Dari Gold Coast ke Australia Open, Taekwondo Indonesia Raih Perunggu dan Perak
Jakarta, 21 Juni 2026 – Tim Pelatnas Taekwondo Indonesia meraih medali perunggu dan perak pada WT President’s Cup Oceania 2026 dan Australia Open di Gold Coast. Ketua Umum PBTI Letjen...

Jakarta, 21 Juni 2026 – Tim Pelatnas Taekwondo Indonesia meraih medali perunggu dan perak pada WT President’s Cup Oceania 2026 dan Australia Open di Gold Coast.
Ketua Umum PBTI Letjen TNI Richard Tampubolon mengapresiasi capaian atlet yang bersaing di ajang internasional tersebut.
Kejuaraan berlangsung di Gold Coast Sports and Leisure Centre, Carrara, Queensland, Australia, pada 18 hingga 21 Juni 2026.
Ajang WT President’s Cup Oceania berstatus G3, sehingga memberikan poin ranking dunia lebih besar dibandingkan turnamen regional lainnya.
Sebanyak 621 atlet dari berbagai negara anggota World Taekwondo berpartisipasi dalam nomor kyorugi dan poomsae.
Indonesia menurunkan empat atlet, terdiri dari tiga kyorugi dan satu poomsae, untuk menguji kemampuan di level internasional.
Aziz Hidayat Tumakaka menjadi penyumbang medali perunggu pada kelas -54 kilogram di WT President’s Cup Oceania.
Ia memastikan podium setelah mengalahkan wakil Jepang Ohara Keishin pada babak perempat final dengan kemenangan meyakinkan.
Aziz kemudian menghadapi wakil Amerika Serikat dan harus mengakhiri langkahnya di semifinal setelah pertandingan ketat.
Sementara itu, Khavka Zhaviv mencatat kemenangan pada babak awal sebelum terhenti di fase berikutnya.
Muhammad Raihan Fadhilah juga menunjukkan perlawanan kuat meski harus mengakhiri langkah pada babak 16 besar.
Di nomor poomsae, M Rizal belum mampu melangkah jauh, namun tetap menambah pengalaman bertanding internasional.
Manajer Pelatnas Adhy Ariansyah menegaskan kejuaraan ini menjadi bagian penting dari program pembinaan menuju multi-event.
“Ajang ini penting untuk persiapan menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dan SEA Games Kuala Lumpur 2027,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keterbatasan anggaran tidak mengurangi komitmen tim dalam menjalankan program pembinaan.
Konsistensi Aziz Berbuah Perak di Australia Open
Setelah meraih perunggu, Aziz melanjutkan performa impresif pada Australia Open 2026 yang berstatus G2.
Ia mengalahkan wakil tuan rumah pada babak awal sebelum menghadapi laga dramatis di semifinal melawan atlet Hong Kong.
Aziz memastikan tiket final setelah menang pada ronde penentuan dengan skor meyakinkan.
Pada partai final, Aziz menghadapi wakil Brasil dan menjalani pertandingan ketat hingga ronde ketiga.
Ia sempat bangkit dengan merebut ronde kedua sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan lawan secara tipis.
Hasil tersebut mengantarkan Aziz meraih medali perak sekaligus menegaskan konsistensinya di dua turnamen beruntun.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBTI Pino Indra menilai ajang ini penting untuk peningkatan kualitas atlet.
“Turnamen ini menjadi sarana menambah poin ranking dunia dan meningkatkan jam terbang atlet,” ujarnya.
PBTI menargetkan peningkatan peringkat dunia sekaligus pembentukan mental tanding menghadapi kompetisi elite internasional.
Capaian satu perunggu dan satu perak mencerminkan progres pembinaan atlet taekwondo Indonesia di level global.
Selain itu, hasil tersebut menjadi modal penting menghadapi agenda besar seperti Asian Games dan SEA Games.
Tim Pelatnas berkomitmen terus meningkatkan performa melalui partisipasi aktif dalam kejuaraan internasional.
Dengan konsistensi tersebut, Indonesia berpeluang memperkuat posisi di peta persaingan taekwondo dunia.










