Resep Cilok Kuah Pedas, Camilan Rumahan Sederhana dan Praktis
Dari sisi ekonomi, cilok kuah pedas sederhana tergolong camilan berbiaya rendah karena bahan utama mudah didapat dengan harga terjangkau.

Bekasi – Camilan tradisional berbahan tepung tapioka kembali menjadi pilihan masyarakat untuk sajian praktis dan hemat di rumah.
Salah satunya adalah cilok kuah pedas sederhana yang mudah dibuat, menggunakan bahan dasar murah serta teknik memasak yang relatif singkat.
Resep ini dapat menghasilkan tiga porsi dan dinilai cocok sebagai camilan keluarga maupun ide jualan rumahan.
Cilok merupakan makanan khas Jawa Barat yang berbahan dasar tepung tapioka dan tepung terigu, dibentuk bulat menyerupai bakso.
Dalam beberapa tahun terakhir, variasi cilok dengan kuah pedas semakin diminati karena memberikan sensasi rasa gurih, pedas, dan hangat dalam satu sajian.
Resep cilok kuah pedas sederhana ini memanfaatkan bahan dapur umum seperti tepung, bawang, cabai, dan saus sambal.
Selain mudah diperoleh, komposisinya fleksibel sehingga dapat disesuaikan dengan selera tingkat kepedasan masing-masing.
Berdasarkan informasi resep, bahan utama cilok terdiri atas 12 sendok makan tepung tapioka, 12 sendok makan tepung terigu, dua sendok teh penyedap rasa, dua sendok teh bawang putih bubuk atau bawang putih halus, setengah sendok teh merica, serta 180 mililiter air panas atau mendidih.
Sementara itu, bahan kuah pedas meliputi lima cabai rawit, tiga cabai keriting, tiga bawang merah, dua bawang putih, dua lembar daun jeruk iris tipis tanpa batang, satu butir telur, tiga sendok makan saus sambal, daun bawang secukupnya, air, serta bumbu pelengkap berupa garam, gula, penyedap, dan lada.
Proses pembuatan dimulai dari mencampur bahan cilok kering hingga merata, kemudian menambahkan air panas secara bertahap sambil diuleni sampai adonan kalis dan mudah dibentuk.
Teknik penambahan air panas bertujuan membantu gelatinisasi tepung tapioka agar cilok memiliki tekstur kenyal.
Setelah adonan siap, cilok dibentuk bulat dan direbus hingga matang.
Ciri cilok matang biasanya mengapung di permukaan air rebusan.
Tahap ini penting untuk memastikan tekstur cilok tidak keras dan tetap lembut saat disajikan.
Proses Pembuatan Kuah dan Penyesuaian Rasa
Pembuatan kuah pedas diawali dengan menghaluskan cabai, bawang merah, dan bawang putih, kemudian menumisnya hingga harum.
Daun jeruk yang telah diiris tipis ditambahkan untuk memberikan aroma segar sekaligus mengurangi rasa amis.
Selanjutnya, air dimasukkan ke dalam tumisan bumbu hingga mendidih.
Saus sambal, garam, gula, penyedap, dan lada ditambahkan sebagai penguat rasa.
Telur kemudian dituangkan sambil diaduk perlahan untuk menciptakan tekstur kuah lebih kaya.
Setelah kuah matang, cilok rebus dimasukkan ke dalam panci dan dimasak beberapa menit agar bumbu meresap.
Taburan daun bawang menjadi sentuhan akhir sebelum hidangan disajikan.
Resep ini memungkinkan penyesuaian tingkat kepedasan.
Jumlah cabai dapat ditambah atau dikurangi sesuai preferensi, sehingga cocok bagi penikmat makanan pedas maupun mereka yang lebih menyukai rasa ringan.
Selain itu, pengoreksian rasa menjadi tahap penting sebelum penyajian.
Penambahan garam, gula, atau penyedap dapat dilakukan sesuai kebutuhan untuk mencapai keseimbangan rasa gurih dan pedas.
Dari sisi ekonomi, cilok kuah pedas sederhana tergolong camilan berbiaya rendah karena bahan utama mudah didapat dengan harga terjangkau.
Hal ini menjadikannya alternatif menu rumahan sekaligus peluang usaha kecil dengan modal minimal.
Pengamat kuliner rumahan menilai popularitas cilok kuah pedas dipengaruhi oleh tren makanan praktis dan pedas yang berkembang di masyarakat, terutama di kalangan anak muda dan keluarga urban.
Variasi topping seperti telur, bakso, atau sosis juga dapat menambah nilai jual.
Dengan proses pembuatan yang relatif cepat, bahan fleksibel, serta cita rasa yang disukai berbagai kalangan, cilok kuah pedas sederhana menjadi salah satu contoh inovasi kuliner tradisional yang tetap relevan di tengah perubahan tren makanan modern.**/red










