Enam Anggota dan Simpatisan OPM Ikrar Setia kepada NKRI dalam Dua Hari
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 2 menit yang lalu
- print Cetak

Papua Tengah – Enam anggota dan simpatisan OPM menyatakan ikrar setia kepada NKRI dalam dua hari berturut-turut melalui pendekatan humanis Satgas Koops TNI Habema.
Lima simpatisan OPM Kodap VIII/Intan Jaya menyatakan ikrar di Kabupaten Intan Jaya, Minggu (6/9/2026).
Sehari kemudian, seorang anggota OPM Kodap XXXIV/Beoga mengikuti langkah serupa di Kabupaten Puncak, Senin (7/9/2026).
Satgas Koops TNI Habema menilai keputusan tersebut menunjukkan adanya kesadaran untuk meninggalkan konflik dan memilih jalan damai.
Pendekatan itu mengutamakan komunikasi sosial, dialog persuasif, serta pembinaan teritorial di tengah masyarakat Papua Tengah.
Lima Simpatisan OPM di Intan Jaya
Prosesi pertama berlangsung di Titik J2 Satgas Yonif 744/SYB, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Minggu (6/9/2026).
Lima simpatisan berinisial JJ, PB, RS, NS, dan MS menyatakan kesetiaan kepada NKRI secara sadar.
Kelima orang tersebut memiliki latar belakang sebagai pelajar, pengemudi ojek, dan pekerja mandiri.
Sebelum mengambil keputusan, mereka mengikuti komunikasi serta dialog persuasif dengan unsur Satgas Koops TNI Habema.
Proses tersebut berlangsung setelah mereka terindikasi berinteraksi dengan pimpinan TPNPB-OPM Kodap VIII/Intan Jaya.
Melalui pendekatan tersebut, kelima simpatisan kemudian memilih meninggalkan aktivitas yang berkaitan dengan kelompok bersenjata.
Mereka mengikuti prosesi ikrar dengan disaksikan unsur Satgas, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat.
Anggota OPM Beoga Pilih Jalan Damai
Di Kabupaten Puncak, keputusan serupa muncul dari Erison Murib alias Buton Murib, 22 tahun.
Erison merupakan anggota OPM Kodap XXXIV/Beoga pimpinan Arodi Kulla, menurut keterangan Koops TNI Habema.
Ia berperan sebagai penyuplai logistik kelompok bersenjata dan terindikasi pernah terlibat dalam kerusuhan Julukoma pada 2019.
Erison mengucapkan ikrar kesetiaan kepada NKRI di Lapangan Koramil 1717-03/Beoga, Kabupaten Puncak, Senin (7/9/2026).
Prosesi tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban bersama keluarga, jajaran Satgas, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan warga setempat.
Keluarga Erison menyampaikan terima kasih atas pendekatan humanis TNI selama proses komunikasi hingga keputusan tersebut.
Keluarga juga meminta dukungan agar Erison dapat melanjutkan pendidikan di Sekolah Alkitab.
Simbol Kembali Menjadi Warga Negara
Rangkaian prosesi di Sugapa dan Beoga berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat serta pemerintah setempat.
Para peserta mengenakan pakaian batik sebagai salah satu simbol meninggalkan masa lalu dan memulai kehidupan sebagai warga negara.
Mereka kemudian menandatangani surat ikrar kesetiaan kepada NKRI dan mencium Bendera Merah Putih.
Prosesi berlanjut dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyaksikan pilihan para peserta meninggalkan konflik dan kembali berada di tengah lingkungan sosial.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna mengapresiasi keberanian warga yang memilih jalan damai.
“Pintu persaudaraan selalu terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin meletakkan senjata,” tegas Wirya.
Menurutnya, Koops TNI Habema akan terus mengedepankan komunikasi sosial dalam menjalankan pembinaan masyarakat di wilayah Papua.
TNI juga memprioritaskan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat dalam setiap pendekatan yang dilakukan.
Selain itu, Koops TNI Habema berkomitmen mengawal proses pemulihan sosial para mantan anggota dan simpatisan OPM.
TNI Dorong Kelompok Bersenjata Kembali ke Masyarakat
Koops TNI Habema menilai pendekatan teritorial dan dialog terbuka dapat membuka ruang bagi penyelesaian persoalan keamanan secara damai.
Namun, proses tersebut membutuhkan keterlibatan masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemerintah daerah, dan berbagai unsur lainnya.
Karena itu, TNI mengajak anggota kelompok bersenjata yang masih berada di wilayah konflik untuk mempertimbangkan jalan damai.
TNI juga mendorong mereka kembali hidup bersama masyarakat serta berkontribusi dalam pembangunan Papua.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema menegaskan pendekatan humanis akan terus menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dengan masyarakat.
“Koops TNI Habema mengapresiasi keberanian para warga yang memilih jalan damai,” ujar Wirya.
Menurut laporan Koops TNI Habema, situasi keamanan di Distrik Sugapa dan Distrik Beoga hingga kini terpantau aman dan kondusif.
Keputusan enam orang tersebut menjadi bagian dari dinamika pendekatan sosial dan teritorial yang berlangsung di wilayah Papua Tengah.
Pada saat yang sama, TNI terus mendorong terciptanya ruang dialog agar masyarakat dapat menjalani kehidupan secara aman serta mendukung pembangunan daerah.
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

