Selasa, 20 Okt 2026
Beranda » BERITA » DPRD Kota Bekasi Usul Pengurus Bank Sampah Digaji Rp2 Juta per Bulan

DPRD Kota Bekasi Usul Pengurus Bank Sampah Digaji Rp2 Juta per Bulan

  • account_circle Firman Ugm
  • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KOTA BEKASI – Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Partai Golkar, Dariyanto, mengusulkan agar Pemerintah Kota Bekasi memberikan insentif sebesar Rp2 juta per bulan kepada setiap pengurus bank sampah.

Usulan tersebut dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan operasional bank sampah di tingkat lingkungan.

Gagasan itu disampaikan Dariyanto saat menggelar Reses II Tahun Anggaran 2026 di Perumahan Margahayu RT 04/RW 15, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Sabtu (11/7/2026).

Menurutnya, keberadaan bank sampah memiliki peran penting dalam mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), sehingga para pengelolanya perlu memperoleh perhatian lebih dari pemerintah.

Dalam paparannya, Dariyanto mengatakan pengurus bank sampah selama ini menjadi ujung tombak pelaksanaan program pengurangan sampah melalui konsep Reduce, Reuse, dan Recycle (3R).

Namun, di sisi lain, sebagian besar pengurus masih bekerja secara sukarela dengan pendapatan yang sangat terbatas.

“Saya mengusulkan agar pemerintah memberikan insentif kepada pengurus bank sampah sekitar Rp2 juta, agar pengurus bank sampah ini punya penghasilan untuk dia dan keluarganya,” ujar Dariyanto.

Ia menilai keberadaan insentif bukan semata-mata bentuk penghargaan kepada para pengurus, melainkan investasi pemerintah dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah dari sumbernya.

Menurutnya, apabila pengurus memiliki kepastian penghasilan, maka operasional bank sampah akan lebih terjamin dan mampu berjalan secara konsisten.

Dariyanto menjelaskan, apabila diasumsikan setiap Rukun Warga (RW) di Kota Bekasi memiliki satu bank sampah aktif, maka kebutuhan anggaran untuk program insentif tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp24 miliar dalam satu tahun.

Meski nilainya cukup besar, ia menilai anggaran tersebut masih sebanding dengan manfaat yang akan diperoleh pemerintah maupun masyarakat, terutama dalam menekan jumlah sampah yang dikirim ke TPA.

Pilihan Editor :  Ustadz di Bekasi Jadi Tersangka Kasus Pencabulan Anak Angkat dan Keponakan

“Saya pikir angka tersebut worth it kita keluarkan, tetapi dengan target yang jelas bahwa sampah yang keluar benar-benar sampah yang sudah tidak bisa kita 3R lagi,” katanya.

Menurutnya, pemberian insentif juga harus disertai indikator kinerja yang jelas agar penggunaan anggaran daerah dapat dipertanggungjawabkan.

Salah satunya melalui target pengurangan volume sampah residu yang dikirim ke TPA serta peningkatan aktivitas pemilahan sampah di tingkat masyarakat.

Dari hasil pemantauan yang dilakukannya di lapangan, Dariyanto mengaku menemukan banyak bank sampah yang tidak lagi beroperasi secara optimal.

Salah satu penyebab utamanya adalah minimnya dukungan terhadap para pengurus yang harus menjalankan berbagai aktivitas pengelolaan sampah tanpa penghasilan yang memadai.

Ia menyebut pendapatan bank sampah yang berasal dari penjualan sampah hasil pemilahan umumnya masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional maupun kesejahteraan pengurus.

“Kalau dari hasil yang saya temukan di lapangan, satu bulan pendapatannya paling Rp1,5 juta, paling besar Rp2 juta. Mana cukup untuk bicara operasional,” ujarnya.

Penguatan Bank Sampah Dinilai Berdampak pada Pengurangan Sampah

Dariyanto menambahkan, kondisi yang lebih memprihatinkan juga masih ditemukan di sejumlah bank sampah lainnya yang hanya memperoleh pemasukan sekitar Rp500 ribu setiap bulan.

Dengan nilai tersebut, menurutnya, pengelola akan kesulitan mempertahankan aktivitas bank sampah secara berkelanjutan.

Ia berpandangan bahwa pengembangan bank sampah tidak cukup hanya mengandalkan semangat gotong royong masyarakat.

Pemerintah juga perlu menghadirkan kebijakan yang mampu menjamin keberlangsungan para pengurus sebagai pelaksana utama di lapangan.

“Kalau kebutuhan primer saja belum tercukupi, bagaimana kita bisa lanjut bicara tentang yang lainnya. Bank sampahnya bisa buat kas ataupun pengembangan, tetapi pengurusnya juga harus hidup,” katanya.

Pilihan Editor :  Cara Cek PIP: Panduan Cek Penerima dengan NIK dan NISN

Menurut Dariyanto, pengelolaan sampah berbasis masyarakat telah menjadi salah satu pendekatan yang dinilai efektif dalam mengurangi beban TPA.

Karena itu, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada keberlangsungan aktivitas bank sampah di setiap wilayah.

Ia berharap pemerintah daerah dapat segera menyusun simulasi pembiayaan serta mekanisme penyaluran insentif yang sesuai dengan kemampuan anggaran daerah.

Selain itu, sistem pengawasan dan evaluasi juga diperlukan agar program berjalan efektif serta tepat sasaran.

“Harapan kita nanti bisa disimulasikan dan dijalankan, sehingga bank sampah kembali aktif dan sampah yang dibuang ke TPA benar-benar hanya sampah residu,” ujarnya.

Usulan tersebut menjadi salah satu masukan yang disampaikan dalam agenda reses sebagai bentuk penyerapan aspirasi masyarakat.

Hingga penyampaian usulan tersebut, belum terdapat keterangan resmi dari Pemerintah Kota Bekasi mengenai tindak lanjut maupun sikap terhadap wacana pemberian insentif sebesar Rp2 juta per bulan bagi pengurus bank sampah.

Apabila usulan tersebut nantinya dibahas lebih lanjut, realisasinya akan bergantung pada proses penyusunan kebijakan daerah, ketersediaan anggaran, serta pembahasan bersama antara pemerintah daerah dan DPRD Kota Bekasi sesuai mekanisme perencanaan dan penganggaran yang berlaku.**/Ugm

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Tags
Avatar photo

Ditulis oleh:

Firman Ugm adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Menarik Dibaca

  • Prajurit Lanal Simeulue Hadiri Peringatan Nuzulul Qur’an 1446 H, Perkuat Kebersamaan dengan Masyarakat

    Prajurit Lanal Simeulue Hadiri Peringatan Nuzulul Qur’an 1446 H, Perkuat Kebersamaan dengan Masyarakat

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Kehadiran bapak-bapak TNI AL sangat berarti bagi kami. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak hanya bertugas menjaga keamanan

  • Kodaeral X Tebar 6.000 Bibit Ikan Nila

    Kodaeral X Tebar 6.000 Bibit Ikan Nila

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    TNI AL, Jayapura — 24 November 2025Upaya memperkuat ketahanan pangan di wilayah pesisir Papua kembali digelorakan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) X. Dipimpin langsung oleh Dankodaeral X, Mayjen TNI (Mar) Werijon, M.Han., CIQnR., CIQaR., jajaran Kodaeral X menebarkan 6.000 bibit ikan nila ke Karamba Jaring Apung di Kampung Yoka, Distrik Heram, Kota Jayapura. Kegiatan ini […]

  • Jaringan Komputer: Pengertian, Jenis, Topologi, Fungsi, dan Cara Kerjanya

    Jaringan Komputer: Pengertian, Jenis, Topologi, Fungsi, dan Cara Kerjanya

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    Jaringan komputer merupakan fondasi penting dalam kehidupan digital karena memungkinkan perangkat saling berkomunikasi, bertukar data, dan menggunakan sumber daya secara bersama-sama. Teknologi ini digunakan dalam berbagai aktivitas, mulai dari mengakses internet di rumah, mengelola sistem administrasi sekolah, menjalankan transaksi digital, hingga menghubungkan kantor perusahaan yang berada di lokasi berbeda. Memahami jaringan komputer tidak hanya penting […]

  • FKPM Pulo Gadung Didorong Jadi Garda Depan Redam Konflik Warga

    FKPM Pulo Gadung Didorong Jadi Garda Depan Redam Konflik Warga

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta Timur, 27 April 2026 – Kepolisian memperkuat Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) di Pulo Gadung sebagai instrumen utama pencegahan konflik dan deteksi dini gangguan kamtibmas. Polsek Pulo Gadung bersama Polres Metro Jakarta Timur menggelar forum yang mempertemukan aparat dengan warga untuk membahas persoalan keamanan dan sosial secara terbuka. Forum tersebut tidak sekadar menjadi […]

  • Tak Gentar Hadapi Cuaca Ekstrem, Satgas TMMD Ke-124 dan Warga Iwaka Torehkan Progres 70 Persen

    Tak Gentar Hadapi Cuaca Ekstrem, Satgas TMMD Ke-124 dan Warga Iwaka Torehkan Progres 70 Persen

    • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Timika – Meski dihantam cuaca yang tak bersahabat, pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-124 Kodim 1710/Mimika tetap menunjukkan capaian membanggakan. Memasuki hari ke-19, progres pembangunan fisik di Kampung Pigapu, Naena Muktipura, dan Iwaka, Distrik Iwaka, sudah menembus angka 70 persen. Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD, Letkol Inf M. Slamet Wijaya, S.Sos., M.Han., M.A., […]

  • Brimob Gelar Donor Darah, Wujud Nyata Kepedulian di HUT Ke-80 Korps Brimob Polri

    Brimob Gelar Donor Darah, Wujud Nyata Kepedulian di HUT Ke-80 Korps Brimob Polri

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta – Dalam semangat memperingati HUT Ke-80 Korps Brimob Polri, para personel Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Metro Jaya melaksanakan kegiatan Bakti Kesehatan Donor Darah yang digelar di Poliklinik Bhayangkara Brimob Polda Metro Jaya. Kegiatan sosial ini bukan sekadar rangkaian seremonial, melainkan wujud nyata kepedulian Brimob terhadap sesama. Sejak pagi, para personel tampak antusias […]

expand_less