Jumat, 6 Nov 2026
Gensa Media Indonesia » Berita » Pecalang Bali Deklarasikan Penolakan terhadap Premanisme Berkedok Ormas

Pecalang Bali Deklarasikan Penolakan terhadap Premanisme Berkedok Ormas

  • account_circle Nadya
  • calendar_month Minggu, 18 Mei 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

NusaBali – Sebanyak 13.000 pecalang dari 1.500 desa adat se-Bali menyatakan sikap menolak kehadiran kelompok atau individu yang melakukan tindakan kriminal dan anarkis dengan mengatasnamakan organisasi kemasyarakatan (ormas).

Penolakan tersebut dideklarasikan secara terbuka dalam acara Gelar Agung Pecalang yang digelar di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala, Denpasar, pada Sabtu, 17 Mei 2025.

Deklarasi ini merupakan sikap tegas para pecalang terhadap maraknya fenomena premanisme yang bersembunyi di balik atribut ormas.

Mereka menyampaikan tiga poin utama dalam pernyataan sikap yang menjadi inti dari deklarasi tersebut, yakni:

  1. Penolakan terhadap ormas berkedok sosial yang melakukan kekerasan, intimidasi, dan tindakan premanisme yang meresahkan masyarakat Bali.

  2. Dukungan penuh terhadap aparat keamanan TNI dan Polri dalam menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah Bali.

  3. Seruan penindakan tegas terhadap ormas yang melanggar hukum, termasuk yang terbukti melakukan kriminalisasi dan mengganggu ketentraman masyarakat.

Deklarasi ini juga menegaskan dukungan terhadap program Sipandu Beradat (Sistem Keamanan Terpadu Berbasis Desa Adat) dan Bankamda (Bantuan Keamanan Desa Adat), yang telah menjadi bagian dari sistem pengamanan lokal berbasis adat di Bali.

Tokoh utama dalam kegiatan ini adalah Bendesa Agung Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, yang menyampaikan orasi kebudayaan sekaligus deklarasi sikap pecalang se-Bali.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pecalang adalah benteng pertahanan adat dan budaya Bali yang telah eksis secara turun-temurun.

“Pecalang Bali sejak leluhur sudah menjaga Bali, nindihin gumi Bali. Pecalang Bali menolak kriminalisme, premanisme, dan sikap anarkis yang dilakukan oleh oknum berbaju ormas,” tegas Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet.

Sementara itu, Penyarikan Utama Pasikian Pecalang Bali, Ngurah Pradnyana, turut memberikan pernyataan bahwa penyelenggaraan deklarasi ini dipersiapkan dalam waktu singkat, yakni hanya tiga hari.

Baca juga :  Lanal Dumai Dukung Patroli Gabungan Tim PORA 2025 di Perairan Selinsing

Meski begitu, antusiasme para pecalang sangat tinggi karena deklarasi ini dianggap mewakili aspirasi masyarakat adat yang selama ini disuarakan melalui berbagai kanal, termasuk media sosial.

“Mereka sangat antusias, semangat sekali karena apa yang menjadi aspirasi mereka di bawah, yang disampaikan di media-media sosial, kita tampung dan kita fasilitasi untuk disampaikan secara resmi,” ujar Ngurah Pradnyana.

Acara Gelar Agung Pecalang digelar pada Sabtu, 17 Mei 2025, di Lapangan Puputan Margarana, kawasan Niti Mandala, Denpasar, Bali.

Ribuan pecalang dari berbagai penjuru desa adat di Bali hadir secara langsung, menandai kekompakan dan solidaritas masyarakat adat terhadap gangguan keamanan berbasis ormas yang dinilai tidak sejalan dengan kearifan lokal Bali.

Deklarasi ini muncul sebagai bentuk kekhawatiran dan keresahan atas meningkatnya aktivitas kelompok tertentu yang mengatasnamakan ormas, namun dalam praktiknya justru merusak ketertiban umum melalui tindakan intimidatif dan kekerasan.

Fenomena ini dinilai bertentangan dengan prinsip harmoni dan kedamaian yang dijunjung tinggi oleh masyarakat adat Bali.

Menurut Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, kehadiran ormas semacam itu dapat menimbulkan ketegangan sosial dan merusak tatanan keamanan tradisional yang selama ini telah terbukti efektif menjaga Bali.

Ia menyebutkan bahwa selama ini, kolaborasi antara pecalang, kepolisian, dan TNI sudah cukup dalam menjamin keamanan masyarakat Bali, terutama di lingkungan desa adat.

“Selama bertahun-tahun dan secara turun temurun, desa adat di Bali telah memiliki pecalang untuk menjaga keamanan setiap kegiatan masyarakat, berkolaborasi dengan aparat kepolisian dan TNI. Ini sudah sangat cukup untuk menjaga keamanan Bali,” jelasnya.

Sikap Lanjutan Pecalang

Selain menyatakan penolakan terhadap premanisme berkedok ormas, para pecalang juga mendorong pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan kesejahteraan dan eksistensi mereka.

Baca juga :  Polisi Berhasil Tertibkan Pak Ogah di Jalur Alternatif Puncak Bogor, Pengendara Kini Lebih Nyaman

Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet menyebut bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Bali terkait insentif dan dukungan terhadap pecalang.

Pecalang sendiri merupakan unsur penting dalam sistem keamanan tradisional di Bali. Mereka berperan menjaga ketertiban dalam berbagai upacara adat maupun kehidupan sehari-hari masyarakat desa.

Oleh karena itu, perhatian terhadap kesejahteraan mereka menjadi salah satu hal krusial demi menjaga stabilitas sosial dan budaya di Bali.

Sistem Sipandu Beradat yang didukung dalam deklarasi ini merupakan inisiatif keamanan berbasis komunitas adat yang melibatkan pecalang dan aparat resmi, seperti kepolisian dan TNI.

Sementara Bankamda merupakan program bantuan keamanan yang dikelola langsung oleh desa adat untuk mendukung pelaksanaan tugas-tugas keamanan lokal.

Deklarasi penolakan premanisme oleh 13.000 pecalang dari seluruh Bali ini menunjukkan keseriusan masyarakat adat dalam menjaga integritas dan stabilitas wilayah mereka.

Meskipun dilakukan secara spontan dalam waktu singkat, pesan moral dan sikap kolektif yang ditunjukkan para pecalang membawa sinyal kuat bahwa masyarakat adat Bali tidak akan tinggal diam terhadap pihak-pihak yang mencoba merusak ketertiban dengan mengatasnamakan ormas.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk mengingatkan semua pihak bahwa keamanan Bali tidak hanya ditopang oleh aparat negara, tetapi juga oleh kekuatan adat dan kearifan lokal yang selama ini menjadi benteng terakhir dalam menjaga harmoni Pulau Dewata.**

sumber: www.nusabali.com

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Nadya adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Interesting

  • TPKS Malindo ke-34 Perkuat Kerja Sama Pertahanan Siber Indonesia–Malaysia

    TPKS Malindo ke-34 Perkuat Kerja Sama Pertahanan Siber Indonesia–Malaysia

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Kuala Lumpur – Indonesia dan Malaysia memperluas pembahasan kerja sama pertahanan di bidang komunikasi, elektronika, dan siber melalui forum Tim Perancang Komunikasi dan Siber (TPKS) Malindo ke-34 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 14–15 Oktober 2026. Asisten Komunikasi dan Elektronika (Askomlek) Panglima TNI Marsekal Muda TNI Basuki Rochmat, CRGP, memimpin delegasi Indonesia dalam forum […]

  • Satgas Yonif 715/Mtl Dengarkan Suara Warga Tirineri di Tengah Pegunungan

    Satgas Yonif 715/Mtl Dengarkan Suara Warga Tirineri di Tengah Pegunungan

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Puncak Jaya — Di tengah sunyinya pegunungan Papua yang diselimuti semilir angin sore, suasana hangat dan penuh kekeluargaan tercipta di Kampung Tirineri, Distrik Yambi, Kabupaten Puncak Jaya. Personel Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 715/Motuliato (Mtl) dari Pos Tirineri duduk bersila bersama warga, menikmati pinang dan anggur kupu, sembari mendengar langsung keluh kesah masyarakat setempat. Kegiatan Komunikasi […]

  • Danlanal Simeulue dan Forkopimda Sambut Hangat Kedatangan KRI Imam Bonjol-383

    Danlanal Simeulue dan Forkopimda Sambut Hangat Kedatangan KRI Imam Bonjol-383

    • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    SIMEULUE — Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Simeulue Letkol Laut (P) Oyu Mulia Sukmana, S.T., M.T., M.Tr.Opsla., beserta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Simeulue menyambut hangat kedatangan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Imam Bonjol-383 di Pelabuhan Sinabang, Desa Suka Jaya, Kecamatan Simeulue Timur, Jumat (13/6/2025). KRI Imam Bonjol-383 tiba di Simeulue sebagai bagian […]

  • Patroli Antitawuran Brimob Batalyon C Pelopor Bubarkan Pemuda Nongkrong di Tangsel

    Patroli Antitawuran Brimob Batalyon C Pelopor Bubarkan Pemuda Nongkrong di Tangsel

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Tangerang – Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Metro Jaya menggelar patroli antitawuran secara intensif pada Rabu dini hari, 1 April 2026, di wilayah Tangerang Selatan dan Tangerang Kota dengan menyasar titik rawan seperti Jalan Ki Hajar Dewantara dan Jalan Tegal Rotan Raya guna mencegah potensi konflik remaja serta kejahatan jalanan. Personel Brimob bergerak menyisir […]

  • Babinsa dan Komduk Patroli Malam, Warga Tangerang Diimbau Aktifkan Siskamling

    Babinsa dan Komduk Patroli Malam, Warga Tangerang Diimbau Aktifkan Siskamling

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Tangerang – Babinsa Koramil 01/Tangerang dan Koramil 08/Pamulang bersama komponen pendukung (Komduk) menggelar patroli malam untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Rabu (21/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, personel TNI menyambangi warga yang masih beraktivitas pada malam hari di wilayah binaan kedua koramil. Mereka menyampaikan imbauan agar masyarakat menjaga keamanan lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi […]

  • Satgas Yonif 715 Motuliato Borong Hasil Bumi Mama-Mama Papua di Puncak Jaya

    Satgas Yonif 715 Motuliato Borong Hasil Bumi Mama-Mama Papua di Puncak Jaya

    • calendar_month Rabu, 14 Mei 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Puncak Jaya — Senyum haru merekah dari wajah Mama Irene Wonda, saat melihat dagangannya, hasil bumi dari kebun kecilnya di lereng Puncak Jaya, diborong habis oleh para prajurit TNI. Bukan sekadar belanja, aksi para personel Satgas Pamtas Kewilayahan Yonif 715/Motuliato dari Pos Kulirik ini adalah bentuk kepedulian tulus kepada masyarakat setempat. Bertempat di Kampung Yalinggua, […]

expand_less