Tercemar Minyak

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Bintan – Prajurit Pos TNI Angkatan Laut Berakit melaksanakan aksi bersih pantai di Pelabuhan Pulau Pucung, Desa Malang Rapat, Bintan, Rabu (4/2/2026). Langkah ini merespons tumpahan limbah minyak di pesisir Bintan yang mengganggu aktivitas nelayan sekaligus menurunkan daya tarik pariwisata. Tim menemukan limbah minyak hitam dari sisa pembakaran kapal berupa oli dan solar yang kapal-kapal […]

  • Unit Rescue Damkar, Berhasil Evakuasi Korban Tenggelam di Sungai Jatirangga

    Unit Rescue Damkar, Berhasil Evakuasi Korban Tenggelam di Sungai Jatirangga

    • calendar_month Minggu, 8 Sep 2024
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    Korban tergelincir saat hendak menjemur pakaian di belakang rumahnya terdapat kali besar dengan ketinggian 30 meter, dan dinyatakan hilang pukul 09.00 pagi

  • Polres Gunung Mas Ringkus Buron Pembunuhan Tewah, Ditangkap di Pondok Wilayah Kapuas

    Polres Gunung Mas Ringkus Buron Pembunuhan Tewah, Ditangkap di Pondok Wilayah Kapuas

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Gunung Mas, 25 Mei 2026 – Polres Gunung Mas menangkap buronan kasus pembunuhan di Tewah secara cepat melalui operasi gabungan hingga ke wilayah Kapuas. Penangkapan dilakukan setelah penyelidikan intensif atas kasus pembunuhan yang menewaskan Fajar (37), warga Palangka Raya, pada awal Mei 2026. Kasat Reskrim AKP Agung Wijaya Kusuma memimpin langsung konferensi pers di Mapolres […]

  • Festival Pesona Jatigede Siap Ramaikan Sumedang, Promosikan Wisata Bendungan

    Festival Pesona Jatigede Siap Ramaikan Sumedang, Promosikan Wisata Bendungan

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Ujang Sunarya
    • 0Komentar

    Sumedang – Sumedang bersiap menyambut Festival Pesona Jatigede yang akan digelar pada 20 September 2025. Rapat koordinasi persiapan festival dipimpin Wakil Bupati Sumedang, Fajar Aldila, di Ruang Kareumbi, Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Senin (1/09/2025). Rakor membahas berbagai persiapan, mulai progres pasca-survei lokasi Jalan Lingkar Utara, penataan layout acara, hingga persiapan guest star. Wabup Fajar menegaskan […]

  • Ide Jualan Takjil Ramadan 2026, Modal Kecil Untung Besar

    Ide Jualan Takjil Ramadan 2026, Modal Kecil Untung Besar

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Nadya
    • 0Komentar

    Kuncinya terletak pada pemilihan produk yang tepat, lokasi strategis, pengelolaan modal yang disiplin, serta promosi digital yang konsisten.

  • Tim Kurash Indonesia Siap Guncang Kejuaraan Asia 2025

    Tim Kurash Indonesia Siap Guncang Kejuaraan Asia 2025

    • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta – Di tengah keterbatasan dana dan fasilitas, Tim Kurash Indonesia tetap mantap melangkah menuju Asian Kurash Championship 2025 yang akan digelar di Cheongju, Korea Selatan, 31 Juli hingga 5 Agustus 2025. Sebanyak enam atlet muda terbaik hasil seleksi nasional akan turun di tiga kelompok usia; Senior, Junior, dan Cadet, membawa misi tunggal, yaitu mengibarkan […]

expand_less