Rabu, 14 Okt 2026
Beranda » BERITA » Pecalang Bali Deklarasikan Penolakan terhadap Premanisme Berkedok Ormas

Pecalang Bali Deklarasikan Penolakan terhadap Premanisme Berkedok Ormas

  • account_circle Nadya
  • calendar_month Minggu, 18 Mei 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

NusaBali – Sebanyak 13.000 pecalang dari 1.500 desa adat se-Bali menyatakan sikap menolak kehadiran kelompok atau individu yang melakukan tindakan kriminal dan anarkis dengan mengatasnamakan organisasi kemasyarakatan (ormas).

Penolakan tersebut dideklarasikan secara terbuka dalam acara Gelar Agung Pecalang yang digelar di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala, Denpasar, pada Sabtu, 17 Mei 2025.

Deklarasi ini merupakan sikap tegas para pecalang terhadap maraknya fenomena premanisme yang bersembunyi di balik atribut ormas.

Mereka menyampaikan tiga poin utama dalam pernyataan sikap yang menjadi inti dari deklarasi tersebut, yakni:

  1. Penolakan terhadap ormas berkedok sosial yang melakukan kekerasan, intimidasi, dan tindakan premanisme yang meresahkan masyarakat Bali.

  2. Dukungan penuh terhadap aparat keamanan TNI dan Polri dalam menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah Bali.

  3. Seruan penindakan tegas terhadap ormas yang melanggar hukum, termasuk yang terbukti melakukan kriminalisasi dan mengganggu ketentraman masyarakat.

Deklarasi ini juga menegaskan dukungan terhadap program Sipandu Beradat (Sistem Keamanan Terpadu Berbasis Desa Adat) dan Bankamda (Bantuan Keamanan Desa Adat), yang telah menjadi bagian dari sistem pengamanan lokal berbasis adat di Bali.

Tokoh utama dalam kegiatan ini adalah Bendesa Agung Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, yang menyampaikan orasi kebudayaan sekaligus deklarasi sikap pecalang se-Bali.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pecalang adalah benteng pertahanan adat dan budaya Bali yang telah eksis secara turun-temurun.

“Pecalang Bali sejak leluhur sudah menjaga Bali, nindihin gumi Bali. Pecalang Bali menolak kriminalisme, premanisme, dan sikap anarkis yang dilakukan oleh oknum berbaju ormas,” tegas Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet.

Sementara itu, Penyarikan Utama Pasikian Pecalang Bali, Ngurah Pradnyana, turut memberikan pernyataan bahwa penyelenggaraan deklarasi ini dipersiapkan dalam waktu singkat, yakni hanya tiga hari.

Pilihan Editor :  UNSAP Diminta Perkuat Kolaborasi dengan Pemda, Jadi Kebanggaan Sumedang

Meski begitu, antusiasme para pecalang sangat tinggi karena deklarasi ini dianggap mewakili aspirasi masyarakat adat yang selama ini disuarakan melalui berbagai kanal, termasuk media sosial.

“Mereka sangat antusias, semangat sekali karena apa yang menjadi aspirasi mereka di bawah, yang disampaikan di media-media sosial, kita tampung dan kita fasilitasi untuk disampaikan secara resmi,” ujar Ngurah Pradnyana.

Acara Gelar Agung Pecalang digelar pada Sabtu, 17 Mei 2025, di Lapangan Puputan Margarana, kawasan Niti Mandala, Denpasar, Bali.

Ribuan pecalang dari berbagai penjuru desa adat di Bali hadir secara langsung, menandai kekompakan dan solidaritas masyarakat adat terhadap gangguan keamanan berbasis ormas yang dinilai tidak sejalan dengan kearifan lokal Bali.

Deklarasi ini muncul sebagai bentuk kekhawatiran dan keresahan atas meningkatnya aktivitas kelompok tertentu yang mengatasnamakan ormas, namun dalam praktiknya justru merusak ketertiban umum melalui tindakan intimidatif dan kekerasan.

Fenomena ini dinilai bertentangan dengan prinsip harmoni dan kedamaian yang dijunjung tinggi oleh masyarakat adat Bali.

Menurut Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, kehadiran ormas semacam itu dapat menimbulkan ketegangan sosial dan merusak tatanan keamanan tradisional yang selama ini telah terbukti efektif menjaga Bali.

Ia menyebutkan bahwa selama ini, kolaborasi antara pecalang, kepolisian, dan TNI sudah cukup dalam menjamin keamanan masyarakat Bali, terutama di lingkungan desa adat.

“Selama bertahun-tahun dan secara turun temurun, desa adat di Bali telah memiliki pecalang untuk menjaga keamanan setiap kegiatan masyarakat, berkolaborasi dengan aparat kepolisian dan TNI. Ini sudah sangat cukup untuk menjaga keamanan Bali,” jelasnya.

Sikap Lanjutan Pecalang

Selain menyatakan penolakan terhadap premanisme berkedok ormas, para pecalang juga mendorong pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan kesejahteraan dan eksistensi mereka.

Pilihan Editor :  TNI-Polri Jaga Damai Jumat Agung di Puncak Jaya

Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet menyebut bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Bali terkait insentif dan dukungan terhadap pecalang.

Pecalang sendiri merupakan unsur penting dalam sistem keamanan tradisional di Bali. Mereka berperan menjaga ketertiban dalam berbagai upacara adat maupun kehidupan sehari-hari masyarakat desa.

Oleh karena itu, perhatian terhadap kesejahteraan mereka menjadi salah satu hal krusial demi menjaga stabilitas sosial dan budaya di Bali.

Sistem Sipandu Beradat yang didukung dalam deklarasi ini merupakan inisiatif keamanan berbasis komunitas adat yang melibatkan pecalang dan aparat resmi, seperti kepolisian dan TNI.

Sementara Bankamda merupakan program bantuan keamanan yang dikelola langsung oleh desa adat untuk mendukung pelaksanaan tugas-tugas keamanan lokal.

Deklarasi penolakan premanisme oleh 13.000 pecalang dari seluruh Bali ini menunjukkan keseriusan masyarakat adat dalam menjaga integritas dan stabilitas wilayah mereka.

Meskipun dilakukan secara spontan dalam waktu singkat, pesan moral dan sikap kolektif yang ditunjukkan para pecalang membawa sinyal kuat bahwa masyarakat adat Bali tidak akan tinggal diam terhadap pihak-pihak yang mencoba merusak ketertiban dengan mengatasnamakan ormas.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk mengingatkan semua pihak bahwa keamanan Bali tidak hanya ditopang oleh aparat negara, tetapi juga oleh kekuatan adat dan kearifan lokal yang selama ini menjadi benteng terakhir dalam menjaga harmoni Pulau Dewata.**

sumber: www.nusabali.com

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Nadya adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Menarik Dibaca

  • Lanal Bengkulu Bagikan Takjil Gratis, Wujud Kepedulian di Bulan Ramadhan

    Lanal Bengkulu Bagikan Takjil Gratis, Wujud Kepedulian di Bulan Ramadhan

    • calendar_month Kamis, 13 Mar 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Bengkulu – Personel Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Bengkulu kembali menggelar aksi sosial dengan membagikan takjil gratis kepada masyarakat yang melintas di depan Markas Komando Lanal Bengkulu, Jalan RE. Martadinata No. 10, pada Kamis (13/03/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program bakti sosial yang diinisiasi oleh Komandan Lanal Bengkulu, Letkol Laut (P) Octo Manurung, S.T., […]

  • Peduli Korban Kebakaran Kalianyar, Polres Metro Jakbar Berikan Bantuan dan Buka Posko Layanan Dokumen

    Peduli Korban Kebakaran Kalianyar, Polres Metro Jakbar Berikan Bantuan dan Buka Posko Layanan Dokumen

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    Jakarta Barat – Peristiwa kebakaran hebat yang melanda kawasan padat penduduk di Jalan Kali Anyar IV, RT.11/RW.02, Tambora Barat, Jakarta Barat, pada Selasa pagi (15/10/2024), meninggalkan duka yang mendalam. Dalam tragedi ini, lima nyawa melayang dan sekitar 40 rumah warga hangus terbakar. Suasana duka tak hanya menyelimuti keluarga korban jiwa, namun juga menyentuh seluruh warga […]

  • Menuju RAKERNAS dan Perayaan HUT 4 Tahun YLBH Garuda Kencana Indonesia

    Menuju RAKERNAS dan Perayaan HUT 4 Tahun YLBH Garuda Kencana Indonesia

    • calendar_month Kamis, 25 Jul 2024
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    YLBH Garuda Kencana Indonesia berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, melalui peningkatan kualitas layanan

  • Wapang TNI Tandyo Budi Tekankan Militansi dan Integritas kepada Pasis Seskoad

    Wapang TNI Tandyo Budi Tekankan Militansi dan Integritas kepada Pasis Seskoad

    • calendar_month 3 jam yang lalu
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Bandung – Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R. menekankan pentingnya militansi, totalitas pengabdian, keberanian, dan visi strategis dalam membentuk kepemimpinan perwira TNI. Pesan tersebut ia sampaikan saat memberikan kuliah umum kepada Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Dikreg) ke-68 Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) di Bandung, Senin (12/10/2026). Melalui kegiatan itu, Tandyo berbagi […]

  • Kapolresta Cirebon Datangi Keluarga Korban dan Serahkan Santunan

    Kapolresta Cirebon Datangi Keluarga Korban dan Serahkan Santunan

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • account_circle Ujang Sunarya
    • 0Komentar

    Cirebon – Tangis haru pecah di tengah sunyinya rumah duka di Desa Cipanas dan Desa Cikalahang, Kabupaten Cirebon. Dua keluarga berduka setelah anggota tercinta mereka menjadi korban longsor maut di area Galian C Gunung Kuda. Namun di tengah kepedihan itu, sebuah pelukan hangat datang dari sosok tak terduga: Kapolresta Cirebon, Kombes Pol. Sumarni. Sabtu, (31/5/2025), […]

  • Panglima TNI Dorong Revisi UU TNI: Hadapi Tantangan Perang Multidimensional

    Panglima TNI Dorong Revisi UU TNI: Hadapi Tantangan Perang Multidimensional

    • calendar_month Kamis, 13 Mar 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta, 13 Maret 2025 – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menegaskan pentingnya revisi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI guna menghadapi tantangan baru di era modern. Hal ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi I DPR RI di Ruang Rapat Banggar DPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (13/3/2025). Menurut Panglima TNI, UU […]

expand_less