188,7 Ton Cengkih Natuna Bebas OPTK Dikirim ke Semarang

Batam, Kepulauan Riau, 14 Juni 2026 — Badan Karantina Indonesia memastikan 188,7 ton cengkih asal Natuna bebas organisme pengganggu tumbuhan karantina sebelum dikirim ke Semarang. Komoditas rempah tersebut diperiksa oleh...

-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

Batam, Kepulauan Riau, 14 Juni 2026 — Badan Karantina Indonesia memastikan 188,7 ton cengkih asal Natuna bebas organisme pengganggu tumbuhan karantina sebelum dikirim ke Semarang.

Komoditas rempah tersebut diperiksa oleh Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Kepulauan Riau melalui serangkaian tahapan ketat.

Petugas melakukan pemeriksaan administrasi, fisik, hingga uji laboratorium untuk memastikan keamanan dan kesehatan komoditas.

Kepala Karantina Kepri, Hasim, menegaskan seluruh prosedur telah dipenuhi sebelum pengiriman dilakukan.

Ia menyatakan, “Kami memastikan cengkih bebas dari kumbang tanduk panjang melalui pengujian laboratorium yang akurat.”

Ia menambahkan, “Kami menerbitkan Sertifikat Kesehatan Tumbuhan Antararea sebagai jaminan keamanan komoditas.”

Pemeriksaan Ketat Cegah Penyebaran Hama

Petugas mengambil sampel cengkih untuk diuji di laboratorium Karantina Tumbuhan di Batam.

Hasil pengujian menunjukkan komoditas bebas dari kumbang tanduk panjang (Hexamitodera semivelutina) yang termasuk kategori OPTK A2.

Petugas Karantina Satuan Pelayanan Natuna memeriksa total 188,7 ton yang terdiri dari bunga dan tangkai cengkih.

Rincian muatan meliputi 152,7 ton bunga cengkih dan 36 ton tangkai cengkih.

Sertifikat KT-3 diterbitkan sebagai bukti komoditas aman untuk didistribusikan ke wilayah tujuan.

Langkah tersebut mencegah penyebaran hama ke daerah lain di Indonesia.

Cengkih Natuna Dukung Industri dan Ekonomi Daerah

Cengkih asal Natuna memiliki kualitas unggul dengan aroma kuat dan karakter rasa khas.

Komoditas ini banyak digunakan untuk industri parfum, kosmetik, serta rokok.

Produksi cengkih berasal dari berbagai pulau seperti Serasan, Midai, Bunguran, dan Pulau Laut.

Pilihan Editor :  Miss Universe: Lebih dari Sekadar Mahkota, Standar, Rekam Jejak, dan Inspirasi

Hasim menegaskan, “Cengkih menjadi komoditas strategis yang meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayah kepulauan.”

Ia menambahkan, “Pertanian menunjukkan daya tahan kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global.”

Pengiriman ini memperkuat peran sektor pertanian dalam menopang ekonomi daerah perbatasan.

Transformasi Layanan Karantina Permudah Akses

Karantina Kepri mengembangkan layanan digital melalui aplikasi Permohonan Tindakan Karantina Online.

Layanan ini mempermudah pelaku usaha di wilayah kepulauan dengan kondisi geografis yang tersebar.

Hasim menegaskan, “Kami terus meningkatkan pelayanan tanpa mengurangi pengawasan terhadap komoditas.”

Karantina mengusung prinsip “Pelindungan Maksimal Pelayanan Optimal” dalam setiap tindakan pengawasan.

Selain itu, karantina berperan sebagai garda terdepan dalam mencegah ancaman bioterorisme melalui pengawasan komoditas.

Melalui langkah ini, Karantina Kepri memastikan keamanan hayati sekaligus mendukung kelancaran distribusi komoditas nasional.

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *