Satgas TNI AD Genjot Pembangunan RTLH Warga di Sipora Jaya
Kepulauan Mentawai – Personel Satgas Karya Bakti TNI AD untuk Rakyat Tahun Anggaran 2026 terus mempercepat pembangunan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Pada...

Kepulauan Mentawai – Personel Satgas Karya Bakti TNI AD untuk Rakyat Tahun Anggaran 2026 terus mempercepat pembangunan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.
Pada Senin (25/5/2026), pengerjaan difokuskan pada pemasangan plaster dan dinding papan rumah milik Roslina, warga Desa Sipora Jaya, Kecamatan Sipora Utara, yang menjadi salah satu penerima bantuan program tersebut.
Percepatan pembangunan dilakukan melalui kerja gotong royong antara personel TNI dan masyarakat setempat.
Tahapan pengerjaan itu menjadi bagian penting dalam penyelesaian rumah agar segera dapat ditempati dengan kondisi yang lebih aman, sehat, dan layak huni.
Sejumlah personel Satgas tampak bersama warga bahu-membahu menyelesaikan pemasangan dinding papan serta plaster bangunan.
Aktivitas tersebut tidak hanya menitikberatkan pada penyelesaian fisik rumah, tetapi juga mencerminkan pola pendekatan sosial melalui keterlibatan langsung masyarakat dalam proses pembangunan.
Program RTLH yang dijalankan melalui Karya Bakti TNI AD untuk Rakyat TA 2026 merupakan salah satu bentuk dukungan TNI terhadap percepatan pembangunan kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah terpencil dan terluar.
Kabupaten Kepulauan Mentawai menjadi salah satu wilayah sasaran karena masih terdapat warga yang tinggal di rumah dengan kondisi terbatas dan belum memenuhi standar kelayakan hunian.
Pemasangan plaster pada bangunan dilakukan untuk memperkuat struktur sekaligus meningkatkan kualitas dan ketahanan rumah.
Selain itu, tahap tersebut juga bertujuan menciptakan hasil bangunan yang lebih rapi dan tahan terhadap kondisi cuaca.
Sementara itu, pemasangan dinding papan dilakukan untuk mempercepat penyelesaian bagian utama rumah.
Material papan dipilih menyesuaikan kondisi geografis dan kebutuhan konstruksi di wilayah setempat.
Warga sekitar turut terlibat aktif membantu proses pengerjaan.
Keterlibatan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat penyelesaian sasaran fisik program RTLH tersebut.
Program Karya Bakti TNI AD selama ini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat hubungan sosial antara aparat negara dan masyarakat melalui semangat kebersamaan.
Di sejumlah daerah, pendekatan gotong royong masih menjadi metode efektif dalam mendukung pembangunan berbasis partisipasi warga.
Gotong Royong Jadi Faktor Percepatan
Masyarakat Desa Sipora Jaya menyambut positif perkembangan pembangunan rumah milik Roslina.
Warga berharap proses pengerjaan dapat segera rampung sehingga rumah tersebut bisa ditempati dalam kondisi lebih layak dibanding sebelumnya.
Selain memberikan manfaat langsung kepada penerima bantuan, keberadaan program RTLH juga dinilai mampu mendorong tumbuhnya solidaritas sosial di tengah masyarakat desa.
Interaksi yang terbangun selama proses pengerjaan memperlihatkan kolaborasi antara TNI dan warga dalam menyelesaikan kebutuhan dasar masyarakat.
Pelaksanaan program di wilayah Kepulauan Mentawai juga menghadapi sejumlah tantangan geografis, mulai dari akses distribusi material hingga kondisi cuaca yang dapat memengaruhi proses pembangunan.
Meski demikian, Satgas tetap berupaya menjaga target penyelesaian pekerjaan melalui koordinasi bersama pemerintah desa dan masyarakat setempat.
Program RTLH menjadi salah satu bagian dari upaya pemerataan pembangunan sosial di wilayah terpencil.
Kehadiran personel Satgas di lapangan diharapkan tidak hanya menyelesaikan sasaran fisik pembangunan rumah, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kerja nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dengan progres pengerjaan yang terus berjalan, rumah milik Roslina ditargetkan dapat segera selesai dan digunakan sebagai hunian yang lebih aman, sehat, dan nyaman bagi keluarga penerima manfaat.**/Fais









