Panglima TNI Tegaskan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Multidimensi di Lemhannas
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menegaskan kesiapsiagaan TNI menghadapi berbagai ancaman multidimensi, mulai dari bencana alam hingga tantangan keamanan regional, saat memberikan ceramah kepada peserta pendidikan Lemhannas RI, Selasa (20/10/2026).
Dalam kegiatan di Gedung Auditorium Gajah Mada, Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Jakarta Pusat, Agus menyampaikan materi kepada 110 peserta P4N LXX Tahun Anggaran 2026 beserta personel Lemhannas RI.
Panglima TNI menyoroti pentingnya kemampuan menghadapi situasi darurat, memperkuat kerja sama pertahanan dengan negara tetangga, serta mendukung program prioritas pemerintah.
Menurut Agus, kesiapsiagaan tersebut menuntut peran aktif TNI dalam menghadapi beragam tantangan yang berpengaruh terhadap keamanan nasional dan kepentingan masyarakat.
Salah satu perhatian utama dalam ceramah itu ialah penanggulangan bencana alam, termasuk kebakaran hutan dan lahan yang memicu kabut asap.
Agus menyatakan TNI terus mendukung upaya pemerintah untuk menangani kondisi tersebut, termasuk melalui penerapan metode modifikasi cuaca menggunakan dry ice atau es kering.
“Saat ini penanggulangan bencana alam terus berlangsung dan TNI terus berupaya bagaimana asap itu cepat hilang. Sekarang pakai metode Dry Ice dan sudah berapa hari ini kita lakukan,” jelas Panglima TNI.
Pernyataan tersebut menegaskan keterlibatan TNI dalam mendukung penanganan keadaan darurat, terutama ketika dampak bencana membutuhkan koordinasi lintas lembaga.
Penanggulangan Bencana Jadi Bagian Kesiapsiagaan TNI
Penanganan bencana alam menjadi salah satu aspek yang dibahas Agus dalam ceramah di Lemhannas RI.
Dalam konteks tersebut, TNI mendukung langkah pemerintah untuk menangani kebakaran hutan dan lahan serta mengurangi dampak kabut asap yang mengganggu kehidupan masyarakat.
Agus menyebut penggunaan metode modifikasi cuaca dengan dry ice sebagai salah satu upaya yang tengah berlangsung.
Namun, keterangan yang disampaikan dalam ceramah tersebut belum merinci lokasi pelaksanaan, cakupan operasi, jumlah sumber daya yang dikerahkan, maupun hasil terukur dari metode tersebut.
Informasi itu penting untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai pelaksanaan penanganan bencana dan efektivitas langkah yang ditempuh.
Secara operasional, penanggulangan bencana memerlukan koordinasi antarlembaga agar dukungan personel, peralatan, dan sumber daya dapat berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.
Karena itu, kesiapsiagaan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan merespons keadaan darurat, tetapi juga mencakup koordinasi, perencanaan, serta evaluasi terhadap tindakan yang telah dilakukan.
Melalui dukungan terhadap penanganan bencana, TNI menjalankan peran dalam membantu pemerintah menghadapi situasi yang berpotensi mengganggu keselamatan dan aktivitas masyarakat.
Latihan Bersama Perkuat Hubungan dengan Negara Tetangga
Selain penanggulangan bencana, Agus menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan negara-negara tetangga melalui kerja sama pertahanan dan latihan militer bersama.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mempererat hubungan sekaligus membangun kekompakan antara Indonesia dan mitra regional.
“Supaya kita juga dekat dengan negara tetangga kita ada latihan bersama, agar kita tetap kompak,” ujarnya.
Latihan bersama memberi kesempatan bagi personel militer untuk meningkatkan koordinasi, memahami prosedur operasi masing-masing, serta membangun kemampuan bekerja sama dalam menghadapi tantangan keamanan.
Di samping aspek teknis, kegiatan tersebut juga memiliki dimensi diplomasi pertahanan karena membuka ruang komunikasi dan memperkuat hubungan antarinstitusi militer.
Meski demikian, ceramah tersebut tidak merinci negara mitra, jadwal latihan, maupun bentuk kerja sama pertahanan tertentu yang menjadi pembahasan.
Dengan demikian, penekanan Panglima TNI dalam materi tersebut berfokus pada pentingnya mempertahankan hubungan yang baik melalui komunikasi dan kegiatan bersama.
Kerja sama regional menjadi salah satu pendekatan untuk mendukung stabilitas kawasan sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi dinamika keamanan yang terus berkembang.
TNI Dukung Program Prioritas Pemerintah
Pada bagian akhir ceramah, Agus menegaskan komitmen TNI untuk mendukung berbagai program prioritas pemerintah.
Dukungan tersebut diarahkan untuk membantu pelaksanaan program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Pernyataan itu memperlihatkan penekanan Panglima TNI terhadap peran institusi dalam mendukung agenda pemerintah, selain menjalankan tugas pokok pertahanan negara.
Namun, materi yang tersedia tidak menyebutkan program prioritas tertentu, bentuk dukungan operasional, maupun indikator keberhasilan yang akan digunakan untuk mengukur pelaksanaannya.
Karena itu, penjabaran lebih lanjut mengenai program, sasaran, dan mekanisme pelaksanaan diperlukan untuk memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai cakupan dukungan tersebut.
Bagi peserta P4N LXX Tahun Anggaran 2026 dan personel Lemhannas RI, ceramah ini menjadi ruang pembahasan mengenai kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi beragam tantangan.
Ancaman multidimensi menuntut kesiapan yang tidak hanya bertumpu pada kekuatan militer, tetapi juga membutuhkan koordinasi antarlembaga dan kerja sama dengan berbagai pihak.
Melalui ceramah tersebut, Panglima TNI menegaskan tiga perhatian utama, yakni dukungan terhadap penanggulangan bencana, penguatan hubungan pertahanan dengan negara tetangga, serta kontribusi TNI terhadap program pemerintah.
Ketiga aspek itu menjadi bagian dari upaya menjaga kesiapsiagaan nasional sekaligus mendukung keamanan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

