TNI Bangun Jalan 18 Kilometer, Buka Akses Enam Desa di Pandeglang
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 59 menit yang lalu
- print Cetak

Pandeglang – Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R menutup program Karya Bakti TNI Tahun Anggaran 2026 di Markas Yonif TP 842/Badak Sakti, Pandeglang, Banten, Jumat (9/10/2026).
Program tersebut menghadirkan pembangunan jalan sepanjang 18 kilometer untuk membuka akses enam desa, sekaligus memperkuat konektivitas wilayah dan mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.
Selain itu, Karya Bakti TNI mencakup pembangunan drainase sepanjang 15 kilometer serta sejumlah infrastruktur pendukung yang menyentuh kebutuhan dasar warga.
Wakil Panglima TNI berharap masyarakat dapat memanfaatkan sekaligus merawat fasilitas tersebut agar manfaat pembangunan berlangsung dalam jangka panjang.
Dalam keterangannya kepada awak media, Tandyo mengungkapkan bahwa warga setempat telah menantikan perbaikan akses jalan selama puluhan tahun.
“Karena tadi saya tanya ke banyak masyarakat, selama 35 tahun jalan ini tidak tersentuh. Dan hari ini kita bersyukur di tahun 2026 bertepatan dengan ulang tahun Indonesia yang ke-81, ini bisa dinikmati oleh masyarakat Pandeglang, khususnya Kecamatan Cimanggu,” ujarnya.
Pembangunan Menjangkau Jalan, Jembatan, dan Fasilitas Umum
Penutupan program Karya Bakti TNI berlangsung pada Jumat, 9 Oktober 2026, di Pandeglang, Banten, dengan menghadirkan sejumlah pejabat TNI dan mitra pemerintah.
Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota, Asrenum Panglima TNI Letjen TNI Candra Wijaya, serta Kaster TNI Letjen TNI Bambang Trisnohadi.
Selain jalan utama, program ini mencakup pembangunan jalan tambahan sepanjang 2,2 kilometer dan 22 gorong-gorong.
Personel pelaksana juga memperbaiki tujuh jembatan serta memasang bronjong pada tiga titik untuk mendukung kebutuhan infrastruktur di wilayah sasaran.
Selanjutnya, program tersebut menyentuh fasilitas pendidikan melalui revitalisasi sekolah dan fasilitas ibadah melalui rehabilitasi masjid serta musala.
Di Desa Cibadak, kegiatan ini juga mencakup pembangunan bak air untuk mendukung kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Pandeglang turut mengambil bagian melalui pembangunan dua titik sumur bor dan rehabilitasi empat unit rumah tidak layak huni (RTLH).
Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa Karya Bakti TNI tidak hanya berfokus pada akses transportasi, tetapi juga menjangkau fasilitas sosial dan kebutuhan dasar masyarakat.
Meski demikian, manfaat jangka panjangnya bergantung pada kualitas hasil pekerjaan, pemeliharaan rutin, serta dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah dan masyarakat.
Akses Jalan Diharapkan Menggerakkan Ekonomi Warga
Dalam keterangannya, Tandyo menekankan pentingnya pemeliharaan infrastruktur setelah program berakhir.
“Tolong dipelihara dan tetap hati-hati dalam kondisi apa pun,” ujarnya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak berhenti pada penyelesaian pekerjaan fisik.
Sebaliknya, masyarakat dan pemerintah daerah perlu menjaga kondisi jalan, drainase, jembatan, serta fasilitas pendukung agar tetap berfungsi sesuai kebutuhan.
Di sisi ekonomi, keberadaan jalan yang memadai berpotensi memperlancar mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian.
Dengan akses yang lebih baik, petani diharapkan dapat membawa hasil panen menuju pasar dengan lebih mudah, meskipun besarnya dampak terhadap biaya transportasi dan pendapatan warga masih memerlukan pengukuran lebih lanjut.
Selain mendukung kegiatan ekonomi, akses jalan juga berperan dalam menghubungkan masyarakat dengan fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, dan pusat kegiatan sosial.
Namun, bahan keterangan kegiatan ini belum memuat data mengenai jumlah warga penerima manfaat, kondisi jalan sebelum pembangunan, maupun target pemeliharaan setelah program berakhir.
Karena itu, evaluasi berkala diperlukan untuk mengukur sejauh mana pembangunan tersebut menjawab kebutuhan warga dan memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat.
Pemeliharaan Menjadi Kunci Keberlanjutan
Karya Bakti TNI Tahun Anggaran 2026 di Pandeglang menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai salah satu upaya memperkuat konektivitas dan mendukung kesejahteraan masyarakat.
Pernyataan Tandyo mengenai jalan yang selama 35 tahun belum tersentuh pembangunan menjadi gambaran kebutuhan infrastruktur yang ia temukan melalui percakapan dengan warga.
Meski demikian, penilaian menyeluruh terhadap keberhasilan program memerlukan data pembanding, termasuk kondisi akses sebelum pembangunan, kualitas hasil pekerjaan, serta perubahan mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Di sisi lain, pemerintah daerah dan masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga hasil pembangunan agar tidak cepat mengalami kerusakan.
Dengan pemeliharaan yang konsisten dan evaluasi yang terukur, infrastruktur tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi warga Kecamatan Cimanggu dan wilayah sekitarnya.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

