Ternak Sugar Glider Jadi Peluang Usaha, Ini Hal yang Perlu Diperhatikan
- account_circle Firman Ugm
- calendar_month 47 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KOTA BEKASI – Bisnis ternak sugar glider berpotensi menjadi peluang usaha bagi pencinta hewan eksotis, tetapi pelaku usaha perlu memperhitungkan biaya pemeliharaan, kesehatan satwa, perkembangbiakan, hingga permintaan pasar sebelum memulainya.
Peluang tersebut ditekuni Putri Sasanty, pelaku usaha sugar glider di Kota Bekasi yang memasarkan usahanya melalui akun Instagram @sugargliderbekasiii.
Menurut Putri, ketertarikan terhadap hewan eksotis perlu diimbangi pengetahuan mengenai karakter, kebutuhan hidup, dan cara perawatan yang tepat agar usaha dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Buat saya, memelihara sugar glider bukan cuma soal suka sama hewannya. Kita juga harus memahami karakter dan kebutuhan mereka supaya bisa merawatnya dengan benar,” ujar Putri.
Sugar glider merupakan mamalia berkantung yang dikenal memiliki mata besar dan selaput tubuh untuk meluncur di antara pepohonan.
Satwa ini bersifat nokturnal atau lebih aktif pada malam hari sehingga membutuhkan lingkungan pemeliharaan yang sesuai dengan perilaku alaminya.
Modal dan Perawatan Menjadi Pertimbangan Utama
Putri mengatakan, calon peternak perlu menyusun perencanaan usaha sebelum membeli indukan.
Modal yang dibutuhkan tidak hanya mencakup pengadaan satwa, tetapi juga kandang, pakan, perlengkapan, serta biaya perawatan sehari-hari.
“Calon peternak harus menghitung modal sejak awal. Bukan hanya untuk membeli indukan, tetapi juga kandang, pakan, perlengkapan, dan biaya perawatan sehari-hari,” katanya.
Perhitungan tersebut penting untuk mengetahui kebutuhan biaya operasional dan memperkirakan potensi keuntungan secara realistis.
Harga jual satwa tidak dapat dijadikan satu-satunya ukuran keberhasilan usaha.
Pelaku usaha juga perlu memperhitungkan biaya pemeliharaan, kondisi kesehatan, tingkat keberhasilan perkembangbiakan, serta waktu yang dibutuhkan sebelum satwa dapat dipasarkan.
Pemilihan indukan pun perlu dilakukan secara cermat dengan memperhatikan kondisi kesehatan dan riwayat pemeliharaannya.
Selain itu, kandang harus aman dan memiliki ruang yang memadai untuk bergerak serta memanjat.
Kebutuhan pakan perlu dipenuhi melalui pola nutrisi seimbang yang sesuai dengan kebutuhan sugar glider, bukan hanya mengandalkan buah atau makanan manis.
Pemahaman terhadap kebutuhan biologis satwa menjadi bagian penting dalam usaha penangkaran.
Kesalahan pemeliharaan dapat berdampak terhadap kesehatan hewan sekaligus menambah beban biaya bagi peternak.
Pemasaran Digital dan Tanggung Jawab terhadap Satwa
Selain perawatan, pemasaran menjadi faktor yang memengaruhi perkembangan bisnis sugar glider.
Media sosial dapat digunakan untuk memperkenalkan usaha, memberikan informasi mengenai satwa yang ditawarkan, serta menjangkau calon pembeli di luar lingkungan sekitar.
Putri memanfaatkan Instagram @sugargliderbekasiii sebagai salah satu saluran pemasaran usahanya.
“Media sosial bisa membantu memperkenalkan usaha kita kepada lebih banyak orang. Tapi, informasi yang disampaikan juga harus jelas, mulai dari kondisi sugar glider sampai cara perawatannya,” jelasnya.
Informasi yang transparan mengenai kondisi kesehatan, usia, asal-usul, dan kebutuhan perawatan satwa dapat membantu calon pembeli mengambil keputusan secara lebih bertanggung jawab.
Namun, penggunaan media sosial tidak serta-merta menjamin penjualan atau keuntungan.
Permintaan pasar, persaingan, biaya pemeliharaan, dan kemampuan peternak menjaga kualitas perawatan tetap menjadi faktor yang perlu diperhitungkan.
Putri menegaskan, orientasi bisnis tidak boleh mengabaikan kesehatan dan kesejahteraan hewan.
“Jangan hanya fokus pada penjualan atau keuntungan. Kesehatan dan kesejahteraan sugar glider tetap harus menjadi perhatian utama, karena itu juga bagian dari tanggung jawab kita sebagai pemilik,” pungkasnya.
Calon pelaku usaha juga perlu memastikan legalitas asal-usul satwa dan memeriksa ketentuan yang berlaku terkait pemeliharaan, penangkaran, serta perdagangan satwa.
Kepatuhan terhadap aturan tersebut penting untuk mencegah perdagangan satwa dari sumber yang tidak jelas.
Dengan perencanaan modal yang terukur, pengetahuan perawatan yang memadai, pemasaran yang transparan, dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, ternak sugar glider dapat dipertimbangkan sebagai peluang usaha.
Meski demikian, kelayakan bisnis tetap harus dinilai berdasarkan data biaya, kondisi pasar, serta kemampuan menjaga kesejahteraan satwa, bukan semata-mata karena tren atau potensi harga jual.
FAQ: Peluang Usaha Ternak Sugar Glider
Apa itu usaha ternak sugar glider?
Usaha ternak sugar glider merupakan kegiatan pemeliharaan dan perkembangbiakan sugar glider yang berpotensi menjadi peluang usaha. Pelaksanaannya membutuhkan pengetahuan tentang perawatan, kesehatan, kebutuhan nutrisi, dan kesejahteraan satwa.
Siapa pelaku usaha sugar glider yang dibahas dalam artikel ini?
Putri Sasanty merupakan pelaku usaha sugar glider di Kota Bekasi yang memasarkan usahanya melalui akun Instagram @sugargliderbekasiii.
Apa saja yang perlu disiapkan untuk memulai ternak sugar glider?
Calon peternak perlu memperhitungkan biaya indukan, kandang, pakan, perlengkapan, dan perawatan sehari-hari. Pengetahuan mengenai kondisi kesehatan, kebutuhan biologis, serta perkembangbiakan sugar glider juga diperlukan.
Bagaimana cara memasarkan usaha sugar glider?
Media sosial dapat digunakan untuk memperkenalkan usaha, menjangkau calon pembeli, dan menyampaikan informasi tentang kondisi serta kebutuhan perawatan sugar glider secara transparan.
Apakah ternak sugar glider menjamin keuntungan?
Tidak. Keuntungan usaha sugar glider tidak dapat dijamin karena dipengaruhi biaya operasional, kesehatan satwa, keberhasilan perkembangbiakan, permintaan pasar, dan harga jual.
Apa yang perlu diperhatikan terkait legalitas dan kesejahteraan sugar glider?
Pelaku usaha perlu memastikan asal-usul satwa serta memeriksa ketentuan yang berlaku mengenai pemeliharaan, penangkaran, dan perdagangan. Kesehatan serta kesejahteraan sugar glider harus tetap menjadi prioritas.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Firman Ugm
Firman Ugm adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

