Kamis, 29 Okt 2026
Gensa Media Indonesia » ARTIKEL » Kerokot, Gulma yang Dilirik Pasar Pangan Sehat dan UMKM

Kerokot, Gulma yang Dilirik Pasar Pangan Sehat dan UMKM

  • account_circle Nadya
  • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Info – Tanaman liar yang selama ini dianggap gulma mulai mendapat perhatian sebagai bahan pangan bernilai ekonomi.

Kerokot atau krokot (Portulaca oleracea), yang kerap tumbuh di pekarangan, sela paving, hingga pinggir selokan, kini dilirik pasar seiring meningkatnya tren pangan sehat berbasis tanaman.

Perubahan cara pandang konsumen ini membuka peluang baru bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di sektor pangan lokal.

Kerokot bukan tanaman asing dalam keseharian masyarakat Indonesia.

Ia tumbuh hampir di semua jenis tanah, mudah hidup di iklim tropis, dan dalam praktik tradisional kerap dimanfaatkan sebagai sayuran maupun campuran jamu.

Namun selama bertahun-tahun, tanaman ini tidak diposisikan sebagai komoditas bernilai ekonomi karena tumbuh liar dan jarang dibudidayakan secara serius.

Perubahan mulai terlihat ketika tren pangan sehat dan plant-based menguat dalam beberapa tahun terakhir.

Sejumlah media dan kajian populer menyoroti kerokot sebagai sayuran bernutrisi yang diminati di pasar tertentu, bahkan mulai masuk ke restoran serta pasar organik di sejumlah negara Eropa.

Fenomena ini bukan karena karakter tanaman tersebut berubah, melainkan karena pasar mulai membaca ulang bahan pangan lokal yang sebelumnya terabaikan.

Dalam konteks ini, istilah “superfood” kerap disematkan pada kerokot.

Namun, istilah tersebut bukan kategori ilmiah resmi, melainkan bahasa pasar untuk menggambarkan bahan pangan yang dianggap bernutrisi dan sejalan dengan gaya hidup sehat.

Karena itu, pelaku UMKM dituntut memahami penggunaan istilah tersebut secara proporsional agar tidak terjebak pada klaim berlebihan yang berpotensi melanggar regulasi pangan.

Sejumlah tulisan akademik dan literatur populer mencatat bahwa kerokot mengandung asam lemak omega-3 nabati, yang relatif jarang ditemukan pada sayuran hijau, serta vitamin A, C, dan E, dan sejumlah mineral yang dibutuhkan tubuh dalam pola makan seimbang.

Baca juga :  5 Kesalahan Dekorasi Rumah yang Tanpa Disadari Bisa Membuat Anda Stres

Kandungan tersebut membuat kerokot relevan bagi konsumen yang mulai menggeser pola makan ke arah plant-based dan clean eating.

Namun, para pelaku usaha perlu menempatkan informasi tersebut secara hati-hati.

Kerokot tidak dapat diposisikan sebagai makanan penyembuh, melainkan sebagai sayuran pendukung pola makan sehat.

Penyampaian informasi yang akurat dan tidak berlebihan menjadi kunci agar produk tetap informatif sekaligus aman secara hukum.

Tren pangan sehat yang berkembang saat ini setidaknya bergerak dalam tiga arah utama.

Pertama, konsumen cenderung memilih bahan alami dan minim proses.

Produk dengan label tanpa pengawet, tanpa pewarna buatan, dan diolah secara sederhana semakin diminati.

Sayur segar, sayur siap masak, serta bahan kering alami lebih banyak dicari dibanding produk ultra-proses.

Kedua, tren plant-based atau berbasis tanaman semakin menguat.

Perubahan ini tidak selalu berarti konsumen menjadi vegetarian, melainkan adanya pergeseran proporsi konsumsi ke arah lebih banyak asupan nabati.

Faktor pendorongnya beragam, mulai dari kesadaran kesehatan seperti kolesterol dan gula darah, hingga isu lingkungan terkait jejak karbon pangan hewani.

Ketiga, konsumen kini menuntut transparansi asal-usul bahan.

Mereka tidak hanya menilai rasa, tetapi juga mempertanyakan dari mana bahan berasal, bagaimana cara dibudidayakan, serta apakah aman dan layak konsumsi.

Dalam konteks ini, kerokot memiliki potensi karena ia lokal, mudah tumbuh, dan telah dikenal dalam tradisi pangan.

Peluang dan Tantangan bagi UMKM

Dari sudut pandang usaha, peluang kerokot tidak harus langsung diwujudkan dalam produk kompleks.

Bentuk usaha paling sederhana adalah menjual kerokot segar dengan standar kebersihan, sortasi, dan pengemasan yang rapi.

Segmen pasarnya dapat menyasar konsumen urban, katering sehat, maupun restoran yang ingin menghadirkan bahan lokal berbeda.

Baca juga :  Cara Memasang Dasi yang Benar untuk Penampilan Formal dan Profesional

Alternatif lain adalah pengolahan dalam bentuk kering atau bubuk.

Proses pengeringan dapat memperpanjang umur simpan dan memudahkan distribusi.

Produk ini dapat dipasarkan sebagai bahan teh herbal atau campuran pangan sehat, dengan tetap menghindari klaim medis yang tidak terverifikasi.

Kerokot juga dapat diolah menjadi menu sederhana seperti sayur siap santap, lalapan, atau campuran menu sehat.

Skema ini cocok bagi warung makan, kedai rumahan, atau layanan katering yang ingin menawarkan variasi menu berbasis bahan lokal.

Keunggulan utama kerokot terletak pada kemudahan tumbuh dan biaya tanam yang relatif rendah.

Tanaman ini dapat dikembangkan di pekarangan rumah, lahan sempit, hingga model urban farming.

Potensi tersebut membuka peluang keterlibatan petani kecil dan rumah tangga sebagai pemasok bahan baku.

Meski demikian, kemudahan tumbuh tidak berarti dapat dipetik sembarangan dari area liar untuk langsung dijual.

Isu kebersihan lahan, kualitas sumber air, serta keamanan pangan menjadi faktor krusial, terutama jika menyasar pasar kesehatan.

Tanpa standar budidaya dan penanganan yang jelas, kepercayaan konsumen akan sulit dibangun.

Hambatan lain yang tidak kalah besar adalah persepsi publik.

Tanaman yang tumbuh dekat tanah atau selokan kerap dianggap kotor dan tidak layak konsumsi.

Karena itu, edukasi pasar menjadi bagian penting dari strategi usaha.

Edukasi dapat dilakukan dengan menunjukkan proses pengolahan yang higienis, menjelaskan sejarah konsumsi kerokot dalam berbagai budaya, serta menghadirkan produk dalam bentuk yang familiar bagi konsumen.

Di sisi lain, riset akademik mulai menyoroti potensi kerokot untuk pangan fungsional hingga kosmetika.

Namun, peluang ini membutuhkan standardisasi, perizinan, dan kolaborasi teknis yang tidak sederhana.

Bagi UMKM, langkah tersebut lebih realistis dibaca sebagai target jangka menengah hingga panjang, bukan peluang instan.

Baca juga :  Bakamla RI Gerak Cepat ke Aceh, Salurkan 92,2 Ton Bantuan Kemanusiaan

Kerokot memberi pelajaran bahwa peluang usaha tidak selalu datang dari bahan baru.

Dalam banyak kasus, peluang muncul ketika konteks pasar berubah dan bahan lama dibaca ulang dengan perspektif berbeda.

Bagi UMKM, kunci keberhasilan bukan sekadar mengikuti tren superfood, melainkan kemampuan membaca pasar secara rasional, mengelola bahan baku secara profesional, serta membangun narasi produk yang jujur dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan pendekatan tersebut, kerokot berpotensi menjadi bagian dari ekosistem usaha pangan lokal yang berkelanjutan.

Bukan sekadar sensasi sesaat, melainkan komoditas yang tumbuh bersama meningkatnya kesadaran konsumen terhadap pangan sehat dan transparan.**/red

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Nadya adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Interesting

  • Mengenal Investasi Saham dengan Modal Kecil: Tips dan Trik untuk Pemula

    Mengenal Investasi Saham dengan Modal Kecil: Tips dan Trik untuk Pemula

    • calendar_month Rabu, 19 Apr 2023
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Property of Gensa Club Investasi saham adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menghasilkan keuntungan yang lebih besar dari bunga bank. Namun, investasi saham tidak selalu mudah dan membutuhkan pengetahuan dan strategi yang tepat.   Artikel ini akan membahas tentang bagaimana cara mengenal investasi saham untuk pemula dengan modal kecil dan memberikan tips dan trik […]

  • Warga Nikmati 15.000 Porsi Makan Gratis di Monas, Pesta Rakyat HUT ke-80 TNI

    Warga Nikmati 15.000 Porsi Makan Gratis di Monas, Pesta Rakyat HUT ke-80 TNI

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta – Suasana penuh keceriaan menyelimuti Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Minggu (21/9/2025). Dalam rangkaian Pesta Rakyat HUT ke-80 TNI, sebanyak 15.000 porsi makan gratis dibagikan untuk masyarakat, menciptakan momentum kebersamaan yang hangat antara TNI dan rakyat. Hidangan lezat itu tersaji berkat kolaborasi antara UMKM kuliner dan dapur lapangan TNI. Sejak pagi, antrean warga tampak […]

  • Tim SAR Brimob Sigap Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Total Persada Priuk

    Tim SAR Brimob Sigap Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Total Persada Priuk

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Tangerang – Tim Search and Rescue Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya bergerak cepat merespons banjir di Total Persada, Priuk, Tangerang. Selanjutnya, tim patroli siaga banjir langsung memberikan pelayanan kemanusiaan kepada warga yang terdampak genangan air tinggi. Ipda Azhar selaku Dantim SAR memimpin langsung operasi siaga evakuasi di lokasi banjir. Beliau juga menegaskan kehadiran […]

  • Sentuhan Kepedulian Prajurit Hiu Perkasa di TMP Kalibata Lewat Jumat Berkah

    Sentuhan Kepedulian Prajurit Hiu Perkasa di TMP Kalibata Lewat Jumat Berkah

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    TNI AL, Jakarta – Dengan semangat pengabdian dan kepedulian sosial, Prajurit Yonmarhanlan III Jakarta “Hiu Perkasa” melaksanakan kegiatan Jumat Berkah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Timur, Jumat (28 November 2025). Kegiatan ini menjadi wujud nyata penghormatan kepada para petugas yang selama ini menjaga dan merawat tempat peristirahatan terakhir pahlawan bangsa. Dalam suasana hangat […]

  • Satgas TMMD 126 Kodim Tambrauw Finishing Pengecatan Gereja Advent di Kampung Babak

    Satgas TMMD 126 Kodim Tambrauw Finishing Pengecatan Gereja Advent di Kampung Babak

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Tambrauw, Papua Barat Daya — Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 Kodim 1810/Tambrauw terus menunjukkan komitmennya dalam menyelesaikan pembangunan Gereja Advent di Kampung Babak, Distrik Bamusbama. Memasuki awal November 2025, proses pengerjaan telah sampai pada tahap finishing berupa pengecatan dinding luar dan dalam gereja. Tahapan akhir ini dikerjakan dengan semangat gotong royong antara prajurit […]

  • YLBH Garuda Kencana Indonesia Menuju RAKERNAS dan Perayaan HUT ke-4 Tahun

    YLBH Garuda Kencana Indonesia Menuju RAKERNAS dan Perayaan HUT ke-4 Tahun

    • calendar_month Kamis, 25 Jul 2024
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    Rakernas ini bukan hanya sekadar rapat kerja, tetapi juga ajang untuk memperkuat solidaritas dan komitmen kita dalam memberikan bantuan hukum

expand_less