Rabu, 4 Nov 2026
Gensa Media Indonesia » Opini » Kriminalisasi Perdata dan Arogansi Aparat: Kasus Rini, Cermin Buram Penegakan Hukum

Kriminalisasi Perdata dan Arogansi Aparat: Kasus Rini, Cermin Buram Penegakan Hukum

  • account_circle Tama
  • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Wilson Lalengke
Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI)

Jakarta – Penegakan hukum di Indonesia kembali diuji dengan mencuatnya kasus dugaan pelanggaran prosedur hukum oleh aparat kepolisian.

Seorang ibu muda bernama Rini, warga Sumedang, Jawa Barat, ditahan oleh Polres Jakarta Pusat bersama bayi yang masih berusia sembilan bulan.

Ironisnya, kasus yang menjeratnya diduga merupakan perkara perdata, bukan pidana.

Tindakan ini tak hanya dinilai cacat prosedural, tetapi juga mengindikasikan praktik kriminalisasi yang mengancam rasa keadilan dan rasa aman masyarakat.

Kasus Rini mencuat pada Jumat, 1 Agustus 2025.

Ia menerima surat pemanggilan untuk dimintai keterangan sebagai saksi oleh penyidik Polres Jakarta Pusat.

Namun alih-alih memberikan klarifikasi, setibanya di kantor polisi, ia justru langsung ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Penahanan itu dilakukan tanpa penjelasan hukum yang memadai dan disertai kondisi yang tidak manusiawi: Rini harus tidur di lantai dingin bersama bayinya yang masih balita, dalam ruang tahanan yang tidak layak.

Tindakan penahanan terhadap Rini memicu reaksi keras dari berbagai kalangan, khususnya dari Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI).

Organisasi ini menyebut bahwa langkah penyidik merupakan bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta mencerminkan pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip hukum yang berlaku di Indonesia.

Saya, sebagai Ketua Umum PPWI, menilai bahwa kasus ini adalah potret nyata dari kegagalan institusi kepolisian dalam menegakkan hukum yang adil dan manusiawi.

Seorang ibu ditahan bersama bayinya dalam kasus perdata adalah tragedi moral dan hukum. Jika perkara perdata yang seharusnya diselesaikan melalui jalur peradilan perdata dapat berubah menjadi perkara pidana hanya karena interpretasi aparat, maka keadilan telah dikompromikan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Polres Jakarta Pusat atau Mabes Polri.

Baca juga :  Kemewahan Industri di Desa Kedung Jaya Kontras dengan Warga yang Terlupakan

Namun yang jelas, aparat yang terlibat dalam penahanan Rini patut diperiksa.

Tindakan ini bukan sekadar kekeliruan teknis; ini adalah kesalahan fatal yang mencerminkan penyalahgunaan wewenang.

Dimana peran penyidik senior? Apakah tidak ada satu pun pihak yang meninjau kelayakan tindakan penahanan tersebut? Bukankah sudah jelas bahwa perkara perdata tidak dapat dijadikan dasar untuk penahanan pidana? Institusi kepolisian harus bertanggung jawab secara moral dan hukum.

Kejadian ini adalah preseden buruk.

Jika kriminalisasi dalam perkara perdata dibiarkan, maka setiap warga negara berisiko menjadi korban penyalahgunaan wewenang.

Penahanan Rini bukan hanya melukai martabat seorang ibu, tetapi juga membuka luka besar dalam wajah penegakan hukum kita.

Sangat mengkhawatirkan bahwa aparat penegak hukum yang seharusnya menjadi pelindung rakyat justru menunjukkan sikap arogan dan tidak berperikemanusiaan.

Apa arti hukum jika aparat bisa bertindak sewenang-wenang terhadap warga sipil? Di mana letak keadilan jika hak-hak dasar perempuan dan anak tak dihargai?

Kami dari PPWI menuntut agar Kapolri segera memerintahkan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk menyelidiki seluruh pihak yang terlibat dalam penahanan Rini.

Investigasi harus dilakukan secara menyeluruh, transparan, dan terbuka untuk publik.

Tidak boleh ada pembiaran terhadap pelanggaran hukum oleh aparat yang memiliki kuasa.

Lebih dari itu, kami mendesak reformasi menyeluruh dalam tubuh Polri.

Perubahan tidak cukup dilakukan dengan jargon atau citra media.

Yang dibutuhkan adalah perubahan budaya birokrasi, peningkatan empati, serta penegakan etika dan profesionalisme dalam setiap level institusi kepolisian.

“Jika Polri masih ingin dipercaya publik, hentikan segera praktik kriminalisasi warga. Kami tidak butuh polisi yang tunduk pada tekanan politik atau pemodal. Kami butuh polisi yang berpihak pada keadilan, hukum, dan kemanusiaan,” tegas saya dalam pernyataan resmi.

Baca juga :  Kemenkumham NTT Sosialisasi Layanan Fidusia

Penutup

PPWI akan terus mengawal kasus ini, tidak hanya demi Rini dan bayinya, tetapi demi tegaknya keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kami juga mengajak lembaga-lembaga pengawas eksternal, seperti Komnas HAM dan Komnas Perempuan, untuk terlibat aktif dalam menyelidiki dan mengadvokasi kasus ini.

Penahanan Rini adalah alarm keras bagi kita semua.

Ketika hukum menjadi alat kekuasaan dan bukan penjaga keadilan, maka yang terancam bukan hanya satu orang ibu, tetapi seluruh warga negara.

Kami tidak akan diam.

Keadilan harus ditegakkan.

Hukum harus ditegakkan dengan benar.

Dan Polri harus berbenah.

(-_-)

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Tama adalah jurnalis Gensa Media Indonesia yang menjalankan tugas peliputan dan pemberitaan secara profesional, independen, berimbang, serta mengedepankan akurasi, verifikasi fakta, dan Kode Etik Jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Interesting

  • Lanud Sjamsudin Noor Siagakan Tangki Portable Antisipasi Karhutla

    Lanud Sjamsudin Noor Siagakan Tangki Portable Antisipasi Karhutla

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Banjarbaru – Lanud Sjamsudin Noor menyiagakan Tangki Portable untuk memperkuat respons cepat menghadapi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Selatan. Kesiapan sarana tersebut berlangsung pada Kamis (17/9/2026), terutama untuk mendukung penanganan kawasan rawan di sekitar akses menuju Bandara Syamsudin Noor. Tangki Portable berfungsi sebagai tempat penampungan sekaligus pencampuran cairan pendingin untuk mendukung pemadaman […]

  • TNI AL Hadir di Tanah Laut: Bedah Rumah, Sunatan Massal, dan Sembako untuk Rakyat Pesisir

    TNI AL Hadir di Tanah Laut: Bedah Rumah, Sunatan Massal, dan Sembako untuk Rakyat Pesisir

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Tanah Laut, Kalsel — Suasana Desa Pagatan Besar, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut, Selasa (21/10/2025), tampak berbeda dari biasanya. Sejak pagi, ratusan warga berkumpul di halaman Balai Desa dengan wajah ceria. Mereka menyambut kehadiran prajurit TNI Angkatan Laut yang datang bukan dengan senjata, melainkan membawa kepedulian dan kasih untuk rakyat. Dalam rangka memperingati HUT Ke-80 […]

  • Panglima TNI Terima Penghargaan DSO dari Presiden Singapura

    Panglima TNI Terima Penghargaan DSO dari Presiden Singapura

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta, 8 Januari 2026 – Presiden Singapura Y.M. Tharman Shanmugaratnam menganugerahkan Distinguished Service Order (DSO) kepada Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal TNI Agus Subiyanto. Presiden Singapura memimpin langsung upacara kehormatan yang berlangsung di Kantor Kementerian Pertahanan Singapura, Rabu (7/01/2026). Melalui penganugerahan tersebut, Pemerintah Singapura menilai Panglima TNI berhasil memperkuat hubungan pertahanan sekaligus meningkatkan kerja […]

  • Saksi Sudah Mundur, Mengapa Masih Diminta ke Polres? Kuasa Hukum Pertanyakan Polisi

    Saksi Sudah Mundur, Mengapa Masih Diminta ke Polres? Kuasa Hukum Pertanyakan Polisi

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    BEKASI – Suasana di sekitar Pengadilan Negeri (PN) Cikarang, Kabupaten Bekasi, mendadak memanas. Perdebatan terjadi antara sejumlah anggota kepolisian dan kuasa hukum seorang saksi yang disebut hendak dibawa ke Polres Metro Bekasi oleh Unit Jatanras. Peristiwa tersebut terjadi setelah saksi menghadiri persidangan terkait perkara yang dilaporkan kepada kepolisian. Berdasarkan informasi yang dihimpun, saksi sebelumnya telah […]

  • Jelang Hari Juang ke 80, Kodim 1710 Mimika Gelar Doa Bersama

    Jelang Hari Juang ke 80, Kodim 1710 Mimika Gelar Doa Bersama

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Timika – Menjelang peringatan Hari Juang ke-80 TNI AD Tahun 2025, jajaran Kodim 1710/Mimika menggelar doa bersama yang berlangsung serentak di dua lokasi, Jumat (12/12/2025). Prajurit yang beragama Muslim melaksanakan doa di Masjid Al-Askar, sementara personel Nasrani mengikuti kegiatan di Ruang Rekreasi Makodim. Doa bersama ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Juang ke-80 TNI […]

  • Jennifer Coppen, Melawan Ketakutan dalam Kehamilan di Usia 21 Tahun

    Jennifer Coppen, Melawan Ketakutan dalam Kehamilan di Usia 21 Tahun

    • calendar_month Senin, 15 Mei 2023
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    Bali, 15 Mei 2023 – Berita mengejutkan datang dari Jennifer Coppen, seorang artis muda yang dikenal lewat karya-karyanya dalam film dan serial televisi. Ia akhirnya memutuskan untuk mengungkapkan bahwa dirinya sedang hamil di usia 21 tahun, tepatnya sudah memasuki minggu ke-23 kehamilan. Dalam pengakuannya, Jennifer Coppen mengaku bahwa perasaan senang dan ketakutan bergelayut di hatinya. […]

expand_less