Taekwondo Indonesia Amankan Tiga Tiket Asian Games 2026, Siap Hadapi Persaingan Asia

Jakarta, 12 Juni 2026 – Pengurus Besar Taekwondo Indonesia memastikan tiga nomor lolos ke Asian Games Nagoya 2026 setelah menerima konfirmasi resmi dari Asian Taekwondo Union. Tambahan dua nomor kualifikasi...

-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

Jakarta, 12 Juni 2026 – Pengurus Besar Taekwondo Indonesia memastikan tiga nomor lolos ke Asian Games Nagoya 2026 setelah menerima konfirmasi resmi dari Asian Taekwondo Union.

Tambahan dua nomor kualifikasi melengkapi tiket sebelumnya dari M. Rizal pada nomor poomsae putra.

Dua tiket terbaru berasal dari sektor kyorugi putra kelas under 68 kilogram dan under 80 kilogram.

Ketua Umum PB Taekwondo Indonesia Letjen TNI Richard Tampubolon menilai pencapaian ini sebagai hasil konsistensi pembinaan atlet.

Keberhasilan ini menunjukkan peningkatan daya saing Indonesia di tengah ketatnya persaingan taekwondo Asia.

Sebelumnya, M. Rizal memastikan tiket pertama setelah meraih medali perunggu pada Kejuaraan Asia Taekwondo 2026 di Mongolia.

Pencapaian tersebut membuka jalan bagi Indonesia untuk tampil di nomor poomsae pada Asian Games mendatang.

Sementara itu, tiket kelas under 68 kilogram diperoleh melalui penampilan M. Bassam Raihan.

Bassam mengalahkan atlet Jepang Shoki Asada sebelum terhenti di perempat final oleh Samirkhon Ababakirov dari Kazakstan.

Meski gagal meraih medali, akumulasi poin kompetisi mengantarkan Indonesia meraih kuota di kelas tersebut.

Tiket berikutnya datang dari kelas under 80 kilogram melalui M. Raihan Fadhilah.

Raihan mencatat kemenangan atas atlet Nepal Abhishek Baral sebelum dihentikan wakil Uzbekistan J. Jaysunov.

Penampilan tersebut tetap memberikan kontribusi penting dalam perolehan kuota Indonesia menuju Nagoya.

Persaingan Ketat Menanti di Nagoya

Dengan tiga tiket yang telah diamankan, Indonesia kini bersiap menghadapi persaingan elite di tingkat Asia.

Nomor poomsae putra akan mempertemukan Indonesia dengan negara kuat seperti Korea Selatan, Iran, dan Chinese Taipei.

Pilihan Editor :  Brimob Polda Metro Jaya Santuni 17 Anak Yatim di Kwitang

Selain itu, Jepang sebagai tuan rumah serta negara Asia lainnya juga akan memperketat persaingan di nomor tersebut.

Di kelas under 68 kilogram, Indonesia akan menghadapi atlet dari China, Iran, Korea Selatan, hingga Uzbekistan.

Kelas ini dikenal sebagai salah satu kategori paling kompetitif dalam cabang olahraga taekwondo.

Sementara itu, kelas under 80 kilogram juga menghadirkan persaingan sengit dari negara-negara kuat Asia.

Atlet dari Iran, Korea Selatan, Uzbekistan, dan Thailand diperkirakan menjadi pesaing utama di kelas tersebut.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Taekwondo Indonesia, Pino Indra Perdana, menegaskan seleksi atlet masih terbuka.

“Siapa yang mewakili Indonesia belum final karena kami akan memilih atlet terbaik melalui pemantauan lanjutan,” ujar Pino.

Ia menyebut Kejuaraan Satria Nusantara di Bandung pada 3–5 Juli 2026 menjadi ajang evaluasi penting.

PBTI akan memantau performa atlet untuk menentukan komposisi tim terbaik menuju Asian Games.

Dengan demikian, tiket yang telah diamankan menjadi awal dari proses seleksi yang lebih ketat.

Indonesia menargetkan tidak hanya tampil, tetapi juga bersaing memperebutkan podium di Nagoya.

PBTI menegaskan komitmennya menyiapkan atlet terbaik agar mampu menghadapi dominasi negara kuat Asia.

Keberhasilan ini sekaligus menjadi indikator positif perkembangan taekwondo nasional dalam beberapa tahun terakhir.

Sumber: PB Taekwondo Indonesia

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *