SPMB Kota Bekasi Disorot, Program Sekolah Swasta Gratis Belum Maksimal Serap Siswa Baru

BEKASI – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kota Bekasi kembali menjadi sorotan. Program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) yang digagas untuk memperluas akses pendidikan bagi...

SPMB Kota Bekasi Disorot, Program Sekolah Swasta Gratis Belum Maksimal Serap Siswa Baru – Foto Istimewa
-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

BEKASI – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kota Bekasi kembali menjadi sorotan.

Program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) yang digagas untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat dinilai belum berjalan optimal.

Salah satu indikatornya terlihat dari rendahnya jumlah peserta didik baru yang diterima sejumlah sekolah swasta peserta program, termasuk SMP Islam As-Syafi’iyah 08 di Kecamatan Jatiasih yang hingga saat ini baru memperoleh 23 siswa dari target kuota sebanyak 70 siswa.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas implementasi program RSSG yang bertujuan membantu masyarakat memperoleh pendidikan gratis sekaligus mengoptimalkan daya tampung sekolah swasta di Kota Bekasi.

SMP Islam As-Syafi’iyah 08 yang berlokasi di Jalan As-Syafi’iyah Payangan RT 01/RW 07, Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih, merupakan salah satu sekolah swasta yang tergabung dalam program RSSG.

Sekolah berakreditasi B itu menawarkan pendidikan tanpa membebankan biaya kepada peserta didik.

Melalui program tersebut, seluruh biaya pendidikan, mulai dari biaya pendaftaran, uang pangkal atau gedung, Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP), hingga sejumlah biaya kegiatan sekolah, ditanggung sehingga orang tua tidak dikenakan pungutan.

Meski menawarkan pendidikan gratis, jumlah pendaftar masih jauh dari kuota yang disediakan.

Berdasarkan data sekolah, dari target penerimaan sebanyak 70 siswa, baru 23 siswa yang terdaftar.

Rinciannya, sebanyak 11 siswa mendaftar melalui sistem daring, sedangkan 12 siswa lainnya melakukan pendaftaran secara langsung ke sekolah.

Minimnya jumlah peserta didik baru tersebut disebut bukan hanya dialami SMP Islam As-Syafi’iyah 08.

Pilihan Editor :  Tribute Chairil Anwar di Bekasi Tegaskan Peran Budaya dan Ekspresi Publik

Berdasarkan informasi yang dihimpun, puluhan sekolah swasta peserta RSSG di Kota Bekasi juga menghadapi kondisi serupa dengan jumlah pendaftar yang relatif rendah dibandingkan kapasitas yang tersedia.

Program RSSG sendiri diharapkan menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan daya tampung sekolah negeri sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat memperoleh layanan pendidikan bermutu tanpa terkendala biaya.

Selain pembebasan biaya pendidikan, SMP Islam As-Syafi’iyah 08 juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar, antara lain ruang kelas interaktif, laboratorium komputer, lapangan serbaguna, masjid, serta kantin sekolah.

Kepala SMP Islam As-Syafi’iyah 08, Nunung Maliah, menilai rendahnya jumlah peserta didik baru menunjukkan bahwa pelaksanaan program RSSG belum berjalan sesuai tujuan awal.

Menurut dia, salah satu persoalan yang masih menjadi kendala adalah belum optimalnya mekanisme pengalihan calon peserta didik yang tidak tertampung di sekolah negeri menuju sekolah swasta peserta program RSSG.

“Sangat disayangkan program RSSG yang luar biasa ini belum berdampak maksimal karena lemahnya pengawalan sistem alokasi siswa dari sekolah negeri ke swasta, serta kurangnya komitmen nyata dari keputusan bersama yang sudah disepakati dengan BMPS. Banyak orang tua yang belum tahu bahwa ada opsi sekolah bermutu yang 100 persen gratis di dekat rumah mereka,” ujar Nunung.

Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak akan mengurangi komitmen sekolah dalam memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat.

“Kami di SMP Islam As-Syafi’iyah 08 menegaskan bahwa komitmen kami tidak akan pernah luntur. Kami akan terus memberikan pembelajaran yang bermutu, inovatif, dan berakhlak mulia bagi seluruh siswa. Pintu kami tetap terbuka bagi putra-putri bangsa yang ingin memperoleh pendidikan tanpa terhalang biaya,” katanya.

Pilihan Editor :  Bobihoe Targetkan Bekasi Lahirkan Atlet Basket Muda

Evaluasi Sistem Dinilai Perlu Dilakukan

Nunung berharap Pemerintah Kota Bekasi bersama seluruh pemangku kepentingan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap implementasi Sistem Penerimaan Murid Baru, khususnya terkait pelaksanaan program RSSG.

Menurutnya, tujuan menghadirkan pendidikan gratis melalui sekolah swasta akan sulit tercapai apabila koordinasi antarinstansi dan pelaksanaan kebijakan di lapangan tidak berjalan secara konsisten.

“Kami berharap pemerintah daerah dan instansi terkait tidak tinggal diam melihat kondisi ini.

Evaluasi terhadap sistem penerimaan murid baru dan distribusi siswa perlu segera dilakukan agar tujuan program benar-benar dirasakan masyarakat.

Jangan sampai niat baik sekolah swasta untuk membantu mencerdaskan bangsa dan meringankan beban ekonomi masyarakat tidak berjalan optimal karena lemahnya koordinasi,” ujarnya.

Berdasarkan hasil evaluasi internal yang disampaikan pihak sekolah, terdapat sedikitnya dua faktor yang dinilai berkontribusi terhadap rendahnya jumlah peserta didik pada program RSSG.

Pertama, mekanisme pengawasan terhadap distribusi calon peserta didik dinilai belum berjalan maksimal.

Pihak sekolah berpendapat bahwa apabila daya tampung sekolah negeri telah terpenuhi, calon peserta didik seharusnya dapat diarahkan ke sekolah swasta peserta RSSG yang masih memiliki kuota sesuai ketentuan yang berlaku.

Namun, menurut mereka, mekanisme tersebut belum terlihat berjalan secara efektif di lapangan.

Kedua, pihak sekolah menilai masih diperlukan penguatan komitmen seluruh pihak dalam menjalankan kesepakatan yang telah dibangun bersama Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) terkait pelaksanaan program RSSG.

Di sisi lain, pandangan tersebut merupakan penilaian dari pihak sekolah dan masih memerlukan tanggapan maupun penjelasan dari Pemerintah Kota Bekasi, Dinas Pendidikan Kota Bekasi, serta BMPS untuk memperoleh gambaran yang utuh mengenai implementasi program RSSG.

Program Rintisan Sekolah Swasta Gratis pada dasarnya dihadirkan sebagai salah satu upaya memperluas akses pendidikan sekaligus mengurangi beban ekonomi masyarakat.

Pilihan Editor :  Cara Main dan Pengertian Investasi Saham

Namun, rendahnya tingkat serapan siswa di sejumlah sekolah peserta menjadi catatan penting yang dapat menjadi bahan evaluasi bersama agar tujuan pemerataan layanan pendidikan di Kota Bekasi dapat tercapai secara lebih efektif pada tahun-tahun mendatang.**/Ihwan

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *