Warga Perum Kirana Gotong Royong Normalisasi Kali Cegah Banjir

BEKASI – Semangat gotong royong ditunjukkan warga Perum Kirana RT 10 RW 024, Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, dengan melaksanakan kegiatan normalisasi aliran kali menuju Rawa Lele menggunakan alat...

Warga Perum Kirana Gotong Royong Normalisasi Kali Cegah Banjir – Foto Istimewa
-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

BEKASI – Semangat gotong royong ditunjukkan warga Perum Kirana RT 10 RW 024, Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, dengan melaksanakan kegiatan normalisasi aliran kali menuju Rawa Lele menggunakan alat berat ekskavator, Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi potensi banjir saat musim penghujan sekaligus memperlancar aliran air yang selama ini dinilai mengalami penyempitan.

Puluhan warga terlibat dalam kegiatan tersebut dengan bergotong royong membersihkan sekaligus menguruk bagian-bagian aliran kali yang mengalami pendangkalan.

Proses normalisasi dilakukan menggunakan alat berat yang dipinjamkan oleh salah seorang bakal calon Kepala Desa Wanajaya, H. Iyus.

Ketua RT 10 RW 024, Sigit Supriyanto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan inisiatif warga yang khawatir terhadap potensi banjir ketika curah hujan mulai meningkat.

Menurutnya, kondisi aliran kali yang semakin dangkal dan menyempit berpotensi menghambat laju air sehingga dapat memicu luapan ke kawasan permukiman.

“Normalisasi ini bertujuan memperlancar aliran air dari kawasan Perum Kirana menuju Rawa Lele. Kami berharap langkah ini dapat meminimalisasi risiko banjir yang selama ini menjadi kekhawatiran warga ketika musim hujan tiba,” ujar Sigit kepada wartawan, Sabtu (25/7/2026).

Ia menjelaskan, alat berat yang digunakan dalam kegiatan tersebut merupakan bantuan berupa pinjaman dari H. Iyus untuk mendukung upaya warga melakukan normalisasi saluran air.

“Alat beko ini dipinjamkan oleh Pak H. Iyus untuk membantu warga menguruk dan menata aliran kali Kirana menuju Rawa Lele agar mampu mencegah banjir,” katanya.

Menurut Sigit, kondisi permukaan kali yang semakin sempit akibat sedimentasi menjadi salah satu faktor yang perlu segera ditangani.

Pilihan Editor :  Pria Ditemukan Tewas Membusuk di Kranji, Diduga Meninggal Sepekan

Apabila tidak dilakukan normalisasi, kapasitas saluran air dikhawatirkan tidak mampu menampung debit air saat hujan deras.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut dimulai dari wilayah RT 10 RW 024 dan diharapkan dapat berlanjut pada titik-titik lain yang juga membutuhkan penanganan serupa.

“Kami mewakili seluruh warga RT 10 mengucapkan terima kasih kepada Bapak H. Iyus atas bantuan normalisasi kali di wilayah RW 024. Kegiatan ini sangat bermanfaat agar saat musim penghujan aliran air tetap lancar dan tidak terjadi luapan karena kondisi permukaan kali yang sebelumnya sudah menyempit,” ujarnya.

Sigit berharap kepedulian seluruh elemen masyarakat terhadap lingkungan dapat terus ditingkatkan agar persoalan banjir dapat diantisipasi secara bersama-sama tanpa harus menunggu terjadinya bencana.

Gotong Royong Dinilai Efektif Kurangi Risiko Banjir

Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan salah seorang warga Perum Kirana, Lucky Hastomo.

Menurutnya, normalisasi saluran air merupakan langkah nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, baik di kawasan Perum Kirana maupun Kampung Rawa Lele.

“Mantap. Terbukti bermanfaat untuk masyarakat Kirana dan Kampung Rawa Lele. Ini menjadi langkah antisipasi sebelum musim hujan dan banjir,” kata Lucky.

Ia menilai kolaborasi antara masyarakat dan pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan merupakan bentuk sinergi yang patut dipertahankan.

Selain mempercepat pelaksanaan pekerjaan, kegiatan gotong royong juga memperkuat kebersamaan antarwarga dalam menjaga lingkungan tempat tinggal.

Warga berharap normalisasi kali tersebut mampu meningkatkan kapasitas aliran air sehingga air hujan dapat mengalir lebih lancar menuju hilir tanpa menyebabkan genangan maupun luapan ke permukiman.

Pilihan Editor :  Karateka Skadron Udara 33 Lanud Sultan Hasanuddin Tunjukkan Taring

Selain itu, masyarakat juga mengharapkan adanya perhatian berkelanjutan dari pemerintah desa maupun instansi terkait terhadap kondisi saluran air di wilayah Desa Wanajaya.

Pemeliharaan secara berkala dinilai penting untuk mencegah sedimentasi kembali terjadi serta memastikan fungsi drainase tetap optimal sepanjang tahun.

Kegiatan normalisasi yang dilakukan secara swadaya bersama warga tersebut menjadi salah satu bentuk mitigasi bencana berbasis masyarakat.

Upaya pencegahan sejak dini dinilai lebih efektif dibandingkan penanganan setelah banjir terjadi, mengingat dampak banjir tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi dan kerusakan lingkungan.

Melalui semangat gotong royong, warga berharap kondisi aliran Kali Kirana menuju Rawa Lele semakin baik sehingga mampu mengurangi risiko banjir pada musim penghujan mendatang.

Mereka juga berharap kolaborasi serupa dapat terus dilakukan untuk menjaga lingkungan tetap aman, nyaman, dan bebas dari ancaman genangan air.**/Risdy

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *