Ribuan Buruh Padati Monas, Presiden Prabowo Hadiri May Day 2026
aksi juga berlangsung di wilayah lain seperti Banda Aceh, Batam, Palembang, Banjarmasin, hingga kawasan industri seperti Morowali

JAKARTA – Ribuan buruh dari berbagai serikat pekerja memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, Jumat (1/5).
Sejak pagi, massa telah berkumpul di lokasi dengan membawa berbagai atribut organisasi, sementara Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir dalam peringatan tahunan tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan, massa mulai memenuhi kawasan Monas sejak sekitar pukul 08.18 WIB.
Konsentrasi peserta terlihat di area lapangan barat, yang menjadi pusat kegiatan dengan panggung utama sebagai titik orasi.
Ribuan peserta aksi tampak mengenakan atribut serikat masing-masing, lengkap dengan bendera yang dikibarkan tinggi di atas kerumunan.
Situasi di lokasi terpantau padat, namun relatif terkendali.
Aparat gabungan dari TNI dan Polri disiagakan di sejumlah titik strategis guna menjaga keamanan dan kelancaran acara.
Kehadiran petugas juga difokuskan untuk mengatur arus massa serta mengantisipasi potensi gangguan selama kegiatan berlangsung.
Selain di area utama Monas, kepadatan juga terjadi di sejumlah ruas jalan menuju lokasi.
Puluhan bus dan kendaraan pribadi yang mengangkut peserta aksi tampak mengarah ke kawasan tersebut dengan pengawalan dari petugas Satuan Lalu Lintas Kepolisian.
Kepadatan lalu lintas sempat mengular dari kawasan Kwitang hingga Jalan Medan Merdeka Barat.
Meski demikian, antusiasme peserta tidak surut. Sebagian massa memilih berjalan kaki menuju Monas untuk menghindari kemacetan.
Tidak hanya buruh dari sektor formal, peringatan May Day tahun ini juga diikuti oleh komunitas pengemudi ojek daring yang turut menyuarakan aspirasi mereka terkait kondisi kerja dan kesejahteraan.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Ketua Umum Partai Buruh, Said Iqbal, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo dijadwalkan hadir langsung dalam peringatan May Day 2026 di Monas.
Kehadiran kepala negara dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat dialog antara pemerintah dan kalangan pekerja.
Said Iqbal juga mengungkapkan bahwa sebelumnya terdapat rencana sebagian massa untuk menggelar aksi lanjutan di depan Gedung DPR RI.
Namun, rencana tersebut dibatalkan setelah dilakukan dialog antara perwakilan buruh dengan pemerintah.
Diperkirakan sekitar 100 ribu buruh dari berbagai elemen serikat pekerja akan menghadiri peringatan May Day di Monas tahun ini.
Jumlah tersebut mencerminkan tingginya partisipasi pekerja dalam menyampaikan aspirasi secara terbuka dan kolektif.
Aksi Serentak di Berbagai Daerah
Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 tidak hanya terpusat di Jakarta.
Aksi serupa juga digelar secara serentak di 38 provinsi dan lebih dari 350 kota di seluruh Indonesia.
Sejumlah kota besar seperti Bandung, Semarang, Surabaya, hingga Makassar menjadi titik konsentrasi massa di daerah.
Selain itu, aksi juga berlangsung di wilayah lain seperti Banda Aceh, Batam, Palembang, Banjarmasin, hingga kawasan industri seperti Morowali.
Penyelenggaraan aksi secara nasional ini menunjukkan bahwa isu ketenagakerjaan masih menjadi perhatian luas di berbagai daerah.
Para buruh memanfaatkan momentum May Day untuk menyuarakan tuntutan terkait upah layak, perlindungan kerja, hingga kepastian hukum dalam hubungan industrial.
Hingga berita ini terbit, kegiatan peringatan May Day di kawasan Monas masih berlangsung dengan pengamanan ketat aparat.
Belum ada laporan resmi terkait gangguan keamanan maupun insiden menonjol selama pelaksanaan aksi.**/red










