Jumat, 9 Okt 2026
Beranda » ARTIKEL » Kerokot, Gulma yang Dilirik Pasar Pangan Sehat dan UMKM

Kerokot, Gulma yang Dilirik Pasar Pangan Sehat dan UMKM

  • account_circle Nadya
  • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
  • print Cetak

Info – Tanaman liar yang selama ini dianggap gulma mulai mendapat perhatian sebagai bahan pangan bernilai ekonomi.

Kerokot atau krokot (Portulaca oleracea), yang kerap tumbuh di pekarangan, sela paving, hingga pinggir selokan, kini dilirik pasar seiring meningkatnya tren pangan sehat berbasis tanaman.

Perubahan cara pandang konsumen ini membuka peluang baru bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di sektor pangan lokal.

Kerokot bukan tanaman asing dalam keseharian masyarakat Indonesia.

Ia tumbuh hampir di semua jenis tanah, mudah hidup di iklim tropis, dan dalam praktik tradisional kerap dimanfaatkan sebagai sayuran maupun campuran jamu.

Namun selama bertahun-tahun, tanaman ini tidak diposisikan sebagai komoditas bernilai ekonomi karena tumbuh liar dan jarang dibudidayakan secara serius.

Perubahan mulai terlihat ketika tren pangan sehat dan plant-based menguat dalam beberapa tahun terakhir.

Sejumlah media dan kajian populer menyoroti kerokot sebagai sayuran bernutrisi yang diminati di pasar tertentu, bahkan mulai masuk ke restoran serta pasar organik di sejumlah negara Eropa.

Fenomena ini bukan karena karakter tanaman tersebut berubah, melainkan karena pasar mulai membaca ulang bahan pangan lokal yang sebelumnya terabaikan.

Dalam konteks ini, istilah “superfood” kerap disematkan pada kerokot.

Namun, istilah tersebut bukan kategori ilmiah resmi, melainkan bahasa pasar untuk menggambarkan bahan pangan yang dianggap bernutrisi dan sejalan dengan gaya hidup sehat.

Karena itu, pelaku UMKM dituntut memahami penggunaan istilah tersebut secara proporsional agar tidak terjebak pada klaim berlebihan yang berpotensi melanggar regulasi pangan.

Sejumlah tulisan akademik dan literatur populer mencatat bahwa kerokot mengandung asam lemak omega-3 nabati, yang relatif jarang ditemukan pada sayuran hijau, serta vitamin A, C, dan E, dan sejumlah mineral yang dibutuhkan tubuh dalam pola makan seimbang.

Pilihan Editor :  Bakamla RI Gerak Cepat ke Aceh, Salurkan 92,2 Ton Bantuan Kemanusiaan

Kandungan tersebut membuat kerokot relevan bagi konsumen yang mulai menggeser pola makan ke arah plant-based dan clean eating.

Namun, para pelaku usaha perlu menempatkan informasi tersebut secara hati-hati.

Kerokot tidak dapat diposisikan sebagai makanan penyembuh, melainkan sebagai sayuran pendukung pola makan sehat.

Penyampaian informasi yang akurat dan tidak berlebihan menjadi kunci agar produk tetap informatif sekaligus aman secara hukum.

Tren pangan sehat yang berkembang saat ini setidaknya bergerak dalam tiga arah utama.

Pertama, konsumen cenderung memilih bahan alami dan minim proses.

Produk dengan label tanpa pengawet, tanpa pewarna buatan, dan diolah secara sederhana semakin diminati.

Sayur segar, sayur siap masak, serta bahan kering alami lebih banyak dicari dibanding produk ultra-proses.

Kedua, tren plant-based atau berbasis tanaman semakin menguat.

Perubahan ini tidak selalu berarti konsumen menjadi vegetarian, melainkan adanya pergeseran proporsi konsumsi ke arah lebih banyak asupan nabati.

Faktor pendorongnya beragam, mulai dari kesadaran kesehatan seperti kolesterol dan gula darah, hingga isu lingkungan terkait jejak karbon pangan hewani.

Ketiga, konsumen kini menuntut transparansi asal-usul bahan.

Mereka tidak hanya menilai rasa, tetapi juga mempertanyakan dari mana bahan berasal, bagaimana cara dibudidayakan, serta apakah aman dan layak konsumsi.

Dalam konteks ini, kerokot memiliki potensi karena ia lokal, mudah tumbuh, dan telah dikenal dalam tradisi pangan.

Peluang dan Tantangan bagi UMKM

Dari sudut pandang usaha, peluang kerokot tidak harus langsung diwujudkan dalam produk kompleks.

Bentuk usaha paling sederhana adalah menjual kerokot segar dengan standar kebersihan, sortasi, dan pengemasan yang rapi.

Segmen pasarnya dapat menyasar konsumen urban, katering sehat, maupun restoran yang ingin menghadirkan bahan lokal berbeda.

Pilihan Editor :  Danlanud Sultan Hasanuddin Hadiri Bazar Ramadhan TNI 2025, Dukung Kesejahteraan Prajurit dan UMKM

Alternatif lain adalah pengolahan dalam bentuk kering atau bubuk.

Proses pengeringan dapat memperpanjang umur simpan dan memudahkan distribusi.

Produk ini dapat dipasarkan sebagai bahan teh herbal atau campuran pangan sehat, dengan tetap menghindari klaim medis yang tidak terverifikasi.

Kerokot juga dapat diolah menjadi menu sederhana seperti sayur siap santap, lalapan, atau campuran menu sehat.

Skema ini cocok bagi warung makan, kedai rumahan, atau layanan katering yang ingin menawarkan variasi menu berbasis bahan lokal.

Keunggulan utama kerokot terletak pada kemudahan tumbuh dan biaya tanam yang relatif rendah.

Tanaman ini dapat dikembangkan di pekarangan rumah, lahan sempit, hingga model urban farming.

Potensi tersebut membuka peluang keterlibatan petani kecil dan rumah tangga sebagai pemasok bahan baku.

Meski demikian, kemudahan tumbuh tidak berarti dapat dipetik sembarangan dari area liar untuk langsung dijual.

Isu kebersihan lahan, kualitas sumber air, serta keamanan pangan menjadi faktor krusial, terutama jika menyasar pasar kesehatan.

Tanpa standar budidaya dan penanganan yang jelas, kepercayaan konsumen akan sulit dibangun.

Hambatan lain yang tidak kalah besar adalah persepsi publik.

Tanaman yang tumbuh dekat tanah atau selokan kerap dianggap kotor dan tidak layak konsumsi.

Karena itu, edukasi pasar menjadi bagian penting dari strategi usaha.

Edukasi dapat dilakukan dengan menunjukkan proses pengolahan yang higienis, menjelaskan sejarah konsumsi kerokot dalam berbagai budaya, serta menghadirkan produk dalam bentuk yang familiar bagi konsumen.

Di sisi lain, riset akademik mulai menyoroti potensi kerokot untuk pangan fungsional hingga kosmetika.

Namun, peluang ini membutuhkan standardisasi, perizinan, dan kolaborasi teknis yang tidak sederhana.

Bagi UMKM, langkah tersebut lebih realistis dibaca sebagai target jangka menengah hingga panjang, bukan peluang instan.

Pilihan Editor :  Resep Cilok Kuah Pedas, Camilan Rumahan Sederhana dan Praktis

Kerokot memberi pelajaran bahwa peluang usaha tidak selalu datang dari bahan baru.

Dalam banyak kasus, peluang muncul ketika konteks pasar berubah dan bahan lama dibaca ulang dengan perspektif berbeda.

Bagi UMKM, kunci keberhasilan bukan sekadar mengikuti tren superfood, melainkan kemampuan membaca pasar secara rasional, mengelola bahan baku secara profesional, serta membangun narasi produk yang jujur dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan pendekatan tersebut, kerokot berpotensi menjadi bagian dari ekosistem usaha pangan lokal yang berkelanjutan.

Bukan sekadar sensasi sesaat, melainkan komoditas yang tumbuh bersama meningkatnya kesadaran konsumen terhadap pangan sehat dan transparan.**/red

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Nadya adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Menarik Dibaca

  • Satgas Yonif 126/KC Gotong Royong Bersama Warga SD Negeri Persiapan Amupkim

    Satgas Yonif 126/KC Gotong Royong Bersama Warga SD Negeri Persiapan Amupkim

    • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Boven Digoel – Suasana kebersamaan terlihat jelas di halaman SD Negeri Persiapan Amupkim, Distrik Arimop, Boven Digoel, Jumat (12/9/2025). Prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 126/Kalacakti, guru, dan siswa sekolah tersebut bergotong royong membersihkan lingkungan sekolah dalam kegiatan karya bakti terpadu. Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara TNI dan masyarakat dalam membangun lingkungan pendidikan yang bersih, […]

  • Babinsa Koramil Mapurujaya Motivasi Anak-Anak Raih Cita-Cita

    Babinsa Koramil Mapurujaya Motivasi Anak-Anak Raih Cita-Cita

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Mimika – Babinsa Koramil 1710-07/Mapurujaya Sertu Selamet Jaya Abasi aktif menjalin kedekatan dengan anak-anak di Kampung Pomako, Distrik Mimika Timur, Rabu, 28 Januari 2026. Melalui komunikasi sosial, Sertu Selamet menumbuhkan keakraban sekaligus memotivasi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa agar berani meraih cita-cita sejak dini. Ia hadir langsung di tengah anak-anak sebagai sahabat dan motivator dengan […]

  • Batalyon C Pelopor Sat Brimob PMJ Amankan Demo di Monas

    Batalyon C Pelopor Sat Brimob PMJ Amankan Demo di Monas

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta – Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Metro Jaya melaksanakan kegiatan pengamanan aksi unjuk rasa yang digelar oleh berbagai elemen masyarakat di depan Taman Aspirasi Monas, Jakarta Pusat. Kegiatan pengamanan ini berlangsung di bawah kendali Danyon C Pelopor, Kompol Tabrani, S.E., S.I.K., M.Si., dengan mengedepankan pendekatan humanis dan profesional sesuai prinsip Presisi Polri. Personel […]

  • Satgas TNI Bangun Jembatan di Mentawai, Warga Gotong Royong Angkut Batang Kelapa

    Satgas TNI Bangun Jembatan di Mentawai, Warga Gotong Royong Angkut Batang Kelapa

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Faisal Ryanggie Fermana
    • 0Komentar

    Hingga saat ini, proses pembangunan jembatan terus berjalan secara bertahap dengan melibatkan personel Satgas dan masyarakat sekitar

  • Safari Ramadhan PTPN IV Santuni Ratusan Anak Yatim

    Safari Ramadhan PTPN IV Santuni Ratusan Anak Yatim

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Pontianak – PTPN IV PalmCo menggerakkan Safari Ramadhan 1447 Hijriah ke tujuh provinsi untuk memperluas kegiatan sosial di wilayah operasional. Program tersebut menyalurkan santunan kepada ratusan anak yatim serta memberikan dukungan bagi sejumlah panti asuhan. Perusahaan mendistribusikan bantuan secara bertahap di berbagai daerah sekitar kebun dan pabrik perusahaan. Sepanjang rangkaian kegiatan, lebih dari 500 anak […]

  • Babinsa Kodim 0506/Tangerang dan Komduk Gelar Patroli Malam

    Babinsa Kodim 0506/Tangerang dan Komduk Gelar Patroli Malam

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Tangerang, 26 Juni 2026 – Personel Kodim 0506/Tangerang menggelar patroli malam bersama Komponen Pendukung (Komduk) di wilayah Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan, Jumat (26/6/2026). Kegiatan tersebut bertujuan menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus memperkuat pembinaan teritorial (Binter). Kodim 0506/Tangerang mengerahkan Babinsa Koramil 06/Cibodas dan Babinsa Koramil 05/Ciputat untuk melaksanakan patroli gabungan di wilayah […]

expand_less