Beranda Berita Mengejar Gaji Versus Mengejar Passion ?
Berita

Mengejar Gaji Versus Mengejar Passion ?

Benarkah kita masih mau bicara masalah fashion saat mengerjakan fashion […]

Benarkah kita masih mau bicara masalah fashion saat mengerjakan fashion tersebut tapi penghasilan dari mengerjakan fashion tersebut tidak memenuhi kebutuhan kita sehari-hari. Masih maukah kita bertahan dengan fashion tersebut sedangkan di satu sisi kita juga mendapatkan tawaran yang lebih bagus dengan penghasilan yang lebih baik walaupun tawaran tersebut tidak sesuai dengan fashion kita. 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh mungkin anda pernah mendengar kata-kata ini saya itu harus bekerja sesuai dengan passion saya atau mungkin kata-kata lain kita harus bekerja sesuai dengan passion kita biar kita bahagia atau mungkin ada lagi yang seperti ini kamu harus mengejar yang menjadi fashion kamu ya barangkali kalimat-kalimat tersebut itu akrab di telinga kita.


Artikel sebelumnya : Sukses Itu Dimulai Dari Mengendalikan Pikiran Positif

Bisa juga kita malah termasuk orang yang seringkali dengan mantap mengatakan hal tersebut, sebenarnya tidak ada yang salah dengan kalimat-kalimat itu asal saja kita tahu arti kata fashion dengan benar dan yang paling penting adalah kita mau menerima konsekuensi dari mengatakan hal tersebut. 

Fashion memang terasa sebagai kata yang bisa membuat orang lebih dalam kelihatannya terutama ketika kita mengerjakan sesuatu dan yang kita kerjakan itu memang menjadi fashion kita tapi benarkah kita masih mau bicara masalah fashion saat mengerjakan fashion tersebut tapi keran penghasilan dari mengerjakan fashion tersebut tidak memenuhi kebutuhan kita sehari-hari. 

Masih maukah kita bertahan dengan fashion tersebut sedangkan di satu sisi kita juga mendapatkan tawaran yang lebih bagus dengan penghasilan yang lebih baik walaupun tawaran tersebut tidak sesuai dengan fashion kita betapapun seseorang tahu tentang fashionnya.

Faktor-faktor lain yang harus juga dipertimbangkan misalnya apakah kita bisa mendapatkan kehidupan yang baik pada saat kita mengerjakan fashion tersebut apakah fashion tersebut akan tetap menjadi fashion apabila tiap hari kita melakukannya hanya demi uang apakah fashion tersebut dibutuhkan pasar kerja, karena setiap pilihan hidup selalu ada konsekuensinya karena hidup ini bukan hanya memilih tapi bagaimana pilihan tersebut bisa berdampak pada masa depan kita.

Baca juga :  Nunggak Cicilan Mobil 2 Bulan, Ini 3 Risiko yang Harus Kamu Tahu!


For you : Ada 7 Fakta Menyakitkan Hati Yang Harus Kita Terima Dalam Hidup

Kalau anda nantinya memilih untuk mengikuti fashion harus satu paket dengan komitmennya anda harus punya itung-itungan bukan asal ngomong tentang fashion satu hal yang harus perlu kita ingat menafkahi keluarga itu wajib mengikuti fashion itu. Bahwa bertanggung jawab lah, jangan sampai kita kehilangan arah atau salah langkah. 

Bisnis sesuai fashion bolehkah? boleh silakan tapi enggak harus ia, walaupun tentu sangat menyenangkan kalau kita bisa melakukan sesuai yang kita sukai kita kuasai dunia butuhkan dan kita dibayar layak dengan fashion tersebut konsep nya juga membahas ini, tapi jujur saja gak semua orang bisa sampai.

Tapi kita kembali ke soal fashion apakah anda sudah menemukan fashion anda yakin itu fashionnya atau mungkin itu hanya kesenangan sesaat apakah pabrik menghargai fashion kita dan mau membayar kita dengan layak, apakah output dari fashion tersebut lebih baik daripada yang lain itu yang harus kita pikirkan.

Misalnya nih ada satu bidang yang awalnya kita anggap biasa-biasa saja tapi dari situ kita bisa mempunyai penghasilan yang minimal 100 juta perbulan, saya yakin pelan-pelan fashion kita akan muncul di bidang tersebut, nah bagi teman-teman yang sudah berkeluarga ingat anak istri perlu makan setiap hari.

Kehidupan kita itu akan jalan terus belum tentu kehidupan di fashion kita itu bisa menghasilkan yang layak untuk mereka, sementara tanggung jawab sebagai penafkahan adalah hal yang mutlak, coba kita pikirkan lagi tapi kalau pun anda ngotot tetap mengerjakan fashion anda anda harus benar-benar berhitung apalagi ketika anda memilih untuk mengerjakan fashion dan meninggalkan pekerjaan anda sekarang.

Baca juga :  Anies Resmikan 1.348 Unit Hunian DP 0 Rupiah di Jakarta Timur

Jangan sampai gara-gara fashion tersebut keluarga anda berantakan karena faktor ekonomi yang sudah tidak terpenuhi karena mengerjakan fashion itu sama seperti mengerjakan pekerjaan-pekerjaan lain di awal tidak akan menghasilkan apa-apa, kira-kira anda sanggup gak apabila di awal tidak menghasilkan, kira-kira anda sudah punya tabungan yang cukup enggak bila nanti pada saat diawal anda mengerjakan fashion tersebut belum bisa menghasilkan apa-apa.


Direkomendasikan : Dihadang Debt Collector Di Jalan – Lakukan Ini Agar Mobil Tidak Ditarik

Bagi teman-teman yang belum punya keluarga anda pun tetap harus berhitung jangan sampai terjebak dengan kata-kata mumpung masih muda anda harus kau kasihkan berapa lama anda belajar berapa lama anda untuk gagal dan kapan anda bisa punya income, karena cepat atau lambat anda pun akan menikah dan pada saat menikah itu jelas hidup akan sangat berbeda.

Yang saya sarankan adalah mending cari bisnis yang bisa mendapatkan penghasilan mudah untuk dibesarkan dan enggak terlalu repot, mulai dari situ dulu banyak kok zaman sekarang ini lebih gampang cari uang daripada seri pekerjaan atau kalau anda lagi bekerja sekarang. disela-sela waktu anda bekerja anda bisa jalanin fashion anda, simple kok jangan dibikin repot setelah nanti penghasilan di fashion itu bisa menopang kehidupan anda atau penghasilannya itu lebih besar daripada pekerjaan anda disitu anda bisa memilih mau tetap bekerja di situ atau anda keluar dari pekerjaan itu.

Untuk ngebesarin fashion anda jangan sampai nih anda harus memilih pekerjaan yang belum menghasilkan, penghasilan dan pekerjaan yang sudah menghasilkan penghasilan itu bukan pilihan namanya. 

Bekerja dan berbisnis memang sesuatu yang sangat kompleks dan kompleksitasnya itu tidak akan pernah habis, tidak ada yang selalu menyenangkan dan menantang kita harus selalu berdamai dengan kekacauan dan masalah yang selalu ada dari mitra kerja yang tidak bisa diandalkan.

Baca juga :  Mengembangkan Usaha Dalam Masa Resesi Menjadi Kaya Raya

Atasan yang menyebalkan dan semua masalah yang terjadi dalam kehidupan cinta dan pekerjaan kita, jangan terlalu mudah menyerah karena sebuah masalah yang datang dalam bisnis atau pekerjaan kita, jangan terlalu mudah menilai pekerjaan orang lain dari satu postingan di media sosial karena tidak mungkin posting saat bisnisnya terlilit hutang.

Artinya kehidupan nyata tidak sesuai kehidupan di postingan media sosial ada pepatah mengatakan, “kerjakan apa yang anda cintai tapi jika tidak bisa cintailah apa yang anda kerjakan” mungkin sebagian dari kita dulu pernah pacaran mungkin pernah katanya menemukan yang namanya cinta sejati tapi kalau sudah jadi istri dan kita menikah maka jadikanlah istri tersebut sebagai cinta sejati kita.

Demikian pula dengan sebuah bidang atau bisnis yang jelas-jelas menghasilkan suka atau tidak suka fashion atau tidak fashion ada baiknya kita mulai mencintai bidang dan bisnis kita tersebut dan letakkanlah fashion kita di sana jadi lebih baik berhenti mengatakan ikuti fashion dan mulailah bekerja terima kasih wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.****Gensa


Hanya untuk mu : Lakukan Langkah Ini Sebelum Mobil Ditarik Oleh Debt Collector Leasing Atau Bank

Sebelumnya

Sukses Itu Dimulai Dari Mengendalikan Pikiran Positif

Selanjutnya

5 Hal Yang Membuat Kita Akan Di Hargai Orang Lain

Gensa Club
advertisement
advertisement