Babinsa Pantau Harga Sembako di Pasar Anyar Tangerang
Kota Tangerang, Sabtu, 1 Agustus 2026 – Babinsa Koramil 01/Tangerang, Kodim 0506/Tangerang, memantau harga dan ketersediaan kebutuhan pokok di Pasar Anyar usai melaksanakan Salat Subuh. Langkah tersebut bertujuan memastikan pasokan...

Kota Tangerang, Sabtu, 1 Agustus 2026 – Babinsa Koramil 01/Tangerang, Kodim 0506/Tangerang, memantau harga dan ketersediaan kebutuhan pokok di Pasar Anyar usai melaksanakan Salat Subuh. Langkah tersebut bertujuan memastikan pasokan pangan tetap tersedia serta menjaga stabilitas harga di tingkat masyarakat.
Pemantauan berlangsung sebagai bagian dari pembinaan teritorial yang rutin dilakukan Babinsa untuk memonitor perkembangan harga komoditas sekaligus menyerap informasi dari para pedagang.
Selain mengumpulkan data harga, Babinsa berdialog dengan pedagang mengenai kondisi pasokan, daya beli masyarakat, dan potensi perubahan harga dalam waktu dekat.
Hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar harga kebutuhan pokok masih berada pada tingkat yang relatif stabil.
Beras premium dijual Rp15.000 per kilogram, sedangkan gula pasir mencapai Rp18.500 per kilogram.
Harga telur ayam tercatat Rp28.000 per kilogram, daging ayam Rp35.000 per kilogram, dan daging sapi Rp150.000 per kilogram.
Sementara itu, LPG bersubsidi ukuran tiga kilogram dijual Rp23.000 per tabung.
Babinsa juga mencatat harga minyak goreng curah Rp22.000 per liter, sedangkan Minyakita dijual Rp15.700 per liter.
Komoditas hortikultura turut menjadi perhatian dalam pemantauan tersebut.
Harga bawang merah mencapai Rp40.000 per kilogram, bawang putih Rp35.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp45.000 per kilogram, cabai keriting Rp40.000 per kilogram, serta cabai merah besar Rp50.000 per kilogram.
Data tersebut menjadi bahan evaluasi bagi aparat teritorial untuk memantau perkembangan harga pangan di wilayah binaan.
Babinsa Perkuat Pengawasan Harga Pangan
Danramil 01/Tangerang Mayor Inf Jefriansen Sipayung mengatakan pemantauan harga sembako menjadi agenda rutin yang dijalankan seluruh Babinsa.
Menurutnya, kehadiran Babinsa di pasar tradisional membantu memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi ekonomi masyarakat.
“Melalui pemantauan langsung di pasar tradisional, Babinsa mengetahui perkembangan harga kebutuhan pokok sekaligus menyajikan informasi terkini sebagai bahan evaluasi,” ujarnya.
Ia menegaskan pemantauan tersebut juga bertujuan mendeteksi lebih awal apabila muncul gejolak harga maupun gangguan distribusi.
“Kami ingin memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan pasokan yang tetap tersedia,” katanya.
Selain itu, Babinsa mengajak pedagang menjaga stabilitas harga dengan tetap mengedepankan prinsip perdagangan yang sehat dan bertanggung jawab.
Ia berharap sinergi antara pedagang, pemerintah, dan aparat terus terjalin untuk menjaga ketahanan pangan daerah.
Stabilitas Harga Dukung Ketahanan Pangan
Kodim 0506/Tangerang terus mengoptimalkan peran Babinsa dalam memantau perkembangan harga dan distribusi bahan pokok di wilayah binaan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
Di sisi lain, informasi hasil pemantauan menjadi dasar koordinasi dengan pemerintah daerah apabila muncul kenaikan harga yang signifikan.
Komunikasi yang terbangun antara Babinsa dan pedagang juga membantu mempercepat penyampaian informasi mengenai kondisi pasar.
Karena itu, Kodim 0506/Tangerang berkomitmen melaksanakan pemantauan secara berkala agar perubahan harga dapat terdeteksi sejak dini.
Melalui kegiatan tersebut, TNI AD memperkuat perannya dalam mendukung stabilitas pangan, menjaga ketersediaan kebutuhan pokok, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Dengan pasokan yang terjaga dan harga yang relatif stabil, masyarakat diharapkan tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa menghadapi gejolak harga yang berlebihan.










