Banjir Rawalumbu Belum Tuntas, Pemkot Bekasi Soroti Crossing Tol

BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan pembangunan turap di kawasan Bumi Bekasi Baru, Kecamatan Rawalumbu, sebagai bagian dari upaya membenahi sistem aliran air dan mengurangi potensi banjir. Namun, Wali Kota...

Banjir Rawalumbu Belum Tuntas, Pemkot Bekasi Soroti Crossing Tol – Foto Istimewa
-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan pembangunan turap di kawasan Bumi Bekasi Baru, Kecamatan Rawalumbu, sebagai bagian dari upaya membenahi sistem aliran air dan mengurangi potensi banjir. Namun, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan, pembangunan infrastruktur tersebut bukan solusi tunggal karena persoalan banjir membutuhkan penanganan menyeluruh dari hulu hingga hilir.

Tri mengatakan pembenahan aliran air di Rawalumbu akan memengaruhi debit air yang mengarah ke kawasan Bumi Bekasi Baru. Karena itu, pemerintah daerah perlu menyiapkan sistem penampungan agar peningkatan aliran air tidak langsung membebani kawasan permukiman.

“Penanganan banjir memang tidak bisa selesai dalam satu titik. Harus berkesinambungan, dari hulu sampai hilir,” kata Tri.

Menurut Tri, salah satu langkah yang dilakukan pemerintah ialah membenahi kapasitas aliran air di kawasan Rawalumbu, termasuk di sekitar Jembatan Nol. Peningkatan kapasitas tersebut berpotensi membuat debit air yang mengalir ke wilayah hilir menjadi lebih besar sehingga membutuhkan pengelolaan lanjutan.

“Begitu Rawalumbu kita perbesar di Jembatan Nol, air akan mengarah ke sini. Oleh karena itu kita siapkan tampungan,” ujarnya.

Pembangunan turap di Bumi Bekasi Baru menjadi salah satu bagian dari rangkaian penanganan tersebut. Infrastruktur itu diharapkan dapat membantu mengendalikan aliran air sekaligus menjaga kawasan permukiman dari dampak luapan.

Meski demikian, pemerintah tidak hanya mengandalkan pembangunan fisik. Tri menilai pemeliharaan saluran air dan lingkungan di sekitar aliran sungai menjadi faktor penting agar infrastruktur yang dibangun dapat berfungsi secara optimal.

Ia meminta masyarakat tidak membuang sampah ke saluran air maupun area yang menjadi jalur aliran. Sampah yang menumpuk dapat menghambat aliran dan berpotensi memperburuk persoalan drainase ketika debit air meningkat.

Pilihan Editor :  Babinsa dan Komduk Intensifkan Patroli Malam, Tekan Potensi Kejahatan di Tangerang

Tri juga menyebut perlunya sistem pengendalian sampah di sejumlah titik perbatasan sebelum sampah masuk ke kawasan permukiman. Menurut dia, langkah tersebut diperlukan untuk menjaga saluran tetap berfungsi dan mencegah sampah terbawa arus hingga ke lingkungan perumahan.

“Yang lebih optimal adalah bagaimana memeliharanya. Tadi jangan buang sampah, atau kita bikin di perbatasan bagian sampah sebelum masuk ke perumahan,” katanya.

Persoalan Infrastruktur Belum Selesai

Tri menegaskan penanganan banjir di Rawalumbu masih menghadapi persoalan infrastruktur lain yang membutuhkan penyelesaian bertahap. Salah satunya berkaitan dengan crossing tol yang dinilai menjadi bagian dari persoalan mendasar sistem aliran air di kawasan tersebut.

“Persoalan mendasarnya ada di crossing tol. Mudah-mudahan nanti apabila kita memiliki kemampuan, memang harus menyelesaikan crossing tol dan juga yang ada di Kali Malang,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan turap tidak berdiri sendiri dalam strategi pengendalian banjir Kota Bekasi. Pemerintah perlu memastikan konektivitas sistem drainase dan aliran air di berbagai titik agar penanganan pada satu lokasi tidak justru memindahkan beban genangan ke wilayah lain.

Penanganan dari hulu ke hilir juga membutuhkan kesinambungan program, mulai dari peningkatan kapasitas saluran, penyediaan tampungan air, pemeliharaan infrastruktur, pengendalian sampah, hingga penyelesaian titik-titik infrastruktur yang menghambat aliran.

Tri memastikan pemerintah akan menjalankan pembenahan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran dan kebutuhan di lapangan. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga infrastruktur yang telah dibangun.

“Ini adalah bagian upaya, karena memang ini adalah hulunya dari Rawalumbu,” tuturnya.

Pilihan Editor :  Camat Jatiasih Larang Pungutan kepada Keluarga yang Berduka, RT RW Diminta Sigap Membantu

Ia berharap pembangunan di Bumi Bekasi Baru tidak berhenti pada pekerjaan konstruksi. Setelah infrastruktur selesai, pemeliharaan dan pengawasan terhadap lingkungan harus berjalan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Bumi Bekasi Baru ini sudah seperti rumah saya sendiri. Insya Allah, bertahap, pelan, sabar,” pungkasnya.

Dengan demikian, pembangunan turap di Bumi Bekasi Baru merupakan salah satu bagian dari rangkaian penanganan banjir di Rawalumbu. Efektivitasnya akan sangat bergantung pada keterhubungan sistem aliran air dari hulu ke hilir, penyelesaian persoalan infrastruktur, serta konsistensi pemeliharaan dan pengendalian sampah di lapangan.

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *