Kodim 1714/PJ Rampungkan Jembatan Beton Merah Putih Tahap VII di Puncak Jaya
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 3 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Puncak Jaya – Kodim 1714/Puncak Jaya merampungkan pembangunan Jembatan Beton Merah Putih Tahap VII di Kampung Kulok Enggame, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Pegunungan, Selasa (13/10/2026).
Kini, masyarakat setempat dapat memanfaatkan jembatan tersebut untuk menunjang aktivitas sehari-hari, termasuk mengakses sekolah dan membawa hasil bumi menuju pasar.
Pembangunan infrastruktur ini melibatkan prajurit Kodim 1714/Puncak Jaya bersama warga melalui semangat gotong royong sejak peletakan batu pertama pada 5 September 2026.
Rampungnya jembatan tersebut menandai upaya memperbaiki akses masyarakat di wilayah yang membutuhkan dukungan infrastruktur untuk menunjang mobilitas dan kegiatan ekonomi.
Bagi warga Kampung Kulok Enggame, keberadaan jembatan tidak sekadar menghadirkan sarana penyeberangan, tetapi juga membuka kemudahan dalam menjalankan berbagai aktivitas yang sebelumnya menghadapi kendala akses.
Kepala Suku Kampung Kulok Enggame, Nogen Wonda, menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan jembatan yang melibatkan prajurit TNI dan masyarakat setempat.
“Terima kasih yang banyak kepada Presiden Republik Indonesia atas program Jembatan Beton Merah Putih ini,” ujar Nogen.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada prajurit Kodim 1714/Puncak Jaya yang bekerja bersama masyarakat selama proses pembangunan berlangsung.
“Terima kasih juga atas dedikasi dan kerja keras anggota Kodim 1714/Puncak Jaya bersama kami,” katanya.
Menurut Nogen, keberadaan jembatan membantu masyarakat menjalankan kegiatan sehari-hari, terutama ketika warga harus bepergian bersama anak-anak atau membawa kebutuhan untuk menunjang kehidupan keluarga.
“Berkat jembatan ini, kami dan anak-anak bisa beraktivitas dengan lebih mudah dan aman,” ungkapnya.
Gotong Royong TNI dan Warga Percepat Pembangunan
Pembangunan Jembatan Beton Merah Putih Tahap VII bermula pada 5 September 2026 melalui peletakan batu pertama di Kampung Kulok Enggame.
Sejak saat itu, prajurit Kodim 1714/Puncak Jaya dan masyarakat setempat bekerja bersama untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur tersebut.
Kolaborasi itu menjadi bagian penting dalam proses pembangunan karena keterlibatan warga turut memperkuat semangat kebersamaan dalam memenuhi kebutuhan lingkungan mereka.
Setelah pembangunan rampung, masyarakat kini memiliki akses penyeberangan yang dapat menunjang mobilitas warga di Distrik Pagaleme.
Selain itu, jembatan tersebut diharapkan membantu anak-anak menjangkau sekolah dengan lebih mudah sehingga perjalanan menuju tempat belajar tidak lagi menghadapi kendala akses yang sama.
Kemudahan akses juga berpotensi mendukung kegiatan ekonomi warga, khususnya ketika petani dan masyarakat membawa hasil bumi untuk dipasarkan.
Dengan akses yang lebih mudah, warga memiliki peluang memperlancar distribusi hasil pertanian sekaligus menunjang aktivitas perdagangan di tingkat lokal.
Meski demikian, dampak jangka panjang terhadap kegiatan ekonomi dan pendidikan masyarakat masih memerlukan penilaian berdasarkan pemanfaatan jembatan serta perubahan kondisi akses setelah pembangunan selesai.
Karena itu, keberadaan infrastruktur ini menjadi langkah awal yang perlu diikuti dengan pemeliharaan agar masyarakat dapat memanfaatkannya secara berkelanjutan.
Dandim Tegaskan Komitmen TNI Bersama Rakyat
Komandan Kodim 1714/Puncak Jaya, Letkol Inf Bagus Kurniawan, M.Han., menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam pembangunan jembatan mencerminkan komitmen untuk bekerja bersama masyarakat.
“Kehadiran kami di sini adalah wujud bahwa TNI selalu berada di tengah-tengah rakyat,” ujar Bagus.
Ia menegaskan, jajarannya akan terus berupaya hadir dan bekerja bersama masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.
“Kami akan terus hadir dan bekerja bersama masyarakat, karena kami adalah TNI yang kuat bersama rakyat,” katanya.
Menurut Bagus, pembangunan Jembatan Beton Merah Putih Tahap VII juga memperlihatkan pentingnya sinergi antara prajurit TNI dan warga dalam menjawab kebutuhan infrastruktur di daerah.
“Jembatan Beton Merah Putih Tahap VII ini menjadi bukti nyata sinergi yang erat antara TNI dan masyarakat dalam membangun daerah demi kemajuan bersama,” tegasnya.
Penyelesaian pembangunan tersebut menambah sarana penghubung bagi masyarakat Kampung Kulok Enggame sekaligus mendukung kelancaran mobilitas warga di Distrik Pagaleme.
Ke depan, pemanfaatan dan pemeliharaan jembatan menjadi faktor penting agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Melalui kerja bersama TNI dan warga, pembangunan infrastruktur diharapkan dapat mendukung akses pendidikan, memperlancar kegiatan ekonomi, serta memperkuat hubungan antara aparat kewilayahan dan masyarakat.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

