Bekangdam Jaya Operasikan Dapur Lapangan, Pasok Makanan Korban Kebakaran Kemayoran
Jakarta Pusat, 3 Juni 2026 – Prajurit Bekangdam Jaya terus menyediakan makanan bagi korban kebakaran di Kemayoran melalui dapur lapangan yang beroperasi tanpa henti. Langkah ini menjadi respons cepat TNI...

Jakarta Pusat, 3 Juni 2026 – Prajurit Bekangdam Jaya terus menyediakan makanan bagi korban kebakaran di Kemayoran melalui dapur lapangan yang beroperasi tanpa henti.
Langkah ini menjadi respons cepat TNI AD dalam memenuhi kebutuhan dasar pengungsi yang kehilangan tempat tinggal.
Bekangdam Jaya mengoperasikan tiga dapur lapangan serta satu kendaraan dapur untuk mendukung distribusi makanan.
Petugas menyiapkan makanan setiap hari bagi sekitar 200 hingga 250 pengungsi di lokasi penampungan sementara.
Pengungsi terdiri dari anak-anak, ibu-ibu, hingga lansia yang terdampak langsung musibah kebakaran.
Prajurit menyiapkan makan pagi, siang, dan malam dengan menu sehat, bergizi, serta bervariasi.
Sejak dini hari, prajurit memulai aktivitas memasak hingga mendistribusikan makanan kepada warga.
Petugas memotong bahan, memasak, mengemas, lalu menyalurkan makanan secara terorganisir.
Asap dapur lapangan menjadi simbol kerja keras prajurit dalam membantu korban.
Respons Kemanusiaan dan Komitmen TNI
Kabekangdam Jaya Letkol Cba Rudy Haryanto menegaskan komitmen membantu masyarakat terdampak bencana.
“Kami berupaya memastikan kebutuhan makanan pengungsi tetap terpenuhi setiap hari,” ujarnya.
Ia menyatakan prajurit bekerja dengan semangat kemanusiaan dalam melayani para korban.
“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa mereka tidak sendiri menghadapi cobaan ini,” tegasnya.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan pangan menjadi prioritas selama masa tanggap darurat berlangsung.
Selain itu, prajurit memastikan distribusi makanan berjalan tepat waktu dan merata.
Seluruh personel bekerja secara bergantian agar layanan dapur tetap berjalan optimal.
Kehadiran dapur lapangan menunjukkan peran TNI dalam membantu masyarakat di luar tugas militer.
Bekangdam Jaya juga berkoordinasi dengan berbagai unsur untuk mendukung penanganan pengungsi.
Langkah ini memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam penanggulangan bencana.
Aksi kemanusiaan tersebut sekaligus mencerminkan kepedulian terhadap korban yang terdampak.
Prajurit tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga hadir membantu masyarakat.
Melalui kegiatan ini, TNI menunjukkan peran aktif dalam meringankan beban korban kebakaran.
Semangat gotong royong terus menjadi kekuatan dalam membantu pemulihan para pengungsi.
Upaya tersebut diharapkan mampu mempercepat pemulihan kondisi sosial masyarakat terdampak.
Dengan pelayanan berkelanjutan, pengungsi dapat bertahan dan memenuhi kebutuhan dasar secara layak.









