Wali Kota Bekasi Gelar Pasar Murah Subsidi untuk Semua Kecamatan
“Pasar murah ini bukan sekadar program rutin, tetapi bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat. Kami ingin kebutuhan tetap terjangkau"

Kota Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi resmi menggelar Pasar Murah Bersubsidi Tahun Anggaran 2026 dengan menyalurkan 19.417 paket bahan pokok kepada warga di 12 kecamatan.
Program yang dibuka langsung Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, di Halaman Kantor Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Selasa (3/3/2026).
Hal ini ditujukan untuk menjaga daya beli masyarakat menjelang hari raya sekaligus mengendalikan potensi lonjakan harga kebutuhan pokok.
Kegiatan tersebut menjadi intervensi konkret pemerintah daerah dalam merespons tren kenaikan harga bahan pangan yang kerap terjadi menjelang dan selama Ramadhan.
Pemerintah menilai peningkatan konsumsi rumah tangga pada periode tersebut berpotensi memicu tekanan inflasi, terutama bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
Dalam sambutannya, Tri Adhianto menegaskan bahwa Ramadhan bukan hanya momentum ibadah, tetapi juga waktu untuk memperkuat solidaritas sosial.
Ia menyatakan pemerintah daerah berkewajiban memastikan kebutuhan dasar warga tetap terjangkau di tengah dinamika harga pasar.
“Pasar murah ini bukan sekadar program rutin, tetapi bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat. Kami ingin memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau, terutama di bulan Ramadhan,” ujar Tri.
Secara rinci, Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan 19.417 paket sembako yang didistribusikan merata di 12 kecamatan.
Untuk wilayah Bekasi Timur sendiri, tersedia 2.362 paket.
Setiap paket berisi beras premium 5 kilogram, minyak goreng premium 1 liter, gula pasir 1 kilogram, dan tepung terigu 1 kilogram.
Berdasarkan kalkulasi harga pasar, nilai satu paket mencapai Rp121.500.
Namun pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp51.500 per paket.
Dengan demikian, masyarakat hanya membayar Rp70.000 untuk setiap paket yang diterima.
Skema subsidi tersebut diharapkan mampu meringankan beban pengeluaran rumah tangga, khususnya selama Ramadhan.
Tri menambahkan, program pasar murah ini juga menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah.
Intervensi harga melalui subsidi dinilai dapat membantu menjaga stabilitas harga di pasaran agar tidak melonjak secara signifikan.
“Kita ingin menjaga stabilitas ekonomi daerah. Dengan langkah konkret seperti ini, daya beli masyarakat bisa tetap terjaga dan situasi tetap kondusif,” katanya.
Pemerintah daerah menilai stabilitas harga bahan pokok berkontribusi langsung terhadap kestabilan sosial.
Kenaikan harga yang tidak terkendali berpotensi memicu keresahan publik, terutama di wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi seperti Kota Bekasi.
Distribusi dan Pengawasan Pelaksanaan
Pelaksanaan pasar murah melibatkan sejumlah pihak, antara lain Perum Bulog dan PT Pos Indonesia, serta perangkat daerah terkait.
Kolaborasi tersebut difokuskan pada kelancaran distribusi, ketepatan sasaran penerima, serta transparansi pelaksanaan di lapangan.
Tri Adhianto mengapresiasi sinergi antarinstansi yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Ia menegaskan pentingnya tata kelola yang tertib dan akuntabel agar program benar-benar menjangkau warga yang membutuhkan.
Menurutnya, pengawasan distribusi menjadi kunci agar subsidi tidak disalahgunakan dan tidak terjadi penumpukan atau praktik percaloan.
Pemerintah daerah, kata dia, akan memastikan proses penyaluran berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
Secara kebijakan, pasar murah bersubsidi merupakan instrumen yang lazim digunakan pemerintah daerah untuk menekan dampak fluktuasi harga pangan musiman.
Intervensi ini biasanya dilakukan menjelang hari besar keagamaan ketika permintaan meningkat tajam.
Dengan distribusi yang tersebar di 12 kecamatan, Pemkot Bekasi berharap manfaat program dapat dirasakan secara merata.
Selain membantu warga memenuhi kebutuhan pokok, pemerintah juga menargetkan terciptanya stabilitas harga di pasar tradisional maupun ritel setempat.
Pemerintah Kota Bekasi menyatakan akan terus memantau perkembangan harga dan kondisi pasokan selama Ramadhan berlangsung.
Evaluasi berkala disebut akan dilakukan untuk memastikan efektivitas kebijakan subsidi dalam menjaga daya beli masyarakat.
Melalui langkah tersebut, Pemkot Bekasi berharap momentum Ramadhan tidak hanya menjadi ajang peningkatan spiritualitas, tetapi juga penguatan solidaritas sosial dan stabilitas ekonomi daerah.**/red












