47 Mitra Gojek Jadi Paskibra HUT ke-81 RI, Ukir Sejarah Baru

JAKARTA – Sebanyak 47 mitra pengemudi Gojek dari berbagai daerah di Indonesia dipercaya menjadi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Cibis Park,...

47 Mitra Gojek Jadi Paskibra HUT ke-81 RI, Ukir Sejarah Baru – Foto Istimewa
-AA+

JAKARTA – Sebanyak 47 mitra pengemudi Gojek dari berbagai daerah di Indonesia dipercaya menjadi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Cibis Park, Cilandak, Jakarta, Senin (17/8/2026).

Mereka menjadi bagian dari angkatan pertama program “Gojek Paskibra” yang dilatih dan dikukuhkan sebagai pasukan pengibar bendera.

Keterlibatan para mitra pengemudi tersebut menjadi momentum berbeda dalam perayaan kemerdekaan tahun ini. Para pengemudi yang sehari-hari bekerja melayani masyarakat di jalan raya menjalani pelatihan khusus sebelum mendapat tugas mengibarkan Sang Merah Putih dalam upacara peringatan kemerdekaan.

Program tersebut disebut sebagai inisiatif perdana Gojek yang melibatkan mitra pengemudi secara formal dalam pembinaan dan pengukuhan sebagai Paskibra. Para peserta tidak hanya mendapat pelatihan baris-berbaris, tetapi juga mengikuti pembinaan karakter, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, serta kegiatan yang berkaitan dengan nilai-nilai pengabdian.

Prosesi pengibaran bendera berlangsung khidmat. Derap langkah dan gerakan yang terukur dari ke-47 mitra pengemudi menjadi perhatian ratusan mitra lainnya serta jajaran manajemen yang menghadiri upacara tersebut.

Advertisement

Sebelum menjalankan tugas, para peserta menjalani serangkaian pelatihan intensif dengan pembinaan dari Purna Paskibraka Indonesia (PPI). Pelatihan tersebut diarahkan untuk membangun kedisiplinan, kekompakan, tanggung jawab, serta kesiapan mental dalam menjalankan tugas sebagai pengibar bendera.

Novan H, mitra pengemudi asal Bandung yang menjadi bagian dari pasukan tersebut, mengatakan pengalaman itu memberikan kesan emosional yang berbeda dibandingkan rutinitasnya sebagai pengemudi.

“Alhamdulillah, rasanya terharu dan bersyukur sekali. Biasanya tiap pagi kami sibuk memakai helm dan siap-siap mencari orderan. Namun hari ini, helm dilepas dulu, waktunya memberi hormat kepada Sang Merah Putih,” ujar Novan seusai upacara.

Pilihan Editor :  Teror Kepala Babi di Kantor Tempo, Polisi Kejar Pelaku

Menurut Novan, keterlibatannya sebagai bagian dari angkatan pertama “Gojek Paskibra” menjadi kebanggaan tersendiri. Ia menilai pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan sebagai mitra pengemudi juga memiliki ruang untuk berkontribusi dalam kegiatan sosial dan kebangsaan.

Pengalaman itu sekaligus memperlihatkan sisi lain dari profesi pengemudi transportasi daring yang selama ini identik dengan aktivitas mobilitas masyarakat. Di tengah rutinitas mencari dan mengantarkan penumpang maupun barang, para mitra pengemudi tetap dapat mengambil bagian dalam kegiatan yang membawa pesan kebangsaan.

Pelatihan Tidak Hanya Baris-Berbaris

Program pembinaan yang diikuti 47 mitra pengemudi tersebut mencakup sejumlah materi di luar keterampilan dasar Paskibra. Peserta mendapatkan pembekalan pendidikan karakter, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, dan kedisiplinan.

Mereka juga mengikuti kegiatan ziarah ke makam pahlawan. Rangkaian tersebut dirancang untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai nilai perjuangan, persatuan, serta pengabdian yang melekat pada tugas pengibar bendera.

CEO GoTo, Hans Patuwo, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas kesiapan para mitra pengemudi menjalankan tugas setelah mengikuti rangkaian pelatihan.

“Saya sangat bangga. Ini pertama kalinya Gojek atau GoTo memiliki tim Paskibra. Terima kasih kepada teman-teman yang telah datang dari seluruh penjuru Indonesia untuk merayakan HUT RI bersama kami,” kata Hans.

Hans menilai kekompakan para mitra yang berasal dari berbagai daerah mencerminkan keberagaman masyarakat Indonesia. Menurut dia, nilai persatuan dan gotong royong menjadi bagian penting dalam membangun solidaritas di tengah berbagai tantangan yang dihadapi para pekerja di sektor transportasi daring.

“Kita semua adalah satu keluarga. Perjalanan mungkin tidak selalu mulus, mungkin ada tahapan yang sulit. Namun, jika kita selalu bersama dan bersatu, pasti selalu ada jalan,” ujarnya.

Pilihan Editor :  Masjid Al Qohhar Salurkan 500 Paket Sembako untuk Pengemudi Ojol

Setelah upacara selesai, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan konvoi bersama menuju Rumah Mitra di kawasan Kemang Timur, Jakarta. Ratusan mitra pengemudi, karyawan, dan jajaran manajemen kemudian mengikuti sejumlah kegiatan, termasuk lomba tradisional dan makan siang bersama.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 RI, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara mitra pengemudi dan perusahaan. Interaksi tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan internal sekaligus membangun rasa kebersamaan di antara para peserta.

Kehadiran mitra pengemudi sebagai Paskibra juga menunjukkan bahwa partisipasi dalam kegiatan kebangsaan dapat melibatkan kelompok masyarakat dari berbagai latar belakang profesi. Namun, nilai simbolis tersebut tetap perlu ditempatkan dalam konteks bahwa program ini merupakan inisiatif perusahaan dan partisipasi para mitra dalam kegiatan peringatan kemerdekaan.

Melalui program tersebut, Gojek berharap keterlibatan mitra pengemudi dalam kegiatan bernilai kebangsaan dapat menjadi contoh bagi sektor lain untuk membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi pekerja dan mitra kerja.

Bagi para mitra pengemudi yang terlibat, pengalaman menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera memberi makna tersendiri pada peringatan kemerdekaan. Mereka tidak hanya menjalankan rutinitas di jalan, tetapi untuk satu hari berdiri dalam barisan kehormatan untuk menjalankan tugas pengibaran Merah Putih.

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti