Sabtu, 7 Nov 2026
Gensa Media Indonesia » Berita » PKL Protes Penataan Plaza Patriot, Tri Adhianto: Ruang Publik untuk Masyarakat

PKL Protes Penataan Plaza Patriot, Tri Adhianto: Ruang Publik untuk Masyarakat

  • account_circle Firman Ugm
  • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BEKASI – Penataan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Plaza Patriot Chandrabhaga, Kota Bekasi, memicu perdebatan antara sejumlah pedagang dan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, Sabtu (22/8/2026).

Pedagang menyampaikan keberatan terhadap penataan yang dinilai berpotensi mengganggu aktivitas mereka mencari nafkah.

Perdebatan berlangsung di kawasan Plaza Patriot Chandrabhaga ketika para pedagang menyampaikan protes secara langsung kepada Tri.

Mereka mempertanyakan kebijakan penataan lokasi berjualan yang menurut mereka berdampak terhadap aktivitas perdagangan.

Menanggapi keberatan tersebut, Tri menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bekasi tidak bermaksud melarang masyarakat menjalankan kegiatan ekonomi.

Namun, ia meminta aktivitas perdagangan dilakukan sesuai aturan dan ditempatkan pada lokasi yang telah ditentukan pemerintah.

“Bukan begini caranya. Bukan begini caranya,” tegas Tri saat merespons protes pedagang.

Tri menjelaskan, penataan kawasan dilakukan untuk menjaga fungsi ruang publik agar tetap dapat digunakan masyarakat secara luas.

Menurut dia, kawasan Plaza Patriot Chandrabhaga tidak semata-mata diperuntukkan bagi aktivitas perdagangan, tetapi juga memiliki fungsi sosial dan rekreasi.

“Saya sudah nyatakan bahwa ini untuk masyarakat, bukan untuk pedagang,” ujar Tri.

Pernyataan tersebut menjadi dasar sikap pemerintah dalam menata keberadaan PKL di kawasan tersebut.

Pemerintah menghadapi kepentingan yang sama-sama perlu diperhatikan, yakni keberlangsungan aktivitas ekonomi pedagang dan hak masyarakat untuk menikmati ruang publik secara nyaman.

Pemerintah Tegaskan PKL Tetap Bisa Berjualan

Tri menyoroti kondisi sejumlah fasilitas publik dan taman yang menurut dia perlu dijaga agar tidak mengalami kerusakan akibat penggunaan kawasan yang tidak sesuai peruntukan.

“Lu lihat itu, lihat taman-taman kok pada rusak,” kata Tri.

Pernyataan tersebut menunjukkan kekhawatiran pemerintah terhadap kondisi fasilitas yang menjadi bagian dari ruang publik. Jika penggunaan kawasan tidak terkendali, fungsi taman dan fasilitas lainnya berpotensi terganggu, sementara fasilitas tersebut diperuntukkan bagi masyarakat secara luas.

Baca juga :  Kurang dari 24 Jam, Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan di Jatiluhur

Pemkot Bekasi sebelumnya menyampaikan bahwa Plaza Patriot Chandrabhaga merupakan ruang publik yang digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat. Kawasan tersebut memiliki fungsi sebagai tempat olahraga, rekreasi, interaksi sosial, dan ruang berkumpul warga.

Karena itu, pemerintah menilai penggunaan kawasan harus memperhatikan kepentingan seluruh masyarakat, bukan hanya kelompok tertentu. Penataan PKL kemudian menjadi salah satu langkah untuk mengatur penggunaan ruang agar kegiatan ekonomi tetap dapat berlangsung tanpa menghilangkan fungsi utama kawasan sebagai ruang publik.

Tri juga menegaskan bahwa pemerintah tidak mengambil pendekatan berupa pelarangan total terhadap PKL. Menurut dia, pedagang tetap dapat menjalankan kegiatan ekonomi sepanjang berjualan di tempat yang sesuai dengan ketentuan.

“PKL bukan untuk dilarang, tetapi kemudian ditempatkan pada tempat yang sesuai dengan yang ada,” ujar Tri.

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa kebijakan pemerintah diarahkan pada penataan, bukan penghapusan aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan demikian, persoalan yang muncul bukan semata-mata mengenai boleh atau tidaknya masyarakat berjualan, melainkan mengenai lokasi, tata ruang, serta kesesuaian aktivitas perdagangan dengan fungsi fasilitas publik.

Di sisi lain, keberatan pedagang menunjukkan adanya kepentingan ekonomi yang perlu diperhitungkan pemerintah dalam menerapkan kebijakan. Penataan yang tidak disertai solusi lokasi berjualan yang jelas dan dapat diakses konsumen berpotensi menimbulkan persoalan baru bagi pedagang yang menggantungkan pendapatan dari aktivitas tersebut.

Karena itu, penerapan kebijakan penataan membutuhkan komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan pedagang. Pemerintah perlu memastikan ketentuan yang diberlakukan dapat dipahami dan dijalankan, sementara kepentingan pedagang untuk tetap memperoleh penghasilan juga perlu menjadi bagian dari pertimbangan kebijakan.

Tri menambahkan, jalan dan ruang publik pada dasarnya memiliki fungsi sosial yang harus dipertahankan. Ruang tersebut dapat digunakan masyarakat untuk berinteraksi, berolahraga, maupun melakukan kegiatan rekreasi.

Baca juga :  Brimob Batalyon C Pelopor Melayani Aksi Damai di PN Jakarta Pusat

“Jalanan normal adalah memang ruang untuk kita melakukan interaksi dan juga dalam rangka untuk pemahaman, untuk berolahraga dan juga rekreasi,” pungkasnya.

Sikap tersebut menegaskan posisi Pemerintah Kota Bekasi yang ingin mempertahankan fungsi ruang publik sekaligus memberikan ruang bagi aktivitas ekonomi masyarakat.

Tantangannya kini terletak pada bagaimana kebijakan penataan tersebut diterapkan secara konsisten, transparan, dan tetap memperhatikan kepentingan pedagang serta hak masyarakat atas ruang publik.

Dengan demikian, penataan PKL di Plaza Patriot Chandrabhaga tidak berhenti pada persoalan penertiban lapangan.

Kebijakan tersebut juga menjadi ujian bagi pemerintah dalam menyeimbangkan kepentingan ekonomi warga dengan kebutuhan masyarakat terhadap ruang publik yang tertib, aman, nyaman, dan dapat digunakan bersama.

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Tags
Avatar photo

Ditulis oleh:

Firman Ugm adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Interesting

  • Warga Kampung Sungai Bambu Keluhkan Bau Busuk, Pemilik Akui Belum Ada Izin Pengelolaan Sampah

    Warga Kampung Sungai Bambu Keluhkan Bau Busuk, Pemilik Akui Belum Ada Izin Pengelolaan Sampah

    • calendar_month Kamis, 23 Jan 2025
    • account_circle Gensa Media Indonesia
    • 0Komentar

    Hampir setiap waktu bau nya busuk dan menyengat banget, kalo angin nya sedang arah kampung, waduh,, itu baunya parah banget

  • Berkedok Sawit, Tanah Masyarakat Dirampas? Dr. Herman Hofi: “APH dan Pemerintah Tutup Mata!”

    Berkedok Sawit, Tanah Masyarakat Dirampas? Dr. Herman Hofi: “APH dan Pemerintah Tutup Mata!”

    • calendar_month Rabu, 2 Apr 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Pontianak, Kalbar – Praktik perampasan tanah oleh perusahaan sawit ilegal di Kalimantan Barat kian meresahkan masyarakat. Direktur LBH Herman Hofi Law, sekaligus pengamat hukum dan kebijakan publik, Dr. Herman Hofi Munawar, dengan tegas mengkritik lemahnya penegakan hukum terhadap perusahaan-perusahaan yang diduga beroperasi di luar izin Sertifikat Hak Guna Usaha (HGU). “Banyak warga desa menjadi korban, […]

  • Danpasmar 3 Ikuti Olahraga Bersama Kasal dalam Semangat 80 Tahun Korps Marinir

    Danpasmar 3 Ikuti Olahraga Bersama Kasal dalam Semangat 80 Tahun Korps Marinir

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    TNI AL — Sorong. Semangat pengabdian Korps Marinir yang memasuki usia ke-80 kian terasa membara. Hal itu tampak dalam kegiatan olahraga bersama yang dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., di Kesatrian Marinir Hartono Cilandak, Jakarta, Jumat (14/11/2025). Komandan Pasmar 3 Mayjen TNI (Mar) Andi Rahmat […]

  • Jennifer Coppen, Melawan Ketakutan dalam Kehamilan di Usia 21 Tahun

    Jennifer Coppen, Melawan Ketakutan dalam Kehamilan di Usia 21 Tahun

    • calendar_month Senin, 15 Mei 2023
    • account_circle Gensa Media Indonesia
    • 0Komentar

    Bali, 15 Mei 2023 – Berita mengejutkan datang dari Jennifer Coppen, seorang artis muda yang dikenal lewat karya-karyanya dalam film dan serial televisi. Ia akhirnya memutuskan untuk mengungkapkan bahwa dirinya sedang hamil di usia 21 tahun, tepatnya sudah memasuki minggu ke-23 kehamilan. Dalam pengakuannya, Jennifer Coppen mengaku bahwa perasaan senang dan ketakutan bergelayut di hatinya. […]

  • Koramil 06 Cakung Perkuat Patroli Siskamling Jaga Kamtibmas

    Koramil 06 Cakung Perkuat Patroli Siskamling Jaga Kamtibmas

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta Timur, 29 Juli 2026 – Koramil 06/Cakung memperkuat patroli dan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) bersama aparat serta masyarakat di Kelurahan Ujung Menteng, Kecamatan Cakung, Rabu, 29 Juli 2026. Kegiatan berlangsung di Kantor Sekretariat RT 03 RW 01 sebagai langkah memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah yang menjadi tanggung jawab bersama. Koramil 06/Cakung menginisiasi […]

  • Instagram Luncurkan Fitur Instants, Bagikan Foto Tanpa Edit dan Otomatis Hilang

    Instagram Luncurkan Fitur Instants, Bagikan Foto Tanpa Edit dan Otomatis Hilang

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Nadya
    • 0Komentar

    Info – Instagram resmi meluncurkan fitur terbaru bernama Instants yang memungkinkan pengguna berbagi foto secara spontan tanpa proses edit kepada teman dekat maupun mutual followers. Fitur tersebut diumumkan melalui laman resmi perusahaan pada 13 Mei 2026 dan disebut sebagai upaya menghadirkan pengalaman berbagi momen yang lebih autentik, cepat, serta personal. Kehadiran Instants dinilai menjadi langkah […]

expand_less