BAZNAS Bekasi Kucurkan Rp1,06 Miliar, Zakat Tak Sekadar Bantuan Sosial

KOTA BEKASI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bekasi menyalurkan bantuan senilai Rp1,069 miliar melalui program Merdeka Berbagi. Penyaluran tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga...

BAZNAS Bekasi Kucurkan Rp1,06 Miliar, Zakat Tak Sekadar Bantuan Sosial – Istimewa
-AA+

KOTA BEKASI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bekasi menyalurkan bantuan senilai Rp1,069 miliar melalui program Merdeka Berbagi. Penyaluran tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga mendorong pemberdayaan mustahik agar memiliki peluang meningkatkan kemandirian ekonomi.

Penyaluran bantuan berlangsung di Pendopo Kantor Wali Kota Bekasi, Selasa (11/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi, Ketua BAZNAS Kota Bekasi Sudarsono, Asisten Daerah II Fitri Widyati, serta jajaran Kementerian Agama Kota Bekasi.

Program Merdeka Berbagi mencakup sejumlah bentuk bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan penerima. Bantuan tersebut antara lain santunan kematian, biaya hidup, bantuan keselamatan, pendidikan, gerobak untuk pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), alat bantu kesehatan, rehabilitasi rumah tidak layak huni (Rutilahu), sembako bagi dhuafa, bantuan untuk lansia tunggal, hingga beasiswa pendidikan sarjana.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan pengelolaan zakat tidak semestinya berhenti pada pemberian bantuan konsumtif. Menurut dia, dana zakat juga perlu diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat agar mampu keluar dari persoalan ekonomi secara bertahap.

“Semakin transparan, semakin terbuka, dan itemnya juga semakin banyak,” kata Tri.

Advertisement

Ia menilai bantuan zakat dapat mengambil peran lebih besar dalam mendukung pembangunan daerah, terutama melalui sektor ekonomi, kesehatan, perbaikan hunian dan pendidikan.

“Tidak hanya sekadar memberikan sembako, tapi juga pemberdayaan ekonomi. Bagaimana ikut mendorong Kota Bekasi yang sehat,” ujarnya.

Menurut Tri, pendekatan pemberdayaan menjadi penting agar penerima bantuan tidak terus berada dalam posisi sebagai penerima manfaat. Bantuan berupa sarana usaha, misalnya, diharapkan dapat menjadi modal awal bagi masyarakat untuk membangun sumber penghasilan.

Pilihan Editor :  Operasi Patuh Lodaya 2025 Siap Digelar Polda Jabar

Di bidang pendidikan, BAZNAS Kota Bekasi turut mendukung program satu sarjana satu kecamatan. Sebanyak 49 mahasiswa tercatat telah menerima beasiswa, sedangkan 40 calon penerima lainnya masih menjalani proses seleksi.

Tri mengatakan dukungan terhadap pendidikan tersebut sejalan dengan agenda pembangunan Kota Bekasi untuk membangun masyarakat yang sehat, cerdas dan memiliki ketahanan ekonomi.

Transparansi Pengelolaan Zakat Jadi Sorotan

Selain memperluas penyaluran, Pemerintah Kota Bekasi mendorong optimalisasi penghimpunan zakat melalui kolaborasi dengan sektor swasta. Langkah tersebut dinilai membutuhkan kepercayaan masyarakat karena dana yang dikelola merupakan dana umat.

Tri menekankan pentingnya transparansi dan keterbukaan dalam setiap tahapan pengelolaan zakat. Kepercayaan muzaki, menurut dia, akan tumbuh apabila masyarakat dapat mengetahui bahwa dana yang mereka salurkan dikelola secara bertanggung jawab.

“Yang paling penting adalah transparansi dan keterbukaan sehingga muzaki yakin zakatnya dikelola dengan baik,” tuturnya.

Ketua BAZNAS Kota Bekasi Sudarsono mengatakan pelayanan kepada masyarakat dilakukan setiap hari di kantor BAZNAS. Sementara itu, penyaluran bantuan secara terbuka di Pendopo Wali Kota diupayakan berlangsung setiap tiga bulan.

“Setiap tiga bulan kami upayakan digelar di Pendopo agar mustahik bisa mengenal pemerintah sekaligus pemimpinnya,” kata Sudarsono.

Ia menyebut keterbukaan menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kota Bekasi dalam mengelola dana umat secara aman, transparan dan akuntabel. Sudarsono juga menegaskan pengelolaan zakat berpegang pada prinsip 3A, yakni aman syar’i, aman regulasi dan aman Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sudarsono menilai BAZNAS memiliki posisi strategis dalam membantu pemerintah menangani persoalan kemiskinan. Dana zakat tidak hanya diharapkan mampu mengurangi beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dapat menjadi instrumen pemberdayaan.

Pilihan Editor :  Brimob Metro Jaya Bersihkan Bantaran Kali Senen

“BAZNAS hadir untuk membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan dan menanggulangi permasalahan yang ada,” ujarnya.

Penyaluran Rp1,069 miliar melalui program Merdeka Berbagi memperlihatkan luasnya cakupan pemanfaatan dana zakat di Kota Bekasi. Namun, keberhasilan program tidak semata diukur dari besarnya dana yang disalurkan atau banyaknya bantuan yang diberikan.

Tantangan berikutnya adalah memastikan bantuan tepat sasaran, dikelola secara transparan, serta memberikan dampak berkelanjutan bagi penerima. Pendekatan pemberdayaan menjadi penting agar mustahik tidak hanya terbantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi memiliki kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan dan, pada akhirnya, keluar dari ketergantungan terhadap bantuan.

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti