Ahmadi Madong Desak Pemkot Bekasi Perkuat Patroli di Jalan Rawan Kriminalitas

BEKASI – Persoalan keamanan jalanan menjadi salah satu isu yang paling banyak disampaikan warga dalam kegiatan Reses II Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ahmadi Madong,...

Ahmadi Madong Desak Pemkot Bekasi Perkuat Patroli di Jalan Rawan Kriminalitas – Foto Istimewa
-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

BEKASI – Persoalan keamanan jalanan menjadi salah satu isu yang paling banyak disampaikan warga dalam kegiatan Reses II Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ahmadi Madong, di Kecamatan Jatiasih.

Menindaklanjuti aspirasi tersebut, Ahmadi meminta Pemerintah Kota Bekasi memperkuat patroli keamanan di sejumlah ruas jalan yang dinilai rawan tindak kriminalitas, khususnya pada malam hingga dini hari.

Menurut Ahmadi, rasa aman merupakan hak dasar masyarakat yang harus dijamin oleh pemerintah daerah melalui langkah-langkah preventif dan koordinasi yang efektif dengan aparat keamanan.

Karena itu, ia mendorong Pemerintah Kota Bekasi untuk meningkatkan intensitas patroli di titik-titik yang selama ini sering dikeluhkan masyarakat.

Permintaan tersebut disampaikan Ahmadi usai menerima berbagai masukan dari warga dalam agenda reses yang digelar di wilayah Jatiasih.

Ia mengungkapkan, informasi mengenai meningkatnya potensi gangguan keamanan diperoleh dari keluhan masyarakat maupun berbagai informasi yang beredar di media sosial.

“Masih ada sejumlah ruas jalan yang menurut informasi masyarakat dan berbagai pemberitaan di media sosial kerap menjadi lokasi tindak kriminalitas, terutama pada malam hingga dini hari ketika arus kendaraan mulai berkurang,” kata Ahmadi, Sabtu (10/7/2026).

Beberapa ruas jalan yang menjadi perhatian di Kecamatan Jatiasih antara lain Jalan Wibawa Mukti dan Jalan Komsen.

Sementara di Kecamatan Jatisampurna, Jalan Raya Kranggan serta Jalan Alternatif Cibubur juga disebut sebagai kawasan yang memerlukan pengawasan lebih intensif karena kerap dikeluhkan warga terkait aspek keamanan.

Ahmadi menilai kondisi tersebut tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu mengambil langkah nyata agar masyarakat merasa terlindungi saat beraktivitas, terutama pada malam hari.

Pilihan Editor :  Babinsa Batuceper Pantau Harga Sembako di Pasar Duta Garden, Pastikan Stabilitas dan Ketersediaan

Ia meminta Wali Kota Bekasi bersama jajaran perangkat daerah mengoptimalkan patroli malam melalui sinergi tiga pilar yang melibatkan unsur pemerintah, kepolisian, dan TNI.

Selain itu, ia juga mengusulkan agar budaya ronda malam di lingkungan permukiman kembali dihidupkan sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Saya meminta Wali Kota atau pihak eksekutif agar budaya ronda kembali digalakkan. Saya juga mendorong patroli tiga pilar lebih fokus menyasar wilayah rawan kriminalitas, karena bagaimanapun masyarakat Kota Bekasi berhak mendapatkan rasa aman dari pemerintah,” ujar Ahmadi.

Sebagai anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Ahmadi berpandangan bahwa penguatan patroli merupakan langkah preventif yang dapat membantu menekan potensi tindak kriminalitas jalanan sekaligus meningkatkan rasa aman masyarakat.

Menurutnya, berbagai bentuk kejahatan seperti begal, penjambretan maupun aksi tawuran harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan.

Ia berharap Pemerintah Kota Bekasi tidak hanya mengandalkan aparat kepolisian, tetapi juga mengoptimalkan peran Satpol PP sesuai kewenangannya dalam mendukung terciptanya ketertiban umum melalui koordinasi lintas instansi.

Dorong Penguatan Sinergi Pengamanan

Ahmadi mengatakan, perlunya peningkatan patroli didasarkan pada adanya laporan maupun informasi mengenai dugaan tindak kriminalitas yang sempat menjadi perhatian masyarakat, termasuk peristiwa yang beredar luas melalui media sosial.

“Beberapa waktu lalu saya melihat di media sosial ada kejadian begal yang sampai menimbulkan korban di wilayah Jatisampurna. Karena itu saya meminta Pemkot Bekasi memperkuat patroli malam di titik-titik yang rawan kriminalitas jalanan,” katanya.

Meski demikian, Ahmadi menekankan bahwa penanganan persoalan keamanan tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada aparat penegak hukum.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat melalui sistem keamanan lingkungan (siskamling) dan ronda malam juga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan tindak kriminalitas.

Pilihan Editor :  Danlanal Bintan Tabur Ikan Nila, Lawan Jentik Nyamuk dengan Cara Alami

Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, perangkat wilayah, serta masyarakat akan menciptakan sistem pengawasan yang lebih efektif, khususnya di kawasan permukiman maupun ruas jalan yang memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi.

Selain mendorong peningkatan patroli, Ahmadi juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan ketika melintas di jalan-jalan yang minim aktivitas, terutama pada malam hingga dini hari.

Ia menyarankan warga tidak bepergian seorang diri apabila memungkinkan serta memilih jalur yang lebih ramai dan memiliki penerangan yang memadai.

“Saya mengimbau masyarakat yang harus melintasi jalur-jalur rawan kriminalitas agar sebisa mungkin ditemani atau menghindari ruas jalan yang sepi. Pemerintah Kota juga harus peduli dan tidak mengabaikan keselamatan warga Kota Bekasi,” pungkasnya.

Aspirasi mengenai peningkatan keamanan jalanan menjadi salah satu catatan yang diterima Ahmadi dalam pelaksanaan Reses II DPRD Kota Bekasi.

Melalui forum tersebut, masyarakat berharap pemerintah daerah dapat meningkatkan langkah-langkah pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan, sehingga aktivitas warga dapat berlangsung dengan lebih aman dan nyaman.**/Ugm

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *