Serangan Bersenjata di Tembagapura, TNI Evakuasi Warga dan Kejar Pelaku

Mimika, Papua Tengah, 8 Mei 2026 – Kelompok bersenjata menyerang warga sipil di Camp Wini Kalikuluk MP 69, Tembagapura, menewaskan seorang anak dan melukai warga lainnya. Insiden terjadi pada malam...

-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

Mimika, Papua Tengah, 8 Mei 2026 – Kelompok bersenjata menyerang warga sipil di Camp Wini Kalikuluk MP 69, Tembagapura, menewaskan seorang anak dan melukai warga lainnya.

Insiden terjadi pada malam hari dan memicu kepanikan warga yang bermukim di kawasan tersebut.

Sumber TNI menyebut kelompok yang diduga terlibat berasal dari jaringan bersenjata pimpinan Guspi Waker.

Serangan tersebut mengakibatkan seorang anak perempuan berusia sekitar 12–15 tahun meninggal dunia akibat luka tembak.

Selain itu, seorang warga lainnya mengalami luka tembak pada bagian kaki dan kini menjalani perawatan medis.

Situasi keamanan memburuk sehingga sejumlah warga memilih mengungsi ke lokasi yang dianggap lebih aman.

Sebelum penyerangan, personel Satgas TNI mendeteksi pergerakan mencurigakan di sekitar wilayah MP 69.

Petugas kemudian mendengar dua kali letusan senjata api dari arah Camp David di seberang sungai.

Tidak lama kemudian, pelaku melepaskan rentetan tembakan yang mengarah ke area sekitar permukiman warga.

Serangan tersebut menciptakan situasi mencekam di tengah komunitas sipil yang berada di lokasi kejadian.

Dalam kondisi tersebut, personel TNI langsung melakukan langkah pengamanan dan evakuasi warga.

Prajurit mengevakuasi perempuan dan anak-anak ke tempat yang lebih aman untuk menghindari risiko lanjutan.

Evakuasi dan Penanganan Korban

Personel TNI menemukan seorang anak perempuan dengan luka tembak di bahu kiri di sekitar lokasi kejadian.

Prajurit segera mengevakuasi korban menggunakan tandu menuju fasilitas kesehatan terdekat.

Namun korban meninggal dunia dalam perjalanan di Jalan Poros MP 69 akibat luka yang dideritanya.

Pilihan Editor :  Pemecahan Saham Amazon dan Rencana Pembelian Kembali $10 miliar

Peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar.

Kapen Koops TNI Habema Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna menegaskan fokus utama pada perlindungan warga sipil.

“Tindakan personel dilakukan sesuai prosedur dan mengutamakan keselamatan masyarakat,” ujar Wirya.

Ia menyatakan prajurit tetap menjalankan tugas berdasarkan aturan operasi dan prinsip perlindungan kemanusiaan.

Menurut keterangan warga korban luka, tembakan berasal dari arah Camp David saat warga sedang berkumpul.

Saat ini Satgas TNI masih melakukan patroli dan pendalaman untuk mengungkap pelaku penyerangan.

Aparat juga meningkatkan pemantauan terhadap aktivitas kelompok bersenjata di wilayah Kalikuluk dan sekitarnya.

Langkah tersebut bertujuan mencegah terulangnya serangan yang menyasar warga sipil.

Di tengah situasi tersebut, warga berharap kondisi keamanan segera pulih dan aktivitas kembali normal.

Masyarakat menginginkan kehidupan yang aman tanpa ancaman kekerasan bersenjata.

TNI menyatakan komitmennya untuk terus menjaga keamanan wilayah dan melindungi masyarakat.

Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya stabilitas keamanan di Papua demi melindungi warga sipil.

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *