Kamis, 22 Okt 2026
Beranda » BERITA » Diberhentikan Oleh MBA, Dispatcher di Green SM Airport Tuntut Hak Normatif

Diberhentikan Oleh MBA, Dispatcher di Green SM Airport Tuntut Hak Normatif

  • account_circle Tama
  • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Sejumlah pekerja vendor layanan taksi Green SM Airport di Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengaku diberhentikan secara sepihak tanpa kompensasi maupun pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR).

Para pekerja menduga pemberhentian tersebut tidak hanya melanggar hak normatif tenaga kerja, tetapi juga dipengaruhi praktik perlakuan tidak setara yang diduga terkait keberadaan “orang titipan” dalam sistem evaluasi kinerja.

Pekerja yang terdampak masing-masing berinisial DSP, EMS, DS, dan VA.

Mereka tercatat bekerja sebagai dispatcher yang bertugas membantu pengguna jasa mempermudah penggunaan layanan taksi sekaligus memperkenalkan brand perusahaan kepada penumpang di area bandara.

Berdasarkan keterangan para pekerja, mereka secara administratif tercatat sebagai Mitra di PT Multi Bangun Abadi (PT MBA), yang menempatkan tenaga kerja untuk mendukung operasional layanan PT XanhSM Green and Smart Mobility Indonesia (GSM Indonesia) atau yang dikenal sebagai Green SM Airport.

DSP mengungkapkan dirinya mulai bekerja pada 12 September 2025 dan diberhentikan pada 28 Februari 2026.

Ia menyebut keputusan tersebut diambil berdasarkan sistem evaluasi kinerja yang diterapkan manajemen.

“Di awal peraturan disebutkan lima pekerja dengan peringkat terbawah akan di-cut. Namun karena adanya anak titipan dari organik, akhirnya hanya empat terbawah yang diberhentikan, meskipun yang bersangkutan juga masuk lima terbawah,” ujar DSP dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (5/3/2026).

DSP menilai keputusan tersebut menimbulkan pertanyaan terkait konsistensi penerapan aturan yang sebelumnya telah disampaikan kepada para pekerja.

Sementara itu, pekerja lain berinisial EMS menyoroti persoalan masa kontrak kerja yang dinilai tidak jelas.

Ia menjelaskan kontrak kerja awalnya berakhir pada Desember 2025 dan menurut informasi yang diterima pekerja, kontrak tersebut seharusnya diperpanjang setiap tiga bulan.

Menurut EMS, jika mengikuti pola tersebut, masa kerja seharusnya diperpanjang hingga Maret 2026.

Pilihan Editor :  Strategi Pemkot Bekasi Tetapkan 3 Lokasi Perayaan Tahun Baru 2025

Namun pada kenyataannya, ia dan sejumlah rekannya justru diberhentikan pada Februari 2026 tanpa adanya surat perpanjangan kontrak kerja.

“Kontrak kami berakhir di Desember. Kalau diperpanjang tiga bulan, seharusnya dari Januari sampai Maret. Tapi kami sudah diberhentikan di Februari tanpa kompensasi dan tanpa THR,” kata EMS kepada wartawan, Sabtu (7/3/2026).

Ia menilai kondisi tersebut merugikan pekerja karena hak-hak normatif yang seharusnya diterima pada akhir masa kerja tidak diberikan.

Para pekerja juga menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada kejelasan terkait kompensasi atau penyelesaian administrasi setelah penghentian kerja tersebut.

“Kami berharap hak kami tetap diberikan, seperti kompensasi akhir kontrak dan THR, meskipun kami sudah tidak lagi bekerja,” ujar EMS.

Dugaan Perlakuan Tidak Setara

Selain persoalan kontrak dan kompensasi, para pekerja juga menyoroti dugaan adanya perlakuan berbeda dalam penerapan sistem evaluasi kinerja.

Mereka menyebut terdapat seorang pekerja lain berinisial DNDK yang juga masuk dalam kategori lima pekerja dengan performa terendah, namun tidak diberhentikan.

Menurut para pekerja, DNDK justru diberikan kesempatan untuk memperbaiki kinerja oleh manajemen.

“Dia juga masuk lima terbawah, tapi malah diberikan waktu perbaikan oleh manajemen karena disebut sebagai orang titipan organik,” ujar salah satu pekerja kepada wartawan.

Istilah “titipan organik” yang dimaksud para pekerja merujuk pada dugaan adanya individu yang memiliki kedekatan dengan pihak internal perusahaan sehingga mendapatkan perlakuan berbeda dalam pengambilan keputusan manajemen.

Dugaan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai transparansi sistem evaluasi kinerja yang diterapkan dalam operasional layanan Green SM Airport.

Para pekerja menilai jika sistem penilaian kinerja diterapkan secara konsisten, maka keputusan penghentian kerja seharusnya dilakukan berdasarkan parameter yang sama terhadap seluruh pekerja.

Pilihan Editor :  Polisi dan Lintas Instansi Bersihkan Pohon Tumbang di Pluit

Di sisi lain, para pekerja juga menyoroti pentingnya kejelasan hubungan kerja antara perusahaan pengguna jasa dan perusahaan vendor yang menempatkan tenaga kerja di lapangan.

Dalam praktik outsourcing atau penempatan pekerja melalui vendor, hak-hak normatif tenaga kerja seperti kompensasi akhir kontrak, pembayaran THR, serta kejelasan masa kerja tetap harus dipenuhi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Multi Bangun Abadi (PT MBA) selaku vendor maupun manajemen Green SM Airport belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan pemberhentian sepihak tersebut.**/red

Catatan Redaksi:
Redaksi telah berupaya menghubungi pihak PT Multi Bangun Abadi dan manajemen operasional Green SM Airport untuk meminta konfirmasi serta klarifikasi terkait permasalahan ini. Namun hingga berita ini dipublikasikan, pihak terkait belum memberikan respons resmi. Redaksi akan memperbarui pemberitaan apabila telah menerima keterangan dari pihak perusahaan.

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Tama adalah jurnalis Gensa Media Indonesia yang menjalankan tugas peliputan dan pemberitaan secara profesional, independen, berimbang, serta mengedepankan akurasi, verifikasi fakta, dan Kode Etik Jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Menarik Dibaca

  • Penuh Ceria, Siswa TK Islam Al Fathul Akbar Kunjungi Pangkalan TNI AL Simeulue

    Penuh Ceria, Siswa TK Islam Al Fathul Akbar Kunjungi Pangkalan TNI AL Simeulue

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Simeulue – TNI AL. Suasana hangat dan ceria menyelimuti Markas Komando Pangkalan TNI AL Simeulue pada Selasa (27/5/2025), saat puluhan siswa-siswi TK Islam Al Fathul Akbar datang dalam kunjungan wisata edukatif. Dengan semangat penuh ingin tahu, para bocah mengenakan seragam sekolah menyusuri area pangkalan, didampingi guru dan personel TNI AL yang ramah. Kunjungan ini menjadi […]

  • Tragedi Long Boat di Selat Nenek, Bakamla RI Terjunkan Kekuatan Penuh Cari Korban Hilang

    Tragedi Long Boat di Selat Nenek, Bakamla RI Terjunkan Kekuatan Penuh Cari Korban Hilang

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Batam – Perairan Selat Nenek, Batam, mendadak menjadi saksi bisu tragedi memilukan. Sebuah Long Boat yang membawa 13 orang anggota tim sepak bola dari Pulau Nenek menuju Pulau Setokok terbalik dihantam gelombang tinggi, Rabu (25/6/2025). Cuaca buruk dan laut yang tak bersahabat membuat perjalanan berubah menjadi bencana. Enam penumpang berhasil selamat, namun tujuh lainnya sempat […]

  • Penemuan Kerangka Manusia Kejutkan Warga Tambun Selatan

    Penemuan Kerangka Manusia Kejutkan Warga Tambun Selatan

    • calendar_month Minggu, 1 Des 2024
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    Korban ini sering pergi tanpa tahu tujuan, kadang-kadang diantar oleh orang lain, dan baru kembali beberapa hari kemudian

  • Tingkatkan Semangat Belajar Anak-Anak Perbatasan, Satgas Yonif 131/BRS Bagikan Buku Tulis

    Tingkatkan Semangat Belajar Anak-Anak Perbatasan, Satgas Yonif 131/BRS Bagikan Buku Tulis

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    KEERIM, PAPUA – Dalam rangka tingkatkan semangat belajar anak-anak di perbatasan, Satgas Yonif 131/BRS melaksanakan kegiatan anjangsana sekaligus membagikan buku tulis untuk belajar kepada adik-adik di SD YPPK Kenandega, Kp. Banda Distrik Waris, Kab. Kerom, Provinsi Papua, Rabu (16/10/2024). Danpos Waris Lettu Inf Yudha menyampaikan, kegiatan positif ini diharapkan dapat memberikan dampak yang positif juga […]

  • Bakamla RI Evakuasi KM Aneka Jaya yang Terbalik di Perairan Bangka Belitung

    Bakamla RI Evakuasi KM Aneka Jaya yang Terbalik di Perairan Bangka Belitung

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Bangka Belitung – Aksi cepat unsur patroli Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) kembali menyelamatkan nyawa di laut. Kapal patroli KN Tanjung Datu–301 berhasil mengevakuasi KM Aneka Jaya, kapal penangkap ikan berbobot 29 GT yang terbalik usai menabrak batu karang di perairan Pulau Cucu Petong, Selat Dempo, Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (7/8/2025). Insiden ini […]

  • Gegana Brimob Polda Metro Jaya Sterilkan Lokasi Konser KOSTCON 2025 di Indonesia Arena

    Gegana Brimob Polda Metro Jaya Sterilkan Lokasi Konser KOSTCON 2025 di Indonesia Arena

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta, 2 Agustus 2025 — Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Metro Jaya melaksanakan sterilisasi di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta Pusat, sebagai bagian dari pengamanan konser KOSTCON 2025 (Korean OST Concert) yang digelar pada Sabtu malam, 2 Agustus 2025. Kegiatan diawali dengan koordinasi bersama panitia penyelenggara yang diwakili oleh Bapak Jaka. Tim kemudian melakukan penyisiran di […]

expand_less