Kamis, 1 Okt 2026
Beranda » EDITORIAL » Dua Kali Serbu Batavia, Mengapa Pasukan Sultan Agung Gagal Menaklukkan VOC?

Dua Kali Serbu Batavia, Mengapa Pasukan Sultan Agung Gagal Menaklukkan VOC?

  • account_circle Redaktur
  • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
  • print Cetak

Bekasi– Dua kali pasukan Kesultanan Mataram menyerang Batavia pada 1628 dan 1629 dalam upaya menggempur kekuatan Verenigde Oostindische Compagnie (VOC) di Jawa.

Serangan yang diperintahkan Sultan Agung itu menjadi salah satu episode penting dalam sejarah perlawanan kerajaan-kerajaan Nusantara terhadap kekuatan dagang dan militer Belanda.

Namun, meski mengerahkan ribuan prajurit dan menyiapkan strategi logistik, Mataram gagal merebut Batavia.

Penyerbuan tersebut berlangsung ketika Batavia telah berkembang menjadi pusat kekuasaan VOC di Nusantara. VOC sebelumnya merebut Jayakarta pada 1619 dari Kesultanan Banten dan kemudian mengubah nama kota itu menjadi Batavia.

Posisi Batavia menjadi strategis karena VOC menjadikannya pusat pemerintahan, perdagangan, sekaligus basis militer di Jawa.

Sultan Agung yang memerintah Mataram melihat keberadaan VOC sebagai ancaman terhadap kepentingan politik dan ekonomi kerajaan.

Hubungan Mataram dengan VOC sempat berlangsung melalui hubungan diplomatik sejak 1621.

Namun, hubungan itu memburuk setelah VOC tidak memberikan dukungan kepada Mataram ketika kerajaan tersebut menghadapi Surabaya.

Di sisi lain, VOC berupaya memperoleh ruang perdagangan di wilayah pesisir utara Jawa.

Sultan Agung menolak keinginan tersebut karena khawatir penguasaan jalur perdagangan oleh VOC akan memperkuat posisi Belanda dan mengurangi kendali Mataram atas perekonomian pesisir.

Ketegangan kemudian berkembang menjadi konflik terbuka.

Batavia juga menjadi penghalang strategis bagi Mataram untuk memperluas pengaruhnya ke wilayah barat Jawa, termasuk Banten.

Karena itu, penaklukan atau setidaknya pelemahan Batavia menjadi bagian penting dari strategi Sultan Agung menghadapi VOC.

Pada April 1628, Mataram lebih dahulu mengirim Kyai Rangga, Bupati Tegal, ke Batavia untuk menyampaikan tawaran perdamaian.

Tawaran itu tidak menghasilkan kesepakatan.

Setelah upaya diplomatik gagal, Sultan Agung memutuskan melakukan serangan terhadap Batavia.

Pilihan Editor :  Polres Bekasi Kota Bongkar 80 Kasus Narkoba, 98 Tersangka Ditangkap

Serangan pertama dimulai pada Agustus 1628.

Armada Mataram yang dipimpin Tumenggung Bahureksa dari Kendal tiba di kawasan Batavia dengan membawa pasukan dan berbagai perbekalan.

Kedatangan armada tersebut semula disamarkan sebagai aktivitas perdagangan.

Namun, VOC mencurigai pergerakan pasukan Mataram. Ketegangan kemudian berubah menjadi pertempuran ketika prajurit Mataram mulai mendarat dan bergerak menuju pertahanan VOC.

Pada 27 Agustus 1628, pasukan Mataram menyerang benteng kecil Hollandia. Pasukan VOC melakukan perlawanan dan mampu mempertahankan posisi pertahanannya.

Pasukan Mataram kemudian mendapat tambahan kekuatan.

Pangeran Mandurareja memimpin pasukan berikutnya yang membuat total kekuatan Mataram dalam serangan pertama mencapai sekitar 10.000 prajurit menurut sumber yang dirujuk Wikipedia.

Pertempuran berlangsung sengit, tetapi persoalan logistik menjadi salah satu kelemahan utama pasukan Mataram.

Ketiadaan pasokan makanan yang memadai membuat pasukan Mataram kesulitan mempertahankan operasi militer dalam waktu panjang.

Serangan akhirnya gagal mencapai tujuan merebut Batavia.

Wikipedia mencatat VOC kemudian menemukan 744 jenazah orang Jawa di medan pertempuran, sebagian dalam kondisi tanpa kepala.

Serangan Kedua dan Strategi Logistik Mataram

Kegagalan pertama tidak membuat Sultan Agung menghentikan upayanya.

Pada 1629, Mataram kembali menyiapkan serangan dengan strategi yang lebih terencana.

Pasukan diberangkatkan dalam dua gelombang.

Pasukan pertama dipimpin Adipati Ukur pada Mei, sedangkan pasukan berikutnya dipimpin Adipati Juminah pada Juni.

Total kekuatan yang disebut dalam sumber Wikipedia mencapai sekitar 14.000 prajurit.

Mataram mencoba memperbaiki kelemahan utama dari serangan pertama dengan menyiapkan lumbung-lumbung beras tersembunyi di Karawang dan Cirebon.

Strategi tersebut dirancang agar pasukan memiliki sumber makanan ketika bergerak menuju Batavia.

Namun, VOC telah mengantisipasi langkah tersebut.

Melalui jaringan mata-matanya, VOC menemukan lokasi penyimpanan perbekalan Mataram dan menghancurkannya. Akibatnya, pasukan Mataram kembali menghadapi persoalan serius ketika mendekati Batavia.

Pilihan Editor :  Cara Cek Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan lewat JMO

Selain kekurangan makanan, pasukan Mataram menghadapi penyakit. Sumber yang dirujuk Wikipedia menyebut malaria dan kolera turut melemahkan kekuatan pasukan.

Kondisi tersebut membuat kemampuan tempur pasukan Mataram menurun sebelum mereka mampu memberikan pukulan menentukan terhadap pertahanan VOC.

Penelitian Triwahana dan Siswanta dalam Karmawibangga: Historical Studies Journal juga menyimpulkan bahwa serangan Sultan Agung pada 1628 dan 1629 dipengaruhi tekanan VOC terhadap perekonomian masyarakat Mataram serta campur tangan Belanda dalam persoalan pemerintahan. Penelitian tersebut menggunakan metode sejarah melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi.

Pertempuran 1629 pada akhirnya kembali berakhir dengan kegagalan Mataram merebut Batavia. Meski demikian, serangan tersebut menunjukkan bahwa Mataram memiliki kemampuan untuk mengerahkan pasukan dalam jumlah besar dan menjalankan operasi militer hingga wilayah barat Jawa.

Penyerbuan Batavia juga memperlihatkan bahwa perang pada masa itu tidak hanya ditentukan oleh jumlah prajurit. Logistik, kemampuan intelijen, kondisi kesehatan pasukan, benteng pertahanan, dan kemampuan mempertahankan jalur suplai menjadi faktor penting dalam menentukan hasil pertempuran.

Dari sisi VOC, keberhasilan mempertahankan Batavia memperkuat posisi perusahaan dagang tersebut di Jawa. Sementara bagi Mataram, kegagalan dua ekspedisi militer itu menunjukkan batas kemampuan kerajaan dalam mempertahankan operasi perang jarak jauh tanpa sistem logistik yang kuat.

Sejumlah sumber juga mengaitkan serangan kedua dengan terganggunya aliran Sungai Ciliwung dan munculnya wabah di Batavia. Namun, klaim mengenai hubungan langsung antara tindakan pasukan Mataram, wabah kolera, dan kematian Gubernur Jenderal VOC Jan Pieterszoon Coen perlu ditempatkan secara hati-hati karena sumber sejarah mengenai detail tersebut tidak sepenuhnya seragam. Wikipedia sendiri mencantumkan informasi tersebut, tetapi halaman yang dirujuk juga memberikan peringatan bahwa artikelnya tidak memiliki referensi tepercaya yang memadai.

Pilihan Editor :  Bobihoe Targetkan Bekasi Lahirkan Atlet Basket Muda

Karena itu, penyerbuan Mataram ke Batavia sebaiknya tidak sekadar dipahami sebagai kisah heroik tentang serangan kerajaan terhadap Belanda. Peristiwa 1628–1629 merupakan konflik kompleks yang mempertemukan kepentingan politik, ekonomi, perdagangan, militer, dan penguasaan wilayah.

Dua ekspedisi Sultan Agung akhirnya gagal mengusir VOC dari Batavia. Namun, perang tersebut tetap memiliki arti penting dalam sejarah Nusantara karena memperlihatkan adanya upaya kekuatan politik lokal untuk membendung ekspansi VOC pada masa awal pertumbuhan kekuasaan kolonial Belanda di Jawa.

Catatan redaksi: Artikel ini disusun ulang dari sumber yang tersedia dan tidak memperlakukan Wikipedia sebagai satu-satunya sumber primer. Beberapa angka kekuatan pasukan dan detail pertempuran berbeda menurut sumber sejarah. Karena itu, angka-angka tersebut disajikan sebagai keterangan dari sumber yang dirujuk, bukan sebagai fakta tunggal yang tidak terbantahkan.

Referensi

  1. Wikipedia Bahasa Indonesia, “Penyerbuan ke Batavia”, mencakup latar belakang, serangan 1628, serangan 1629, tokoh, kekuatan pasukan, dan daftar rujukan. Penyerbuan ke Batavia – Wikipedia Bahasa Indonesia
  2. Triwahana & Siswanta, “Penyerangan Sultan Agung terhadap VOC di Batavia Tahun 1628 dan 1629”, Karmawibangga: Historical Studies Journal, Vol. 6 No. 1, 2024, hlm. 29–48. (UPY Journal)
  3. Garuda – Garba Rujukan Digital, “Penyerangan Sultan Agung terhadap VOC di Batavia Tahun 1628 dan 1629”, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. (Garuda Kemdiktsaintek)
  4. Romain Bertrand, L’Histoire à parts égales: Récits d’une rencontre Orient-Occident (XVIe-XVIIe siècles), Paris: Seuil, 2011, sebagaimana dicantumkan dalam rujukan Wikipedia. (Wikipedia)
Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Tags
Avatar photo

Ditulis oleh:

Redaktur Gensa Media Indonesia bertanggung jawab mengelola, menyunting, dan memastikan setiap berita memenuhi standar jurnalistik, akurasi, keberimbangan, independensi, serta Kode Etik Jurnalistik sebelum dipublikasikan kepada masyarakat.

Menarik Dibaca

  • PPAL Dorong Kesadaran Kesehatan dan Hukum Keluarga, Sehat, Sadar, Sejahtera Bersama

    PPAL Dorong Kesadaran Kesehatan dan Hukum Keluarga, Sehat, Sadar, Sejahtera Bersama

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta — Di tengah kesibukan dan dinamika kehidupan keluarga besar TNI AL, Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut (PPAL) menunjukkan kepeduliannya terhadap dua hal mendasar dalam kehidupan: kesehatan dan kepastian hukum keluarga. Melalui kegiatan bertajuk “PPAL Peduli Kanker dan Hukum Waris sebagai Bagian dari Perencanaan Keluarga”, semangat untuk hidup sehat dan berpikir visioner kembali digaungkan, Senin (3/11/2025). […]

  • Prajurit TNI Tempuh Puluhan Kilometer, Pikulan Logistik Jadi Penyelamat Warga Terisolir di Sitahuis

    Prajurit TNI Tempuh Puluhan Kilometer, Pikulan Logistik Jadi Penyelamat Warga Terisolir di Sitahuis

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    (Puspen TNI) — Medan berat dan akses terputus tidak menghentikan langkah prajurit TNI Satgas Yonif 122/Tombak Sakti (TS) Kodam I/BB dalam menjalankan misi kemanusiaan. Selasa (2/12/2025), mereka kembali bergerak menembus wilayah terisolir di Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah, demi memastikan bantuan logistik sampai ke tangan warga yang terdampak bencana. Dengan ransel penuh dan pundak memikul […]

  • Lanal Tanjung Balai Asahan Raih Juara III PPLK dari Kemenhan

    Lanal Tanjung Balai Asahan Raih Juara III PPLK dari Kemenhan

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta — Satu lagi prestasi membanggakan datang dari jajaran TNI Angkatan Laut. Pangkalan TNI AL Tanjung Balai Asahan (Lanal TBA) berhasil meraih Juara III dalam Penghargaan Penyusunan Laporan Keuangan Terbaik Tahun Anggaran 2024 dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI). Penghargaan ini diterima langsung oleh Komandan Lanal TBA, Letkol Laut (P) Agung Dwi H.D, M.Tr., […]

  • Polisi Perkuat Patroli Dialogis di Pluit, Tekan Potensi Curas dan Curanmor

    Polisi Perkuat Patroli Dialogis di Pluit, Tekan Potensi Curas dan Curanmor

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta Utara, 13 April 2026 – Polsek Metro Penjaringan mengintensifkan patroli sambang dialogis di Pluit untuk menekan potensi kejahatan jalanan dan menjaga stabilitas kamtibmas. Petugas menyasar Kantor RW 07, Kelurahan Pluit, pada Senin pukul 11.10 WIB sebagai bagian dari program Jaga Jakarta, Jaga Lingkungan. Unit Samapta memimpin kegiatan tersebut dan berinteraksi langsung dengan warga guna […]

  • Suparlan Resmi Nakhodai PSHT Ranting Tallo Cabang 064 Makassar

    Suparlan Resmi Nakhodai PSHT Ranting Tallo Cabang 064 Makassar

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Makassar, 8 November 2025 — Semangat persaudaraan membara di Tribun Masjid Syura, Jalan Arief Rahman Hakim, Ujung Pandang Baru, Makassar, saat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang 064 Makassar – Pusat Madiun menggelar Pengukuhan Ketua dan Susunan Pengurus Ranting Tallo Masa Bakti 2025–2028, Sabtu (8/11/2025). Dalam suasana khidmat dan penuh makna, Kangmas Suparlan resmi dikukuhkan […]

  • Babinsa Mapurujaya Amankan Kedatangan Uskup Timika di Gereja Pomako

    Babinsa Mapurujaya Amankan Kedatangan Uskup Timika di Gereja Pomako

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Timika — Suasana haru dan sukacita menyelimuti Gereja Katolik Santa Maria Magdalena di Kampung Pomako, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Minggu (20/7/2025). Ratusan umat Katolik tumpah ruah menyambut kedatangan Bapa Uskup Timika, Mgr. Pater Bernardus Bofitwos Baru, OSA, yang hadir untuk memimpin langsung Ibadah Ekaristi Kudus bersama jemaat. Menariknya, dalam momen yang penuh kehangatan tersebut, […]

expand_less