Mama-Mama Kampung Yamboi Ikut Bangun Jalan Bersama Satgas TMMD
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Manokwari Selatan – Mama-mama Kampung Yamboi bergotong royong bersama personel Satgas TMMD ke-130 Kodim 1808/Mansel untuk mempercepat pembangunan jalan di Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat, Minggu (25/10/2026).
Keterlibatan warga perempuan tersebut menunjukkan dukungan masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur yang diharapkan memperlancar mobilitas dan aktivitas sehari-hari di kampung mereka.
Di lokasi sasaran, para mama mengambil bagian dalam pekerjaan dengan menyiapkan, mengangkut, dan meratakan material bersama prajurit TNI.
Mereka menggunakan peralatan sederhana untuk membantu kelancaran pekerjaan, meskipun hari itu merupakan hari libur.
Partisipasi tersebut memperlihatkan bahwa pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) tidak hanya melibatkan personel TNI, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk berkontribusi langsung.
Bagi warga Kampung Yamboi, jalan yang tengah dibangun diharapkan dapat mendukung kebutuhan transportasi dan mempermudah akses menuju berbagai aktivitas sehari-hari.
Selain itu, peningkatan akses jalan berpotensi mendukung kegiatan ekonomi warga karena mobilitas orang dan barang menjadi salah satu unsur penting dalam perkembangan suatu kampung.
Meski demikian, manfaat tersebut masih berupa harapan yang perlu dilihat berdasarkan kondisi jalan setelah pembangunan selesai dan pemanfaatannya oleh masyarakat.
Gotong Royong Perkuat Pembangunan Kampung
Kegiatan pada Minggu tersebut memperlihatkan keterlibatan masyarakat dalam mendukung pekerjaan fisik Satgas TMMD ke-130 Kodim 1808/Mansel.
Para mama Kampung Yamboi tidak sekadar menyaksikan proses pembangunan, tetapi ikut membantu pekerjaan di lapangan sesuai kegiatan yang berlangsung.
Mereka bersama prajurit menyiapkan material, memindahkannya ke bagian pekerjaan, kemudian membantu meratakan material untuk mendukung pembangunan jalan.
Keterlibatan warga menjadi bagian penting dalam membangun hubungan antara pelaksana program dan masyarakat yang nantinya menggunakan hasil pembangunan.
Sebab, pembangunan infrastruktur di tingkat kampung berkaitan langsung dengan kebutuhan warga, mulai dari kelancaran perjalanan hingga kemudahan menjalankan kegiatan sosial dan ekonomi.
Karena itu, partisipasi masyarakat dapat membantu menumbuhkan rasa kebersamaan sekaligus memperkuat kepedulian terhadap fasilitas yang dibangun di lingkungan mereka.
Namun, laporan kegiatan tersebut belum merinci jumlah warga yang terlibat, panjang jalan yang dikerjakan, maupun persentase penyelesaian pembangunan.
Informasi itu diperlukan untuk memberikan gambaran lebih lengkap mengenai skala partisipasi masyarakat dan perkembangan sasaran fisik TMMD di Kampung Yamboi.
Meski begitu, kegiatan gotong royong tersebut menunjukkan adanya keterlibatan langsung warga dalam mendukung pembangunan di wilayah mereka.
Jalan Diharapkan Mempermudah Aktivitas Warga
Pembangunan jalan menjadi salah satu sasaran fisik yang diharapkan memberi manfaat langsung bagi masyarakat Kampung Yamboi.
Akses yang lebih baik dapat membantu warga menjalankan kegiatan sehari-hari, termasuk berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain serta mendukung pergerakan barang untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha.
Di wilayah kampung, kondisi akses jalan turut memengaruhi kelancaran berbagai aktivitas masyarakat. Oleh sebab itu, pembangunan infrastruktur perlu memperhatikan kebutuhan pengguna dan kondisi lingkungan setempat.
Melalui program TMMD, Satgas Kodim 1808/Mansel mengerjakan sasaran pembangunan dengan dukungan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.
Kehadiran mama-mama Kampung Yamboi dalam kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa warga memiliki peran dalam proses pembangunan, bukan hanya sebagai penerima manfaat setelah pekerjaan selesai.
Selain membantu pekerjaan fisik, keterlibatan masyarakat juga membuka kesempatan untuk memperkuat rasa memiliki terhadap hasil pembangunan.
Kendati demikian, manfaat jangka panjang jalan tersebut akan bergantung pada kualitas hasil pekerjaan, pemeliharaan, dan kesesuaiannya dengan kebutuhan mobilitas masyarakat.
Karena itu, penyelesaian pembangunan perlu berjalan seiring dengan perhatian terhadap keberlanjutan penggunaan infrastruktur agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Sinergi TNI dan Masyarakat Jadi Penggerak
Bagi personel Satgas TMMD, dukungan masyarakat menjadi dorongan dalam melanjutkan pekerjaan pembangunan di Kampung Yamboi.
Kehadiran warga yang ikut bekerja bersama prajurit juga mencerminkan hubungan sosial yang tumbuh melalui kegiatan bersama di lapangan.
Semangat gotong royong tersebut menjadi bagian dari kemanunggalan TNI dengan rakyat, yang diwujudkan melalui kerja sama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Di sisi lain, partisipasi warga menunjukkan bahwa pembangunan kampung membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, sesuai kemampuan dan peran masing-masing.
Prajurit menjalankan tugas pembangunan melalui program TMMD, sedangkan warga turut mendukung proses pengerjaan dengan membantu pekerjaan yang berlangsung di lokasi sasaran.
Kolaborasi tersebut memberi ruang bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam upaya meningkatkan akses lingkungan mereka.
Kegiatan ini berlangsung di Kampung Yamboi, Kabupaten Manokwari Selatan, pada Minggu, 25 Oktober 2026, sebagaimana dilaporkan Pendim 1808/Mansel.
Meski laporan tidak memuat pernyataan langsung dari warga maupun komandan Satgas, tindakan para mama yang membantu pekerjaan jalan menjadi inti peristiwa yang disampaikan.
Pada akhirnya, pembangunan kampung tidak hanya berkaitan dengan hasil fisik, tetapi juga dengan keterlibatan masyarakat dalam prosesnya.
Melalui gotong royong, mama-mama Kampung Yamboi bersama Satgas TMMD ke-130 Kodim 1808/Mansel mendukung pembangunan jalan yang diharapkan memperlancar aktivitas warga dan menunjang perkembangan kampung.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

