Senin, 9 Nov 2026
Gensa Media Indonesia » Berita » Diduga Potong Gaji Pekerja Sakit, Vendor Green SM Airport Kembali Disorot

Diduga Potong Gaji Pekerja Sakit, Vendor Green SM Airport Kembali Disorot

  • account_circle Tama
  • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tangerang – PT Multi Bangun Abadi (PT MBA), vendor penyedia tenaga kerja untuk layanan taksi Green SM Airport di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, kembali menjadi sorotan setelah muncul dugaan pemotongan gaji terhadap pekerja yang tidak masuk kerja karena sakit akibat kecelakaan saat berangkat kerja.

Dugaan tersebut menambah daftar persoalan ketenagakerjaan yang sebelumnya telah disampaikan sejumlah pekerja terkait pemberhentian kerja tanpa kompensasi dan tanpa pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR).

Informasi mengenai dugaan pemotongan gaji tersebut disampaikan oleh seorang pekerja berinisial TK, (Tenaga Kerja) yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

TK mengatakan bahwa pemotongan gaji terjadi terhadap seorang pekerja yang tidak dapat bekerja selama dua minggu karena mengalami kecelakaan ketika hendak berangkat kerja.

Menurut TK, kebijakan tersebut dinilai tidak sesuai dengan ketentuan ketenagakerjaan maupun isi kontrak kerja yang mereka terima.

“Dia (manajemen) menyatakan potong gaji, ketika ada atau tidak adanya surat sakit, dikontrak kan tidak ada tertulis seperti itu, kenapa sakit gara-gara kecelakaan berangkat kerja malah dipotong,” ujar TK kepada gensa.club Sabtu, (7/3/2026).

Para pekerja yang ditempatkan oleh PT MBA diketahui bekerja sebagai dispatcher di area operasional Green SM Airport.

Tugas mereka antara lain membantu penumpang menggunakan layanan taksi serta memperkenalkan brand perusahaan kepada pengguna jasa di kawasan bandara.

Secara administratif, para pekerja tersebut tercatat sebagai mitra atau tenaga kerja yang ditempatkan oleh PT MBA untuk mendukung operasional PT XanhSM Green and Smart Mobility Indonesia (GSM Indonesia), perusahaan yang mengoperasikan layanan taksi ramah lingkungan Green SM di Bandara Soekarno-Hatta.

TK menilai pemotongan gaji terhadap pekerja yang mengalami sakit karena kecelakaan saat berangkat kerja tidak mencerminkan perlakuan yang manusiawi terhadap pekerja lapangan.

Baca juga :  TMMD Kodim 1501/Ternate Bangun Drainase Warga Balisoan

Ia menjelaskan bahwa selama dua minggu masa pemulihan, pekerja tersebut tidak menerima gaji karena setiap hari kerja dipotong oleh perusahaan.

“Potongannya sekitar Rp275 ribu per hari. Memang terlihat kecil, tapi bagi pekerja itu tetap angka yang cukup besar. Apalagi kejadian ini karena kecelakaan ketika berangkat kerja,” kata TK.

Selain itu, TK juga menyebut bahwa biaya pengobatan pekerja yang mengalami kecelakaan tersebut tidak ditanggung melalui program BPJS Ketenagakerjaan, melainkan ditanggung oleh pihak lain yang terlibat dalam kecelakaan.

Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai perlindungan kerja yang seharusnya diterima oleh pekerja.

TK berharap perusahaan dapat menjalankan kebijakan ketenagakerjaan sesuai dengan peraturan yang berlaku dan tidak membuat aturan sepihak yang berpotensi merugikan pekerja.

“Menurut saya perusahaan telah menabrak aturan ketenagakerjaan. Mulai dari pemotongan gaji saat sakit hingga perlakuan yang tidak setara terhadap pekerja. Jangan karena posisi berbeda, lalu membuat aturan seenaknya sendiri,” ujarnya.

Klarifikasi Pekerja yang Disebut “Titipan”

Di tengah polemik tersebut, seorang pekerja berinisial DNDK yang sebelumnya disebut dalam pemberitaan terkait dugaan adanya “orang titipan” dalam sistem evaluasi kinerja, memberikan klarifikasi.

Dalam pernyataan tertulis yang disampaikan kepada gensa.club pada Minggu (8/3/2026), DNDK menepis pernah menyampaikan pernyataan sebagaimana yang beredar di kalangan pekerja, meskipun ada bukti chat telah menuliskan “klo gua kluar berarti green juga kluar dari bandara dong.”

Diduga Potong Gaji Pekerja Sakit, Vendor Green SM Airport Kembali Disorot

“Saya tidak pernah berstatement seperti ini. Betul saya 5 terbawah tapi saya dapat kebijakan khusus untuk memaksimalkan target dalam 1 minggu ini, saya dapat kebijakan ini karena saya sering kali ngbackup peluncuran unit jadi saya tidak mendapatkan target bandara seperti yang lainnya,” tulis DNDK dalam klarifikasinya melalui chat singkat, Minggu, (08/03/2026).

Baca juga :  Pasmar 3 Hadiri Jamuan Makan Malam Bersama Dubes Uni Emirat Arab di Sorong

Sebelumnya, sejumlah pekerja mengungkapkan adanya dugaan perlakuan tidak setara dalam penerapan sistem evaluasi kinerja di lingkungan kerja mereka.

Beberapa pekerja yang terdampak pemberhentian kerja mengaku diberhentikan setelah masuk dalam lima terbawah berdasarkan sistem penilaian internal perusahaan.

Namun, para pekerja mempertanyakan konsistensi penerapan aturan tersebut setelah mengetahui bahwa seorang pekerja lain yang juga berada dalam kategori lima terbawah tidak diberhentikan.

Persoalan ini menambah rangkaian polemik yang sebelumnya mencuat terkait dugaan pemberhentian sepihak terhadap sejumlah pekerja dispatcher di Green SM Airport tanpa pemberian kompensasi akhir kontrak maupun pembayaran THR.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Multi Bangun Abadi maupun manajemen operasional Green SM Airport belum memberikan tanggapan resmi dan terkesan Bungkam.

Upaya konfirmasi telah dilakukan awak media kepada pihak terkait melalui pesan langsung serta surat elektronik ke alamat resmi perusahaan, namun belum memperoleh respons.

Redaksi akan memperbarui pemberitaan apabila pihak perusahaan memberikan klarifikasi atau keterangan resmi terkait persoalan ini.**/red

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Tama adalah jurnalis Gensa Media Indonesia yang menjalankan tugas peliputan dan pemberitaan secara profesional, independen, berimbang, serta mengedepankan akurasi, verifikasi fakta, dan Kode Etik Jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Interesting

  • TNI Tanggap Bencana: Satgas Bantuan Kemanusiaan Berangkat ke Myanmar di Tengah Idulfitri

    TNI Tanggap Bencana: Satgas Bantuan Kemanusiaan Berangkat ke Myanmar di Tengah Idulfitri

    • calendar_month Selasa, 1 Apr 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta – Di tengah kegembiraan Idulfitri 1446 H, Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama sejumlah instansi terkait mengirimkan Satgas Bantuan Kemanusiaan untuk membantu korban gempa bumi di Myanmar. Keberangkatan tim yang berjumlah 38 personel ini dilakukan di Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, yang dipimpin oleh Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI) Marsekal […]

  • Brimob Batalyon C Gelar Apel Kesiapan May Day 2026, Tekankan Respons Cepat dan Humanis

    Brimob Batalyon C Gelar Apel Kesiapan May Day 2026, Tekankan Respons Cepat dan Humanis

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta, 28 April 2026 – Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya menggelar apel pasukan untuk memastikan kesiapan pengamanan peringatan Hari Buruh Internasional 2026. Apel berlangsung di Jakarta, kemudian komandan satuan mengarahkan personel menghadapi potensi kerawanan selama rangkaian aksi May Day. Satuan Brimob menempatkan personel sebagai first responder, sehingga mereka harus merespons cepat setiap dinamika […]

  • Koramil 03/Pasar Rebo–Ciracas Gelar Bakti Kesehatan Gratis, Warga Antusias Datangi Terminal Kampung Rambutan

    Koramil 03/Pasar Rebo–Ciracas Gelar Bakti Kesehatan Gratis, Warga Antusias Datangi Terminal Kampung Rambutan

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta Timur, 1 Juli 2026 – Koramil 03/Pasar Rebo–Ciracas, Kodim 0505/Jakarta Timur, menggelar Bakti Kesehatan Teritorial di Terminal Bus Kampung Rambutan, Jalan TB Simatupang No. 23, Kelurahan Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (1/7/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan layanan kesehatan gratis sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat kedekatan TNI dengan warga. Koramil 03/Pasar Rebo–Ciracas […]

  • TNI Bangun Jembatan dan Bedah Rumah Warga

    TNI Bangun Jembatan dan Bedah Rumah Warga

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Tangerang, Rabu, 25 Maret 2026 – Deddy Suryadi memimpin peletakan batu pertama Jembatan Garuda di Sungai Cimanceri sekaligus menggerakkan program gentengisasi rumah warga. Kegiatan berlangsung di Desa Matagara, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang dengan melibatkan prajurit dan masyarakat setempat. Prajurit TNI Angkatan Darat langsung mengerjakan pembangunan jembatan guna memperlancar akses transportasi dan meningkatkan konektivitas antarwilayah. Program […]

  • 32 Prajurit Kodim 1710/Mimika Jalani Tes Samapta, Tiket Menuju Kenaikan Pangkat

    32 Prajurit Kodim 1710/Mimika Jalani Tes Samapta, Tiket Menuju Kenaikan Pangkat

    • calendar_month Sabtu, 12 Apr 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Timika — Matahari pagi baru saja menyinari Lapangan Makodim 1710/Mimika di Jalan Agimuga Mile 32, Distrik Kuala Kencana, namun semangat puluhan prajurit sudah membara. Sebanyak 32 personel Kodim 1710/Mimika tampak bersiap menjalani serangkaian tes kesamaptaan jasmani sebagai bagian dari proses Usul Kenaikan Pangkat (UKP) untuk periode 1 Oktober 2025. Tes ini bukan sekadar rutinitas. Bagi […]

  • Dugaan Pelecehan dan Intimidasi di PT Glow Industri Herbal Care: Para Pihak Saling Bantah - Foto Istimewa

    Dugaan Pelecehan dan Intimidasi di PT Glow Industri Herbal Care: Para Pihak Saling Bantah

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    “Sering, setiap lewat, dia suka memegang pundak saya. Saya sudah beberapa kali menegur dan bilang agar tidak melakukan itu,”

expand_less